
Saat sampai di Mall yang dipilih Angela. Angela langsung bergegas masuk untuk berbelanja seperti saat dia masih mendapatkan uang dari papanya.
" Woii... Tunggu sebentar... Kamu mau belanja pakai apaan..?" tanya Wilda yang melihat Angela berlari duluan.
" Ya kamu bayarin lah... " balas Angela.
" Huuhhh sini dulu....!" perintah Arja sambil mengeluarkan dompetnya.
" Nih.... Ini kartu isinya cuma dua puluh juta. Kamu boleh habiskan tapi jangan buat beli benda-benda yang tidak berguna.... Paham kan.?" kata Wilda menyerahkan kartu ATMnya pada Angela.
" Um.." Angguk Angela.
" Aku mau belanja bahan-bahan makanan terlebih dahulu... Kamu boleh belanja di manapun. Asal saat aku telpon kamu harus menjawabnya.." pesan Wilda.
" Iya.Iya.Cerewet banget sih..." Kata Angela berbalik dan hendak pergi meninggalkan Wilda tapi saat berbalik dia malah menabrak seorang pria kekar di depannya.
" Hai nona... Kalau jalan pakai mata..." kesal pria itu karena bajunya jadi kotor ketumpahan minuman saat ditabrak Angela.
" Maaf..." ucap Angela.
" Kamu sudah bikin baju saya kotor. Bagaimana bisa diselesaikan dengan cuma minta maaf saja..?" bentak pria kekar itu membuat Angela takut.
" Tapi saya kan nggak sengaja..." takut Angela berlindung dibalik badan Wilda.
" Cih... Tidak sengaja...? Terus kalau saya tidak sengaja menidurimu kamu bakal terima..?" lanjut pria itu yang mulai genit.
" Huff... Maafkan istri saya tuan. Dia sedang hamil, mohon tuan agar tidak membentaknya lagi..." kata Wilda menghela nafas.
" Aku nggak peduli. Pokoknta dia harus ganti rugi. Kalau tidak aku akan melempar kamu ke jalanan.!" ancam pria itu.
" Baiklah saya bakal ganti rugi." Kata Wilda mengeluarkan dompetnya kembali.
" Aku tidak butuh uangmu....! Gimana kalau istrimu tidur denganku makan ini sebagai permintaan maaf karena telah mengotori baju kesayanganku ini...?" kata Pria itu menjulurkan lidahnya seperti orang yang ingin mencicipi makanan.
" Maaf tuan. Istri saya hanya melayani saya. Kalau anda ingin tidur dengannya berarti harus menunggu saya mati terlebih dahulu.." kata Wilda dengan tenang.
" Hahaha.... Aku bakal kabulkan keinginanmu segera.." Ucap pria itu mulai menyerang Wilda.
Buk.bak.buk.bak.buk...
" Dasar idiot.." kata Wilda membersihkan tanganya menggunakan sapu tangan dan melempar pria itu keluar Mall.
" Sudah. Ayo jalan. Aku temani kamu saja.." Ajak Wilda Yang khawatir Angela kenapa-napa saat sendirian.
" Ba... Baiklah.. Terima kasih!" kata Angela senang sekaligus takut.
__ADS_1
" Nggak papa.. Lagian kamu kan tanggung jawabku..." balas Wilda membuat Angela tersipu malu.
Wilda mengikuti Angela kemanapun saat di Mall sambil membawakan barang belanjaan Angela yang sangat banyak.
Angela meminta uang kepada Wilda lagi karena dia tiba-tiba kepingin kalung yang sangat cantik dan mahal di toko perhiasan.
" Wil... Tolong belikan aku kalung itu dong.... Bagus banget soalnya..." kata Angela menunjuk sebuah kalung yang ada berlian berukir hati dan ada sayapnya yang terbuat dari emas murni.
" Waduh.... Gila banget kamu mintannya.? Bahkan papa mu saja nggak mungkin mau membelikan kalung ini untukmu..." kaget Wilda saat melihat harga dikalung itu sebesar dua puluh tujuh juta dolar as.
" Tapi... Aku tiba-tiba pengen banget..." rengek Angela merangkul tangan Wilda.
" Nggak.! Jangan terlalu boros. Kalung itu bernilai dua mobil kamu loo la...." kata Wilda menolak permintaan Angela.
" Tapi Wil... Mohon ya... Setelah membeli ini kita langsung pulang deh..." kata Angela bertingkah manja didepan Wilda.
" enggak Angela... Kamu kan lihat. Aku sekarang tidak mendaoatkan gaji.... Gimana aku membelinya...?" tanya Wilda.
" Aku nggak mau tau... pokoknya aku ingin kalung ini.." cemberut Angela.
" Uhhh Ya sudah. Mendingan aku mencari bahan makanan saja..." kata Wilda.
" Kamu jahat banget sih. Katanya bakal mentraktirku Sampai puas..." kata Angela menahan tangan Wilda.
" Tapi permintaan kamu juga yang masuk akal dong....." Balas Wilda.
" Ummm... Ya sudah." akhirnya Angela tidak merengek meminta kalung itu.
Wilda mengajak Angela untuk berbelanja bahan-bahan makanan.
Setelah selesai belanja bahan makanan mereka balik ke mobil untuk pulang karena hari sudah hampir siang.
Sebelum pulang Wilda pura-pura ingin ke kamar mandi dan menyuruh Angela untuk menunggunya di mobil.
Wilda diam-diam pergi ke toko perhiasan yang tadi dan membeli kalung yang diinginkan Angela.
Setelah mendapatkan kalungnya Wilda bergegas kembali ke mobil.
" Kok lama sih..?" tanya Angela kesal karena disuruh menunggu Wilda sangat lama.
" Iya. Maaf." jawab Wilda.
Angela langsung menancapkan gas menuju ke Apartemen.
Setelah sampai di Apartemen Wilda membawa semua belanjaannya masuk ke dalam.
__ADS_1
Saat sudah memisahkan barang belanjaan Angela dan punyanya, Wilda mengajak Angela untuk ke dapur.
" Ayo sekarang aku ajari kamu memasak...!" ajak Wilda.
" Nggak mau." jawab Angela karena masih marah gara-gara Wilda tidak menuruti keinginannya.
" Haizz Begini deh. Kalau kamu jago memasak aku bakal belikan kalung itu untukmu..." tawar Wilda.
" Yang benar...?" tanya Angela sedikit ragu.
" Benar lah. Kalau kamu sudah jago masak sebelum pulang ke kampung ku aku bakal membelikan kamu kalung yang jamu inginkan.!" kata Wilda menyakinkan Angela.
" Tapi.. dapat uang dari mana kamu..?" tanya Angela.
" Tenang saja.... Uangku yang ada di kampung banyak kok... Bahkan papamu saja kalah sama aku...." kata Wilda menyombongkan dirinya.
" Baiklah. Janji ya... Jangan bohong.!" setuju Angela untuk belajar memasak.
" Iya..." jawab Wilda.
Wilda mengajari Angela memasak mie instan terlebih dahulu. Baru setelah itu Wilda mengajarinya memasak telur. Karena Angela sangat pintar dan mudah diajari akhirnya dia bisa melakukannya dengan lancar.
" nah sekarang kamu sudah bisa masak mie instan dan telur. Sekarang kamu lihatin aku memasak nasi goreng untuk makan siang kita..." kata Wilda mulai mengeluarkan nasi yang sudah di masak tadi.
" pertama kamu menanak nasi hingga setengah matang. Setelah itu kita memotong cabai miring seperti ini... masukan cabai yang sudah kamu iris ke wajan yang sudah dikasih minyak sedikit. Tambah urusan bawang merah dan penyedap rasa." kata Wilda menjelaskan pada Angela.
Wilda menjelaskan cara-caranya secara rinci sehingga membuat Angela langsung mengerti.
" Nah... selesai deh. Gampang kan.? Ayo kita makan siang.!" ajak Wilda membawa nasi goreng yang sudah dipindahkan dari wajan.
" um. Baiklah." setuju Angela karena dirinya sudah lapar gara-gara menghirup nasi goreng buatannya Wilda.
" Nah sekarang makan dulu... Baru nanti aku ajarin kamu menanak nasi..." kata Wilda.
" Baiklah. Demi kalung itu aku bakal berusaha keras.!" semangat Angela.
" Hehehe... Kalau kamu ke Mall lagi. Kamu pasti kaget dan kecewa karena kalung itu sudah tidak ada.!" pikir Wilda sambil senyum-senyum sendiri.
" Kamu kenapa.? Senyum-senyum begitu..?" tanya Angela sedikit takut.
" Enggak papa. Cuma... mungkin mamamu bakal kaget setelah melihat kamu sudah bisa masak..." kata Wilda memberikan alasan.
" Pastilah... Setelah pandai memasak aku juga bakalan minta hadiah ke papaku..." kata Angela senang.
" Eh.? Kenyang dong kamu...? Sudah dapat hadiah dariku masih dapat hadiah dari papamu..?" kaget Wilda dengan perkataan Angela.
__ADS_1
" Biarin..." balas Angela.
_______________________@$____________________