SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
8


__ADS_3

Setelah menelpon Wilda searching diinternet dan mencari tahu apa itu macaron. Setelah mencari tahu Wilda akhirnya mengetahui apa itu macaron.


" Oh.. ternyata kue seperti bakpao ya..." pikir Wilda. Dia mencari toko roti terdekat dan membeli beberapa macaron untuk Angela. Saat melihat harganya Wilda kaget, karena harganya berkali-kali lipat dengan bakpao.


Setelah membeli macaron Wilda membeli minuman dan kembali ke kantor.


Saat masuk ke ruangannya dia melihat Angela sudah tertidur. Karena tidak tega membangunkannya Wilda membiarkannya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


___


Angela dibangunkan Wilda karena sudah siang.


" Bangun...!" ucap Wilda menggoncang tubuh Angela.


" Ada apa sih...?" kesal Angela.


" Sudah siang. Kamu nggak makan siang.?" tanya Wilda.


" Macaronmu juga belum kamu makan tuh.." ujar Wilda lagi.


" Kamu makan saja. Aku udah nggak pengen. Aku cuci muka dulu, setelah itu ajak aku makan direstoran.." ujar Angela.


Wilda hanya bisa memendam emosi karena dia tahu bahwa Angela sedang hamil, dan biasanya saat sedang hamil wanita akan meminta macam-macam (ngidam).


" Sudah.?" tanya Wilda segera menghabiskan macaronnya.


" Sudah.! Ayo... Aku udah lapar nih..." balas Angela sambil memegangi perutnya.


" Iya... Aoo." kata Wilda sambil mengunyah Macaronnya.


Mereka berjalan keluar bersama.


" eh lihat. itu direktur baru kita kan.? nggak nyangka dia seperti direktur kita yang lama.." bisik resepsionis pada rekannya.


Wilda yang mendengarnya hanya mengabaikannya dan terus berjalan keluar.


" Kita kemana.?" tanya Wilda yang tidak tahu harus ke restoran mana.


" Di pojok jalan sana sepertinya ada restoran. Kita kesana saja..." ujar Angela.


" Baiklah." jawab Wilda.


Wilda mengangkat Angela keatas motor dan Memasangkan helmnya.


Setelah itu dia langsung menjalankan motornya ke restoran yang dimaksud Angela.


Karena dekat mereka akhirnya sampai.


Saat melihat Restorannya Wilda sudah memiliki perasaan tidak enak.


" hehehe... gara-gara kamu aku diusir sama papaku dan kartu ATM ku disita. Biar aku kerjai kamu..." pikir Angela licik.


" Hem... dilihat dari wajahnya seharusnya dia sengaja.! hehehe... aku bakal kerjai balik kamu...." pikir Wilda yang tahu kalau restoran itu milik temannya saat masih jadi tentara bayaran.


" Ayo masuk.." Ajak Angela setelah turun dari motor.


" Baiklah." jawab Wilda.


Angela berjalan masuk duluan diikuti Wilda dari belakang.

__ADS_1


" Kamu pesan dulu ya... aku mau ke toilet sebentar..." ujar Wilda.


" Baiklah." Setuju Angela. " hehe pas banget. Aku bakal pesan sebanyak mungkin." pikir Angela.


Wilda ke toilet dan menghubungi temannya.


" Halo Ai." kata Wilda setelah telponya terhubung.


" Ini siapa ya.. kok tau nama rahasiaku.?" takut temannya yang bernama Aido.


" Ini gua Wil'R" jawab Wilda menyebutkan nama rahasianya saat jadi tentara bayaran.


" EH.? Bos.? Apa kabar bos.? kamu sekarang dimana bos.?" tanya Aido bertubi-tubi.


" Nanti kita ketemu saja... Besok kita ketemu di Restoran kamu yang dijalan xxr. Aku disini sekarang sama perempuan." ujar Wilda.


" Bos kamu sudah punya pacar.?" tanya Aido tidak percaya.


" Bukan pacar. Besok aku ceritain. Aku sudah mengabari Ziko tadi..." ujar Wilda yang malas menjelaskan lewat telpon.


" Baiklah bos. Nanti aku bakal Ajak teman-teman lainya." kata Aido semangat.


" Iya.. Oh ya. Aku ada di Restoranmu nih... Kamu tolong hubungi anak buahmu dong buat ketemu sama aku ditoilet restoran." Ujar Wilda.


" Memangnya ingin apa bos.? bukannya bos udah ada cewek ya..? kok butuh Manager disana.? Walaupun manager direstoran itu cantik tapi bos harus setia sama cewek bos." kata Aido menceramahi Wilda.


" Kamu jangan salah paham. Hah.. Ya sudah cari sendiri saja." kata Wilda.


" Baiklah Bos. Aku nanti bakal telpon manager disana buat nemuin bos nanti.!" Balas Aido.


" Baiklah. ingat namaku sekarang Wilda." kata Wilda.


Wilda keluar dari toilet dan kembali duduk bersama Angela.


" Kok lama banget.? Aku kira kamu kabur.!" ujar Angela.


" enggak lah. Ini kenapa kamu pesan banyak banget.? Kamu bisa menghabiskan semua memangnya.?" kaget Wilda saat melihat meja yang sesak dengan piring.


" Bisa lah." jawab Angela.


Wilda hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memanggil pelayan.


" kamu mau apa.? kamu nggak sanggup bayar.?" tanya Angela


" Sangguplah." jawab Wilda.


Saat selesai berbicara Wilda kaget saat menoleh untuk mencari pelayan.


" Ahk.. Kamu siapa.? bikin kaget saja.?" teriak Wilda kaget.


" Apakah anda tuan Wilda.?" Tanya perempuan yang memakai setelan jas dan rok mini itu.


" I..iya.. saya Wilda." jawab Wilda yang fokus melihat belahan dada manager itu.


" Matamu kondisikan. hudungmu mimisan tuh.." Tegur Angela yang tiba-tiba kesal sendiri.


" Ah... Saya Fifi saya manager direstoran sini. Bos saya bilang saya disuruh menemui Anda.!" jawab manager itu yang. bernama Fifi.


" Oh manager Fifi." paham Wilda.

__ADS_1


" Saya minta tolong kamu untuk membuat peraturan disini kalau makanan harus dihabiskan sampai tidak tersisa dengan Alasan Ultah restoran dan semua makanan dihabiskan. Nanti saya bakal bilang sama bosmu." bisik Wilda pada manger Fifi.


" Eeee baiklah tuan." Angguk Fifi.


" Semuanya untuk merayakan Ultah Restoran untuk semua makanan yang dipesan kita akan menggratiskan semuanya. Tapi harus dihabiskan sampai tidak tersisa." Teriak manager Fifi membuat semua Orang berteriak.


" YEE.... TERIMA KASIH BOS...." teriak semua orang kecuali Angela karena dia sudah memesan banyak makanan.


" Terima kasih atas traktirannya manager." kata Wilda dengan senang.


" Umm.... Angela kamu cepetan makan gih... mumpung gratis." kata Wilda tersenyum.


" Ka..kamu juga makan dong..." Balas Angela kesal karena dia tahu kalau itu perbuatan Wilda. Tapi dia tidak menyangka kalau Wilda bisa mengenal bos restoran ini.


" Aku udah kenyang makan Macaron tadi... Jadi nggak bisa makan lagi... Ayo dimakan.. Sayang loo... makanan gratis dibuang sia-sia." ujar Wilda menyuapi Angela.


" Umm... Kamu sengaja kan Wil.? Kamu yang rencanain semua ini.?" tanya Angela curiga.


" mana ada.? kan manager Fifi sudah bilang kalau hari ini adalah hari Ultah restoran." balas Wilda lanjut menyuapi Angela.


" Enggak. Aku udah nggak mau makan lagi.... Aku juga sudah kenyang." kata Angela setelah menelan makanannya.


" Loh.. kamu nggak denger peraturannya.? kamu harus menghabiskan makanannya sampai tidak tersisa." kata Wilda sambil tersenyum licik sambil menyuapi Angela paksa.


" Aku udah nggak mau makan. Masa Setelah kamu bisikin manager itu langsung mengumumkan kalau hari ini hari Ultah restoran dan membuat peraturan seperti itu..?" kata Angela menolak untuk disuapi Wilda.


" Aku kan cuma Laki-laki miskin. Aku mana bisa menyuruh manager untuk membuat peraturan itu. Ayo makan! aku mau cepet-cepet balik ke kantor soalnya." kata Wilda terus memaksa menyuapi Angela.


" um... Stop Wil. Aku udah nggak mau makan lagi...." bentak Angela.


" Haizzz... Kamu mencoba mengerjaiku kan.? Aku kasih tau.. papamu saja tidak berani sama aku... apa lagi kamu yang gadis manja berotak sempit...." bisik Wilda membuat Angela merinding.


" Jadi... jadi benar ini rencana kamu..?" tanya Angela.


" Tentu dong. Restoran ini punya temen aku." jawab Wilda menyombongkan dirinya.


" Humph.... aku udah nggak mau makan lagi. Kita balik kekantor saja..." kata Angela kesal karena dipermainkan oleh Wilda.


" enggak kamu harus makan. Kalau nggak makan nanti gimana janin yang ada di perutmu..." kata Wilda.


" Aku nggak mau. Kita ganti restoran yang bukan punya teman kamu saja..." kata Angela.


" Haizz... Baiklah. Tapi pesan secukupnya. Jangan pesan seperti ini lagi... kan sayang kalau makanan dibuang-buang seperti ini..." setuju Wilda.


" Baiklah..." balas Angela setuju dengan permintaan Wilda.


" humph Lo pikir gua bakal maafin Lo.. setelah Lo mempermalukan gua..?" pikir Angela yang sudah memiliki rencana jahat.


" Manager Fifi... tolong makanan ini bungkus dan bagikan ke Anak jalanan!!. Soal pembayarannya saya bakal ngomong sama Bos kamu..." perintah Wilda.


" Baiklah tuan." paham manager Fifi.


" Sudah. Ayo kita cari restoran disekitar sini...." ajak Arja menarik tangan Angela.


" Lepasin. Aku bisa jalan sendiri." kata Angela berusaha melepas gandengan Wilda.


" Oh Baiklah...."


______________________@$_____________________

__ADS_1


__ADS_2