SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
35


__ADS_3

" Angela.!" singkat Angela dengan sombong.


" Emm.." canggung Caca.


" Siapa Wil.?" teriak ibunya dari dalam.


" Caca Bu." balas Wilda yang tahu kalau Caca sangat akrab dengan Ibunya.


" Eh. Caca yang sering kesini dulu.?" tanya Ibunya berjalan keluar.


" Iya." jawab Wilda.


" Wah... Beneran Caca.! Kamu kok nggak pernah main kesini.?" kata Ibunya Wilda bersalaman dengan Caca.


" Hehehe maaf Bu." jawab Caca.


" Masuk.masuk." ajak Ibunya Wilda.


" hum." angguk Wilda.


" Istinya mana.?" tanya Angela pada Wilda.


" Eh. Belum keluar.?" tanya Wilda.


Saat mengecek ke mobil, teryata Isti ketiduran.


" Ketiduran dia... Aku angkat kedalam.." ujar Wilda.

__ADS_1


" Aku ikut." kata Angela mengikuti Wilda dari belakang.


Ibunya Wilda mengobrol dengan Caca didepan TV.


" Wil. Jujur sama aku. Apa maksud kamu bawa teman kamu kesini.?" selidik Angela.


" Aku nggak ada maksud apa-apa. Tadi Isti mengajak makan direstoran, dan kebetulan Caca Bekerja direstoran yang diinginkan Isti. Setelah makan siang bersama, dia pengen ikut kesini untuk bertemu dengan Ibuku..." jujur Wilda.


" Terus. Kenapa kamu menyetujuinya.?" tanya Angela semakin curiga.


" Yah.... Dia dulu sering membantuku saat SMP, dan dulu dia juga sering main ke rumahku untuk membantuku mengerjakan tugas sekolah." jawab Wilda.


" Humm... Beneran.? Kok Aku lihat Dia suka padamu.?" ujar Angela.


" Oh... Itu sudah biasa. Kamu nggak tau kalau Suamimu itu orang yang luar biasa dan menjadi pria incaran diseluruh dunia.!" ujar Wilda dengan sombongnya.


" Hehehe.... Tenang saja. Aku nggak bakal mencari wanita lain...!" ucap Wilda mengelus kepala Angela.


" Awas kalau kamu sampai ada Wanita lain.! Aku bakal potong alatmu....!" ancam Angela.


" Oke-oke. Aku janji...." ujar Wilda.


Wilda keluar dari kamar dan menemani Caca mengobrol. Sedangkan Angela membantu Ibunya Wilda didapur.


" Kamu ketemu sama istrimu dimana Wil.?" tanya Caca penasaran.


" Umm... Dijalan. Saat itu aku menyelamatkannya dari seseorang." jawab Wilda.

__ADS_1


" Oh. Terus. Dia kok mau sama kamu.?" tanya Caca lagi.


" Oh soal itu, Dia kagum denganku saat aku membantunya. Dia bilang aku adalah laki-laki sejati, berani mengambil seluruh rintangan untuk menyelamatkannya. Terus saat aku hendak joging pagi tiba-tiba aku diculik dan disuruh oleh Papanya untuk menikahinya.!" ujar Wilda jujur.( ditambahi bumbu pedas/kebohongan hehe)


" Kamu yakin.?" kata Caca meragukan Wilda.


" Kalau nggak percaya tanya sendiri padanya. Sayang.... Sini dong.!" ujar Wilda memanggil Angela.


" Huftt. Ada apa.?" tanya Tiara judes.


" Kamu ini... judes amat. Ini, Sahabatku bertanya, Kamu kok bisa jatuh cinta padaku.?" ujar Wilda tanpa ragu.


" Buset.... um... Tentu saja karena Wilda pria yang luar biasa. Walaupun dia sedikit ********.... Dia tetap Pria idaman..." ujar Angela setelah melihat isyarat dari Wilda.


" Oh...um... Jadi itu alasannya. Oh ya. Kamu kan dari keluarga kaya. Emangnya nggak malu kalau sama Wilda.!" tanya lagi Caca.


" Eh. Kamu nggak... um... Justru itu. Karena aku kaya, aku nggak butuh cowok kaya lagi..." ujar Angela setelah melihat isyarat Wilda lagi.


" Wah... Aku kirain, para nona muda bakal malu kalau mempunyai pasangan dari kalangan rendah..." ujar Caca sedikit tidak percaya.


" Um... Ya sudah deh. Aku pamit pulang dulu. Aku ada kelas sore ini..." pamit Caca.


" Oh. Kamu masih kuliah.?" tanya Wilda.


" um.. Udah semester enam." angguk Caca.


" Oh. Mau ku antar...?" tawar Wilda.

__ADS_1


" Emangnya boleh.?" tanya Caca memandangi Angela.


__ADS_2