
Pagi dini hari.
" Will.. Bangun...!!" ucap Angela.
" Um... apa sih...?" balas Wilda yang masih menutup matanya.
" Bangun dong... Aku laper nih...!!" ujar Angela menggoncang tubuh Wilda. ( bayangkan saja saat kalian dibangunkan istri, atau ibu kalian yaa...)
" Kan bisa masak sendiri didapur....!" ujar Wilda. ( harusnya perempuan normal kalau lapar ya.... tinggal masak saja... bener gak.?😋)
" Aku pengen makan bakwan buatan ibu kamu..!!" ujar Angela lagi.
" Haaizz emangnya kamu nggak bisa masak bakwan sendiri.? Kan kamu pernah bantuin ibuku masak...!" tanya Wilda.
" Tadi aku udah coba masak... tapi nggak seenak buatan ibu kamu...!" kata Angela lagi mulai kesal.
" Tapi ibuku kan sudah balik ke kampung...!" ujar Wilda duduk di kasur.
" Pokoknya aku pengen bakwan buatan ibu kamu...!!" teriak Angela.
" Huuff. Ya udah, aku coba buatkan dulu deh... siapa tahu rasanya sama...!" kata Wilda yang merasa kalau Angela sedang ngidam.
" Humph... cepetan...!!" ujar Angela yang tidak sabar.
" Iya. iya.!" kata Wilda memakai bajunya karena semalam ia berhubungan dengan Angela.
setelah cuci muka ditoilet, Wilda segera menuju dapur diikuti Angela dari belakang.
__
" Nih..!! Cobain dulu..!!" ujar Wilda menyodorkan bakwan yang sudah matang.
__ADS_1
Angela langsung mencicipinya, dan siapa sangka ternyata rasanya sama seperti buatan ibu mertuanya.
" Lagi..!!" pinta Angela karena Wilda tadi cuma menyerahkan satu sebagai sampel.
" Oke.!" balas Wilda akhirnya tenang karena Angela menyukai bakwan buatannya.( kan repot kalau mesti pulang kampung menyusul ibunya cuma buat makan bakwan.)😆😆😆
Setelah kenyang, Angela kembali tidur dikamar sambil memeluk Wilda dengan erat yang dianggap guling danWilda hanya membiarkannya.
Pagi hari.
" Apa.?!! Kok bisa papa sakit.?" teriak Angela sambil memegang HP ditelinganya.
Wilda otomatis terkaget bangun karena mendengar teriakan Angela.
" Kenapa yank.? Ada apa.?" tanya Wilda.
" Ini..!! Papa tiba-tiba pingsan kemarin.!" ujar Angela menutup telponya.
" Kita harus kembali sekarang Wil...!!" tangis Angela.
" Um. Baiklah.!" Angguk Wilda segera turun dari ranjang dan menelpon Ziko untuk menyiapkan kendaraan buat kembali ke kediaman mertuanya segera.
" Kamu tenang saja... mungkin papa kamu kecapekan saja..." ujar Wilda yang nggak mau melihat Angela sedih.
" Ayo cepet Wil.!!" ujar Angela.
" Baiklah. Kita langsung turun saja...!" kata Wilda yang sudah berpakaian dan membawa koper yang sudah di kemas Angela kemarin.
...
Tak butuh waktu lama untuk tiba di kediaman Wijaya karena di kediamannya ada helipad diatasnya yang sengaja dibuat oleh Arya.
__ADS_1
" Papa masih belum bangun.?" tanya Angela pada asisten Willy yang sudah menunggunya.
" sudah nona, sekarang tuan sedang sarapan disuapi oleh nyonya dikamar.!" jawab Asisten Willy sambil menunduk.
Angela segera berjalan menuju ke kamar orang tuanya dengan menggandeng tangan Wilda.
" Papa.!!" teriak Angela begitu masuk ke kamar orang tuanya sambil berlari tapi tertahan oleh Wilda.
" Pelan-pelan saja kenapa sih. Kamu kan sedang hamil...!!" ujar Wilda.
Angela tidak menjawabnya dan lanjut berjalan biasa memeluk papanya yang ada di atas ranjang.
" Papa kok bisa sakit.?" tanya Angela.
" Papa cuma kecapekan saja...!" balas Papanya yang tidak mau membuat Angela khawatir.
" benar nona muda. tuan hanya kecapekan dan kurang tidur saja." imbuh dokter meyakinkan Angela.
" Papa kan udah tua harusnya banyak istirahat. terus jangan lembur..." kata Angela menasehati ayahnya.
" Iya... Sayang... maafin Papa." balas Papanya sambil mengelus kepala Angela.
" Sayang. Sarapan dulu yuk.! Kamu tadi belum sarapan loo..." ujar Wilda yang sedang membawa piring dan siap menyuapi Angela.
" Kamu itu lagi hamil La. harusnya tidak telat sarapannya. kan kasihan janin yang ada di perutmu. ikut kelaparan." oceh Mamanya memarahi Angela.
" Tadi pagi udah sarapan kok Ma.." bantah Angela.
" Iya. tapi kan tadi jam satu pagi. sekarang harus sarapan lagi...." ujar Wilda.
" Kan yang penting udah pagi..." bantah lagi Angela.
__ADS_1