SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
32


__ADS_3

" Kamu.. Nggak takut masuk penjara Will setelah menghajar para polisi tadi didepan umum..?" tanya Angela.


" cieeey yang lagi khawatir sama suaminya..." balas Wilda menggoda Angela.


" Brengsek. Kalau gitu masuk penjara saja sana...!" kata Angela kesal.


" Hahaha... Kamu tenang saja... Aku nggak bakal di penjara.... kan kamu nggak bisa tidur kalau nggak meluk aku..!" ujar Wilda menggoda Angela lagi.


" Nanti malam kamu tidur diluar saja kalau begitu...!" balas Angela makin kesal dengan wajahnya yang memerah.


" Hehehe... Awas saja kalau nanti malam kamu maksa aku untuk tidur sama kamu...!" ujar Wilda.


" Mimipi.!!" teriak Angela.


Wilda menggoda Angela terus saat diperjalanan hingga sampai rumah.


" Kalian tadi mampir kemana Will.?" tanya ibunya yang sudah dirumah dan sedang menyiapkan makan siang.


" Ini Bu.... Nyonya Angela ngajak belanja...! Awww..." ujar Wilda mengangkat kantong yang dibawanya dan mendapat cubitan dari Angela.


" Memangnya belanja apa La.?" tanya Ibunya Wilda.


" Itu Bu... Tadinya mencari selimut. Eh... ternyata baju buatan sini bagus-bagus, Jadi Angela beli sekalian deh..." jujur Angela sedikit malu.


" Ohh... Ibu nggak dibeli'in.?" tanya lagi Ibunya Wilda.


" Ada kok Bu couplelan sama bapak biar serasi.." ujar Angela menyerahkan paperbag ke ibunya Wilda.

__ADS_1


" Wahh... Beneran.? Ini nih. menantu idaman... nggak seperti anak durhaka...entah siapa namanya..." kata Ibunya Wilda memuji Angela dan menyindir Wilda.


" Eh... Nyindir Wilda nih..?" tanya Wilda.


Ibunya diam saja dan Angela cekikikan.


" Ya udah. Angela mau ke dalam kamar dulu ya Bu..." ujar Angela.


" Baiklah... Terima kasih sudah membelikan Ibu dan bapak baju." kata Ibunya Wilda.


" Sama-sama Bu.." balas Angela.


" Kok nggak terima kasih ke Aku..?" bingung Wilda.


" Jangan berterima kasih ke Wilda Bu... Masa' Tadi Angela mau diserahin ke pria gendut di Mall cuma untuk membayar belanjaan ini.." adu Angela ke Ibunya Wilda.


" Itu... Wilda cuma bercanda Bu.... Nggak serius...." kata Wilda membela dirinya.


" Bercanda kamu kelewatan. Istri sedang hamil malah mau diserahin ke pria cabul. Kamu udah gila ya... Kamu ibu hukum untuk berdiri satu kaki di halaman rumah sambil menjewer kuping sendiri...!" ujar Ibunya marah.


" Hah. Berdiri diluar.? Malu Bu... Wilda kan udah dewasa...! Masa' harus dihukum seperti anak kecil.?" ujar Wilda menolak.


" Oh... Mau melawan ya... Apa kamu mau Ibu seret keluar dan Ibu pukul pantat kamu layaknya bayi.!" ancam ibunya.


" Iya.iya. Bu.. Wilda berdiri diluar saja...!" ujar Wilda akhir menuruti hukumannya.


Angela tertawa cekikikan dan mengikuti Wilda untuk memastikan Wilda melaksanakan hukumannya. Sedangkan ibunya melanjutkan masaknya.

__ADS_1


" Gara-gara kamu sih... pake ngadu segala sama Ibu.!" bisik Wilda.


" Kok kamu marahin aku Wil.?" Teriak Angela.


" masih kurang hukumannya.?" tanya ibunya dari dapur.


" Nggak Bu..." balas Wilda.


" Hahaha.... Rasain... Cepet sana berdiri didepan...!!" ujar Angela yang tidak sabar melihat Wilda.


Wilda berdiri dihalaman seperti perintah Ibunya. Angela asik menertawakannya dan memfoto Wilda. Setelah itu Angela masuk kedalam rumah dan membantu calon mertuanya memasak.


" Hahaha... Lagi nostalgia Wil.?" seru tetangganya yang kebetulan baru pulang dari sawah.


" Iya srul. Kamu mau nemani kayak dulu.?" kata Wilda pada sahabatnya Asrul yang dulu juga sering dihukum oleh orang tuanya karena sama-sama bolos sekolah.


" Kok Lo nggak ngundang gua ke pernikahan Lo Wil.?" tanya Asrul.


" Bulan depan pestanya Srul. Lo datang saja barengan saja sama orang-orang. Gua bakal nyuruh orang untuk jemput nanti...!" ujar Wilda.


" Oh... Gua kirain Lo lupa sama gua..!" canda Asrul.


" Mana mungkin lah srul... Lo kan sahabat gua banget..." ujar Wilda.


" Untung deh kalau gitu... Lo nikmatin deh mataharinya. Gua mau makan siang dulu..." ujar Asrul masuk kedalam rumahnya karena sudah dipanggil Ibunya.


" Oke..." balas Wilda.

__ADS_1


__________________________________@$


__ADS_2