
Sebelum Angela membantah Wilda langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi.
" Eh... Turunin gak.! Aku bisa mandi sendiri.." teriak Angela meronta-ronta.
" Diam saja... Aku paksa kamu lagi nih... kalau nggak nurut..." ancam Wilda.
Karena takut di paksa Wilda untuk bermain lagi akhirnya Angela hanya bisa pasrah di mandiin Wilda.
Setelah selesai mandi Wilda mengeringkan tubuh Angela dan rambutnya menggunakan handuk.
Angela yang pertama kalinya di manjain seorang laki-laki seperti itu, dia malu sekaligus ada rasa bahagia dihatinya.
" Pakai bajumu sendiri... Aku mau ke kamarku dulu..." kata Wilda pada Angela.
" Ok.." singkat Angela.
Wilda kembali ke kamarnya untuk memakai baju dan mengerjakan pekerjaan kantor yang tertunda. Walaupun untuk sekarang ini keuntungan kantor yang di pegang Wilda sudah diatas perjanjian, Wilda tetap memantau terus karena harus memantau terus sampai batas waktu yang ditentukan.
**
Hari pulang kampung.
Wilda sudah bersiap untuk balik kampung. Dia sudah mengemasi barang-barang yang perlu dibawa, begitupun juga Angela yang sudah selesai bersiap.
" Papa kamu nggak mau barengan.?" tanya Wilda memastikan.
" Dia besok atau lusa... Karena harus ngurus kantor terlebih dahulu sebelum ditinggal." jawab Angela.
" Udah... Yuk cepetan berangkat...!" ujar Angela keluar dari kamar apartemen.
" Baiklah." balas Wilda segera mengangkat kopernya dan punya Angela untuk dibawa ke mobil.
" Kita nggak ganti mobil saja..?" tanya Wilda.
" Kenapa.?" tanya Angela balik.
" Lihat..! Barang kamu banyak... dan mobil ini gak punya bagasi..." jawab Wilda.
" Apa kita nggak ganti mobil saja.?" tanya Wilda begitu sampa di parkiran.
" kenapa.?" tanya balik Angela.
" Lihat dong.! Kopernya mana bisa masuk kalau pakai mobil ini..!" jelas Wilda.
" Memangnya mau ganti mobilnya siapa.? Kamu punya.?" tanya Angela.
" Ya enggak sih...!" balas Wilda menggaruk belakang kepalanya.
" Houuhhh... Ya sudah deh... Aku minta sopirku buat ngirim mobilku kesini...." dengus Angela pada Wilda karena tidak mempersepsikan sebelumnya.
" Halo pak Tony. Tolong kirim mobil saya ke Apartemen tempat saya sekarang...!" perintah Angela pada sopirnya dulu lewat telepon.
Sebelum mendapatkan jawaban angela langsung menutup telponnya karena kebiasaannya.
__ADS_1
" Dasar... Nggak bisa di anfelin banget..." sewot Angela.
" Ya maaf.. Kelupaan soalnya..." balas Wilda merasa bersalah.
Setelah menunggu seperempat jam mobil yang di tunggu Angela akhirnya sampai di depan apartemen.
" Bapak bawa mobil yang ada di dalam ke rumah. Ini kuncinya.!" perintah Angela pada sopirnya.
" Baik nona.!" jawab pak Tony menukar kunci mobilnya.
" Nggak takut mobil kamu lecet.?" tanya Wilda saat melihat mobilnya Angela adalah RR dan mengingat jalannya di daerah kampung Wilda rusak.
" Dari pada mobil yang didalam. Lagian kalau lecet minta kamu beliin yang baru saja..." kata Angela tanpa ragu untuk meminta mobil ke Wilda.
" Enak bener...." balas Wilda.
" Sudah... cepetan stir mobilnya.!" kata Angela melempar kuncinya ke Wilda.
" baik nona..." sewot Wilda karena di perintah Angela terus.
Wilda mengemudikan mobilnya masuk ke jalan tol untuk menuju ke kampung halamannya.
Setelah mengendarai selama 4 jam Wilda berhenti di sebuah restoran untuk makan siang.
" Oii... bangun.!" ucap Wilda membangunkan Angela yang tertidur.
" Eh.? Sudah sampai ya.?" tanya Angela karena dibangunkan Wilda.
" Oh... Baiklah. Aku juga sudah lapar..." setuju Angela sambil merenggangkan tangannya.
Mereka makan sebentar dan setelah selesai, mereka melanjutkan perjalanan.
" Mana Wil.? kok ngak nyampe-nyampe." oceh Angela yang mulai bosan.
" Sebentar lagi... sayang..." balas Wilda yang ikut bosan mendengar ocehan Angela.
" Sayang.? sayang? Najis...." jijik Angela saat dipanggil Wilda dengan panggilan sayang.
" Hahaha... Najis.? Terus Kenapa saat aku panggil sayang diranjang... kamu malah semakin bergairah..?" sindir Wilda.
" brengsek..mesum..." bentak Angela memukul Wilda.
" Ah..awww.. Jangan.. nanti kalau kecelakaan Bagaimana..?" ujar Wilda.
" Siapa suruh kamu ngomong sembarangan... Brengsek.!" balas Angela tetap memukul Wilda.
" Oh ya... La... nanti kalau sampai dirumah kamu bilang kalau kita sudah menikah ya.... Karena aku takut kamu bakalan di gosipin tetangga aku..." ucap Wilda yang melihat perut Angela sudah mulai sedikit buncit.
" Baiklah..." Jawab Angela kesal.
" Eh.! Stop Wil.! Stop.!" seru Angela menyuruh Wilda berhenti tiba-tiba.
"Ada apa sih.?" tanya Wilda setelah berhenti dan meminggirkan mobilnya.
__ADS_1
" Tuh.! Aku pengen.?" kata Angela menunjuk ke seorang penjual kelapa muda dipinggir jalan.
" Ha..? Nggak nunggu sampai rumahku.? Sepertinya dirumahku ada pohon kelapa." kata Wilda yang takut kalau penjual kelapa itu menjual kelapa yang tidak segar.
" Nggak mau... Aku pengennya sekarang... Aku udah nggak tahan..." kata Angela mulai melepas sabuk pengamannya.
" Huh... Oke-oke.. kamu ini... kalau minta itu pasti harus diturutin..." desah Wilda pasrah karena dia tau mungkin angela sedang ngidam.
Mereka turun dari mobil dan menghampiri penjual buah itu.
" pak... Tolong kelapa mudanya dua ya...!" kata Wilda pada penjual buah itu.
" Oh. Baiklah. minum sini atau bawa pulang.?" tanya penjual kelapa itu.
" Disini saja pak.!" sahut Angela.
" Huh... Disini saja pak." kata Wilda menyakinkan penjual kelapanya.
" Tunggu ya.." paham penjual kelapa itu.
" Nih... mas.." kata penjual itu setelah menyerahkan kedua kelapanya.
" terima kasih pak. Oh ya pak. Apa kita pernah bertemu.? Kok saya akrab dengan muka bapak.?" heran Wilda.
" Sepertinya saya juga pernah melihat masnya... Tapi lupa..!" kata penjual itu yang sama pernah melihat Wilda.
" Umm... Oh ya... Saya pernah lihat di handphone sahabat saya.... bapak orang tua Aslan.?" ujar Wilda mengingat kalau layar kunci hp Aslan adalah foto keluarga.
" Oh benar... Masnya....? Apa mas... Wilda.? Soalnya Aslan serong bercerita dan menunjukan foto mas ke saya." jelas penjual kelapa itu yang tak lain adalah Dadi, bapaknya Aslan.
" Iya. pak... Saya Wilda. saya dulu Sahabat satu kos dengannya." jawab Wilda berjabat tangan dengan Dadi.
" Oh benar. Terima kasih ya... sudah banyak bantu putra saya saat di kota. Dan masih membantunya buka usaha disini..." kata Dadi.
" hehehe... Sama-sama pak..." balas Wilda.
" Ini siapa Wil.? pacar kamu ya..?" tanya Dadi penasaran.
" Bukan... Dia istri saya... La... ini Lo bapaknya sahabat aku yang dulu pernah satu kos sama aku..." jawab Wilda dan mengenalkan Angela.
" Oh... Halo Om... Saya Angela.. Istrinya Wilda." ucap Angela setelah menghabiskan air kelapanya.
" Oh.. Angela ya... Kalian nikah kapan.? kok Bayu nggak cerita kalau Wilda sudah menikah..?" tanya Dadi.
" Eh... Oh... soal itu... karena Saya ingin merahasiakannya terlebih dahulu..." jawab Wilda.
" Oh.. kamu udah dapat Restu dari orang tuamu Wil.?" tanya Dadi.
" Belum. Saya sebenarnya ingin membuat kejutan untuk mereka hehehe... Tapi saya sudah bilang kalau Angela adalah pacar saya.." Jelas Wilda.
" Oh..jadi begitu.." paham Dadi.
______________________@$_____________________
__ADS_1