
" Angela.!" singkat Angela dengan sombong.
" Emm.." canggung Caca.
" Siapa Wil.?" teriak ibunya dari dalam.
" Caca Bu." balas Wilda yang tahu kalau Caca sangat akrab dengan Ibunya.
" Eh. Caca yang sering kesini dulu.?" tanya Ibunya berjalan keluar.
" Iya." jawab Wilda.
" Wah... Beneran Caca.! Kamu kok nggak pernah main kesini.?" kata Ibunya Wilda bersalaman dengan Caca.
" Hehehe maaf Bu." jawab Caca.
" Masuk.masuk." ajak Ibunya Wilda.
" hum." angguk Wilda.
" Istinya mana.?" tanya Angela pada Wilda.
" Eh. Belum keluar.?" tanya Wilda.
Saat mengecek ke mobil, teryata Isti ketiduran.
" Ketiduran dia... Aku angkat kedalam.." ujar Wilda.
__ADS_1
" Aku ikut." kata Angela mengikuti Wilda dari belakang.
Ibunya Wilda mengobrol dengan Caca didepan TV.
" Wil. Jujur sama aku. Apa maksud kamu bawa teman kamu kesini.?" selidik Angela.
" Aku nggak ada maksud apa-apa. Tadi Isti mengajak makan direstoran, dan kebetulan Caca Bekerja direstoran yang diinginkan Isti. Setelah makan siang bersama, dia pengen ikut kesini untuk bertemu dengan Ibuku..." jujur Wilda.
" Terus. Kenapa kamu menyetujuinya.?" tanya Angela semakin curiga.
" Yah.... Dia dulu sering membantuku saat SMP, dan dulu dia juga sering main ke rumahku untuk membantuku mengerjakan tugas sekolah." jawab Wilda.
" Humm... Beneran.? Kok Aku lihat Dia suka padamu.?" ujar Angela.
" Oh... Itu sudah biasa. Kamu nggak tau kalau Suamimu itu orang yang luar biasa dan menjadi pria incaran diseluruh dunia.!" ujar Wilda dengan sombongnya.
" Hehehe.... Tenang saja. Aku nggak bakal mencari wanita lain...!" ucap Wilda mengelus kepala Angela.
" Awas kalau kamu sampai ada Wanita lain.! Aku bakal potong alatmu....!" ancam Angela.
" Oke-oke. Aku janji...." ujar Wilda.
Wilda keluar dari kamar dan menemani Caca mengobrol. Sedangkan Angela membantu Ibunya Wilda didapur.
" Kamu ketemu sama istrimu dimana Wil.?" tanya Caca penasaran.
" Umm... Dijalan. Saat itu aku menyelamatkannya dari seseorang." jawab Wilda.
__ADS_1
" Oh. Terus. Dia kok mau sama kamu.?" tanya Caca lagi.
" Oh soal itu, Dia kagum denganku saat aku membantunya. Dia bilang aku adalah laki-laki sejati, berani mengambil seluruh rintangan untuk menyelamatkannya. Terus saat aku hendak joging pagi tiba-tiba aku diculik dan disuruh oleh Papanya untuk menikahinya.!" ujar Wilda jujur.( ditambahi bumbu pedas/kebohongan hehe)
" Kamu yakin.?" kata Caca meragukan Wilda.
" Kalau nggak percaya tanya sendiri padanya. Sayang.... Sini dong.!" ujar Wilda memanggil Angela.
" Huftt. Ada apa.?" tanya Tiara judes.
" Kamu ini... judes amat. Ini, Sahabatku bertanya, Kamu kok bisa jatuh cinta padaku.?" ujar Wilda tanpa ragu.
" Buset.... um... Tentu saja karena Wilda pria yang luar biasa. Walaupun dia sedikit ********.... Dia tetap Pria idaman..." ujar Angela setelah melihat isyarat dari Wilda.
" Oh...um... Jadi itu alasannya. Oh ya. Kamu kan dari keluarga kaya. Emangnya nggak malu kalau sama Wilda.!" tanya lagi Caca.
" Eh. Kamu nggak... um... Justru itu. Karena aku kaya, aku nggak butuh cowok kaya lagi..." ujar Angela setelah melihat isyarat Wilda lagi.
" Wah... Aku kirain, para nona muda bakal malu kalau mempunyai pasangan dari kalangan rendah..." ujar Caca sedikit tidak percaya.
" Um... Ya sudah deh. Aku pamit pulang dulu. Aku ada kelas sore ini..." pamit Caca.
" Oh. Kamu masih kuliah.?" tanya Wilda.
" um.. Udah semester enam." angguk Caca.
" Oh. Mau ku antar...?" tawar Wilda.
__ADS_1
" Emangnya boleh.?" tanya Caca memandangi Angela.