SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
18


__ADS_3

Angela berusaha untuk tidur, tapi tidak bisa. Dia keluar untuk mencari Wilda.


" Kamu kok belum tidur.?" tanya Angela yang melihat Wilda masih memainkan laptopnya.


" Yah... Bentar lagi... kamu juga kenapa belum tidur..?" tanya balik Wilda.


" Aku nggak bisa tidur. Bikinin Susu hangat dong...!" pinta Angela pada Wilda setelah duduk disofa.


" Haizzz kenapa nggak buat sendiri.?" tanya Wilda.


" Aku.. nggak bisa.!" jawab Angela.


" Hadeh....Ya sudah. Kamu ikut aku. Aku ajarin caranya bikin.!" Ajak Wilda.


" Kamu..ini.. Kelak kalau bayi kita sudah lahir kamu mau terus memberinya ASI.?" tanya Wilda.


" Ya enggaklah." jawab Angela sedikit malu.


" Terus.... Kamu bakal nyuruh aku buatin susunya gitu.? Aku nggak mungkin setiap kali bersama kamu...." ujar Wilda.


" Ya.. makanya kamu pekerjakan pembantu dong...." Balas Angela.


" Terus... memangnya dulu namamu juga begitu.? Setelah aku melihat mamamu sepertinya dia... bisa masak deh. Kok kamu nggak minta diajarin sama mana kamu.?" tanya Wilda.


" Iya.Iya. Aku bakal belajar memasak besok.!" sebel Angela.


" Nah gitu... Nih sudah jadi. Setelah ini kamu tidur. Besok aku ajak kamu pindah ke Apartemenku..." Ujar Wilda.


" Hah.? APA.?? Kok nggak pernah bilang kalau kamu punya Apartemen.?" kaget Angela.


" Kan kamu nggak nanya.! Sebenarnya Apartemen itu pemberian dari panglima yang pernah aku tolong itu. Dan apartemen hanya aku gunakan saat aku sedang di kota saja. Setelah selesai misi aku pulang ke kampung." jawab Wilda.


" Kamu... Malam ini bisa nggak ceritain rahasia kamu ke aku...." kata Angela menatap tajam ke Wilda.


" Huh... Rahasiaku itu banyak. Kalau mau menceritakan semuanya semalaman nggak bakal selesai." kata Wilda.


" Ya... Ceritain sebagian dulu...." paksa Angela.


" Apa nggak lebih baik setelah menikah.?" tanya Wilda.


" Kamu juga. Seharusnya kamu ngelakuin itu sama aku itu setelah menikah. Tali kenapa maksa aku untuk melakukannya sekarang." balas Angela membuat Wilda terdiam.


" Huhhh Ya sudah.Aku nyimpan file dulu dan beresin ini. Setelah itu aku akan ke kamar buat bercerita." kata Wilda setuju.


" Baiklah." kata Angela.

__ADS_1


Wilda merapikan kembali dokumen-dokumen yang berserakan dilantai.


Selesai itu dia masuk ke kamar buat bercerita ke Angela.


" Nungguin aku ya...?" canda Wilda.


" Nggak ada.. Cepetan ceritain..!!" jengkel Angela.


" Huh.. Baiklah. Aku mulai dari mana ya...?" bingung Wilda.


" Terserah kamu... yang penting jujur." Balas Angela.


" Baiklah. Aku mulai dari... Cinta pertama ku..... Ahh..." jerit Wilda karena dicubit Angela.


" Kenapa dicubit sakit tau.!" kata Wilda mengusap pinggang yang dicubit Angela.


" Siapa yang menyuruh duduk di kasur.? Kamu duduk dilantai saja.!" perintah Angela marah.


" Hummm Tapi dilantai dingin... kamu nggak berperasaan banget sih.!" kaya Wilda.


" Pokoknya duduk dilantai.!" paksa Angela.


" Huhh baiklah. Aku lanjut. jujur cinta pertamaku adalah guru smkku sendiri. Dia lembut, pengertian, pintar, dan pastinya cantik. Aku memutuskan berhenti menjadi tentara dan kuliah semua demi bisa menjadi Guru di SMK ku. Tapi.... Sebelum kamu malam-malam kemarin ke kosku. Siangnya... Aku mendapatkan kabar dari sahabatku kalau dia dijodohkan sama guru yang aku idam-idamkan itu. Hatiku hancur seketika. Aku mengijinkan Sahabat ku untuk menikahinya, Mungkin memang dia bukan jodohku. Setelah menutup telponya aku pulang kerja lebih awal dengan Alasan tidak enak badan. Saat perjalanan pulang aku mampir ke penjual minuman keras. Dan membeli lima botol untuk aku minum dikos. Aku menghabiskannya sampai malam. dan Setelah itu saat tengah malam kamu meniduriku..." kata Wilda.


" Hahaha... Jadi kamu ditikung sahabatmu sendiri..? dan kamu mengijinkannya...? Kamu beneran luar biasa." tawa Angela.


" Um... Iya sih. Aku mau balas dendam tapi... Dia menghilang..." kesal Angela mengingat sahabtnya Dewi.


" Hahaha... Mau nggak aku bantu balas dendam.? Aku tau loo dimana teman kamu...!" ujar Wilda yang ingin mengerjai Angela.


" Dimana. Cepetan bilang dong..." rengek Angela.


" Cium Aku dulu.! nanti aku bakal bilang mereka dimana...." genit Wilda.


Cup." Sudah. Cepetan bilang..!" geger Angela.


" Ueemmm. Sahabat dan laki-laki yang membiusmu itu sudah mati dibunuh sama papa kamu setelah papa kamu tahu mereka mengasih obat ke kamu." kata Wilda.


" Hah. Jadi sudah mati.... Terus... Kenapa tadi kamu meminta aku menciummu HAH.?" bentak Angela.


" Brengsek.! beraninya mengambil kesempatan dariku lagi....!! Harus ganti rugi.....Kalau nggak aku nggak maafin kamu...." umpat Angela memukul Wilda.


" Hahaha... Sakit-sakit. Iya... sebagai permintaan maaf gimana kalau aku ajak kamu ke Mall.!" kata Wilda.


" Baiklah. Asal jangan gratisan.!" setuju Angela.

__ADS_1


" Ok. Hari Minggu ya..." setuju Wilda.


" Baiklah. Ya sudah. Aku mau tidur...Kamu keluar sana.!!" perintah Angela.


" Nggak butuh aku kelonin.?" genit Wilda.


" Nggak.!! cepetan keluar sana.!!" dorong Angela mengusir Wilda.


" Huhh Kamu ini... Padahal sudah berhubungan dua kali masih aja malu.." ujar Wilda membuat wajah Angela memerah karena malu.


Wilda tidur disofa depan dan Angela tidur dikamar.


Pagi hari.


" Kita nggak jadi pindah Wil.?" tanya Angela yang sudah membereskan barangnya ke koper.


" Nanti sore saja. Hari ini aku harus ketemu klien. Nanti kamu juga ikut ya.... Kebetulan kliennya bos ku dulu..." tawar Wilda.


" Baiklah." setuju Angela.


Mereka berangkat ke kantor menggunakan mobil, tapi yang menyetir adalah Angela. Karena mobil ini sudah jadi miliknya.


" Hum... Mobil baru keren lagi.... Dinegara ini cuma aku yang punya.... Temen-temenku pasti iri kalau aku pakai mobil ini saat wisuda." kata Angela ngomong sendiri.


" Oh... Kamu wisudanya kapan.?" tanya Wilda.


" Katanya sih seminggu lagi. Kamu mau datang?" tanya balik Angela.


" Iya..." balas Wilda.


" Boleh. Tapi kamu harus traktir Aku makan siang direstoran paling mewah di kota ini terlebih dahulu.!" setuju Angela memberikan persyaratan.


" Ok deh... Aku anggap kamu ngidam.." balas Wilda.


" hehehe... Aku punya ide." pikir Angela yang ingin mengerjai Wilda dengan alasan ngidam.


Mereka sampai dikantor dan Wilda langsung menuju ke ruangannya disusul Angela.


Saat berjalan masuk ke kantor Wilda disapa oleh beberapa karyawan kantor dan ada juga yang bergosip.


" Lihat asisten baru direktur. Tiap hari berangkat dan pulang bareng. Jangan-jangan berhubungan gelap dengan direktur..." salah satu gosip yang didengar Angela. Angela tidak marah dan mengabadikannya karena itu benar adanya..


Wilda hanya mengambil proposal yang sudah dikumpulkan tadi pagi dan membawanya bertemu klien.


Angela juga membawa laptopnya untuk proposal yang dibuatnya kemarin tapi belum sempat di print.

__ADS_1


______________________@$____________________


__ADS_2