
Wilda menuruti perkataan Angela untuk tidur didepan televisi. Saat tengah malam karena terlalu dingin, Wilda masuk ke kamarnya untuk ikut tidur bersama Angela karena hanya ada satu selimut.
" Eh. Kok pindah kesini..? Udah aku bilang tidur diluar juga..." bentak Angela terbangun karena Wilda menyenggolnya.
" Diluar dingin tau... Dan Hanya ada satu selimut saja..." jawab Wilda.
" Ya tahan kek.!" balas Angela.
" Nggak.Di luar terlalu dingin..." ujar Wilda.
" Huhh... Ya sudah. Tapi sebelum orang tuamu bangun, kamu harus sudah pindah kembali keluar.!" kata Angela akhirnya menyetujui Wilda untuk tidur bersamanya.
" Um.. Terima kasih..." ucap Wilda mengelus perut Angela.
" Sama-sama... lepasin tangan kamu...!!" balas Angela.
" Baiklah.... Lanjut tidur...yuk..!" ucap Wilda.
" Bolek peluk.?" tanya Wilda.
" Boleh. Tapi jangan macam-macam.!" balas Angela setuju, karena dia merasa nyaman saat dipeluk Wilda saat tidur.
" Baiklah." jawab Wilda mengerti mulai memeluk Angela dari belakang.
" Wil... Ummm... Nikahan kita itu juga ada pestanya.?" tanya Angela.
" Kamu pengennya gimana.?" tanya balik Wilda.
" Aku pengennya sih.. juga ada pestanya... tapi.... Tapi perutku sudah mulai membuncit..." jawab Angela.
" nanti pilih gaun yang longgar saja... Aku juga gak bakal setuju kamu memakai gaun ketat walaupun tidak hamil..." balas Wilda.
" Huuhh.... Lagi-lagi kamu hancurin impianku...." ucap Angela.
__ADS_1
" Terkadang hidup memang begitu Angela.... Kamu nggak bisa mengatur takdir seperti yang kamu inginkan...." Balas Wilda.
" Pokoknya gara-gara kamu... Aku benci kamu..." ujar Angela.
" Terserah kamu saja.... Aku mau tidur..." balas Wilda menenggelamkan wajahnya di leher Angela.
" Jangan bernafas di leherku....! Geli tau..." kata Angela.
" Oke-oke...." Wilda mengeluarkan kepalanya dan menjauhkan dari leher Angela.
" Eh. Kenapa tiba-tiba meluk aku gini.?" tanya Wilda kaget karena Anfela tiba-tiba memeluknya.
" Biarin... kamu diam saja...!!" ujar Angela.
" Kalau kamu begini.... aku gak bisa nahan loh...." ujar Wilda.
" Diam....!!" bentak Angela.
" Aduh.... Kamu nggak ngerasa anuku mengeras.?" tanya Wilda.
" Tega bener...!" kata Wilda kecewa karena tidak berhasil memancing Angela.
Wilda terpaksa tidur sambil menahan nafsunya yang sudah memuncak karena dipeluk erat oleh Angela.
" minggir dulu dong. Aku mau mandi bentar..." ujar Wilda.
" Eh... Katanya dingin kok mau mandi.?" tanya Angela.
" sekarang gerah gara-gara kamu.... dasar penggoda...!" sewot Wilda berdiri.
" Hehehe... Rasain..."pikir Angela sambil tersenyum puas.
Wilda pergi ke kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya yang kepanasan.
__ADS_1
" Sialan... Awas saja... Saat sudah dikota nanti bakal aku balas...." umpat Wilda.
" Uhh... kenapa sih.. kok dingin banget airnya..." ujar Wilda tambah kesal dan menggigil kedinginan.
Karena sudah merasa kedinginan, Wilda kembali ke kamar untuk mengganti bajunya dan kembali tidur.
Saat masuk kamar, Wilda melihat Angela yang sudah tidur nyenyak kembali.
Arja masuk ke dalam selimut dan memeluk Angela untuk menghangatkan tubuhnya kembali.
" Apaan sih... gerah tau...!" ujar Angela risih saat dipeluk erat Wilda.
" Aku kedinginan La..wu..huff..." ucap Arja menggigil.
" Nggak peduli....!" balas Angela menyalakan kipas angin karena gerah.
" Kok...malah..nyalain kipas.? Dingin tau..." ujar Wilda.
" Tapi aku gerah...!" balas Angela.
" Aku... kedinginan loo... Kamu tega bener...." ucap Wilda.
" Siapa suruh. udah tau dingin malah mandi..." ejek Angela.
" Kamu... Benar-benar tega La...!" ujar Wilda menutup rapat selimutnya.
" Salah kamu sendiri... malah ngatain aku tega..." kata Angela.
Wilda terlalu malas untuk berdebat dengan Angela karena dia benar-benar kedinginan.
Wilda tertidur sambil menggenggam erat selimut.
BERSAMBUNG..!!!
__ADS_1
...........................................................................@$