
" Wah...wah... Sekarang Lo sering ke Mall lah Wil...?" tebak Aslan yang tahu kalau Wilda tidak pernah ke Mall.
" Hum... Setiap hari mungkin..." jawab Wilda.
" Mana ada. Orang kamu pelit. Seminggu cuma sekali..." sahut Angela.
" Orang kamu mintanya yang mahal-mahal.... Bulan lalu saja aku hampir habis satu triliun rupiah.." kata Wilda keceplosan.
" Eh. Beneran Wil.(kak)" tanya Aslan,Bu Zizi, Dan kedua adiknya.
" Ukhh... Iya..." jawab Wilda jujur.
" Kamu dapat uang dari mana Wil.?" tanya Aslan tidak percaya.
" Ummm... Panggil Ibu dan bapak sekalian Di." ujar Wilda yang ingin jujur kepada semuanya.
Setelah semua orang berkumpul, Wilda mulai menceritakan tentang pekerjaannya dulu saat masih sekolah.
Orang tuanya dan Bu Zizi percaya karena menang Wilda dulu sering diajak ke luar kota dengan alasan perlombaan dan pulang membawa piagam dari militer.
" Wah... Jadi Lo saat masih sekolah sudah ikut berperang Wil.?" tanya Aslan yang masih tidak percaya.
" Um. Karena sekarang udah damai, Gua meninggalkan pasukan, Walaupun belum mencopot gelar panglima gua..." ujar Wilda jujur.
__ADS_1
" Hah. Jadi sekarang Lo masih Panglima....?" kaget semuanya.
" Iya..... Biar kalau ada perang yang mengancam negara, gua bisa ikut..." jawab Wilda.
" Kok kamu nggak pernah cerita ke Aku.?" ujar Angela yang tidak terima karena Wilda masih belum jujur ke Angela.
" Eh. Bukaya sudah pernah ya...?" tanya Wilda.
" Pernah.... Tapi kan Kamu nggak cerita kalau pangkatmu masih berlaku..." ujar Angela.
" Kalau gitu Wil. Lo kenapa mau hidup susah... Kan Lo bisa bekerja sebagai panglima dan kuliah..?" tanya Aslan penasaran.
" Um... Soal itu ya... Hehehe... Gua mau hidup damai. Gua ingin hidup layaknya teman-teman gua...." jujur Wilda.
" Oh.... Gua paham.!" ujar Aslan.
" Baiklah....." angguk Wilda.
Setelah mengantar Aslan, Wilda hendak pergi mandi tapi ditahan oleh orang tuanya.
" Kamu kenapa nggak pernah cerita soal pekerjaanmu ke kita .?" tanya Bapaknya.
" Um... Wilda nggak mau bapak dan ibu khawatir.!" jawab Wilda.
__ADS_1
" Kalau kamu mati di perang dulu.... Bapak dan ibu harus gimana.?" ujar Bapaknya.
" Umm.. yang penting Wilda selamat kan pak.!" ujar Wilda.
" Ya... Kenapa nggak jujur saja...! Malah dirahasiain.... Bapak juga nggak bakal ngelarang. Orang kamu juga punya ilmu." ujar Bapaknya kecewa karena Wilda tidak pernah bercerita.
WmSelaka satu jam, Wilda di marahi oleh kedua orang tuanya. Karena orang tuanya sudah ngantuk, mereka pergi kekamar untuk tidur.
Wilda menyuruh Angela untuk memasak air untuknya mandi.
" Tolong masak Air dong.... La. Buat aku mandi.!" pinta Wilda.
" Nggak mau. Masak sendiri. Aku mau tidur...!" tolak Angela.
" Oh...Ya sudah, Aku mandi setelah kita main ya....!" ujar Wilda mengunci pintu kamar.
" Hah. Kamu... Ini lagi dirumah orang tuamu Wil. Nanti kedengaran oleh keluargamu..!" ujar Angela melangkah mundur saat didekati Wilda.
" Tenang saja..... Kalau nggak mau kedengaran. jangan berisik....." bisik Wilda menggoda mulai mencium leher Angela.
" um..... Lepasin Wil.... Ukh..." ucap Angela yang dadanya sudah dirogoh Wilda.
" Tanggung sayang.... Lagian kamu juga udah basah...kan...!" ujar Wilda.
__ADS_1
Angela akhirnya pasrah dan tidak menolak Wilda.
Angela menggigit bahunya Wilda agar tidak bersuara keras.