SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
52


__ADS_3

Setelah sarapan, Mamanya Angela( Anggi)


segera menuju ke kamar Angela untuk melihat gaunnya Angela yang baru.


" Wahh... Cantik banget.... Mama jadi iri.... Ini... beneran mutiara asli.!!! Dan berlian Segede gini juga asli.!!" kaget Anggi saat melihat gaunnya Angela.


" Um. Saat pertama kali aku melihat sih nggak percaya... tapi setelah aku perhatiin dan pengalaman dari beli perhiasan... Berlian dan mutiara ini asli..!" kata Angela.


" Wahhh... ini harganya... kira-kira berapa ya La..? Apa papa kamu juga bisa membuat gaun seperti ini.?" tanya Anggi.


" Humph... Papa itu apa... Sejak aku kenal Wilda, Papa sudah aku anggap miskin...dan pelit...!" ujar Angela.


" Oh.... Jadi papa sekarang miskin dan pelit ya...? Huuhhh... Memang... Anak kalau sudah punya suami, dia bakal melupakan orang tuanya... Papa jadi sedih... huhuhu..." ucap Arya pura-pura menangis sambil memeluk istrinya.


" Eh... Papa juga ikut kemari.? Umm... Bukannya Angela melupakan Papa... Tapi memang Wilda lebih kaya dari Papa.. dan dia selalu menuruti permintaan Angela...!" kata Angela merasa bersalah.


" Huhuhu.... tuh... Dulu kamu juga sering bilang gitu ke Mama... ' papa kaya nggak seperti Mama pelit.' ya kan Ma...!" kata Papanya.


" Hihihi... Sudahlah Pa...!" tawa Anggi.


" Hehehe... Baiklah. Oh ya angela, kamu bilang ini hadiah dari orang misterius... emangnya Wilda nggak curiga.?" tanya Papanya menyudahi akting.


" Enggak. Dia tadi nggak curiga dan langsung membuka kotak dan melihat ini gaun... dan jasnya... Serta langsung mencoba kalung yang aku pakai..!" kata Angela.

__ADS_1


" Aneh... Wilda kan, orangnya hati-hati nggak mungkin membiarkan orang asing memberikan hadiah dan langsung menerimanya tanpa curiga.." pikir Arya.


" Oh ya. Wilda tadi pergi kemana.?" tanya Arya.


" Nggak tau. Ngurus sesuatu katanya...." jawab Angela dengan nada kesal karena ditinggal Wilda.


" Dan Pak Roy dimana.?" tanya Arya lagi.


" Angela juga tidak tau... Katanya Ibu Lily sih jalan-jalan sama anak-anak...!" balas Angela.


" Oh... ya sudah. Kita juga jalan-jalan yuk Ma... Lihat-lihat laut pagi... mumpung belum pasang...!" kata Arya mengajak istrinya.


" Eh. Boleh juga Pa... Nanti... Mama juga pengen naik jetsky seperti pak Roy dan Bu Lily kemarin hehehe..." kata Anggi tertawa malu.


" Huh...Dasar.!! Masa' tega ninggal aku sendirian.!!" kesal Angela.


Karena tidak mau sendirian, Angela pergi keluar untuk ikut Mama dan Papa pergi ke pantai untuk menikmati pagi disana...


Saat di pantai.


Saat sampai dipantai, Angela melihat Wilda sedang mengobrol dengan seorang wanita di sebuah kapal.


" Itu bukannya Wilda La...!" kata Mamanya sambil menunjuk ke arah Arja.

__ADS_1


Angela hanya diam saja dan meneteskan sedikit air mata.


" Eh... Kenapa menangis.?" tanya Mamanya


" Um... nggak papa kok Ma... Aku balik ke kamar saja...!" ujar Angela tidak mau turun dari mobil.


" Eh...!" kata Mamanya.


" Baiklah.!" setuju Mamanya.


Tidak tahu mengapa Angela merasakan sakit dihatinya.


Ziko yang menuju pantai menggunakan mobil golf melihat Angela yang menangis.


Ziko melanjutkan mengemudinya karena sudah ditunggu Wilda.


Saat sampai di kapal, Ziko segera menyerahkan dokumen kepada Wilda dan melaporkan apa yang dia lihat saat menuju kemari.


Wilda yang mendengar laporan Ziko khawatir dan segera menyelesaikan diskusinya dengan wanita yang diutus oleh negara Z.


" Kamu yang melanjutkan... Aku akan kembali ke kediaman ku untuk melihat Angela.!" ujar Wilda pada Ziko.


" Baiklah Bos.!" angguk Ziko mengerti.

__ADS_1


__ADS_2