
Setelah makan siang Angela belajar menanak nasi di bantu Wilda.
Setelah bisa menanak nasi Angela disuruh Wilda untuk tidur siang.
***
Hari wisuda Angela.
Pagi hari Wilda sudah memakai setelan jas putih dan tengah menunggu Angela yang masih di dandani penata rias yang dikirim mamanya tadi.
" Ayo Wil.!" kata Angela keluar dari kamarnya diikuti penata rias.
" Wah... Nggak sia-sia nunggu lama...!" balas Wilda saat melihat Angela yang sangat cantik.
" Apaan sih..? Ayo cepetan.!" ujar Angela malu.
" Baiklah. Kita kerumah kamu dulu atau langsung ke kampusmu.?" tanya Wilda.
" Langsung ke kampus lah... Kamu mau apa ke rumahku.?" tanya Angela.
" Enggak jemput orang tuamu dulu.?" tanya Wilda lagi.
" Nggak. Mereka udah duluan." balas Angela berjalan keluar kamar.
" Oh.. Baiklah kalau begitu." paham Wilda mengikuti Angela.
Arja mengemudikan mobil menuju ke Kampus Angela.
Setelah sampai di tempat parkir kampus mereka turun dari mobil dan menuju ke tempat acara.
Wilda dan Angela langsung menghampiri papa-mamanya Angela yang tengah berbincang dengan pak rektor universitas.
" Papa...Mama... Pak Rektor." Sapa Angela.
" Eh... kamu sudah datang.?" balas mamanya.
" Iya." Angguk Angela.
" Ini siapa Angela.?" tanya pak Rektor penasaran saat melihat Wilda.
" Um..." bingung Angela.
" Oh... Pak Rektor. Perkenalkan nama saya Wilda. Saya... Calon suaminya Angela." kata Wilda berjabat tangan dan sedikit memberikan kode pada Pak Rektor yang kebetulan Wilda mengenalnya.
" Ah... Halo nak Wilda. APA.?!! Calon suami.?" kaget pak Rektor terkejut.
" Ah... Hehehe.. Maaf. Saya kaget karena terlalu senang...hehe.." kata Pak Rektor itu pada kedua orang tua Angela.
" Nggak papa kok pak Rektor." jawab Wilda melepaskan jabat tangannya.
" Iya. Pak Rektor saya juga kaget saat anak putri saya akan menikah." imbuh Arya.
" Hehehe... Ya sudah. Saya tinggal dulu. Oh ya nak Angela, Nanti... Kamu naik ke atas panggung ya..." kata pak Rektor memberitahu.
" Uh.. Ada apa ya pak?" bingung Angela.
" Kamu kan lulusan terbaik tahun ini..." jawab Pak Rektor.
" Yang benar.?" Kaget Wilda dan Angela bersamaan.
" Iya. Tadi bapak sudah memberitahukan kepada papa dan mamamu." kata pak Rektor menyakinkan.
__ADS_1
" Ya sudah. Saya tinggal dulu ya...." pamit pak Rektor dan pergi.
" Baiklah ayo duduk.!" ajak Arya.
" Baiklah." jawab Wilda.
Setelah selesai Acara wisudanya, Wilda mengajak Angela pulang agar bisa beristirahat.
Sesampainya di Apartemen Angela langsung membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
" Capek ya..?" tanya Wilda.
" Iya..." Jawab Angela.
" Mau aku pijitin.?" tawar Wilda.
" Umm... Boleh deh." setuju Angela yang pernah merasakan pikiran Wilda sebelumnya.
" Tapi... Kamu ganti baju dulu deh. Nggak enak kali mijitnya Makai kebaya dan jas begini.." kata Wilda yang mulai melepas jasnya dan berjalan ke kamarnya.
" Huh..Oke." setuju Angela yang tidak betah memakai kebaya yang ketat.
Selesai mandi dan berganti pakaian Wilda memijit Angela.
Setelah memijit Angela Wilda mengajak Angela makan siang di luar.
" Kamu mau makan dimana.?" tanya Wilda.
" Umm.... Terserah kamu deh.!" balas Angela.
" Baiklah. Kita makan di Mall saja. Sekalian aku traktir kamu belanja. Anggap saja hadiah dariku karena kamu menjadi lulusan terbaik." Kata Wilda.
" Halahh... Paling-paling kayak Minggu lalu..." balas Angela yang sebelumnya minta kalung ke Wilda tapi tidak di kasih.
" Kalau sekarang kamu mau minta apa saja deh. Yang penting hanya satu barang.!" kata Wilda lagi.
" Tuh kan. Cuma satu..." jengkel Angela.
" Kan aku sudah bilang apa saja. Yang penting satu barang.!" jawab Wilda.
" Kalau begitu aku mau satu Mall.!" kata Angela sambil menatap keluar jendela mobil.
" Boleh. Cuma Mallnya kan.?" Setuju Wilda dengan permintaan Angela.
" Buat apa kalau Mallnya doang.?" tanya Angela cemberut.
" Kan aku sudah bilang satu barang. Kalau satu Mall seisinya itu namanya nggak satu barang dong..." balas Wilda.
" Ya sudah. Oke. Nanti aku bakal pilih satu barang. Kamu jangan nyesel ya..." kata Angela yang malas berdebat dengan Wilda dan dia juga kepikiran ingin meminta kembali kalung Minggu lalu.
" Iya." singkat Wilda memarkirkan mobilnya diparkiran Mall yang pernah dikunjunginya Minggu lalu.
Setelah masuk ke Mall Wilda langsung mengajak Angela untuk makan direstoran yang ada didalam Mall itu.( yang pastinya tempatnya hanya untuk VIP).
" Kamu tungguin pesanannya dulu ya... Aku mau ke toilet sebentar.!" kata Wilda.
" Mau menghubungi teman kamu lagi.?" tanya Angela yang sudah hafal dengan sifat Wilda.
" Hehehe... Iya. Aku ada janji dengan Ziko soalnya..!" jujur Wilda.
" Disini saja...!!" perintah Angela yang nggak mau Wilda merahasiakan sesuatu dibelakangnya.
__ADS_1
" Ini soal pekerjaan... Lebih baik kamu nggak dengar.." balas Wilda.
" DiiSini..!!." kata Angela menekan ucapannya.
" Huhhu Baiklah.!" jawab Wilda menuruti Angela.
" Halo Zik." kata Wilda begitu telponya tersambung.
" Halo bos. Ada apa bos.?" tanya Ziko.
" Tugas kemarin yang aku kasih sudah siap belum.?" tanya Wilda.
" Oh... Yang mana bos.?" tanya Ziko bingung.
" Haih..." desah Wilda.
Karena tidak mau ketahuan oleh Angela, Wilda mengetik pesan kepada Ziko.
Wilda : " Yang aku suruh kamu buat nyiapin orang untuk membantuku melamar Angela. Aku lagi sama Angela di Mall."
" Oh sudah bos. Kemaren orangnya sudah aku siapkan.!" balas Ziko lewat telpon setelah membaca pesan Wilda.
" Baiklah. Laksanakan hari ini..." balas Wilda.
Ziko : " Langsungkan di Mall bos.?"
Tanya Ziko memastikan lewat pesan.
" Iya." balas Wilda setelah membaca pesan Ziko.
" Baiklah bos. Bos tunggu saja dua jam lagi..." balas Ziko.
" oke." paham Wilda menutup telponya.
" Apa.?" tanya Wilda yang melihat tatapan tajam dari Angela.
" Kok masih dirahasiain.?" kesal Angela.
" Itu misi... Nanti kalau sudah selesai aku bakal kasih tau kamu..." balas Wilda mengelus kepala Angela.
plak " Humph..." kesal Angela menampar tangan Wilda.
Karena pesanannya sudah datang mereka menikmati makan siangnya dan setelah selesai Wilda membayar makananya Angela langsung mengajak Wilda untuk ke toko perhiasan.
Saat sampai ditoko perhiasan Angela tidak menemukan kalung yang diincarnya.
" Kalung yang seharga 20 juta dolar kema ya mas.?" tanya Angela pada penjaga toko.
" Sudah di beli seseorang mbak." jawab Petugas itu.
" Haahh. Siapa yang membelinya.?" bingung Angela sekaligus tidak percaya.
" Nama pembelinya harus merahasiakan namanya mbak.!" balas penjaga itu.
" Yah... Kalungnya cuma satu mas.?" tanya Angela yang kepengen banget dengan kalung yang dilihatnya Minggu lalu.
" Nggak ada mbak. Soalnya kalung itu hanya ada satu di dunia. Dan toko ini dapatnya pun harus memesan dari Inggris." kata penjaga toko menerangkan.
" Humm... Ya udah deh mas. " Kecewa Angela keluar dari toko perhiasan diikut Wilda.
" Sudah. Buat apa sedih begitu. Cuma kalung saja... " kata Wilda menyemangati Angela.
__ADS_1
MAAF YA JARANG UPDATE SOALNYA LAGI "PTS" JADI HARUS FOKUS BELAJAR.
______________________@$_____________________