
Wilda mulai resah karena sudah hampir malam Angela tidak kembali kekantor. Dia hendak menelpon tapi dia tidak memiliki nomor Angela. Karena rasa khawatirnya semakin tinggi dia memutuskan mencarinya.
Saat hendak keluar kantor dia melihat Angela yang datang membawa bingkisan.
" Kamu kemana saja La.?" tanya Wilda.
" Beli ini..." kata Angela menunjukan apa yang dibelinya.
" Buat apa.?" tanya Wilda bingung.
" Ya untuk tidur lah...." jawab Angela.
" Sudah-sudah kita makan malam yuk... Aku udah lapar nih...." ajak Angela.
" Huh... Baiklah. Mau makan apa.?" tanya Wilda.
" Terserah kamu saja. Yang penting jangan dipinggir jalan." balas Angela.
" Huh... Baiklah. Ketempat temenku ya... Uangku udah nipis nih...." Ujar Wilda.
" Apa kamu nggak malu bergantung sama temanmu??" tanya Angela kesal karena dia diajak mencari makan gratisan.
" Hah... Buat apa malu.? Diakan teman yang sudah aku anggap saudara." ujar Wilda.
" Huh!! pokoknya aku nggak mau kalau gratisan.!" kata Angela dengan muka cemberut.
" Kalau nggak mau aku masakin saja ya dikos. Nanti kita belanja bahan-bahannya dulu..." ujar Wilda.
" Huh. Baiklah. Tapi Kita beli bahan-bahan makanannya di Mall yang baru buka saja dipusat kota." kata Angela setuju.
" Hah...?? Mendingan aku ajak kamu kerestoran saja deh..." elak Wilda.
" Nggak mau. Pokoknya aku pengen ke Mall sekarang.!! Aku udah ditahan Papaku seminggu ini dan disuruh dirumah saja.. Aku pengen ke Mall." rengek Angela.
" Haizz.... Baiklah. Tapi jangan cari yang mahal-mahal ya.... Soalnya keungannku lagi nipis." Pesan Wilda.
" Iya-iya. Dasar pelit." Setuju Angela.
Wilda mengemudikan Motornya ke Mall dipusat kota yang dimaksud Angela.
Saat sampai disana Angela dan Wilda melihat Papa dan mamanya yang kebetulan juga mau belanja disana.
" Mama.!!" seru Angela memanggil mamanya.
" Eh Angela.? Kok kamu disini.? Mau apa.??" tanya mamanya bingung.
" Iya... Aku diajak Wilda untuk belanja bahan-bahan makanan." jawab Angela.
" Hah..!!! Memangnya kamu bisa masak.?" kaget papa dan mamanya.
" Enggak lah. Tapi Wilda yang mau masak." kata Angela.
" Halo pak.bu...malam." sapa Wilda setelah memarkirkan motornya.
__ADS_1
" Kamu kok ngajak Angela kesini.? Memangnya kamu punya uang untuk belanja disini.?" tanya Arya.
" Ada kok pak." balas Wilda.
" Oh... yang bener.? Oh ya.... kantor yang kamu urus kok nggak ada kemajuan.?" tanya Arya.
" Kan baru satu hari.! Lagian satu hari ini saya gunakan untuk merekrut karyawan baru..." Balas Wilda.
" Oh.... Ingat tenggat waktunya..." kata Arya mengingatkan Wilda.
" Iya... Pak. Saya masuk duluan ya... Soalnya harus memasak juga setelah ini." kata Wilda menarik tangan Angela.
" Eh.? Kok narik-narik tanganku.? Lepasin nggak.!" ujar Angela.
" Ya sudah. Ayo cepetan belanjaannya. Nanti telat makan malam Lo..." balas Wilda melepaskan Tangan Angela.
" Kamu belanja sendiri saja. Aku mau jalan bareng Papa dan mamaku." kata Angela menolak ajakan Wilda.
" Yang bener.?" tanya Wilda.
" Iya. Bolehkan Pa.Ma. Kita sudah jarang Lo... belanja bareng.... Lagian kalau aku ikut Wilda malah ngerepotin dia. " ucap Angela manja pada orang tuanya.
" Uh.... Baiklah. Angela sama kita saja." setuju papanya yang luluh saat melihat wajah imut Angela.
" Oh.. kalau begitu terima kasih pak.bu." kata Wilda senang berlari menuju ke mini marketing yang ada didalam Mall itu.
" Kenapa dia girang begitu.?" tanya Arya bingung.
" Nggak tau pa..! Lupa minum obat kali." jawab Angela.
" Aduh... Maaf mbak.! Saya nggak sengaja.!" kata Wilda memungut bahan-bahan belanjaannya yang jatuh.
" Nggak papa.... Eh.? Wil'R.umm...." kaget Wanita itu langsung dibungkam mulutnya oleh Wilda.
" Kamu siapa.? Kenapa kamu tahu nama rahasia saya.?" tanya Wilda yang sudah tidak ingat dengan wanita itu.
" Lepasin.! Kamu nggak inget aku siapa.?" tanya wanita itu sedikit kesal.
" Eh.? Kamu..... Oh aku inget.... Kamu pasti Fansku kan...!" kata Wilda.
" Pufs... Siapa yang Fansmu.? Aku BBS rekannya Jendral Arca..." bentak wanita itu marah.
" Ah.... oh.... rekannya jendral Arca...!!" ingat Wilda.
" Oh ya kamu kemana saja.? Kok ngilang tiba-tiba?" tanya BBS.
" Oh... soal itu aku kuliah agar bisa menjadi Guru." kata Wilda.
" Apa.? Aku nggak salah denger.? Kamu kuliah.?" tanya BBS tidak percaya.
" Iyalah. kenapa kamu nggak percaya.?" heran Wilda.
" Ya... nggak percaya saja. Kamu kan suka kan mantan tentara top satu masa kamu kuliah jadi guru. Siapa yang percaya.?" kata BBS menjelaskan.
__ADS_1
" Kita cari tempat duduk yuk. Biar enak ngobrolnya.!" Ajak BBS yang mulai capek membawa belanjaan sambil berdiri.
" Oh baiklah." setuju Wilda.
" Oh ya Wil'R kamu kesini sendirian.?" tanya BBS.
" Enggak. Kamu jangan manggil aku dengan nama itu lagi ya.! Panggil nama asliku saja Wilda." perintah Wilda.
" Oh Wilda. Kalau begitu kamu juga panggil aku Wewei ya..!" setuju Wewei.
" Eh. Wewei.? Hahaha kok nggak cocok sama kamu ya...?" tawa Wilda.
" humph nggak baik ngetawain nama orang lain tau..." kesal Wewei.
" Oh ya kamu tadi bilang kesini nggak sendirian. memangnya sama siapa.?" penasaran Wewei.
" Sama calon istriku tadi. Tapi saat Kami mau masuk ke Mall papa dan mamanya juga kesini jadi dia ikut orang tuanya deh.." jelas Wilda.
" Hah.? Apa jadi kamu mau menikah.? Kok nggak bilang sama aku..? Kita kan pernah bertarung bersama..." kecewa Wewei.
" Ya... Aku sendiri juga kaget. Kemarin Aku tiba-tiba diculik dan disuruh menikah dengan seorang perempuan yang tidak aku kenal tapi pernah ituan... dan perempuan itu hamil, jadi aku harus bertanggung jawab." Kata Wilda menjelaskan.
" Hah.? Kamu sekarang malah sudah menghamili anak orang.? Nggak nyangka ternyata kamu orangnya seperti itu. ngomong-ngomong siapa perempuan itu.?" tanya Wewei penasaran.
" Nona Wijaya." singkat Wilda.
" APA.? Kamu.Kamu menghamili nona Wijaya dan kamu mau menikahinya.? Diakan terkenal manja dan tidak bisa apa-apa. Dan gua dengar bulan dua bulan lalu kalau dia dibius oleh sahabatnya sendiri." ujar Wewei yang tidak percaya.
" Oh jadi yang mengasih obat perangsang kedua itu sahabatnya sendiri. Nah saat itulah dia tiba-tiba menggedor pintu kos gua tengah malam. Karena saat itu gua mabuk jadi hanya bisa pasrah menjadi obat untuk dia..." kata Wilda merasa kasihan dengan Angela karena dikhianati oleh sahabatnya sendiri.
" Kamu nggak belanja kok malah ngobrol dengan cewek cantik.?" Celoteh Angela dengan wajah kesal.
" Eh... ini aku kenalin. Dia.... teman SMA ku dulu.... Wewei namanya." kata Wilda.
" Oh teman atau gebetan.?" tanya Angela yang tiba-tiba cemburu.
" Hah.? Teman lah." balas Wilda.
" Hai. Aku Wewei teman SMAnya Wilda. Kebetulan Mall ini aku yang buka. Nona Wijaya kalau ada yang mau dibeli saya yang bayar! Anggap saja hadiah dari saya." salam Wewei sopan.
" Yang benar.? Kok aku nggak ditawarin.?" tanya Wilda iri.
" Memangnya kamu nggak malu minta ke wanita.?" tanya Wewei.
" Kan aku nggak maksa.!" jawab Wilda.
" Kamu sudah selesai belanja belum.? Aku udah lapar nih..." kata Angela merasa jengkel melihat Wilda dan Wewei.
" Kalian belum makan malam.? Kebetulan banget aku juga belum makan. Gimana kalau kita makan malam bersama.?" tawar Wewei.
" Baikl..." setuju Wilda tapi terpotong.
" Nggak. Terima kasih. Aku mau makanan yang dimasakin sama Wilda." tolak Angela.
__ADS_1
" Yuk Wil. Kita pulang. Udah lapar banget nih..." ajak Angela.