SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
19


__ADS_3

Siang hari.


Setelah bertemu dengan klien Wilda langsung diajak Angela untuk pergi makan siang. Angela sengaja memilih tempat yang paling mahal.


" Kenapa sih La. Kita harus makan di tempat yang mahal kayak begini...?" tanya Wilda.


" Yah... Jangan salahkan aku ya..... Ini anak kamu yang kepengen..." balas Angela.


" Huh.... ibu ngindam biasanya minta rujak, soto dan apapun yang murah tapi susah dicarinya... Kamu enggak.! kamu malah minta yang mahal dan mudah dicarinya." curiga Wilda.


" Kalau kamu nggak mau menurutinya bilang saja... pakai cerewet segala..." kesal Angela.


" Uya.Iya. Ayo masuk. Lagian aku kenal bos tem..." kata Wilda terpotong.


" Jangan bilang kalau tempat ini punya temanmu lagi.? Kita ganti restoran yang lebih mahal lagi kalau begitu..." ujar Angela yang malas mendengar kata temanku.


" Nggak.. aku hanya bercanda... Nanti aku bayar kok...! hehehe" ujar Wilda.


" Humph.. Awas kalau bohong.! Ya sudah.... Karena dibayarin aku nggak perlu sungkan.." ujar Angela senang.


Wilda hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengikuti Angela dari belakang.


Setelah duduk Angela langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan. Saat menunggu makanan diantar Angela meminta Wilda untuk bermain biola yang ada dipojok restoran itu. Wilda hanya bisa menurutinya karena kebetulan Wilda juga bisa main biola.


Angela benar-benar kagum dengan Wilda karena bisa apa saja.


Saat pesanannya datang Wilda kembali duduk bersama Angela untuk makan siang.


Selesai makan siang mereka balik lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Sore hari jam pulang kantor semua karyawan ada yang pulang dan ada yang lembur karena butuh uang tambahan.


Wilda yang masih didepan komputernya diajak Angela untuk segera pulang karena Wilda janji untuk pindah ke apartemen.


Karena sudah ditarik-tarik Angela akhirnya Wilda menuruti Angela untuk pulang.


" Ayo... Cepetan Ja... nanti kemalaman Lo..." ujar Angela.


" Kenapa nggak pindah besok saja sih... Besok kan libur... Aku harus lembur..." ujar Wilda.


" Kamu bisa lembur saat di apartemen nanti." ujar Angela.


" Hahhhh... Kamu ini...." dengus Wilda.


Setelah wildaasuk mobil Angela langsing menancapkan gasnya menuju ke kos untuk mengambil barang-barang dan pergi ke Apartemen yang dimaksud Wilda.

__ADS_1


Saat melihat lobi apartemennya Angela sedikit tidak percaya karena apartemennya begitu mewah.


" Pantesan kamu nggak mau tinggal disini... Malu sama pekerjaan kamu kan..?" ejek Angela.


" Untuk apa malu.?" bingung Wilda.


" Ya sudah. Auo cepetan masuk.!" ajak Angela.


Saat mereka sampai di lantai paling atas Angela tambah kaget karena lantai paling atas adalah untuk satu orang saja.


" Dilantai ini cuman kamu doang Wil.?" tanya Angela.


" Iya. Lantai ini cuman miliku pribadi. Bahkan liftnya saja khusus kan tadi dan hanya ada satilu tombol.!" jawab Wilda.


" Wah... panglima kamu baik sekali.? Tapi malah kamu sia-siain.!" puji Angela pada panglima Wilda.


" Yah.... Begitulah. Dia sangat baik padaku tapi... Sayang sekali dia sekarang sudah tiada..." kata Wilda mengingat kembali saat panglimanya gugur di Medan perang.


" Oh... turut berduka cita kalau begitu." balas Angela turut sedih.


" Ya sudah. Kamu pakai kamar yang itu aku pakai kamar di sebelah.!" kata Wilda menunjukkan kamar yang dimaksud.


" Baiklah." Setuju Angela senang karena tidak perlu takut kalau diserang Wilda lagi.


" Wilda masuk kekamar yang ditinggalkannya dulu. Dia jadi teringat soal panglima yang begitu merawatnya seperti anaknya sendiri saat dikota dulu.


Wilda mengerjakan berkas-berkas itu hingga larut malam. Dia baru ingat kalau belum mengajak Angela untuk makan malam. Dia bergegas pergi ke kamar Angela. Saat membuka pintu kamar Angela yang tidak dikunci Wilda melihat Angela sudah tidur.


Karena khawatir Angela tidur kelaparan Wilda membangunkannya.


" Bangun la... Kamu belum makan malam Lo...." kata Wilda.


" Umm... Kamu sudah selesai bekerja.?" tanya Angela setelah bangun.


" Iya... Ayo makan malam dulu... Kamu sedang hamil... Jangan sampai kelaparan.." kata Wilda.


" Ummm... Bawa kesini saja makanannya.!" Perintah Angela.


" Aku belum masak karena belum belanja bahan-bahan makanannya. Kita makan diluar saja sekarang..." ajak Wilda karena dia tahu di seberang Apartemennya ada penjual sate yang buka sampai pagi.


" Baiklah..hooam.." setuju Angela menguap.


" Kita makan dimana...?" tanya Angela saat selesai cuci muka, Dan menemui Wilda yang sudah menunggu didepan pintu kamar.


" Didepan. Aku lihat tadi masih buka... aku sering makan disana saat tidak bisa tidur dulu.." ujar Wilda.

__ADS_1


" Oh... Baiklah. Ayo..." setuju Angela.


Mereka berjalan ke kedai yang dimaksud Wilda. Angela kaget saat sadar kalau Wilda mengajaknya makan bukan direstoran.


" Kok disini Wil.?" tanya Angela sedikit kesal.


" Kenapa.? Disini enak kok... Kamu coba dulu saja..!." Balas Wilda.


" Tapi..... ini kotor..." kata Angela sambil membayangkan tulang sate tradisional memanggang satenya drngan arang dan asap.


" Siapa yang bilang kotor.! Dagingnya sudah dicuci kok.!", balas Wilda.


" Makan disini saja malam ini.... Biar kamu ngerasain sate yang pernah aku makan setiap malam dulu." ujar Wilda memaksa Angela.


Karena tidak bisa membantah dan mencium harum sate yang dibakar akhirnya Angela menyetujuinya.


Setelah memakan sate yang dipesan Angela malah ketagihan dan menambah lagi.


Wilda senang sekaligus sedih karena Angela suka dengan sate itu tapi juga sedih karena a ngela menguras habis dompetnya.


Setelah puas makan Meraka kembali ke Apartemen dan tidur.


Pagi hari.


Pagi sekali Wilda bangun untuk membeli sarapan buat Angela.


Setelah membeli sarapan dia membangunkan Angela untuk sarapan pagi.


" Bangun la... udah pagi Lo.... Katanya mau ke Mall." ucap Wilda.


Seketika Angela duduk tegak dan berjalan menuju kekamar mandi untuk cuci muka.


Wilda menggelengkan kepalanya melihat tingkah Angela seperti anak kecil.


Selesai sarapan Wilda dan Angela mandi untuk bersiap berangkat belanja.


" Kok lama banget.? Ini sudah siang Lo...." tanya Wilda yang menunggu Angela lama.


" Ya... Tadi saat aku berkaca melihat perutku sudah buncit... Jadi aku mencari baju yang longgar terlebih dahulu." jujur Angela sambil menunjuk perutnya yang beneran sudah membuncit.


" Ya sudah. Ayo berangkat. Nanti keburu ramai..." ujar Wilda sambil menyentuh perut Angela.


Plak.. suara tangan Wilda yang ditampar Angela.


" Baiklah. Cepetan.!!" kesal Angela.

__ADS_1


______________________@$_____________________


__ADS_2