
Pagi hari.
" Kamu kok belum pindah tidurnya.?" tanya Angela setelah membangunkan Wilda.
" Badanku dingin La..." Ujar Wilda menggigil.
" Kamu sih.... pakai mandi malam segala..." Balas Angela menyalahkan Wilda.
Wilda tidak membalasnya dan melanjutkan untuk tidur.
Karena kasihan, Kali ini Angela mengalah dan keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi.
" Baru bangun La..?" tanya ibunya Wilda saat melihat Angela keluar dari kamar.
" Iya Bu." jawab Angela berjalan menuju ke kamar mandi.
"Setelah dari kamar mandi, kamu bantuin ibu memasak ya...!" ujar Ibunya Wilda saat melihat Angela membawa handuk ke kamar mandi.
" Baiklah Bu..." angguk Angela.
Setelah selesai mandi, Angela berganti pakaian dikamar. Dia tidak takut diintip Wilda karena tubuhnya sudah dilihat Wilda.
" Bangun Will...!!" ujar Angela mengganggu Wilda tidur.
" Apaan lagi sih..?" ucap Wilda dengan wajah merah karena demam.
" Udah pagi...!!" balas Angela.
" Kalau udah bangun aku terus ngapain...? Aku mau tidur saja...! Badanku tidak enak kayaknya..." ujar Wilda menggenggam erat selimut agar tidak ditarik Angela lagi.
" Ya sudah.!" kesal Angela pergi meninggalkan Wilda. Dan berjalan ke dapur untuk membantu ibunya Wilda membuat sarapan.
" Adik-adik masih tidur Bu.?" tanya Angela pada ibunya Wilda.
" Ardi sama Ardo udah lari pagi... kalau Isti masih tidur..." jawab Ibunya Wilda.
" Ooohh.. Ibu lagi masak apa.?" tanya Angela.
" Ini... Lagi buat sambel pecel. Wilda dulu suka makan pecel saat sarapan.." ujar Ibunya Wilda.
" Ohh..." manggut-manggut Angela.
" Kamu baru tau.?" tanya Ibunya Wilda balik.
" Hehehe... Iya Bu... Soalnya saat sama Angela, Wilda sarapannya pasti ikan laut.!" jawab Angela merasa malu.
" Humm... Betul juga sih... Ibu hamil memang butuh gizi yang tinggi..!" paham Ibunya Wilda.
Karena Ibunya Wilda sudah selesai memasak. Angela membawa lauknya ke meja makan.
" Kamu bangunin Wilda.! Biar Ibu panggil bapak sama Isti." perintah Ibunya Wilda pada Angela.
" Baiklah Bu..." angguk Angela berjalan masuk ke kamar untuk membangunkan Wilda.
" Bangun Wil..!! Ibu kamu nyuruh sarapan..." ujar Angela menggoncang tubuh Wilda.
" Ah.... Iya.Iya.... panasin Air ya.... Buat aku mandi.!" perintah Wilda pada Angela.
__ADS_1
" Enak saja. Aku saja mandi pakai air dingin tadi...!" tolak Angela.
" Aku kan lagi gak enak badan...!!" kata Wilda.
" Kalau gitu gak usah mandi..." balas Angela pergi meninggalkan Wilda.
" Ah.... Lepasin..!!" jerit Angela karena tiba-tiba ditarik dan dipeluk Wilda dari belakang.
" Nggak mau... Gara-gara kamu aku demam. Kamu harus tanggung jawab.!" kata Wilda mengeratkan pelukannya.
" Lepasin.!! Nggak... Perutku sakit kalau kamu peluk erat kayak gini...." ujar Angela.
" Baiklah... Pijitin aku dong...!!" Perintah Wilda kembali tidur tengkurap.
Angela tidak mau menuruti Wilda dan berlari keluar kamar karena takut ditangkap Wilda lagi.
" Woi..!!" teriak Wilda.
" Kenapa La.?" tanya Ibunya Wilda.
" Nggak ada apa-apa Bu. Wilda marah sama Angela karena membangunkannya." jawab Angela.
" Oh... Biar Ibu saja yang membangunkan Wilda.!" kata ibunya Wilda.
" Disuruh mijitin malah nggak mau...!" kata Wilda Keluar kamar.
" Sarapan dulu....!" balas Ibunya.
" Eh. Iya bu." Jawab Wilda menunduk malu.
Angela mengambilkan nasi untuk Wilda seperti Ibunya Wilda.
" Diam.!" kata Angela dengan suara kecil.
" Rencana hari ini mau kemana Wil.?" tanya Bapaknya.
" Pagi ini Wilda mau tidur pak. Siang nanti baru ke hutan.!" ujar Wilda.
" Kamu ini... Kamu pulang kampung cuma mau ke hutan.?" heran bapaknya dengan kebiasaan Wilda.
" Hehehe.... Soalnya di kota Wilda jarang latihan. Dan baru-baru ini harus duduk di kursi saja...." kata Wilda.
" Terserah kamu saja. Itu.... Kamu nggak mau nengokin sahabat kamu, Bosnya Ardi dan Ardo.?" tanya bapaknya.
" Dia bilang nanti sore mau kesini sepulang dari bengkel.!" kata Wilda.
" Oohh..... Hum.." angguk bapaknya mengerti.
" Ardi sama Ardo keluar pak.?" tanya Wilda yang tidak melihat kedua adiknya itu.
" Setelah selesai ujian mereka sering lari pagi." balas Ibunya.
" Oh...Bagus.bagus." kata Wilda sambil menyuapi Angela makan tapi ditolak.
" Kak. Isti mau disuapi kakak.!" ucap Isti manja.
" Baiklah...." jawab Wilda.
__ADS_1
Selesai sarapan, Orang tuanya Wilda ke sawah. Ardi dan Ardo baru pulang dari lari paginya dan langsung sarapan dan bersiap untuk berangkat ke bengkel.
" Kak Wilda, Anterin Isti sekolah ya... Isti ingin naik mobilnya kak Angela lagi...." pinta Isti ke Wilda.
" Kamu izin dulu ke kak Angela nya. boleh nggak mobilnya dipinjam Isti.!" ujar Wilda yang asik menonton televisi dengan suguhan kopi dan cemilan yang dibeli kemarin, serta menyelimuti dirinya dengan selimut.
" Kak Angela. Boleh nggak.?" tanya Isti pada Angela yang sedang asik bermain ponselnya di sebelah Wilda.
" Boleh dong...." angguk Angela.
" Boleh kak. Ayo berangkat.!" ujar Isti senang pada Wilda.
" Huff Baiklah." kata Wilda.
" Kamu mau ikut nggak.?" Tanya Wilda.
" Nggak. Aku dirumah saja.!" balas Angela.
" Beneran.? Sekolahnya Isti jauh loo.... Dan Ardi dan Ardo juga bakal berangkat bekerja. Kamu berani dirumah sendirian.?" tanya Wilda sekali lagi.
" Um... Baiklah... Aku ikut." jawab Angela yang takut dilanda kebosanan karena sendirian.
" Ayo.!" Ujar Wilda mengambil kunci mobil dikamar serta mengambil jaket untuk dirinya.
Setelah itu mereka berangkat menuju sekolah dasar yang ada di desa sebelah yang jaraknya lumayan jauh.
" Kalau kita bawa mobil yang kamu kasih. Pasti udah pada lecet mobilnya." sewot Angela saat melihat jalanan desa yang banyak berlubang dan tidak rata itu.
" Humm... mobil kamu ini saja bawahnya sudah lecet.!" Ujar Wilda.
" Tau gini aku bawa Jeepnya papaku yang besar dirumah." jengkel Angela karena harus memperbaiki mobilnya yang lecet.
" Kamu sih... malah bawa mobil ini.." kata Wilda menyalahkan Angela.
" Kok Aku.? Kamu itu, sebagai cowok nggak nyiapi kendaraan malah nyalahin orang.!" tambah kesal Angela.
" Hehehe... Biasanya kan aku pakai motor.!!" ujar Wilda.
" Kalau mobilnya lecet, Memperbaikinya mahal ya kak.?" tanya Isti.
" Mahal lah... berjuta-juta. Bisa buat beli eskrim satu truk.!" jawab Wilda.
" Wah... Lain kali Isti nggak mau naik mobil lagi. Kasihan kak Angela harus memperbaiki mobilnya." ucap Isti merasa bersalah.
" Bukan gitu Isti. Mobil kan memang harus dipakai. Lagian mobil kak Angela ada banyak." Ujar Angela.
" Betul Isti. Kak Angela adalah orang kaya.... uang jajan Isti sebulan bisa kalah sama uang jajannya kak Angela satu hari.
" Wah.... Berarti banyak dong uangnya Kak Angela.?" tanya Isti.
" Nggak tau.? Soalnya kak Angela boros...." balas Wilda menyindir Angela.
" Siapa yang boros.? Isti jangan percaya sama omongan kak Wilda. Uang jajan kak Angela dikasih sama kak Wilda. Jadi yang punya banyak uang itu kak Wilda." ujar Angela menjebak balik Wilda.
" Wah... beneran kak.? Kok Isti nggak dikasih sama kak Wilda uang jajannya.?" tanya Isti tidak terima.
Bersambung...!!!!
__ADS_1
___________________________________________@$