SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
55


__ADS_3

Wilda dan Angela menemani Kakek dan nenek makan malam setelah mengganti pakaian.


" Orang tua kalian mana.?" tanya Kakek.


" Sudah tidur mungkin kek." jawab Wilda.


" Um.. benar juga sih... sudah seharian nyambut tamu tadi..." ujar Kakek.


" Jadi Kakek mengawasi pesta pernikahan Wilda tadi.? Kok nggak nemuin Wilda tadi...?" heran Wilda.


" Hehehe... Kakek nggak suka keramaian...!" malu Kakek.


" Oh, Ya... Kakek dan nenek sebenarnya selain mengucapkan selamat kepada kamu... Ada maksud lain juga..." kata Kakek.


" Ada apa memangnya.?" tanya Wilda.


" Tadi Kakek lihat kamu sepertinya punya dua adik kembar kan.?" tanya Kakek.


" um.!" Angguk Wilda.


" Nah.. Boleh nggak Kakek pinjam lima tahun...!" ujar Kakek terus terang langsung ke intinya.


" Mau Kakek jadikan murid.?" tanya Wilda.


" Um.!" angguk Kakek itu.


" Hum... Kalau itu sih terserah mereka saja kek. Kalau mereka mau, Wilda pasti setuju...!" balas Wilda.


" Beneran kamu setuju.? Jujur saja latihan mereka bakal lebih keras dan mungkin mengancam nyawa mereka loo... Kakek nggak bisa menjamin bahwa mereka akan kembali hidup-hidup karena itu tergantung dengan tadir dan keberuntungan mereka...!" ujar Kakek itu menjelaskan.

__ADS_1


" Ummm... Wilda setuju kek. Tapi itu juga asalkan mereka mau...!" mantap Wilda.


" Baiklah. Setelah makan antar Kakek dan nenek menemui mereka.!" ujar Kakek.


" Baiklah.!" angguk Wilda.


Angela asik mengobrol dengan nenek dan mengejek Wilda karena terluka parah setelah dihajar Angela kemarin.


Wilda juga meminta Nenek untuk membantu Angela mengontrol kekuatannya.


Setelah selesai makan malam, Wilda menyuruh Angela untuk tidur terlebih dahulu. Sedangkan dirinya mengantar Kakek dan nenek ke kamar Adik kembar nya.


"Di...Do...!" panggil Wilda setelah membuka pintu.


" Ada apa kak?" tanya Ardi yang masih bermain ponselnya.


" Kamu Ardi. dan Yang tidur ini Ardo.?" tanya Kakek pada Ardi.


" Um.!" jawab Ardi.


" Begini... Kakek langsung ke intinya saja. Kakek ingin kamu dan Ardo untuk menjadi murid Kakek dan Nenek.!" kata Kakek.


" Hah.?" bingung Ardi karena dia baru lulus sekolah.


" Ardi kan udah lulus sekolah. Kok jadi murid lagi.?" tanya Ardi.


" Hahaha... Murid beladiri maksudnya...!" ujar Wilda.


" Oh... Ardi sih oke-oke saja..." balas Ardi.

__ADS_1


" Kamu gimana Do.?" tanya Wilda pada Ardo yang masih ngantuk kerena dibangunkan Wilda.


" Um.? Aku ikut Kak Ardi saja... Dan apakah boleh sama bapak dan ibu.?" ujar Ardo.


" Tadi kak Wilda udah ngomong bapak dan ibu. Katanya boleh...?" balas Wilda.


" Kalau begitu boleh kak.!" ujar Ardi.


" Kalau begitu kalian Kakek kasih waktu satu Minggu sebelum berangkat berlatih.!" ujar Kakek.


" Baiklah Kek.!" jawab Ardi dan Ardo.


" Hum.. Baiklah. Kalau begitu kalian boleh istirahat. Dan Wilda, Siapkan kamar untuk kakek dan nenek ya...!" perintah Kakek.


" Baiklah kek.!" Angguk Wilda berjalan keluar.


Setelah menyiapkan kamar dan mengantar Kakek dan nenek ke kamar tersebut, Wilda pergi ke kamarnya sendiri untuk menyusul Angela yang sudah tidur.


" Umm..." gumam Wilda memeluk Angela yang sedang tidur.


" Sudah selesai ngomongnya.? hoaamm." tanya Angela yang terbangun karena belum tidurnya belum nyenyak.


" Sudah. lanjut tidur saja.....!"balas Wilda.


" Humm.." Angguk Angela membalas memeluk Wilda.


Mereka berdua kini semakin akrab selayaknya pasangan suami istri lainya yang telah lama menikah. Tidak ada rasa canggung lagi, karena mereka sudah terbiasa tidur bersama.


_@$

__ADS_1


__ADS_2