SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
12


__ADS_3

" Kamu kenapa sih.? Ya udah Wei. Besok ada reuni kecil-kecilan di restorannya Aido. Kamu kesana saja... biar bisa kumpul bareng.. tadi jendral Arca sudah aku ajak. Aku mau pulang dulu..." Pamit Wilda yang sambil ditarik tangannya sama Angela.


" Kamu masih berani janjian sama cewek lain di depanku.?" tanya Angela marah sambil mencubit pinggang Wilda.


" Aww ah. sakit." rintih Wilda sambil di tarik Angela berjalan keluar Mall.


" Huh... Nggak nyangka Pria Gay itu sudah menghamili cewek yang manja itu..." gumam Wewei.


" oh ya. tadi Wilda bilang ada reunian aku tqnya Jendral ah." kata Wewei pada dirinya sendiri.


" Kamu kenapa mencubit ku keras sekali.? Sakit tahu.?!" kata Wilda saat sudah sampai disamping motornya.


" Siapa suruh kamu menggoda perempuan di depanku.! Bagaimanapun kan aku sedang hamil anak kamu..." kata Angela kesal.


" Siapa yang menggoda.? Diakan temanku.! Lagian dia sudah memiliki pasangan." bantah Wilda.


" Sudah. Cepetan angkat aku naik motor.! Aku udah laper nih..." perintah Angela.


" Iya-iya." balas Wilda mengangkat tubuh Angela yang ramping itu naik keatas motor.


" Sudah. pegangan.! biar nggak jatuh." perintah Wilda.


" iya bawel." kesal Angela karena dipaksa memeluk Wilda.


Sesampainya dikos Wilda langsung memasak makan malam untuk Angela.


" nih... makan malam kita barbeque daging sapi." kata Wilda sambil menyodorkan piring ke tangan Angela.


" Kok gosong begini.? Ini beneran bisa dimakan.?" Kata Angela meragukan karena melihat daging yang seperti arang.


" haizz ini digosok dulu pakai pisau nih... Hah.. Aku suapin saja." desah Wilda pada Angela yang tidak bisa apa-apa.


" Besok bangun pagi. Aku ajarin kamu memasak..!" kata Wilda.


" Untuk apa aku belajar memasak.?" bingung Angela karena selama ini dia dimasakin oleh pembantunya dan mamanya.


" Kok untuk apa.! Kamu kan perempuan masa nggak bisa masak.?" kata Wilda.


" Kan ada pembantu.." balas Angela.


" Sekarang kan tidak ada. Kalau aku nggak ada dikos kamu mau makan apa.?" tanya Wilda.


" Ya... Aku suruh kamu pesan makanan online saja..." balas Angela.


" Kamu ini cuma bisa bantah orang saja ya... Pokoknya besok kamu bangun pagi. Kalau nggak aku bakal siram pakai air..." kata Wilda.


" Huh. terserah kamu saja..." kesal Angela karena dipaksa belajar memasak.


" Sudah habis. Aku mau mandi dulu." kata Wilda bangkit dari duduknya.


" Ambilin minum dong...!" perintah Angela.


" memangnya nggak bisa ambil sendiri.?" tanya Wilda.


" Malas gerak aku... sudah terlanjur selonjoran nih.." kata Angela.

__ADS_1


" Kamu itu sedang hamil, harus banyak gerak.! Kalau tidur juga kakimu harus diangkat biar nggak bengkak." kata Wilda mengambilkan air minum dan mengganjal kaki Angela yang selonjoran.


" Mau apa lagi..?" tanya Wilda.


" Um.. ambilin HPku dikamar dong" jawab Angela.


" Huh baiklah." desah Wilda.


" Nih. Sudah ya.. aku mau mandi..." Kata Wilda yang sudah membawa handuk dan pakaian ganti.


" Iya." balas Angela.


Selesai mandi Wilda mengambil selimut tebal yang biasannya digunakannya sebagai alas saat bermain PS tengah malah agar tidak kedinginan.


" Kamu mau ngapain.?" tanya Angela bingung.


" Ya mau tidur lah." balas Wilda langsung berbaring diatas selimut itu sambil menonton tv.


" memangnya nggak kedinginan tidur dilantai.?" tanya Angela lagi.


" Nggak. Dulu saat masih ada sahabatku disini aku sering tidur pakai alas seperti ini.." jawab wilda.


" oh.. sahabat kamu sekarang dimana.?" tanya Angela penasaran.


" Pulang kampung karena dijodohkan sama orang tuanya. Bulan depan nikahnya. Makannya aku suruh kamu belajar memasak. Karena aku bakalan pulang kampung sebentar untuk menghadiri pernikahannya." kata Wilda.


" Oh... kok nggak ngajak aku..?" tanya Angela.


" memangnya kamu mau.?" tanya balik Wilda.


" Maulah. Dari pada dikos ini sendirian." jawab Angela.


" Kamu cepetan masuk kamar.. tidur. perempuan hamil istrahatnya harus teratur.!" perintah Wilda sambil memejamkan matanya karena sudah ngantuk berat.


" Nanti saja. Aku masih mau nonton TV." tolak Angela.


" Awas kalau kamu ketiduran. Nanti aku nggak mau gendong kamu masuk kekamar.." ancam Wilda.


" Humph. siapa yang mau digendong sama kamu...!" kesal Angela.


" Tadi seharian siapa yang minta digendong naik motor.?" kata Wilda mengingatkan.


" I..itu kan... karena aku nggak nyampek motor kamu yang tinggi." balas Angela kesal karena diejek Wilda.


Wilda yang malas meladeni Angela yang suka membantah memilih tidur. Sedangkan Angela masih nonton drama Korea yang ada di TV.


Dan yang benar saja tanpa sadar Angela ketiduran disofa.


Karena tidak tenang memikirkan Angela yang tidak mau tidur Wilda bangun dari tidurnya dan kembali mengingatkan Angela.


" Udah lah La. Cepetan tidur sana dikamar." ucap Wilda yang matanya masih terpejam.


" Ya Tuhan... benarkan.! Ketiduran..." ujar Wilda.


" Oi...bangun woi... pindah kekamar sana..." kata Wilda membangunkan Angela.

__ADS_1


" um... nggak mau." tolak Angela.


" Haishh.... Kamu ini kalau nggak nyusahin orang memangnya bisa mati ya...?" kesal Wilda.


Wilda mengangkat Angela dan membawanya kekamar.


" Oi.. lepasin dong...!" kata Wilda yang lehernya dirangkul erat Angela.


Angela tidak mau ngelapasin tapi malah mempererat pelukannya.


"ukhhh.. Jangan salahin aku ya.... kalau tidur bareng kamu..." ujar Wilda yang tidak bisa melepas pelukan Angela karena. takut membangunkannya.


" Huff... Selamat malam..." ucap Wilda memejamkan matanya.


Pagi hari.


Alarm Wilda berbunyi keras sehingga membuat Angela terbangun.


" Ish... Alrm siapa sih. Nyaring banget suaranya. Matiin dong." Ucap Angela marah.


" Eh... ini siapa..?" kaget Angela saat sadar dirinya memeluk seseorang.


"Ah......ah...AAAaaa" teriak Angela membuat Wilda terbangun kaget.


" Ada Apa... Ada maling.?" Kaget Wilda langsung terbangun.


" Ka..Kamu ngapain... tidur diranjang ku.?" tanya Angela dengan marah.


" Eh... Kamu nggak ingat tadi malam kamu ketiduran disofa. Karena aku takut bayi di perutmu kenapa-napa aku angkat kamu ke ranjang. Tapi setelah membaringkan kamu diranjang kamu nggak mau melepas pelukanmu. Akhirnya aku hanya bisa tidur sambil kamu cekik." kata Wilda menjelaskan dengan cepat.


" Kamu kira aku bakal percaya. Dasar munafik. Brengsek. ********." Umpat Angela sambil memukul Wilda menggunakan bantal.


" Ah... beneran Jangan pukul lagi..." kata Wilda.


" Aku nggak percaya dasar Brengsek.Bajijgan. Cabul... Mesum." Umpat Angela meneruskan memukul Wilda.


Wilda hanya bisa pasrah dipukulinya.


" Hah.... keluar sana. Aku nggak mau ketemu kamu lagi. Dasar Brengsek. Cabul." bentak Angela mengusir Wilda.


" Tapi... kamu kan janji mau belajar masak." ujar Wilda mengingatkan.


" Siapa yang mau belajar masak sama orang mesum sepertimu. Keluar.." Usir Angela melempar bantal ke arah Wilda.


" Kamu kok nggak nepatin janji kamu... Cepetan keluar.! Aku ajari kamu masak...." ujar Wilda tidak mau keluar kamar.


" Kamu... Sudah ambil kesempatan diranjang. Masih mau ambil kesempatan didapur." kata Angela mendekat ke Wilda sambil membawa vas bunga yang ada dimeja.


" Ka..kamu mau ngapain.?" takut Wilda.


" Keluar.!! Atau aku Cabik-cabik kamu.!!" Ancam Angela membuat Wilda takut.


" I..iya." Angguk Wilda dan segera keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.


" Huh... Dia yang meluk aku nggak mau lepas malah nyalahin aku..." gumam Wilda.

__ADS_1


" Dasar Brengsek." gumam Angela.


_____________________@$______________________


__ADS_2