SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
38


__ADS_3

Pagi dini hari.


" Bangun Will..." kata Angela mengguncang tubuh Wilda.


" Will...." kata Angela mengguncang keras.


" Apaan sih......?" balas Wilda.


" Bangun dong.... Aku laper..." kata Angela.


" Ya masak sendiri kan bisa... Kamu kan perempuan...." ujar Wilda.


" Tapi aku pengen makan sate yang ada di depan apartemen...." ujar Angela.


" Hah. Kamu sedang ngelindur ya...? Ini kita lagi di kampung looo." kata Wilda.


" Tapi... Aku pengen Wil... Ini anak kamu yang minta.... Kalau aku mana mungkin minta sate...!" ujar Angela.


" Hahhh.... Ini anak... Ya sudah. Aku bakarin bentar.... Kayaknya dikulkas masih ada daging...." kata Wilda.


" Tapi... Apakah rasanya bisa sama seperti didepan Apartemen.?" tanya Angela meragukan.


" Mungkin lebih enak...!" ujar Wilda sombong.


" Ya udah cepetan....!" perintah Angela.


" Kamu nggak ikutan.?" Tanya Wilda.


" Nggak. Aku tunggu sambil tidur saja...!" balas Angela.


" Yakin.? Aku bakal bakar diluar loo...." kata Wilda.


" Ya udah deh. Aku ikut..." kata Angela.


Wilda keluar kamar dan segera mengeluarkan Alat pemanggangnya ke luar rumah.

__ADS_1


Sambil menunggu bara apinya panas, Wilda membuat bumbu dan Angela hanya melihatnya sambil memandangi langit malam.


" Nih. Pakai selimut.... Dingin soalnya..." kata Wilda menyerahkan selimut ke Angela.


" Um. Terima kasih." ucap Angela.


Setelah selesai membuat bumbu, Wilda segera membakar daging ayam yang sudah di tusukan ke tusuk sate yang ada didapur.


Aroma sate yang khas membangunkan Isti, Ardo, dan Ardi untuk keluar dari rumah.


" Lagi bakar sate kak.?" tanya Ardi dan Isti bersama.


" Iya. Kak Angela pengen makan sate...." jawab Wilda yang asyik mengibaskan kipas.


" Boleh minta kak.?" tanya Ardi.


" Boleh. Tapi tusuk sendiri. Dikulkas masih ada daging.... Kemarin kak Angela udah belanja banyak...!" ujar Wilda.


" Baiklah kak.!" kata Ardi segera menarik saudaranya Ardo untuk membantunya menyiapkan daging.


" Baiklah kak.!" jawab Isti ikut masuk ke selimutnya Angela.


Angela sangat bahagia karena bisa merasakan perhatian yang Wilda tunjukan.


" Nih. Udah ada yang matang... Hati-hati masih panas. mau makan pakai nasi.?" tanya Wilda.


" Nggak usah." jawab Angela.


" Oh..." paham Wilda dan melanjutkan membakar Satenya karena masih banyak sate yang belum dibakar.


Setiap Sate yang sudah matang, Wilda segera memberinya ke Angela dan sesekali memakannya sendiri.


Ardi dan Ardo juga sudah selesai menduduki dagingnya dan tinggal membakarnya saja.


Karena diluar berisik, Orang tuanya Wilda ikut terbangun.

__ADS_1


" Kalian lagi bakar-bakar kok nggak ngajak bapak sama ibu.?" tanya Ibunya.


" Mau Bu....?" tanya Angela menyodorkan piring yang berisi sate yang sudah matang.


" Wah... Terima kasih... Ayo makan pak.!" kata Ibunya Wilda menerima piringnya dan membaginya dengan Suaminya.


" Kok bakar sate tengah malam Wil.?" tanya Ibunya sambil menikmati sate.


" Angela pengen makan sate Bu..." ujar Wilda.


" Lagi ngidam ya La...?" tanya Ibunya Wilda.


" Iya Bu. Tiba-tiba pengen makan sate." jawab Angela.


" umm..." paham Ibunya Wilda menggigit daging.


" Dapat tusuk sate dari mana Wil.?" tanya Ibunya.


" Dari dapur Bu." jawab Wilda.


" Ohh..." Angguk Ibunya.


Mereka makan sate hingga Satenya habis dan Wilda memerintahkan kedua adiknya untuk memberesi alatnya.


" Sudahkan.?" tanya Wilda Angela.


" Sudah.... Terima kasih..." ucap Angela memeluk Wilda saat diranjang.


" Um..." balas Wilda.


Mereka kembali melanjutkan tidur karena sudah capek dan kenyang.


Bersambung....!!!!!!!!


______________________________@$

__ADS_1


__ADS_2