
Setelah keluar dari Mall Wilda menuju pulang ke Apartemennya.
Sesampainya di parkiran apartemen Angela tertidur karena kecapekan.
Wilda mengangkatnya dan menggendong Angela ke kamarnya.
" Hauhh.. Semakin berat saja..." desah Wilda menaruh Angela di ranjangnya.
" Aku ganti'in bajunya dulu deh... Kan sayang kalau gaunya kusut nanti..." ucap Wilda yang melihat Angela masih mengenakan gaun.
Wilda mengganti gaun dengan piyama yang diambil dari lemarinya Angela. Setelah itu dia juga ganti baju.
Pagi hari.
Angela terbangun karena alarm jam berbunyi.
Dia sengaja pasang alarm dijam karena dia ingin berubah menjadi seorang wanita yang tidak manja...
Dia kaget saat sadar kalau dirinya tadi malam ketiduran didalam mobil setelah pulang dari Mall. Dan dia tambah kaget saat melihat dirinya memakai piyama tidur.
" Apa kemarin cuma mimpi.? Kok seperti nyata banget.?" tanya Angela pada dirinya sendiri.
Wilda masuk ke kamsr Angela karena mendengar alarm yang belum di matikan Angela.
" Eh. Sudah bangun.? Tumben bangun pagi.?ada apa nih.?" tanya Wilda heran saat melihat Angela yang sudah duduk diranjangnya.
" Kamu kemarin beli'in aku gaun dan kalung.?" tanya Angela.
" Kamu nggak ingat.?" tanya balik Wilda.
" Oh jadi benar. Mana gaunya.? Seingat aku kemarin aku pulang dari Mall dan ketiduran di mobil masih memakainya." tanya Angela bingung.
" Ada di dalam ruang pakaian... Aku ganti'in dengan piami tadi malam... Takut kalau kusut gaunya.." balas Wilda dengan santai.
" APA.? Kenapa kamu yang ngganti'in pakianku.? Kamu pasti juga macam-macam ya..?" kaget Angela dan mengecek badanya takut di apa-apain Wilda.
" Kamu tidur. Aku nggak mau ngebangunin kamu... lagian kamu juga udah menerima lamaranku kan..." balas Wilda duduk diranjang Angela.
" Tapi..Tapi.." ucap Angela hendakenangis karena tubuhnya lagi-lagi dilecehkan Wilda.
" Shuftt.shuft.. kamu harus membiasakan diri... sebentar lagi kamu bakal jadi istriku..." kata Wilda meletakan jari telunjuknya di mulut Angela.
" Aku mau minta balasan setelah membelikan hadiah buatmu..." bisik Wilda mulai memegang dada Angela.
" Ah... Kamu..Kamu mau apa..estt" desah Angela.
" Tentu saja minta jatah..." balas Wilda melanjutkan melepaskan piama yang dipakai Angela sehingga kini Angela telanjang bulat.
" Kamu.. ahhhk.. Stop.." desah Angela mendorong tubuh Wilda.
" Hehehehe... Kamu nikmatin saja sayang...." bisik Wilda membuat Angela teransang.
Karena Angela tidak bisa melawan, Jadi dia hanya bisa pasrah membiarkan Wilda menikmati tubuhnya.
__ADS_1
Setelah lelah karena bercinta Wilda kembali ke kamarnya dan menyuruh Angela untuk segera mandi.
Selesai Wilda mandi Angela masih berbaring dan hanya mengenakan selimut.
" Kamu... ini... Kan sudah aku suruh mandi." omel Wilda.
" Bentar.... Aku masih capek.." Balas Angela.
" Huuhhh Ya sudah... Aku keluar dulu ya... mau beli sarapan." Pamit Wilda.
" Oh... Baiklah. Aku pengen makan sate yang ada di depan.!" jawab Angela.
" penjual sate didepan hanya buka malam. Kalau sekarang dia lagi tidur dirumahnya..." Balas Wilda.
" Nggak mau tau. Pokoknya aku mau makan sate..." teriak Tiara.
" Huh.. ya sudah. kamu cepetan mandi..." kata Wilda menyetujui keinginan Angela.
" Iya. Kamu cepetan pergi beli... Aku udah laper nih..." balas Angela.
Wilda segera menuju ke pasar untuk mencari penjual sate yang biasanya buka.
Dia membeli lima puluh tusuk sate dan empat nasi kucing karena takut kalau Angela ingin nambah.
Saat masuk ke kamar Angela Wilda kesal karena Angela masih tidur.
" Woii.. Bangun..." ucap Wilda menarik selimut Angela.
" Ada apa sih Wil...?" ucap Angela menggigil.
" kita ke rumah sakit ya...?" ajak Wilda kembali menyelimuti Angela.
" Umnn nggak usah.hh Mana Satenya...?" tanya Angela.
" Ada di meja makan. Bentar aku bawa kesini..." jawab Wilda berdiri dan pergi mengambil Sate dan air hangat.
" Nih... Kamu makan satenya dulu... Aku buatkan bubur sebentar.." ujar Wilda.
" Nggak usah... Aku nggak mau ngerepotin kamu..." Tolak Angela menahan tangan Wilda.
" Ya sudah... Aku suapi ya..." kata Wilda mengambil piring dan melepaskan daging sate dari tusuknya.
Karena tidak nafsu makan Angela hanya menghabiskan sepuluh tusuk sate.
" Aku pijit ya... Mungkin setelah aku pijit akan enakan.."tawar Wilda.
" Baiklah." Setuju Angela.
Saat mulai memijit Wilda tau kenapa Angela sakit.
" Maaf ya.. tadi aku maksa kamu... dan mengakibatkan kamu sakit..." ucap Wilda.
" Nggak papa... tapi lain kali jangan maksa aku lagi..." balas Angela yang mengerti dengan nafsu Wilda.
__ADS_1
" Iya... Aku janji.." kata Wilda.
" Kamu setelah melahirkan, mau nggak aku ajarin bela diri.?" tanya Wilda karena khawatir dengan Angela saat sendirian.
" Untuk apa aku belajar bela diri.? Aku nggak mau.!" balas Angela karena membayangkan soal latihan keras.
" Ya... untuk jaga-jaga saja. Aku kan nggak pasti nemenin kamu terus dimasa depan... Dan aku takut kamu kenapa-napa saat sendirian.! Lagian kamu pasti mewarisi perusahaan papa kamu kan.?" kata Wilda menjelaskan maksudnya.
" Kata siapa aku yang mewarisi perusahaan papaku.?" jawab Angela.
" Loh... la terus siapa yang mewarisinya kalau nggak kamu.?" tanya Wilda bingung menyudahi pijitannya.
" Perusahaan papaku bakal di serahkan ke kakak sepupuku yang sekarang sedang belajar di luar negeri.!" ujar Angela yang sudah merasa enakan Setelah dipijit wilda.
" Oh... Bagus deh. Dengan begini kamu bisa fokus ngurus anak kita..." lega Wilda.
" Kamu mau nyuruh aku jadi ibu rumah tangga yang kerjaannya mengurus anak dan rumah.?" tanya Angela mulai kesal.
" Um... Nggak juga sih... Dengan kecerdasanmu itu sayang banget kalau cuma ibu rumah tangga... Gimana kalau jadi kamu jadi asistenku saat aku mendirikan perusahaan nanti...?" tawar Wilda yang sebenarnya tidak begitu paham tentang bisnis.
" Kok jadi asisten.?" bingung Angela karena sebenarnya menginginkan Wilda sebagai asistennya.
" terus.... kamu mintanya jadi apa.?" tanya Wilda.
" Presdir lahh.." jawab Angela tanpa ragu.
" Kalau kamu jadi Presdir... terus aku jadi apa.?" heran Wilda dengan pikiran Angela.
" Yaaa... kamu bisa jadi asistenku.... Kamu juga bisa belajar dariku..." balas Angela.
" Weei... Nggak bisa... kalau aku jadi asisten kamu bakal bisa ngerjain aku dong..." tolak Wilda.
" Kalau begitu mendingan aku di rumah saja... rawat anak dan belanja-belanja saat sedang bosan..." ujar Angela dengan santai.
" Boleh sih.. jika seperti itu..." setuju Wilda.
" Humph... Sudah sana kamu keluar..!! Aku mau mandi..." usir Angela.
" Eh... kamu badan kamu baru enakkan... Jangan mandi dulu..." larang Wilda.
" Tapi badanku bau dan penuh keringat..." ujar Angela.
" Kalau begitu biar aku bantu kamu mandi..." ujar Wilda.
" ENGGAK..!!" tolak Angela dengan nada penuh tekanan.
" Nanti kalau kamu masuk angin gimana...? Lagian kamu sedang hamil..." kata Wilda bersikeras ingin membantu Angela mandi.
Sebelum Angela membantah Wilda langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi.
" Eh... Turunin gak.! Aku bisa mandi sendiri.." teriak Angela meronta-ronta.
" Diam saja... Aku paksa kamu lagi nih... kalau nggak nurut..." ancam Wilda.
__ADS_1
_____________________@$______________________