
Setelah mendengar penjelasan Angela, Wilda membiarkan Angela tidur di kasurnya. sedangkan Wilda sendiri tidur dilantai yang digelar karpet yang biasa dipakai saat bermain PS bersama Aslan.
" Nih... selimut Lo... gua udah bawa selimut sendiri." ujar Angela melempar selimut kepada Wilda yang sedang bermain PS karena dia tidak mengantuk lagi.
" Oh ya. Pelanin suara TV. berisik ganggu orang tidur." kata Angela merasa terganggu.
" Iya..." jawab Wilda.
Saat mau tidur Wilda baru sadar kalau HPnya belum dicas. Dia memutuskan masuk ke kamar untuk mengambil cas Hp.
Saat masuk kekamar dia melihat Angela yang tidur tanpa mengenakan selimut dan hanya mengenakan jaket.
" huh... dasar. katanya bawa selimut kenapa nggak dipakai.?" heran Wilda.
Wilda mencarikan selimut Angela dikopernya Angela. Karena tidak menemukannya dia merapikan kembali isi kopernya dan keluar untuk mengambil selimutnya untuk Angela.
Wilda menyelimuti Angela dengan hati-hati agar tidak terbangun.
" coba kalau bisa tenang begini..." gumam Wilda merasa kalau Angela sempurna saat sedang tidur.
Wilda kembali ke ruang tamu dan tidur di sofa.
pagi hari.
Pukul empat pagi alarm Wilda berbunyi. Wilda menyiapkan Sarapan dan menyapu lantai kosnya, Setelah itu dia mandi dan bersiap untuk bekerja.
Sebelum sarapan Wilda membangunkan Angela yang masih tertidur dikamarnya.
" Bangun woi..." teriak Wilda.
" Apaan sih...? teriak keras banget..." kesal Angela.
" Bangun. udah jam enam.... Kalau kamu nggak bangun nanti aku tinggal." kata Wilda yang sudah berpakaian rapi.
" memangnya nggak bisa sebentar lagi..?" kata Angela yang masih mengantuk.
" Kalau kamu nggak bangun nanti aku tinggal nih. Cepet bangun dan bersiap pergi ke kantor. " ujar Wilda.
" Hah.... baiklah. dasar cerewet..." kesal Angela bangun dan mengambil handuknya untuk pergi mandi.
" Kamu... nggak ada air hangat.?" tanya Angela yang merasa kedinginan.
" Sudah aku siapin tadi. Kamu tinggal mandi saja.!" balas Wilda yang sudah menebak kebiasaan Angela.
" Oh ya sudah, aku mandi dulu..." kata Angela berjalan ke kamar mandi.
Selesai mandi Angela melihat Wilda yang tengah sarapan di ruang tamu.
" Kamu sarapan apa.?" penasaran Angela.
" Sama nasi lah." jawab Wilda.
" Aku serius..." kata Angela.
" aku juga serius. lihat.! Aku sarapan nasi sama sayur asem dan bakwan." kata Wilda menunjukkan isi piringnya.
" kamu... nggak ada lauk lain.?" tanya Angela yang tidak kenal dengan masakan Arja.
" HAH.?? nggak ada. Kalau kamu nggak mau, Kamu sarapan diluar saja." kata Wilda.
" Tapi... Aku.. udah nggak ada uang lagi. Kartu ATM ku disita sama papaku." balas Angela.
" Hah.?? Hah... ya sudah. kamu Sarapan sama lauk ini saja dulu... Nanti sore baru belanja bahan-bahan makanan yang kamu pengenin." kata Wilda.
" Tapi..." kata Angela.
" nggak usah tapi-tapian. Coba saja dulu... lauk ini juga enak kok..." potong Wilda.
__ADS_1
" Huh... ya sudah." pasrah ANGELA karena dirinya sudah lapar.
" Kamu wisuda kapan.?" tanya Wilda.
" Nggak tau." jawab Angela setelah menelan sarapannya.
" Kok nggak tau.? kamu jarang masuk kuliah ya.." curiga Wilda.
" Iya...." jawab Angela dengan santainya.
" Kalau begitu Papamu nyuruh kamu kerja dikantor bukan buat bantu aku.? Tapi buat ngerepotin aku gitu.?" tanya Wilda.
" Siapa yang ngerepotin kamu...? Walaupun aku jarang masuk. Tapi aku itu wanita jenius nomor satu seangkatan aku tahu nggak.?" bangga Angela pada dirinya sendiri.
" Oh... Kamu kira aku bakal percaya.? Kalau kamu yang jarang masuk di juluki jenius... pasti seangkatan kamu yang lebih parah dari kamu...." ujar Wilda yang tidak percaya.
" Terserah. Mau percaya atau nggak itu urusan kamu." balas Angela mengambil Air karena sudah selesai sarapan.
" Sudah. Ayo berangkat.!" kata Angela setelah minum Susu yang disiapkan Wilda.
" Oh ya sudah. Kamu nggak papa naik motor.?" tanya Wilda.
" udah. nggak papa. Ayo cepetan." kata Angela.
" Baiklah kalau begitu..." ujar Arja keluar dan membawakan helm yang ditinggal Aslan.
" Kamu kok punya dua helm.?" penasaran Angela.
" Bekas teman aku.. Cepetan naik.!" jawab Wilda.
" Baiklah. um.. ini Gimana naiknya.?" bingung Angela karena dia memakai rok.
" Haizz... Kamu gak punya celana.?" tanya Wilda karena merasa roknya Angela terlalu mini.
" Ada..." jawab Angela.
" apa yang salah.." heran Angela dan masuk kembali masuk ke kos untuk mengganti celana.
" Sudah.? cepet naik. Nanti telat... udah hampir jam tujuh nih..." perintah Wilda.
" Iya.. santai aja kali' lagian itu kan kantor punya papaku... juga." balas Angela.
" Sombongnya nanti saja. Cepetan.!" sewot Wilda.
" Ini gimana masukinnya sih.?" tanya Angela kesal karena tidak bisa memakai helm.
" Huh... Dasar. Kamu ini bisanya apa sih. Gini aja gak bisa...?" ejek Wilda.
" Aku kan gak pernah pakai helm." ujar Angela kesal karena diejek Wilda.
" Sudah. cepetan naik. Kamu nggak bisa naik motor juga.?" tanya Wilda.
" Aku kan gak pernah naik motor... Lagian kenapa motormu tinggi amat sih." ujar Angela karena tidak bisa naik motor Wilda.
" Huh... ngerepotin orang saja." keluh Wilda turun dari motor dan mengangkat Angela duduk diatas motor.
" Sudah. Pegangan kalau tidak mau jatuh..." Pesan Wilda.
" Aku nggak mau..." balas Angela.
" Nanti kalau jatuh bagaimana.? Kalau kamu jatuh sendirian sih nggak papa. Tapi diperut kamu ada anakku. Aku nggak mau dia kenapa-napa." kata Wilda memaksa menarik tangan Angela untuk memeluknya.
" Nurut...!" ujar Wilda menyalakan motornya.
" Pelan-pelan ya...." pinta Angela karena dia takut.
" Iya...." balas Wilda.
__ADS_1
Wilda mengemudikan Motornya menuju ke kantornya dengan kecepatan sedang.
Angela memeluk erat Wilda karena takut jatuh.
Saat sampai di kantor Wilda menurunkan Angela layaknya anak kecil.
" Mana kamar mandi Wil.? Aku mual banget nih..." Ucap Angela.
" Ada didalam lah. Ayo aku anterin." ujar Wilda.
Wilda mengantarkan Angela ke kamar mandi perempuan, dan dia juga ikut masuk karena dia khawatir.
" Uweeek.. uwek.."
" memangnya kamu nggak minum obat yang dikasih dokter.?" tanya Wilda.
" Udah.. huhhu Mungkin gara-gara naik motor tadi..uweeek." jawab Angela melanjutkan muntahnya.
Wilda merasa bersalah karena dia sudah membuat Angela menderita.
" Sudah.?" tanya Wilda saat melihat Angela tidak muntah-muntah lagi.
" sudah..." balas Angela dengan nada lemas.
" Kamu keruanganku saja. Hari ini nggak usah kerja dulu..." kata Wilda.
" Baiklah." jawab Angela.
Wilda membawa Angela ke ruangannya dan membiarkan Angela jaringan disofa.
" Kamu tunggu disini ya.. aku belikan kamu minum dulu dan cemilan buat kamu makan." kata Wilda.
" Baiklah. beliin kue macaron ya..." pinta Angela membuat Wilda bingung.
" Hah. Baiklah. Kamu jangan kemana-mana." pesan Wilda pura-pura paham.
Wilda keluar dari Kantornya dan mengemudikan Motornya mencari tempat sepi.
Setelah berhenti dia menghubungi seseorang lewat telponnya.
" Halo." ucap Wilda.
" Maaf untuk saat ini nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi..." balas Seorang pria.
" nggak usah ngelucu. Gua butuh bantuan nih.." kesal Wilda.
" Anda siapa ya.. kok nggak asing.?" tanya pria tersebut.
" Gua Wilda." kesal Wilda.
" HAH. Bos Wilda...? Bos Wilda Apa kabar.? Ada apa bos.? Mau gabung di tentara bayaran lagi..?" tanya bertubi-tubi teman Wilda itu.
" Kalau saat ini nggak. Gua mau minjam Uang. Lo ada.?" Tanya Wilda.
" Ada bos. Memangnya Bos nggak punya duit.?" tanya Temanya Wilda yang bernama Ziko.
" Kalau buat gua sendiri sih ada... Tapi sekarang gua lagi ngurus anak orang nih..." ujar Wilda.
" Bos udah punya istri.? Kok nggak ngasih tahu aku..?" tanya Ziko merasa kecewa.
" Gua belum nikah. Tapi... akh... nanti deh kita ketemu saja. panjang ceritanya. Lo ada mobil nganggur nggak.?" tanya Wilda.
" Banyak bos di garasi udah pada berdebu karena nggak pernah aku pakai sejak bos ngilang lima tahun lalu.." jawab Ziko.
" mobilnya Kirim ke tempatku Satu ya besok pagi harus sudah sampai, nanti gua kirimin alamatnya. Uangnya nanti kirim ke nomor rekening gua yang lama..." ujar Wilda.
" Baiklah bos. Nanti Aku sendiri yang bakal ngantar.. " balas Ziko senang.
__ADS_1
______________________@$_____________________