SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
16


__ADS_3

Saat Angela memapah Wilda masuk kedalam kos, Wilda sengaja pura-pura sempoyongan dan dengan sengaja meremas dada Angela.


" Ahhhhh...Brengsek.! Tanganmu minta dipotong ya....?" teriak Angela marah.


" hehehe... Bakpanya lembut banget mbak.?" tawa Wilda.


" Brengsek,genit.! Beraninya meremas dadaku.!! Masih bilang bakpao lagi.... Aku kerjain kamu....." Kata Angela geram.


Angela langsung membawa Wilda kekamar mandi untuk di siram biar cepet sadar.


BYURRR.. suara benturan air.


" Ah... Kamu juga ikutan mandi...dong.." balas Wilda menyiram balik Angela sehingga membuat pakaian Angela basah kuyup dan membuat dada Angela transparan.


" Ah..Sialan. Pasti kamu sengajakan.? Cepet bangun..!!" kata Angela menjewer kuping Wilda.


" Huh.. Kenapa orang ini lebih merepotkan dari pada gua ya...?" bingung Angela.


" Hehehe... Dada.. besar.." tawa Wilda mulai meremas dada Angela lagi karena tidak tahan melihat dada Angela yang begitu montok dan transparan.


" Ahhhh... Dasar genit... masih ngambil kesempatan lagi....!" kesal Angela karena lagi-lagi Wilda meremas dadanya.


Karena sudah tidak tahan lagi, Wilda mengangkat tubuh Angela dan membawanya ke ranjang.


" Ah... Ka..Kamu.. kamu mau ngapain...?" takut Angela saat Wilda melepaskan pakaiannya satu persatu.


" Tentu saja melakukan hubungan suami istri sayang..." genit Wilda mulai meremas dan menggigit dada Angela.


" Ah... Lepasin nggak..! Dasar brengsek.********. Aahhhh" desah Angela membuat Wilda jadi bersemangat.


Wilda melanjutkan aksinya dan Angela hanya bisa menangis karena tidak bisa melawan Wilda yang tenaganya kuat.


Wilda bermain sampai membuat Angela lemas.


Selesai itu Wilda memakaikan baju untuk Angela yang masih menangis karena dipaksa Wilda.


" Ayo pakai baju dulu..." kata Wilda yang sudah mengambilkan baju untuk Angela.


Angela hanya bisa menurut karena tidak ada daya lagi buat ngomong maupun melawan.


Selesai memakaikan Angela baju Wilda menyelimuti Angela.

__ADS_1


" Aku buatkan makan malam dulu ya..." kata Wilda sambil mengusap air mata Angela.


" huhuhu.... Bagaimana ini.... Masa beneran aku harus menikah sama Wilda dan jadi istrinya.?" pikir Angela.


Karena terlalu capek Angela tertidur.


" Bangun yuk..... Makan malam dulu." bisik Wilda lembut ditelinga Angela.


" Uh.... emmmm.." Gumam Angela membuka matanya.


" Ayo duduk. Minum dulu.! Biar nggak seret." ucap Wilda.


Tiara kembali menangis lagi karena perbuatan Wilda yang memaksanya tadi.


" Udah dong.... Jangan nangis lagi..." ucap Wilda sambil mengusap air mata Angela.


" Huhuhu.. Kamu jaha!!! Brengsek.Bajinga. huawaaaa" tangis keras Angela memukul-mukul Wilda.


" Maaf. Aku....Udah nggak bisa nahan tadi...." kata Wilda menunduk.


" Maaf.? Nggak bisa nahan.? Huhuhu...." tangis Angela.


"huhuh Siapa yang mau cepat-cepat menikahimu.....? Kamu saja nggak jelas begini. Pekerjaan nggak ada.! Kamu mau..... Ah.. " kata Angela tersedu-sedu.


" Aku... Umm... Aku bisa jadi.... Tentara lagi kok...." Ujar Wilda ragu.


" Hah.? Tentara.? Kamu mau jadi tentara.? Ngaco' kamu ya...!" heran Angela.


" Ummm... Aku... sebenarnya punya rahasia yang nggak bisa aku ceritain pada siapapun. Umm.... Rencananya aku mau cerita sama kamu setelah menikah." kata Wilda memberi tahu.


" Tuh... masih punya rahasia segala... Masih mau jadi suami orang.... Siapa yang mau...." kesal Angela.


" Makanya kamu tenang dulu.... Lagian aku udah ceritain yang separuh ke kamu... yang soal aku bertemu dengan kakek dan nenek di hutan itu kemarin malam. Kamu inget nggak.?" tanya Wilda.


" Inget..." jawab Angela mengusap air matanya dan serius mendengar cerita Wilda.


Wilda duduk diranjang disamping Angela sambil menyuapi Angela makan.


" Umm.... Kamu denger baik-baik ya... Dan jangan bilang pada siapapun termasuk orang tuamu.!" perintah Wilda.


" Um... baiklah. Aku nggak bakal menceritakan ke orang tuaku dan pada siapapun." setuju Angela karena sangat penasaran.

__ADS_1


" Huh... Baiklah. Aku bakal melanjutkan cerita kemarin setelah aku pulang kerumah setelah tersesat dihutan.


Setelah aku pulang kerumah dan membuat heboh satu kampung. Aku melanjutkan sekolah seperti anak-anak lainya, Tapi setelah sekolah aku tidak pergi bermain bersama anak-anak lainya. Aku pergi ke hutan untuk diam-diam melatih ilmu yang ada dibuku.


Aku sekolah dan mempelajari ilmu yang ada dibuku yang dikasih Kakek sampai kelas tiga SMP.


Setelah ujian kelulusan SMP aku pamit ke orang tuaku untuk berlatih dan mencari Kakek dan nenek yang pernah nolong aku...


Orang tuaku setuju. Karena mereka tahu, Aku bisa jaga diriku sendiri...


Setelah berjalan menyusuri hutan selama seminggu Aku bertemu oleh seseorang yang aku anggap mayat." kata Wilda menceritakan dan membuat Angela takut. Saat melihat Angela takut Wilda menaruh piringnya di atas meja dan memeluk Angela supaya tidak takut lagi.


" Sudah. Nggak usah takut. Mau aku lanjutin nggak.?" tanya Wilda.


" Lanjutin...." kata Angela mulai tenang saat dipelukan Wilda.


" Baiklah. Seseorang yang aku kira mayat itu... ternyata adalah seorang tentara yang sedang terluka. Ada beberapa bagian tubuhnya yang tertembak. Aku langsung menolongnya dan membawanya bersembunyi ditempat yang aman terlebih dahulu.


Aku mengeluarkan pelurunya mengikuti seperti apa yang tercatat didalam buku yang dikasih Kakek dulu.


Setelah aku mengeluarkan pelurunya... Aku merobek bajunya dan mengikat luka-lukanya agar darahnya tidak mengalir terus. Saat mengikat lukanya pria itu terbangun. Aku langsung ketakutan dan dia mengungkapkan terima kasih padaku...


Saat mengobrol dengan tentara itu. Aku mendengar suara hentakan kaki dari kejauhan. Aku langsung memberi tahukan pada Tentara itu. Dia menyuruhku untuk bersembunyi dan dia mengeluarkan sebuah pisau dan pistolnya.


Saat para musuhnya itu sampai tentara itu langsung melawannya. Karena aku tidak bisa melihatnya bertarung sendirian aku ikut membantunya melawan para penjajah itu..." kata Wilda.


" Memangnya sekarang masih ada penjajah.?" tanya Angela sedikit meragukan.


" Ada..lah.. Kalian para rakyat nggak bakal tahu... Mungkin saat ini masih ada yang berperang di perbatasan. Mereka mempertaruhkan nyawanya dan meninggalkan keluarganya karena mereka ingin melindungi negara... agar tidak terjadi perang besar." kata Wilda menjelaskan.


" Ohhh... terus kamu jadi tentaranya jalan.?" tanya Angela.


" Oh... Kalau soal itu... Setelah aku melawan para tentara musuh. Tentara yang aku tolong tadi sangat kagum. Dan membawaku ke kantor pusat kemiliteran rahasia. Saat pertama kali masuk ke tempat itu... Aku sedikit takut karena semua orang di sana tidak masuk akal. Ada orang yang latihan tahan ditembak, Ada juga yang menahan panas saat dirinya dibakar... Pokoknya menakutkan deh.... Kamu mau... aku ajak kamu melihat kantor itu....?" tawar Wilda.


" Ummm..... Nanti saja..." kata Angela sedikit takut.


" Huh.... Tentara tadi itu merupakan salah satu panglima.... yang turun langsung ke Medan perang. Tapi karena adanya mata-mata yang ada di pasukannya, Semua pasukannya terbunuh dan tersisa dirinya saja.


Dia memperkenalkanku pada semua petinggi dikantor itu... Dia menceritakan apa yang dialaminya pada petinggi disana. Karena ada yang tidak percaya, mereka ingin mengetes ku lewat pertarungan. Karena tentara yang aku tolong tadi sangat percaya padaku dia menyuruh petarung terbaik di kantor itu buat melawanku. Semua petinggi itu kaget, Mereka semakin tidak percaya. Setelah petarung terhebat itu datang. Aku langsung menendang Tutik lemah dikakinya sehingga membuat kedua kakinya lumpuh untuk sementara. " Kata Wilda membuat Angela takut...


______________________@$_____________________

__ADS_1


__ADS_2