
" Humm.... Enaknya gorengan buatan Mertua..!" kata Angela mengiming-imingi Wilda.
" Terus saja ejek. Nanti malam aku buat kamu nggak bisa turun dari ranjang...!" kesal Wilda.
" Hohoho.... Kata Ibu.... Kamu bakal berdiri disini sampai aku puas.... jadi ancam aku sekali lagi, kamu bakal berdiri disini selamanya." kata Angela balik mengancam Wilda.
" Awas saja kamu... Bakal aku perkosa nanti malam....!!" ancam Wilda lagi sambil menjulurkan lidahnya dan menjilati gorengqn yang disodorkan Angela.
" Mimpi..!!" kata Angela.
" Sudah Angela. Suruh suami kamu masuk untuk makan siang...." teriak bapaknya Wilda.
" Hehehe... Baiklah Pak.!" jawab Angela.
" Ayo masuk. Makan siang dulu... biar nanti kuat untuk berdiri di halaman lagi..." ujar Angela.
Wilda masuk kedalam rumah untuk makan siang dan setelah itu dia disuruh bapaknya untuk menjemput Isti di sekolah.
" Nggak mau ikut.?" tanya Wilda pada Angela.
" Nggak ah. Mau dirumah saja..." kata Angela malas untuk keluar karena panas.
" Ya udah." balas Wilda.
Wilda membawa mobilnya Angela menjemput Isti disekolahan.
" Kak Angela nggak ikut kak.?" tanya Isti yang tidak melihat kakak iparnya didalam mobil.
" Dia dirumah..." jawab Wilda.
" Oh. Kita makan siang di kota yuk Kak. Soalnya Isti pengen banget makan direstoran yang ada dipusat kota.!" pinta Isti pada kakaknya.
__ADS_1
" Ibu kan udah masak dirumah..." balas Wilda.
" Tapi... Isti kan pengen kak.." kekeh Isti.
" Huh... Baiklah... Kamu ini dan kak Angela sama saja.... manja..." ujar Wilda.
" Hehehe... Sama-sama cantik juga kan kak.?" tawa Isti.
" Iya." jawab Wilda.
'Cantik diluar tapi jiwa kalian seperti perampok.' keluh Wilda dalam hati.
Wilda mengemudikan mobilnya menuju ke restoran yang dimaksud Isti.
Saat dijalan mereka dicegat oleh segerombol mobil polisi.
" Keluar dari mobil dan angkat tangan kalian." kata Polisi itu menghina pengeras suara.
" Ada apa.!!" teriak Wilda.
" Anda harus ikut kami ke kantor polisi karena diduga telah menyerang anggota polisi dan seorang komandan." kata Polisi itu.
" Oh... Jadi kalian ingin mengikutinya..?" ujar Wilda menggendong Isti.
" Kalau Anda tidak mau menyerahkan diri, Maka jangan salahkan kami kalau pakai cara kekerasan." kata Polisi yang menggunakan pengeras suara.
" Boleh saja... Lagian sekarang saya juga sedang kesal... kalian sendiri ya.. yang ingin jadi sarung tinju ku..." ujar Wilda mulai menghajar Para polisi itu sambil menggendong Isti.
Isti ketakutan dan hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Wilda.
Karena kali ini polisi menembakkan pistolnya.
__ADS_1
" Dasar semut.... Jangan salahkan aku karena kejam." ujar Wilda terus menghajar para polisi satu per satu hingga semuanya tumbang dan tidak bisa berdiri lagi.
" Ingat... catat nama kalian yang telah menyerangku. Besok ketua kalian dan presiden bakal kesini... Kalian bakal menerima hukuman besok..." ujar Wilda kembali masuk ke dalam mobil.
Wilda melanjutkan perjalanan ke restoran yang dimaksud Isti.
" Tadi kenapa para polisi menyerang kita kak.?" tanya Isti yang tidak mengerti dengan pembicaraan Wilda dengan polisi tadi.
" Mereka tadi lagi latihan." jawab Wilda berbohong.
"Oh..." angguk Isti.
Setelah sampai direstoran Isti buru-buru turun dari mobil.
" Cepetan Kak.!" seru Isti tidak sabar.
" Iya.iya. Kamu masuk dulu saja. Kakak mau parkirin mobil sebentar." kata Wilda.
" Baiklah kalau begitu..." balas Isti segera masuk ke dalam Restoran yang terbilang sedang lumayan ramai itu.
Setelah memarkirkan mobil, Wilda segera menyusul Isti untuk masuk kedalam restoran.
" Kamu udah memesan.?" tanya Wilda.
" belum kak. Isti tidak berani.!" jawab Isti.
" Kenapa tidak berani.? Tinggal pesan saja.!" kata Wilda langsung memanggil peleyan di restoran itu untuk memesan.
" Wilda.?" tanya pelayan perempuan itu.
___________________________________@$
__ADS_1