SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
6


__ADS_3

Malam hari.


Wilda datang kerumahnya Angela setelah makan malam.


Wilda mendapatkan alamat rumah Angela dari asisten Willy.


Saat masuk kedalam rumah yang besar itu, Wilda sudah ditunggu dimeja makan oleh keluarga Angela.


" malam pak. Bu...." sapa Wilda sopan.


" malam. duduk.!" balas Arya.


" Katanya Angela tadi kamu mau kesini. Ada apa.?" tanya Arya.


" Angela minta saya buat ngebatalin perjanjian antara kita pak. Dia bilang tidak mau menikah sama saya karena saya miskin tidak punya apa-apa." terus terang Wilda menatap ke arah Angela.


" Oh...... Saya tahu kalau kamu dari keluarga yang tidak mampu... dan saya mohon maaf karena putri saya sudah menghina kamu.... Tapi untuk pembatalan perjanjian ini saya nggak setuju. Tunggu setelah sebulan, kalau kamu bisa nyelesain persyaratan saya, nanti baru pikirin lagi...." kata Arya.


" nggak bisa dong pa.... nanti gimana Angela ketemu teman-teman Angela.? masa Angela rela menikah dengan buruh pabrik." kata Angela menolak.


" Diam.... inj semua juga gara-gara teman kamu.... ngajak minum-minum. kamu mau jadi apa.? Gadi rusak.? Pokoknya sebulan ini kamu nggak boleh keluar." bentak papanya yang kecewa dengan tingkah laku anaknya.


" Jadi papa mau ngurung aku.?" tanya Angela mulai menangis.


" Iya. ini hukuman buat kamu.... Harusnya Papa dari awal nggak manjain kamu.!" kata papanya yang sudah marah.


" Huuhu Papa udah nggak sayang sama aku lagi... aku benci papa." teriak Angela menangis dan berlari ke kamarnya.


" Huh.... mama tenangin Angela dulu !" perintah Arya pada istrinya.


" baiklah." jawab istrinya itu.


" Wilda..... Maaf ya... Sebenarnya saya merasa bersalah sama kamu karena gara-gara Putri saya kamu jadi kayak gini.... Tadi setelah saya cek dengan jelas, sebenarnya anak saya saat itu anak saya pesta ngerayain habis ujian. Tapi di dibius dan dibawa ke hotel. Untung dia berhasil kabur dan berlari ke kos kamu... dan untuk yang orang yang mebiusnya adalah sahabatnya sendiri. Dan prianya teman sekelasnya." kata Arya meminta maaf pada Wilda dan mejelaskan seluruh kejadianya.


" nggak papa Pak. lagian saya juga salah. Gara-gara saya mabuk saat itu sehingga saya hanya pasrah di paksa Putri anda.." balas Wilda.


" terima kasih Wilda.." kata Arya merasa disindir karena tidak bisa merawat anak.


" oh ya Pak. yang mencelakai Angela siapa orangnya.?" tanya Wilda yang ingin membalas dendam karena sudah melibatkannya dalam banyak masalah.


" Kamu nggak usah nanya lagi... mereka sudah nggak ada." kata Arya yang sudah menyuruh orang untuk membunuh dua orang yang dimaksud.

__ADS_1


" maksudnya.?" tanya Wilda Pura-pura nggak mengerti.


" mereka sudah mati. Yang pria mati karena dipukuli anak buah saya. sedangkan yang perempuan bunuh diri karena habis diperkosa oleh anak buah saya." jawab Arya menjelaskan.


" bapak ini kejam sekali ya...." kata Wilda terus terang.


" Siapa suruh berniat menjahati anak saya...." kata Arya.


" Oh ya... Anak saya kan baru lulus kuliah. Gimana kalau saya titip anak saya kekamu. biar bisa bantu kamu dikantor. sekaligus saya ingin kamu jagain dia....!" kata Arya yang merasa putrinya akan belajar banyak dari Wilda.


" Oh.. kalau itu sih saya nggak keberatan. Tapi..... apa dia mau pak.? kalau dari sifatnya sih dia nggak bakalan mau." tanya Wilda meragukan Angela.


" Saya akan paksa dia. Jujur saja saya sebagai papa merasa gagal dalam mendidiknya. Tadi siang asisten Willy melapor pada saya kalau kamu ingin mendidiknya. Jadi saya mohon sama kamu untuk bantu saya mendidik Putri saya. Lagian kamu juga yang bakal jadi suaminya." kata Arya merasa malu.


"Oh.... baiklah kalau begitu." setuju Wilda.


" Kalau begitu Saya pamit pulang dulu pak." kata Wilda berpamitan.


" Oh.... baiklah." jawab Arya.


Wilda langsung pulang ke kosnya karena sudah terlalu capek dan pengen istirahat.


" Woi... buka pintunya.." teriak seorang perempuan.


Wilda kaget sekaligus takut kalau ada perempuan mabuk datang ke kosnya lagi.


" Siapa.?" tanya Wilda.


" ini gua..." jawab perempuan itu.


" eh... kok kayak nggak asing ya..." pikir Wilda mulai tenang, Diapun membukakan pintu dan melihat seorang perempuan yang malas dia lihat.


" Minggir gua mau masuk.." perintah Angela.


" Woi woi... siapa yang ijinin Lo masuk. Lo mabuk lagi... ya.?" curiga Wilda karena dia trauma.


" Enggak lah. Udah..minggir.! gua ngantuk mau tidur." Kata Angela menyingkirkan tangan Wilda yang menghalangi jalan.


" Eh... Lo jangan masuk ke kos gua.... lagian kenapa Lo bawa koper segala.?" tanya Wilda bingung.


" Ini semua gara-gara Lo... Lo buat perjanjian apa lagi sama papa ku.?" jawab Angela balik bertanya pada Wilda.

__ADS_1


" Aku nggak ada perjanjian sama papa kamu. Cuma Papa kamu pesen sama aku buat jagain kamu saat bekerja dikantor." Balas Wilda.


" Yang bener.? Terus Kenapa papa aku nyuruh aku tinggal sama kamu....?" tanya Angela lagi.


" HAH.? Kamu serius.?" kaget Wilda tidak percaya.


" Serius lah... Aku udah semalaman nggak tidur gara-gara dipaksa untuk pindah ke kos kamu..." Balas Angela mengingat kejadian setelah Wilda pulang.


Flashback on.


" Sudah. Nggak perlu nangis lagi... mungkin ini sudah takdir kamu..." kata Arya saat masuk kekamar Angela.


" Papa ngapain sih belain dia... Dia kan cuma laki-laki miskin. Masa papa mau ngelihat Putri papa menikah dengan laki-laki miskin.? Mau ditaruh dimana muka Angela pa..huhhh.?" tangis Angela.


" Terus.....? Kamu nggak mikirin muka papa mau ditaruh dimana.? mikir dong. Kamu udah hamil hampir dua bulan. Dan kamu belum menikah.... Kamu nggak mikirin perasaan papa.? Papa merasa gagal dalam mendidik anak.." balas Papanya meluapkan seluruh emosinya.


" Tapi pa...." bantah Angela.


" Sudah.! Tadi Papa udah diskusikan sama Wilda. mulai hari ini kamu bakal ikut dia untuk bekerja dikantor cabang dan tinggal bersamanya." kata Papanya.


" APA.!" kaget Angela dan Mamanya.


" Papa kalau becanda jangan kelewatan dong..." kata Angela tidak percaya.


" Iya pa. Masa kamu nyuruh Angela tinggal bersama cowok yang bukan suaminya.!" kata mamanya menolak.


" Pokoknya kamu harus tinggal bersama Wilda dan belajar darinya. Papa sudah menyelidiki latar belakangnya. Dia pintar, mandir, bahkan Dia kuliah sambil menyekolahkan tiga adiknya dikampung. Dia juga tanggung jawab orangnya." kata Arya.


" Tapi pa... kalau Angela tinggal bersama dengan Wilda dikos sempit itu... gimana nasib Angela pa..." bantah Angela.


" Papa nggak mau tau. Kamu pokoknya harus nurut. Mama juga gak boleh ngelarang. Angela sudah terlalu dimanja. Papa sebagai orang tua susah merasa gagal. Kamu mendingan tinggal bersama Wilda, mungkin kamu bisa belajar dari dia agar bisa membanggakan orang tuamu.. Kamu cuma tinggal di sana selama sebulan jadi tenang saja " jelas papanya.


Angela hanya bisa nurut dan mulai mengemasi pakaian dan barang-barangnya.


Setelah selesai berkemas dia berpamitan dengan kefua orang tuanya dan keluar rumah diantar oleh supir papanya.


flashback off.


.


______________________@$_____________________

__ADS_1


__ADS_2