SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
31


__ADS_3

" Biarin saja... Mumpung ada yang mau bayarin...!" balas Wilda berbisik dengan Angela.


" Aku bakal laporin kamu ke Papaku..." Tampar Angela sekali lagi.


" Sudah di bayar.... Sekarang saya pinjam pacar Anda...!!" ujar Pria gendut itu mencoba meraih tangan Angela tapi ditahan oleh Wilda.


" Maaf. Tapi ini bukan pacar saya.... Dan terima kasih sudah membayar belanjaan Istri saya...." ujar Wilda.


" Kamu... Beraninya mempermainkan saya...!! Kamu nggak kenal saya.? Saya adalah pemilik Mall ini..." ujar Pria gendut itu dengan ekspresi marah.


" Hahaha... Terus kenapa kalau kamu pemilik Mall ini.? Kamu sendiri yang ingin membayarnya... Dan saya juga sudah ditampar oleh Istri saya..." tawa Wilda.


" Brengsek. Keamanan..!!" teriak pria gendut itu.


" Ada apa pak.?" tanya Security yang kebetulan berjaga di sekitar toko itu.


" Hajar orang ini dan tangkap wanita disebelahnya.!!" perintah Pria gendut itu.


" Baik." jawan Security itu langsung menyerang Wilda.


Wilda langsung menendangnya hingga security itu terbang dan menatap kaca hingga pecah.


Para pengunjung Mall disana kaget dan berkerumun untuk melihat keributan itu.


" ********..!! Mana keamanan lainnya.?!!" teriak Pria gendut itu semakin marah.


Lima security berdatangan dan langsung menyerang Wilda. Wilda menghajarnya Hinga menghancurkan toko pakaian itu.


Pemilik toko hanya berdiam terpaku melihat barang dagangannya hancur.

__ADS_1


Sedangkan pemilik Mall semakin marah dan mencoba menelpon seseorang.


" Halo. Pak polisi.! DiMall kota ada yang buat keributan.!!" kata Pemilik Mall itu di telepon.


" Hahaha... Kamu panggil polisi juga nggak akan berguna....!" ujar Wilda langsung menghajar pria gendut itu hingga babak belur dan patah kaki.


" Sudah. Jangan marah lagi... Ayo kita pulang..!" ajak Wilda pada Angela.


" Brengsek. Nggak mau. Aku mau pulang sendiri saja.! Kamu jalan kaki saja pulangnya..!" balas Angela meninggalkan Wilda.


" Jangan gitu dong La... Aku kan cuma bercanda...." kata Wilda menahan Angela.


" Sialan... Kamu tega banget mau nyerahin aku ke pria gendut tadi... huahuhuu.!" tangis Angela tiba-tiba memeluk dan memukul dadanya Wilda.


" Iya maaf. Aku kan cuma bercanda tidak serius. Aku tadi cuma akting agar dapat gratisan...!!" ujar Wilda mengelus rambut Angela.


" Brengsek... Brengsek..." umpat Angela.


Saat hendak keluar Mall, Wilda ditahan oleh polisi yang baru datang.


" Berhenti.!!" seru polisi itu mengacungkan pistolnya.


" Tembak saja... Cuma pistol kosong saja masih ingin menakutiku..." ujar Wilda melanjutkan jalannya.


" Berhenti.! Kalau tidak akan kami tembak.!" teriak seorang polisi.


" Berhenti Wil..." ucap Angela malu karena dilihatin banyak orang.


" Baiklah-baiklah..." kata Wilda menuruti Angela dan menurunkannya.

__ADS_1


" Kalian harus ikut kami ke kantor polisi.! Dengan bukti penganiayayaan terhadap pemilik Mall ini." kata Polisi itu mendekati Wilda dan mengeluarkan borgol.


" Bagaimana ini Will.?" tanya Angela ketakutan.


" Kamu tenang saja... Anggap saja polisi ini semut...!" ujar Wilda menenangkan Angela.


" Sialan. Kamu berani menghina kami hah.?" teriak polisi itu kesal.


" Kalian memang semut..." ujar Wilda yang sangat membenci polisi karena pengalamannya dulu.


" Sialan...! Kamu bakal di hukum sangat berat nak..!" sahut komandannya dari belakang polisi.


" Hahaha... Bahkan Presiden saja bakal berlutut padaku... Kalian yang hanya semut ingin aku berlutut pada kalian...? Apa negara ini ingin Polisinya dibubarkan..?" ujar Wilda.


" Setelah menghina polisi kamu juga menghina pemimpin negara. Apa kamu tahu hukaman apa yang akan menimpamu nak.?" ujar komandan itu dengan angkuh.


" Hahaha... Kalian ini... Aku sudah memberikan pemimpin kalian kesempatan untuk tidak membubarkan kalian. Tapi kalian malah bersikap arogan di depanku.? Wajah-wajah Kalian ini pasti sudah di suap oleh pria gendut didalam kan.?" ujar Wilda yang sebenarnya muak dengan cara kerja polisi sekarang.


" Hahaha Memangnya kenapa nak. Disini hanya yang punya uanglah yang berkuasa..." Tawa Komandan itu mengakuinya.


" Cih. Aku sudah muak dengan sikap kalian. Sepertinya seluruh polisi dinegara ini harus di berikan pendidikan karakter lebih ketat lagi...." ujar Wilda.


Wilda langsung menghajar semua polisi yang ada disana termasuk komandannya yang bersikap arogan tadi.


" Aku bakal menyuruh Presiden kesini dan membuat aturan baru bahwa Polisi lebih rendah dari pada anjing.... dan kalianlah penyebabnya...!" kata Wilda berbisik ditelinga komandan yang setengah sadar itu.


" Masalah sudah selesai. Ayo kita pulang kerumah..." ajak Arja pada Angela yang masih kaget karena melihat Wilda berani menghajar para polisi.


Bersambung...!!!

__ADS_1


____________________________________@$


__ADS_2