
" Sudah. Buat apa sedih begitu. Cuma kalung saja... " kata Wilda menyemangati Angela.
" Tapi kalung yang itu kan indah banget. Aku juga udah bela-belain belajar masak. Kamu lagi-lagi nggak nepatin janji..." sedih Angela mengingat perjanjiannya dengan Wilda Minggu lalu.
" Aku nggak bakal ngingkarin janji... Kita cari yang lain saja gimana..? Cari aja yang lebih mahal.! Aku bayarin kok. Tenang saja...." kata Wilda mengelus kepala Angela.
" Huh.. Baiklah. Pokoknya hari ini dompet kamu harus kering..." kata Angela semangat.
Angela menarik Wilda menuju ke sebuah butik di lantai tiga yang ada di Mall itu.
" Kamu mau beli pakaian.?" tanya Wilda.
" Iya... Udah lama aku nggak belanja baju..." jawab Angela.
" Apa nggak terlalu murah.?" tanya Wilda yang menebak harga pakaian paling mahal hanya 100 ribu Dollar saja.
" Terlalu murah.? Baiklah. Kalau begitu nanti aku nggak perlu sungkan dan kamu jangan kaget.!" balas Angela tanpa ragu menarik Wilda masuk.
Saat masuk ke butik Angela langsung menemui penjaga toko dan bertanya letak gaun termahal.
Saat melihat gaunya Angela meneteskan air mata karena gaun itu sangat indah.
" Buat apa nangis segala. Cuma segumpal kain saja di tangisin.!" heran Wilda mendekat ke gaun yang dikenakan ke Mannequin.
" Busett... Ini beneran.? Mahal amat.? Perampok saja nggak bisa ngasilin duit segini...." kaget Wilda saat melihat gaun itu seharga 30 juta Dollar.
" Oh... Kalau begitu... Aku pilih gaun ini saja ya Wil.?" Kata Angela mendekat ke Wilda.
" Huhuhu.. Ok deh. Aku juga udah janji sama kamu...." Kata Wilda mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya.
" Boleh saya coba mbak.? Gaunya.?" tanya Angela pada petugas butik itu.
" Umm... Untuk gaun ini harus di bayar dulu mbak.! Dan pembayarannya harus langsung dengan pemilik butik.!" balas petugas itu yang takut disalahkan oleh atasannya.
" Kamu panggilin pemilik butik deh. Nanti saya bayar.!" perintah Wilda.
" Nggak di coba dirumah saja La....? gaun ini mahal lo... kalau kotor gimana.?" tanya Wilda yang sayang dengan gaun yang lebih mahal dari kalung yang diinginkan Angela.
" Buat apa kalau dibeli tapi nggak dipakai.?" heran Angela denganeng pertanyaan Wilda.
" Maaf tuan. Apakah benar anda ingin membeli Nightdress saya.?" tanya Seorang pria yang di ikuti petugas toko dari belakang.
" Anda pemiliknya ya..? Benar saya ingin membeli gaun ini untuk istri saya ini..." jawab Wilda.
" Oh... Boleh tuan. Saya bakal jelasin tentang gaun ini terlebih dahulu... gaun Nightdress ini terbuat dari taffeta, satin, sifon dan sutra, dan bintangnya ini terbuat dari puluhan berlian di dada berlian dan ratusankristal Swarovski diseluruh gaunya. Dan gaun ini juga dirancang oleh desainer ternama bernama Jason Statham dan gaun ini hanya dibuat satu di dunia... Itulah kenapa harga gaun ini sangat mahal. " Kata pemilik butik ini menjelaskan.
" Oh... Pantesan mahal.!" manggut-manggut Wilda paham.
__ADS_1
" Ini bayar pakai ATM saya..." kata Wilda menyerahkan ATMnya karena di cubit oleh Angela.
" Baik tuan." balas pemilik toko itu menerima kartu Wilda dan menyerahkan ke petugas toko yang ada disampingnya untuk melakukan pembayaran di kasir.
" Apakah boleh dicoba.?" tanya Angela yang sangat ingin mengembangkan gaun itu.
" Oh.. Silahkan." kata Pemilik butik itu dengan ramah dan memanggil beberapa karyawannya untuk membantu Angela mengganti pakaian.
Angela segera berjalan keruang ganti, Sedangkan Wilda berbincang dengan pemilik butik itu.
Setelah lima belas menit Angela keluar dari ruang ganti dengan mengenakan gaun yang baru dibelinya.
Wilda dan semua orang dibuat takjub dengan kecantikan Angela.
" Gimana.?" tanya Angela dengan wajah tersenyum.
" Can...Tik..." jawab Wilda.
" Pastilah.... Aku ganti lagi dulu.. Setelah itu kita pulang.
"Nggak usah ganti... Pakai itu saja..." larang Wilda yang tadi sudah mendapat kabar kalau Ziko sudah bersiap di bawah.
" Oh... Baiklah kalau begitu.!" setuju Anfela yang ingin memamerkan gaunnya ke pengunjung Mall.
" Ayo kita pulang.!" Ajak Wilda menggandeng Angela.
" Ok.. Terima kasih udah beliin gaun yang indah ini..." balas Angela mencium pipi Wilda.
" Apaan sih...." malu Angela.
Sebelum turun kelantai satu Wilda pergi ke kamar mandi dan menyuruh Angela untuk duluan. Dia berganti pakaian untuk bersiap melamar Angela.
Ziko dan semua rekannya sudah bersiap di lantai satu untuk menyambut Angela.
Saat turun dari eskalator Angela kebingungan karena dia seperti disambut bagaikan tuan putri.
Dia berjalan diiring beberapa orang yang mengenakan setelan jas.
Angela semakin bingung dan ketakutan karena dia di kepung dan di paksa berjalan ke lantai yang luas dan bertaburan bunga mawar merah,putih, dan pink.
" Kalian mau ngapain saya.?" tanya Angela gemetaran.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memainkan biola turun dari eskalator dengan setelan jas putih membuat seluruh pengunjung Mall takjub.
Angela kaget saat melihat pria yang memainkan biola dengan lagu cinta itu adalah Wilda.
Angela kebingungan dengan kondisinya sekarang.
__ADS_1
" Ada apa ini Wil.?" tanya Angela.
" Tentu saja ini kejutan untukmu..." jawab Wilda menyerahkan biolanya ke Ziko yang mengikuti Wilda di sampingnya.
" Kejutan untuk apa.? Ulang tahunku sudah lewat.!" balas Angela semakin bingung.
" Yah... Aku nggak bisa membuat puisi atau syair... Jadi aku langsung ke intinya.. Apakah kamu mau jadi istriku nona cantik...?" ucap Wilda berlutut satu kaki di depan Angela dengan sebuah kktak berisi kalung.
Angela kaget dan tiba-tiba menangis menutup mulutnya. Dia tidak percaya karena Wilda melamarnya di depan banyak orang dan memberikan kalung yang dia inginkan.
" huhuhu... Kamu kok nggak bilang? Kalau kalung ini kamu yang beli.?" tanya Angela sambil menangis.
" Yang penting aku udah nepatin janji aku... Mau terima nggak nih... aku malu kalau begini terus.." kata Wilda.
" Baiklah.. Aku terima.." jawab Angela menerima kalungnya.
" Sini aku pakaikan...biar lebih romantis.." ucap Wilda membuat wajah Angela memerah dan memakaikan kalung ke leher Angela.
" Sudah... huhuhu... lebeh setengah triliun rupiah menempel di badan kamu.. " tangis Wilda.
" Terima kasih..." ucap Angela memeluk Wilda dan menangis dipelukannya.
" kan aku tadi udah bilang... terima kasih saat di Apartemen saja..." balas Wilda genit.
" Apaan sih... Emangnya mau ngapain di Apartemen.?" tanya Angela kesal.
" Nanti kamu juga bakal tahu.." balas Wilda.
" Ehm..uhuk..uhuk.." potong Ziko yang tidak di anggap keberadaannya.
" Lamaran bos kan udah di terima... Apa nggak traktir kita...?" tanya Ziko.
" Hehehe... Baiklah... Kamu pilih saja tempatnya... Besok kita adakan syukuran..." balas Wilda.
" Ok deh Bos..." senang Ziko.
" Baiklah. Aku mau pulang dulu... udah capek soalnya.." ujar Ziko berpamitan.
" Ok bos... Aku dan anak-anak juga bakal balik kalau begitu..." balas Ziko.
" Terima kasih ya... udah banyak bantu aku... dan untuk kalian juga Terima kasih banyak.." kata Wilda pada semua rekannya Ziko.
" Sama-sama bos." jawab Semua rekanya Ziko.
" Sampai jumpa besok... Aku tunggu kalian di tempat yang dipilih Ziko..." kata Wilda pergi meninggalkan mereka menggandeng Angela.
Setelah keluar dari Mall Wilda menuju pulang ke Apartemennya.
__ADS_1
Sesampainya di parkiran apartemen Angela tertidur karena kecapekan.
______________________@$_____________________