SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
36


__ADS_3

Akhirnya Caca pulang diantar Wilda karena Angela menyetujuinya.


" Wil. Kayaknya istri kamu cemburu deh.?!" ujar Caca saat didalam mobil.


" Masa sih. Dia emang gitu... Manja. Kamu tau sendiri kan kalau dia Nona besar." balas Wilda.


" Uh.. benar juga sih..." paham Wilda.


Setelah mengantar Caca pulang, Wilda Kembali pulang ke rumah.


Saat sampai dirumah, Wilda tidak melihat Angela dirumah.


Wilda menutup pintu rumah dan pergi lari ke hutan.


---


Malam hari.


" Kamu kemana saja Wil.?" tanya Ibunya yang sudah menunggunya didepan pintu.


" Dari hutan Bu." jawab Wilda mencuci kaki dan tanganya di teras.


" Cepet masuk kedalam.! Udah di tungguin teman kamu dari tadi.!!" ujar Ibunya.


" Eh. Aslan Bu.?" tanya Wilda memastikan.


" em." angguk Ibunya.


Wilda bergegas masuk kedalam rumah untuk menemui sahabatnya itu.


"Lan." ujar Wilda langsung memeluk sahabatnya.


" Hai Wil." ujar Bu Zizi.

__ADS_1


" Eh Bu Zizi juga ikut...?" ujar Wilda bersalaman dengan Bu Zizi.


" Dia maksa ikut tadi...." ujar Aslan.


" Oh... Takut Aslannya dibawa Wilda ke kota lagi Bu.?" canda Wilda.


" Bisa aja Wil. Oh ya. Istri kamu mana.? Dari tadi gua nggak ngelihat.!" tanya Aslan.


" bentar. Gua cari dikamar dulu." ujar Wilda.


" Ardi.Ardo. temanin kak Aslan dulu." ujar Wilda.


" um." angguk Ardi dengan tersenyum,dan dingin dari Ardo.


" La... Sayang... Kamu kenapa.? Sore-sore udah tidur.!" ujar Wilda karena baru jam tujuh.


" Aku capek.!" balas Angela yang matanya masih terpejam.


" Temen kamu yang mana sih....!" ujar Angela malas.


" Yang mau menikah Minggu depan." ujar Wilda.


" oh... Baiklah... Baiklah..." ujar Angela menuruti Wilda.


" Ini istri kamu Wil.?" tanya Aslan yang melihat Wilda dan Angela keluar dari kamar.


" Um.. Namanya Angela." Angguk Wilda.


" Humm... Bagu-bagus. Gua nggak berani kalau bilang istri Lo cantik. Takut ada yang marah...." canda Aslan.


Bu Zizi spontan mencubit tangan Adlan karena malu.


" Angela cantik banget...." puji Bu Zizi.

__ADS_1


" terima kasih...?" kata Angela tidak melanjutkan kalimatnya karena tidak tau nama Bu Zizi.


" Oh.. Saya Zizi. mantan gurunya Wilda." ujar Bu Zizi.


" Terima kasih Bu Zizi." kata Angela melanjutkan kata-katanya.


" Eh... Angela... Katanya Wilda. Kamu hamil ya...?" tanya Aslan memastikan.


" Uuhhk... Iya.." kata Angela setelah mendapat anggukan dari Aslan.


" Wah... Jadi bener. Kok perutmu masih kecil.?" bingung Aslan.


" Baru dua bulan Slan..." sahut Wilda.


" Oh... Oh ya Wil. Istri Lo nggak ngidam.? nggak muntah-muntah.? seperti yang ada di TV-TV kan.?" tanya Aslan yang takut kalau Bu Zizi bakal memintanya berbuat macam-macam.


" Yah.... kalau itu tanya padanya saja..." kata Wilda memandangi Angela diikuti Bu Zizi dan Aslan serta kedua adik kembar.


" Um... dulu sering muntah-muntah. Tapi setelah di beri obat oleh dokter, sekarang muntahnya jarang." jawab Angela.


" Ohh... Kamu belum ngidam.?" tanya Bu Zizi ikut penasaran.


" Un...belum.." jawab Angela membuat Wilda kaget.


" Buset... Terus yang minta macem-macem itu apa namanya.... sayang..?." ujar Wilda.


" Ya....itu kan permintaan aku... Nggak permintaan bayinya...." ujar Angela.


" memangnya kakak minta apa saja ke kak Wilda kak.?" tanya Ardi penasaran.


" Um... kalau minta sih cuman makan dan belanja ke Mall saja. Lainya Kakak taruhan dengan kak Wilda.!" jawab Angela.


________________________________@$

__ADS_1


__ADS_2