SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
9


__ADS_3

Wilda mengajak Angela untuk makan siang menjelang sore di Restoran yang ditunjukan Angela.


" Ini Restoran yang kamu maksud.?" tanya Wilda memiliki firasat kalau dia bakal dirampok sama calon istrinya.


" Iya... bos disini teman kamu juga...?" tanya Angela.


" Nggak. Tapi apa nggak terlalu mewah.? Kalau aku nggak sanggup bayar gimana.?" tanya Wilda.


" Ya..Aku nggak mau tau. Pokoknya aku mau makan siang disini.! Kalau nggak aku nggak mau makan lagi..." rengek Angela layaknya anak kecil.


" Kamu terbiasa dimanja papa kamu ya...? merengek kayak anak kecil tau nggak.!" ejek Arja.


" Biarin... Ayo cepetan masuk... Nanti keburu sore..." kata Angela.


" Baiklah.." balas Wilda.


Saat menunggu pesanan Wilda mengechat Ziko.


" Kamu kenal bos restoran di jalan SSR nggak.?" chat Wilda pada Ziko.


Karena Ziko adalah seorang hacker dia tidak akan lepas dari komputernya.


" Kenal bos. dia jendral Arca teman kita saat perang di negara M." balas Ziko langsung.


" Oh... Aku kasih nomornya dong. Aku lagi di restorannya." pesan Wilda lagi.


" Ok bos. nih. J. Arca No. **********" Balas Ziko mencantumkan kontak Jendral Arca.


" Terima kasih. Oh ya, besok ada reuni kecil-kecilan di restorannya Aido. Kamu ajak teman-teman sekalian." balas Wilda.


" Yang benar bos.? Ya sudah. besok kita berangkat bareng setelah aku ngantar mobil ya bos..." chat Xiko semangat.


" Kamu sendiri saja. Reuninya siang. Kamu antar mobilnya pagi harus sudah ada dikos ku." balas Wilda.


" Yah.... baiklah bos." kecewa Ziko.


" Kamu ngapain sih, ngelihatin handphone muluu.?." tanya Angela curiga.


" Enggak ada apa-apa. Tadi aku nanya sama temenku katanya restoran ini milik kenalannya." jawab Wilda.


" Jadi kamu mau ngerjain aku lagi...?" tanya Angela mulai marah karena rencanannya gagal lagi.


" Enggaklah. Kamu pesan saja... Aku mau menghubungi kenalannya yang kebetulan juga rekanku dulu saat bekerja." jawab Wilda.


" Kamu jangan bercanda ya... Kamu itu kan buruh pabrik masa kamu punya kenalan dan rekan kerja yang mempunyai restoran semewah ini...?" Kata Angela tidak percaya.


" Kalau nggak percaya ya sudah." kesal Wilda karena lagi-lagi direndahkan.


" Jendral Arca apa kabar. Saya Wil'R yang dulu perang dinegara M." chat Wilda.


Kebetulan Jendral Arca sedang berkunjung direstoran yang sama dengan Wilda.


" Oh... Wil'R saya kabar baik. Kamu dimana.? kok ngilang selama hampir lima tahun.?" tanya Jendral Arca.


" Saya kuliah jendral. Saya menghubungi jendral ingin ketemu sama jendral di restoran jendral yang ada di jalan SSR Sekarang saya ada disini...." balas Wilda langsung ke pointnya.


" Baiklah. Kebetulan saya juga disini... Kamu harus jelasin kenapa kamu ngilang.." balas ke jendral Arca langsung keluar ruangannya dan mencari sosok Wilda.


" Wil'R.!!" seru Jendral Arca saat melihat Wilda.

__ADS_1


Wilda langsung menghampirinya.


" Jendral Arca saya mohon panggil saya wilda, dan rahasiain soal masa lalu saya. Besok ada reuni kecil-kecilan di restoran jalan xxr. Besok saya bakal jelasin, untuk hari ini mohon jendral Arca untuk merahasiakan masa lalu saya." bisik Wilda.


" Baiklah. Kamu bersama siapa.?" tanya Jendral Arca yang melihat Wilda bersama seorang perempuan.


" nih... Aku perkenalkan, ini Angela calon istri saya. Angela ini jendral Arca mantan rekan saya saat bekerja dulu... Dia... dulu kabur karena dijodohkan dengan orang tuanya dan aku bertemu jendral Arca saat pulang kuliah malam.." kata Wilda menjelaskan.


" Siapa yang calon istri kamu?" kesal Angela.


" What.?" bingung jendral Arca sekaligus kaget.


" Panjang ceritanya. Besok saja aku ceritain." kata Wilda.


" Angela tadi pesan makanan banyak saya mau jendral Arca pura-pura mentraktir saya... nanti saya bayar saat tidak bersama Angela. Saat ini saya sedang pura-pura miskin didepannya." bisik Wilda pada jendral Arca. dan mendapat anggukan dari jendral Arca.


" Ah... nona Angela boleh memesan apa saja. Saya yang traktir, Dulu saat bekerja bersama... Wilda saya sudah banyak berhutang padannya. um... itung-itung balas budi..." kata Jendral Arca.


" Tuhkan... kamu mau ngerjain aku lagi... Aku males ah.. aku nggak mau makan lagi..." kesal Angela karena lagi-lagi gagal mengerjai Wilda.


" Siapa yang mau mengerjai kamu.? Jendral Arca kan bermaksud baik ingin mentraktir kita. Tuh pesananmu sudah datang..." ujar Wilda bingung dengan sikap Angela.


" Kamu makan saja. Aku nggak nafsu makan lagi..." kata Angela bete.


" Kamu maunya gimana sih...?" tanya Wilda.


" Aku maunya kamu yang bayar..." balas Angela tanpa menoleh ke Wilda.


" Berapa jumlah pesananya jendral.?" tanya Wilda mengeluarkan handphonenya untuk mentransfer uang ke akun jendral Arca.


" Pelayan..?" kata Jendral Arca memanggil anak buahnya karena dia tidak tahu harganya.


" Kamu... Kasih bon pesanan untuk tuan ini, dia ingin membayarnya.


" baiklah tuan. mohon ditunggu sebentar." kata Pelayan itu pergi mengambil bonnya.


" Ini tuan...." kata Pelayan itu menyerahkan bonnya.


" Buset... mahal amat. Beneran nih...?" tanya Wilda sambil mengisyaratkan pada Jendral Arca.


" Benar ko Wil. Ini itu bahanya impor." balas Jendral Arca ikut berakting.


" Wah... uang kos gua bulan depan hangus ini..." kata Wilda lagi.


" Gimana kalau Wil..da tinggal di apartemen ku dulu..." kata Jendral Arca menawarkan.


" Boleh sih... Kamu mau nggak la.? kita pindah ke apartemennya jendral Arca.?" tanya Wilda.


" Enggak mau. Cepetan bayar, baru nanti aku makan." kata Angela.


" Iya.iya. nih mbak! scan saja.." kata Wilda menyerahkan ponselnya.


" Baiklah tuan. Sudah tuan. terima kasih sudah makan direstoran kami..." kata Pelayan itu.


" Kalau begitu saya pamit dulu, masih harus melayani pelanggan yang lain." pamit pelayan itu.


" Baiklah." jawab Wilda dan jendral Arca.


" Baiklah. Saya tidak mau mengganggu kalian makan, Besok kita bertemu lagi ya... Kamu harus jelaskan...." kata Jendral Arca kembali ke kantornya.

__ADS_1


" Baiklah. Besok siang ya..." kata Wilda mengingatkan.


" Besok siang kamu mau kemana.?" tanys Angela yang sudah mulai melahap makanan siangnya.


" Ada reuni dengan teman kerjaku yang dulu..." jawab Wilda.


" Huh... Aku mau ikutan. Akh penasaran sama teman-teman kamu..." kata Angela.


" enggak boleh. Kamu besok mulai bekerja dan lembur dikantor untuk menggantikan waktu kamu hari ini..." bantah Wilda.


" Memangnya kamu siapa ngatur-ngatur aku.?" bentak Angela.


" Kamu lupa kalau papamu sudah menitipkan kamu ke aku. Memangnya papamu nggak bilang kalau aku akan mendidikmu." balas Wilda.


" Huh... Baiklah. Terserah kamu saja." pasrah Angela mengingat perkataan Papanya.


" Ya sudah lanjutkan makannya." kata Wilda menyuruh Angela untuk melanjutkan makannya.


" Enggak mau. Aku udah nggak nafsu makan. Kamu saja yang menghabiskan." kata Angela yang marah pada Wilda.


" Makan.! Kalau nggak aku paksa Lo..." ancam Wilda.


" Ee Iya.iya. Aku makan." nurut Angela karena tidak mau disuapi paksa sama Wilda.


Selesai makan siang Wilda dan Angela kembali ke kantor.


Wilda bergegas masuk ruangan asisten Willy untuk melihat proges yang sudah di dikerjakan oleh asisten Willy tadi.


" bagaimana asisten Willy.? Apakah sudah selesai.?" tanya Wilda begitu masuk keruangan asisten Willy.


" Tinggal sedikit lagi tuan. Saya sedang bingung untuk memecahkan masalah ini..." Kata Asisten Willy yang tidak bisa apa-apa lagi.


" Oh yang ini asisten Willy tinggal..............." sahut Angela yang ikut melihat.


" Ternyata kamu pintar juga ya... nggak nyaka anak manja kayak kamu bisa nyelesain masalah seperti ini." puji Wilda.


" Tentu dong.... aku kan udah bilang." bangga Angela.


" Oh.. kalau begitu aku bisa tenang meninggalkan pekerjaan besok buat kamu..." kata Wilda senang.


" pufss. Enggak. Mana rasa tanggung jawabmu sebagai seorang pria. Ya kali meninggalkan pekerjaan dan menyuruh perempuan yang mengerjakan." Ejek Angela membalas hinaan Wilda yang selama ini mengejek Angela kalau Angela manja.


" Hah.? Kamu kan Asisten aku...! Kamu nggak sadar kalau sekarang kamu adalah bawahanku.?" tanya Wilda.


" Hakh... Kamu..kamu.. benar-benar tega.... masa kamu nyuruh aku ngerjain pekerjaan kamu...? aku sedang hamil Lo...." kata Angela.


" Iya.Iya. aku cuma bercanda. Lagian aku juga nggak percaya sama kamu......" kata Wilda sambil mengelus kepala Angela.


" Ehm... tuan masalahnya sudah selesai. nanti saya kirim laporannya ke tuan..." tegur Asisten Willy karena dijadikan obat nyamuk.


" Eh. baiklah kalau begitu saya balik keruangan saya. " pamit Wilda pada asisten Willy.


"Kalau kamu ingin main diluar silahkan saja." kata Wilda pada Angela.


" Enggak. Aku mau disini saja.!" kata Angela karena dia tidak memiliki uang sama sekali dan hidupnya bergantung pada Wilda.


" Kenapa.? Nggak punya duit.?" tanya Wilda bingung membuat Angela malu.


______________________@$_____________________

__ADS_1


__ADS_2