
Seminggu kemudian.
Kini keluarga Wilda berkumpul untuk mengantar Ardi dan Ardo sebelum dibawa oleh kakek dan nenek.
" Kita pamit dulu Pak, Bu.. " pamit Ardi dan Ardo pada orang tuanya.
" Iya... Kalian harus bisa saling menjaga diri... Ardi kamu lebih tua... Lindungi adik kamu... dan Ardo ingatin Ardi untuk makan dan mandi...!" pesan ibunya.
" Baik Bu..!" jawab Ardo.
" Kakak akan jenguk kalian setahun sekali...!" ujar Wilda.
" Uhuuhuhu... Kakak...!" tangis Isti.
" Isti belajar rajin-rajin disekolah ya... Jangan kecewain bapak dan ibu...!" ujar Ardi.
" Baiklah...!" angguk Isti.
Setelah berpamitan Kakek dan nenek segera membawa terbengkalai Ardi dan Ardo.
" Wil... Aku tiba-tiba pengen makan rujak nih... Tolong buatin ya...!" ujar Angela.
" Ngidam la.?" tanya Lily ibunya Wilda.
" Mungkin Bu... Soalnya pengen dari tadi pagi saat melihat perempuan dikantin tadi lagi makan rujak nanas...!" ujar Angela malu-malu.
" Cih... Itu yang kepengen kamu berarti..!" sewot Wilda.
" Ishh.. Kamu ini Will..!! Istri kamu lagi ngidam malah kamu gutuiin..!" kesal Ibunya.
" Isti juga pengen kak... Tapi nanas doang nggak dirujak...!!" ujar Isti.
" Huhhh... Baiklah. Ayo ke kantin..!!" ajak Wilda.
__ADS_1
" Um.!" angguk Angela dan Isti bersama.
" Bapak dan Ibu mau berkemas deh... Besok kan kita harus pulang..!" ujar Ibunya.
" Baiklah Bu.!" jawab Wilda mengerti.
" Kita nggak ikut pulang Wil.?" tanya Angela sambil berjalan menuju kantin.
" Kita lusa baru balik ke Apartemen...!" ujar Wilda karena masih ada urusan besok.
" Ohh... Isti boleh nggakm.pulangnya bareng kak Wilda dan kak Angela.?" tanya Isti.
" Nggak. Isti kan harus sekolah... kamu udah lupa pesannya kak Ardi dan kak Ardo tadi.?" balas Wilda.
" Tapi...!" ucap Isti tapi terpotong.
" Isti pulang bareng Bapak dan Ibu ya... Nanti saat Isti udah liburan sekolah... Isti bisa bermain ke tempatnya kak Wilda dan rumahnya kak Angela...!" ucap Angela lembut.
Esok harinya.
Setelah mengantar Bapak dan Ibunya menaiki helikopter untuk pulang, Wilda pergi mengurus pekerjaannya dan Angela pergi kembali ke Villa untuk bersantai sambil menunggu Wilda menyelesaikan pekerjaannya.
Wilda kembali ke Villa saat makan siang karena takut Angela tidak akan makan siang karena dia tinggal.
" Humm... Lagi masak.?" ucap Wilda mencium bau gorengan sambal saat memasuki Villanya. Wilda bergegas masuk kedalam dan menghampiri Angela.
" Tumben masak sendiri.! Ada apa nih.?" tanya Wilda.
" Tumben-tumben.!! Aku kan juga pengen seperti istri yang normal...!" ujar Angela kesal karena diledek Wilda.
" Ohh... Masak apa nih...?" tanya Wilda.
" Nggak usah nanya... Cepet cuci mandi dulu sana..!! Badan penuh keringetan abis dari mana sih.!?" tanya Angela.
__ADS_1
" Hehehe... Tadi habis melatih anak-anak bentar..!" jawab Wilda. (NB: Anak-anak \= para Tentara)
" Cepetan mandi..!! Bau banget...!!" perintah Angela yang tidak tahan dengan bau Wilda yang menyengat.
" Iya.iya. Dasar istri wangi..!" kesal Wilda karena dikatai bau.
" Ish..!! main comot saja.!!" ucap Angela memukul tangan Wilda menggunakan spatula yang digunakan untuk menggoreng daging.
" Aww... Buat ngemill." kata Wilda.
" Cepetan mandi..!!" perintah Angela mulai marah karena Wilda yang tidak segera pergi mandi.
" Baiklah..!" Kata Wilda berjalan pergi ke kamarnya.
Setelah selesai mandi, Wilda segera ke meja makan dan ikut makan siang bersama Angela.
" Ambilin dong...!" perintah Wilda.
" Emangnya nggak bisa ambil sendiri.!?" ketus Angela.
" Huh... Katanya ingin jadi istri yang normal... Ya harus ambilin nasi untuk suaminya dong... Menakar, kira-kira pas nggak nasinya untuk suami kamu... terus kalau suami kamu kurus, kamu bisa ambilin nasi lebih banyak sedikit biar gemuk... Seperti saat Ibu aku mengambilkan nasi untuk bapak ku..!" ujar Wilda.
" Ohh... Jadi begitu...! Nih...!" ujar Angela segera mengambilkan nasi untuk Wilda dan menyerahkannya.
" Kok dikit banget.?" tanya Wilda.
" Kurang ya.?" tanya Angela.
" Hish... Nih aku tunjukkin.! Biasanya aku makan segini...!" ujar Wilda mengambil nasi dan menunjuk kepada Angela.
" Ohh..." paham Angela.
@$
__ADS_1