SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
53


__ADS_3

Saat Wilda sampai di villa dia bertanya pada pelayan dimana Angela.


" Istri saya mana.?" Tanya Wilda.


" Nyonya tadi berjalan ke arah kamar tuan...!" jawab Pelayan itu.


" Baiklah. Terima kasih." balas Wilda.


Pelayan itu menundukkan kepalanya dan Wilda segera berlari menuju ke kamarnya.


Saat membuka pintu kamar, Wilda melihat Angela yang berbaring kesamping.


" Sayang... Kamu kenapa.?" tanya Wilda menghampiri dan berjongkok didepan muka Angela.


Angela mengelap air matanya dan membalik badannya membelakangi Wilda.


" Eh.?! Kamu marah sama aku ya..? Aku salah apa.?" tanya Wilda naik ke ranjang.


" Pergi..! hiks.! Aku nggak mau ketemu kamu...!!" kata Angela sambil menangis dan mendorong tubuh Wilda.


" Nggak. Jujur ada apa.! Kalau nggak ngomong aku nggak bakal pergi!" balas Wilda.


" Pergi.!! Aku benci sama kamu.!!" usir Angela.


" Ngomong dulu..!" kata Wilda tidak mau beranjak malah memelukku tubuh Angela.


" Brengsek..!! huhuhu...!" umpat Angela memukul dada Wilda.

__ADS_1


" Ah...!" rintih Wilda karena dipukuli Angela yang sekarang memiliki kekuatan.


Angela terus memukul dada Wilda dengan mata terpejam hingga dirinya merasakan bau amis darah menetes dari mulut Arja.


" Eh... Kamu kenapa muntah darah.?" khawatir Angela.


" Aku nggak papa uhuk..uhukk..!" balas Wilda memuntahkan darah ke pinggir tempat tidur.


" Aduh... Aku lupa..." kata Angela panik.


" Udah... Nggak papa kok. Aku udah biasa...!" balas Wilda mengelus pipi Angela lembut.


" Kamu beneran nggak papa... Maaf ya...." Kata Angela mengusap bibir Wilda menggunakan selimut.


" Um.. Kamu kenapa marah sama aku tadi.? Kamu boleh marah, tapi harus jelasin sebabnya...!" kata Wilda.


" Ah... Itu utusan dari negara Z. Mereka ingin menyumbang keamanan di pulau ini...!" balas Wilda.


" Terus Kenapa kamu bisa senyum begitu lepas saat ngobrol dengannya tadi..?" tanya Angela lagi.


" Ha..h? Um... Soal senyum ya...? Kenapa kamu nggak tanya sama dia langsung saja..!" kata Wilda menggoda Angela.


Wilda sebenarnya tahu kalau Angela sedang cemburu buta. ( ingat untuk perempuan/leleaki jangan mudah cemburu buta, karena cemburu buta dapat melukai kedua belah pihak. Untuk yang cemburu dapat melukai hatinya... dan untuk pasangannya akan melukai fisik atau mentalnya karena kena marah oleh si pencemburu buta ini.)


" Sialan.!!" ujar Angela kesal memukul Wilda.


" Ah.. Sakit tau...!" balas Wilda.

__ADS_1


" Setelah menikah aku akan ajari ngontrol kekuatan deh...!" ujar Wilda yang sudah tidak bisa membayangkan kalau dimasa depan istrinya akan membunuhnya akibat sering memukulinya.


" Emangnya bisa dikontrol.?" tanya Angela.


" Um..." angguk Wilda.


" Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi... soal kenapa kamu senyum..!" ujar Angela mengingatkan.


" Oh.. Bener nih pengen tau banget...?" tanya Wilda.


" Cepet..!!" kata Angela.


" Tadi itu adalah wanita utusan dari negara Z. Kebetulan dia itu sepupu kamu kan...!" ujar Wilda.


" Eh. Sepupu aku.? Kok aku nggak tau kalau dia sepupuku.?" kata Angela tidak percaya.


" Kalau nggak percaya tanya saja sama Mama kamu... Sepupu kamu mengejekku karena mendapat istri manja sepertimu...!" ujar Wilda.


" Hah. Itu beneran sepupuku.? Kok aku nggak pernah tau.? Dan apa maksudnya dia menjelekanku dibelakangku.?" tanya Angela.


" Mendingan kamu ngomong saja sama dia...!" ujar Wilda.


" Humph... Nggak mau.!" kesal Angela.


" Terserah kamu saja kalau begitu...!" balas Wilda turun dari ranjang dan mengganti pakaiannya.


Karena keringetan juga, Wilda memutuskan sekalian mandi dan mengajak Angela paksa.

__ADS_1


_____@$


__ADS_2