
" Ayo Sarapan La..." kata Wilda memanggil Angela yang sedang berdandan di kamar.
" Mana.!" Bentak Angela yang masih marah gara-gara tidur bersama Wilda.
" Nih... Cepetan. Mulai hari ini kamu sudah harus mulai kerja." Ujar Wilda.
" Humph..." BRUAKKK. suara pintu kamar dibanting Angela.
" Huh.... Cewek ini mau marah sampai kapan ya...?" gumam Wilda.
TUT TU TUTTT.. Suara mobil dari luar.
" Kenapa baru sampai" tanya Wilda saat melihat Ziko.
" Sorry bos. Tadi aku sarapan sebentar diujung jalan sana.!" jawab Ziko turun dari mobil dan menghampiri Wilda.
" Kamu jangan panggil aku bos. Panggil Wilda saja.!" perintah Wilda.
" Siapa sih klakson-klakson mobil.? Berisik banget.!" Omel Angela keluar dari kamar.
" Bo...Wil... Ada hantu kuntilanak keluar dari kamar Lo....!!" Takut Ziko saat melihat Angela.
" Lo yang hantu. Ngapain sih Klakson-klakson mobil.? Mobil baru ya..! Mau pamer.?" kesal Angela.
" Ini calon istri gue.. Aaaa" kata Wilda langsung mendapatkan cubitan dari Angela.
" Sakit. Sakit." rintih Wilda.
" Bo..Wil... Lo me..menikah... sama... hantu.." takut Ziko.
" Ngaco Lo ya...! gue manusia. Yang itu Lo... " omel Angela.
" Eh... iya. Kakinya masih nyentuh tanah." Kata Ziko tenang saat melihat kaki Angela.
" Ini siapa sih.? Kok Blo'on banget. Temen kamu ya...?" tanya Angela jengkel.
" Aww lepasin dulu dong... ah.. Iya ini sahabatku. Namanya Ziko. Dia.... Hacker Profesional." jawab Wilda sambil mengelus pinggangnya.
" Ha.?! Kamu serius.? Masa ada hacker yang blo'on kayak gini.! Kalau pelawak sih aku percaya...." balas Angela menghina Ziko.
" Oh... Nona... siapa sih Wil.?" tanya Ziko yang tidak tahu nama Angela.
" Angela." balas Wilda.
" Oh.. nona Angela kalau nggak percaya bisa saya buktikan sekarang..." kesal Ziko karena dihina.
" Gimana membuktikannya.?" balas Angela.
" Um... Lo ada lapto nggak sih Wil.?" tanya Ziko.
" Nggak ada. Lo balik sono. Gua mau berangkat kerja nih.... " perintah Wilda.
" Yah... Padahal gua masih kangen Lo sama elo.. Lo tega banget sih..." kecewa Ziko.
" Nanti siang kita ketemu lagi... Li bawa siapa saja.?" tanya Wilda.
" Gua bawa orang sedikit karena yang lain ada kerjaan. Sekitar lima puluh orang yang ikut..." jawab Ziko.
__ADS_1
" Buset... bannyak amat... gua bilang kan reuni kecil-kecilan. Kok Lo bawa banyak orang.?" kaget Wilda.
" Mau bagaimana lagi. Begitu mendengar kabar kamu mereka semua sangat antusias.." balas Ziko.
" Ya sudah. Kamu cepetan pergi. Aku udah mau berangkat. Mana kunci mobilnya.?" tanya Wilda.
" Kamu nggak nganterin aku dulu ke restorannya Aido.? Aku nggak bawa teman kesini...." kata Ziko.
" Lo bawa motor gua saja. Dari pada nganggur dikos. Nggak ada yang jaga.!" kata Wilda.
" Baiklah." Setuju Ziko mengambil motor Wilda di dalam kosnya.
" Aku jalan dulu ya... Udah lama nggak naik motor gede begini.." Brum..Brum... Pamit Ziko sambil menggeber motor Wilda.
" Berisik.." bentak Angela.
" Sampai jumpa nanti siang Wil. Sampai jumpa kakak ipar." pamit Ziko.
" Siapa yang kakak ipar kamu.." bentak Angela.
" Kamu udah selesai sarapan.?" tanya Wilda pada Angela.
" Sudah.!" jawab Angela cemberut.
" Ya sudah. Ambil tas kamu... kita berangkat sekarang.!" Ajak Wilda Yang ingin buru-buru ke kantor karena waktunya sudah berkurang.
" Iya. Iya." Kesel Angela.
Setelah Angela keluar dari kos membawa tasnya Wilda mengunci pintu kos dan Berjalan untuk masuk ke mobil.
" Kamu yakin bisa naik mobil begini.? Nanti kalau mobilnya lecet kamu nggak bisq ganti Loo....." kata Angela meragukan Wilda.
" Cih... Awas kalau nabrak nanti..." kata Angela.
" Jangan banyak komentar. Cepet naik.!!" perintah Wilda.
Setelah Angela masuk mobil Wilda langsung menancapkan gas menuju ke kantor dengan kecepatan sedang untuk motor sport.
Karena jaraknya tidak terlalu jauh mereka sampai dikantor jam tujuh kurang lima menit.
" Turun.!!" perintah Wilda.
" Hah.? Oh. baiklah." jawab Angela melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil.
" Ayo masuk...!" ajak Wilda.
" Iya..." jengkel Angela.
" pagi pak." sapa resepsionis dan satpam.
" Pagi." balas Wilda.
" Kok nggak ngasih salam ke aku.?" tanya Angela kesal karena merasa tidak dianggap.
" Oh.Eh..? Pagi.." sapa Satpam dan resepsionis itu.
" Telat.. Ayo masuk.." Kesal Angela.
__ADS_1
" Maafin ya... Dia terlalu dimanja.. jadi sifatnya kayak begitu.." ucap wilda.
" nggak papa kok pak." kata satpam dan resepsionis.
" Baiklah. Saya keatas dulu..." kata Wilda yang ingin menyusul Angela masuk.
" baik." kata satpam dan resepsionis itu.
Saat masuk keruangan Wilda sudah ditunggu sama Papanya Angela dan Asisten Willy.
" Eh.? Ada apa pak.? Tiba-tiba pagi-pagi sudah disini.?" tanya Wilda penasaran.
" Saya kesini ingin melihat proges kamu.! Kenapa belum ada kemajuan.? Malah sekarang penghasilan kantor ini jadi menurun tiga persen.!" kata Arya.
" Kan Saya sudah bilang kalau Bapak tunggu hasilnya saja. Lagian kemarin saya juga tidak bisa bekerja fulltime gara-gara Putri bapak." jawab Wilda.
" Kok kamu malah menyalahkan aku.?" Tanya Angela.
" Kan kamu yang rewel ngajak makan siang sampai sore... " balas Wilda membuktikan tuduhannya.
" itu kan salah kamu juga... Mana ada bawa cewek tapi nyari restoran gratisan.!" bantah Angela.
" Siapa yang gratisan. Kebetulan saja restorannya punya sahabatku. Jadi dia ingin mentraktirku." balas Wilda.
" itu namanya mencari gratisan. ' Cari manager kalian.! Aku pengen ketemu.!' Kalau nggak nyari gratisan mau bilang apa." kesal Angela membuktikan bahwa Wilda mencari restoran milik temannya.
" CUKUP.!!" bentak papanya.
" BELUM.!!" bentak balik Wilda dan Angela bersamaan.
" EH.? KALIAN.!!" kaget Arya.
" Maaf pa. Gara-gara kamu sih.." ucap Angela.
" Kamu itu... cerewet." balas Wilda.
" Sudah.! Angela kamu seharusnya membantu Wilda mengerjakan urusan kantor.! Bukan malah menyusahkannya. Dan kamu Wilda seharusnya kamu nggak menjadikan Angela sebagai alasan..!!" kata Arya menasehati.
" Baik.pa.(pak.) " jawab Wilda dan Angela bersamaan.
" Ya sudah. Saya nggak mau hal ini ke ulang lagi." kata Arya bangkit dan berjalan keluar ruangan.
" Baiklah pa." paham Angela memberikan salim pada Papanya.
" Oh ya Wilda. Saya tadi hampir lupa. Kamu... Tadi malam kenapa bisa tidur bersama Putri saya.?" tanya Arya sedikit kesal.
" Bapak tanya saja sama Angela. Tadi malam dia tidur disofa. Karena saya takut janinnya Kenapa-napa, jadi saya memindahkannya ke Kamar. Tapi saat sudah mebaringkannya dia nggak mau melepas pelukannya hingga mencekik saya.. Jadi saya terpaksa tidur bersamanya." Kata Wilda menjelaskan dengan cepat.
" Yang benar.? Kok beda sama yang diceritain Angela.? Katanya Angela dia saat bangun dalam keadaan telanjang." kata Arya tidak percaya.
" HAH.? Telanjang.?" bingung Wilda sambil menatap Angela.
" Kalau itu Bapak bisa tanyakan langsung kepada Angela pak. Mungkin dia baru sadar sari tidurnya saat ganti baju... makannya dia bilang kalau saat bangun dia telanjang.. Haha." balas Wilda sedikit bergurau.
" Yang bener. yang mana sih...?" bingung Arya.
" Eee Papa balik ke kantor pusat saja. Angela udah Haris mau kerja... Ayo papa keluar saja...." kata Angela mendorong papanya keluar dari ruangan.
__ADS_1
_______________________@$____________________