
HAPPY READING :)
.
.
.
Pagi hari tepat pukul 07.00, Mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan. Sekarang adalah hari pertama dimana mereka akan memulai penelitian. Mereka semua bersarapan dengan diselingi candaan.
" Kalian sudah siap untuk penelitian nanti?" tanya Sarah.
" Sudah Bun, do'akan kami ya semoga bisa cepat selesai." jawab Zafran mewakili ketiga temannya dan yang lain hanya mengangguk.
" Baiklah, Do'a Bunda akan mengiringi kalian." ucap Sarah dengan tersenyum.
Seusai obrolan tadi mereka semua melanjutkan sarapan. Setelah selesai sarapan mereka bergegas berangkat ke lokasi penelitian karena mereka sudah hampir telat sampai tadi di miscall oleh teman yang sudah ada disana. Mereka semua berpamitan ke Sarah untuk berangkat ke lokasi penelitian.
" Ok Bun, kami berangkat dulu ya." ucap Zafran kepada Bunda nya.
" Iya tante kami berangkat ya." kor ketiga teman Zafran bersama.
" Oh iya Bun, mungkin setelah tiga hari ini kami akan kesini lagi." kata Zafran.
" Hm, itu harus, setelah selesai penelitian itu kalian harus ke rumah lagi, dan menginap satu minggu disini." kekeh Sarah.
" Insyaallah Bun/Tante, hahaha." tawa mereka.
Sarah ikut tertawa karena melihat mereka yang sangat lucu dan manis, wekkk, haha.
" Assalamu'alaikum Bun/Tante."
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam, hati-hati ya Nak." ucap Sarah kepada mereka.
Lalu mereka salaman bergantian ke Sarah, disaat giliran Aisyah yang bersalaman tiba-tiba langsung memeluk Sarah. Sarah yang merasakan itu tersentak kaget, lalu membalas pelukan Aisyah lembut dengan tersenyum.
Aisyah melepas pelukan nya dan tersenyum ke arah Sarah, dia meminta maaf karena tiba-tiba saja dia memeluk, dan hanya di jawab dengan senyuman dan anggukan dari Sarah. Lalu Sarah mengusap pucuk kepala dan mencubit pipi Aisyah gemas.
Setelah berpamitan mereka langsung memasuki mobil dan berangkat.
" Dasar gadis yang menggemaskan." kekeh Sarah dengan pelan.
********************
Di lain tempat sepasang suami istri sedang memikirkan putrinya yang jauh dari mereka.
" Pah, Ais gimana ya disana? Apakah dia baik-baik saja? Apa jangan-jangan dia bertemu dengan wanita itu?" ucap Dilara dengan deretan pertanyaan yang tidak masuk akal.
" Entah Papa pun tidak tahu. Papa juga mencemaskan hal yang sama, tapi berhenti lah membicarakan wanita itu aku tidak suka, toh kalau mereka bertemu juga tidak akan tahu satu sama lain." jawab Shah kepada istrinya.
" Tapi kan Mama tetap akan sangat mengkhawatirkan itu."
Dilara hanya diam mendengar perkataan suaminya.
" Ya sudah ayo kita berangkat, sudah terlambat ini." ajak Shah kepada istrinya.
" Iya." jawab Dilara singkat.
Lalu mereka langsung bergegas berangkat ke kantor.
~*~
"POV Dinda eh bukan ding ini hanya pendapat Dinda."
__ADS_1
Kehh. Apa yang dipikirkan mereka? Selama ini juga tidak pernah memikirkan sedikit pun tentang putrinya, sangat aneh orang tua ini. Disaat dekat tidak di perhatikan dan sekarang jauh kenapa bersikap seperti peduli, hadehhh. Eh lebih tepatnya bukan peduli sih tapi melainkan hanya kecemasan yang menakutkan diri mereka akan ke salahan di masa lampau.
Lah kok jadi aku yang sensi. Ok gaes maaf ya, soalnya agak kesel sama mereka berdua, ya sudah kita lanjut ke ceritanya yups, wkwkwkwk.
****************
Setelah mereka sampai di lokasi penelitian, mereka langsung bergabung bersama teman-teman yang sudah berkumpul. Mereka meminta maaf karena terlambat lantaran tadi jalanan juga lumayan macet. Lalu mereka semua (Mahasiswa/wi) mendapat pengarahan tambahan untuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penelitian tersebut.
Setelah mendapat pengarahan mereka semua langsung bergegas mengerjakan penelitian tersebut dengan berkelompok. Nah kebetulan Aisyah dan Zafran tidak dalam satu kelompok jadi membuat Kintha sangat senang, ya walaupun dia juga tidak satu kelompok dengan Zafran, tapi ya yang penting Aisyah dan Zafran tidak satu kelompok.
Kintha tersenyum sendiri saat memikirkan Zafran dan Aisyah tidak bersama. Hasan yang melihat itu jadi penasaran.
" Heh! Lo kenapa dah." tanya Hasan heran.
" Eh, tidak apa-apa, lagi senang saja gue." jawab Kintha.
" Dasar aneh Lo, kemaren murung sekarang senyam-senyum gak jelas, gila Lo yah?"
" Apaan sih Lo, suka-suka gue lah, mau murung mau senyum sendiri, itu urusan gue bukan Lo." sebal Kintha.
" Mending chek deh kesehatan Lo, takutnya beneran gila, hahahha." ucap Hasan dan langsung pergi dari hadapan Kintha, takutnya kena gibeng kan jadi runyem.
" Woyy, dasar makhluk spesies cacing." teriak Kintha mengupat.
Hasan yang mendengar itu tidak peduli. Lalu Zafran yang melihat itu berjalan menghampiri Kintha.
" Sudah jangan pedulikan godaannya, dia kan emang seperti itu. Ayo cepat kamu kerjakan penelitian itu." kata Zafran kepada Kintha.
Kintha hanya mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan Zafran. Aisyah yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, betapa anehnya hubungan persahabatan antara Zafran dan kedua temannya itu.
~£££~
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21