Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Fix END!


__ADS_3

Hi, Guys!


Selamat dipenghujung cerita. Maaf jika semua story ini absurd. Dan mungkin kalian akan bosan dengan chap satu ini. Panjang gaes gila. Capek aku nulisnya. Yaelah malah curhat. Makanya LIKE ya gaes, wkwkwk canda. Ya sudah lah. Gak usah banyak basa-basi ok. Cussss...


Happy Reading :)


.


.


.


Aku tidak tahu tuhan mengarahkan jalan hidup ku seperti apa. Disaat aku butuh seseorang untuk mendengarkan cerita ku. Tuhan mengirimkan seseorang itu kepadaku. Pria yang sangat baik dan selalu mengerti akan aku. Dia adalah orang yang selalu mengisi hari-hari ku. Disaat aku sedih dan terpuruk, ia selalu ada di samping ku. Aku selalu nyaman dengan kehadiran dia disisi ku. Sampai tidak aku bayangkan bahwa rasa nyaman itu berubah menjadi cinta. Aku tipe wanita yang tidak mudah untuk jatuh cinta. Tapi entah mengapa saat pria itu hadir dalam diriku, aku bisa merasakan getaran aneh di hatiku. Mungkin itu semua karena kebaikan dari pria itu. Dan pria itu adalah ya kalian semua sudah tahu itu. Ya benar, itu adalah Zafran.


Zafran adalah lelaki yang selalu aku harapkan untuk menjadi suami ku kelak. Aku selalu membayangkan jika nantinya akan hidup bersama dengannya. Tapi, semua itu mulai pudar saat tahu bahwa aku adalah anak dari Bundanya. Ya, ternyata aku bukan anak dari Ibu yang selama ini tinggal satu rumah denganku. Awalnya aku sangat terkejut akan itu semua. Tapi perlahan aku mulai bisa mengerti semua itu. Tapi aku sangat bahagia bahwa wanita yang selama ini aku inginkan menjadi ibu ku sendiri ternyata adalah memang ibu kandungku. Itu benar-benar hal yang sangat membahagiakan dalam hidup ku.


Aku sangat shock sewaktu tahu bahwa Zafran telah meninggalkan ku untuk selamanya. Itu benar-benar membuat hatiku sesak. Pria yang aku cintai telah tiada untuk kembali pada tuhan. Dan shock nya lagi saat aku tahu bahwa semua yang terjadi adalah karena Zafran ingin menolong nyawaku. Ia mendonorkan darah padaku hanya untuk menyelamatkan ku. Awalnya aku sangat sedih, karena diriku Zafran harus menjadi korban. Ya walaupun ia yang meminta sendiri, tapi bagiku ini semua adalah karena diriku. Bunda selalu menenangkan ku dan memberi pengertian akan hal itu. Alhasil, aku mulai menerima takdir yang tuhan berikan.


Aku senang walau Zafran dan Mama pergi. Bunda dan Papa masih ada disampingku. Awalnya aku mengira bahwa Papa dan Bunda akan memulai hubungan baru yang serius. Dan aku pribadi memang sangat menginginkan bahwa mereka mau kembali menjalin hubungan. Seperti pernikahan mungkin. Ya karena mereka masih saling mencintai jadi tidak ada salah nya mereka akan melakukan hal itu. Tapi, semua yang aku harapkan tidak terjadi. Karena, Bunda menolak ajakan Papa untuk menikah. Bunda hanya memberi alasan bahwa Bunda tidak akan mau menikah dengan Papa. Ya memang Bunda sangat mencintai Papa, tapi Bunda tidak mau untuk menjalin hubungan pernikahan, karena masih ada rasa kecewa yang mendalam dihatinya untuk Papa. Aku paham akan hal itu. Memang Papa sangat salah pada Bunda. Jadi, wajar saja jika Bunda seperti itu. Sebenarnya ya Bunda sudah memaafkan semua kesalahan Papa di masa lalu. Tapi untuk menghilangkan rasa kecewa, itu mungkin akan sulit. Tapi untungnya Papa pun menerima hal itu. Karena, Papa sadar atas semua perbuatanya sendiri.


Saat itu Bang Aashad mulai lebih mendekatiku. Aku tidak tahu apa maksud dari dia. Setelah 2 hari ia bersikap aneh. Tiba-tiba ia mengungkapkan perasaannya padaku. Ia mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku sangat terkejut saat mendengar pernyataannya. Aku tidak menyangka bahwa ia mencintaiku. Padahal aku sudah menganggap ia sebagai Kakak aku sendiri. Aku awalnya bingung harus bagaimana. Tapi, aku berusaha memberi penjelasan sehalus mungkin, agar tidak ada salah paham. Dan alhamdulillah Bang Aashad mau mengerti. Tapi ia meminta agar selalu ada disampingku dengan alasan agar selalu bisa menjaga diriku. Dan lagi-lagi aku menolak itu, dengan mengatakan bahwa aku masih bisa menjaga diriku sendiri. Alhasil, dengan upaya aku menolaknya. Bang Aashad memutuskan untuk kembali Swiss. Sebenarnya aku sedih saat Bang Aashad memutuskan itu. Tapi ya mau bagaimana lagi.


Setelah semuanya normal dan aku mulai pulih pada kaki ku. Aku meminta untuk melanjutkan study ku di Turki setelah lulus dan mendapat gelar S1. Dan dengan kebaikan Papa, ia menyetujui akan hal itu.


Singkat cerita aku dan Bunda berangkat lah ke Turki. Beberapa hari disana, aku mendapat kabar bahwa perusahaan Papa mengalami musibah. Aku sangat shock waktu itu. Apalagi saat tahu bahwa semua itu karena ulah keluarga dari Kintha. Kintha merasa dendam padaku, karena menurutnya aku lah yang menyebabkan Zafran tiada. Aku tidak habis pikir, menapa ia malah melakukan itu pada Papa? Kenapa tidak untuk mencelaikaiku saja? Aku jadi merasa bersalah pada Papa. Karena diriku Papa jadi mengalami musibah seperti ini. Awalnya aku ingin kembali saja ke Indonesia dan membatalkan study ku di Turki. Tapi Papa melarang keras untuk aku kembali ke Indonesia. Papa ingin aku menyelesaikan study ku itu. Alhasil, aku tidak bisa melawan. Selama hampir dua tahun aku belajar dan bergelud dengan tesis. Akhirnya study ku selesai juga. Aku telah sah menjadi Master / Magister.


Aku dan Bunda telah berada di Ataturk Airport, Istanbul, Turki untuk pulang ke Indonesia. Pada saat itu penerbangan kami nonstop tanpa transit. Setelah menempuh perjalanan hampir 12 jam. Akhirnya pesawat kami landing di Jakarta. Saat aku dan Bunda akan chek out dari bandara. Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak koper yang sedang aku bawa. Saat aku melihat seseorang itu, aku terkejut. Karena seseorang itu adalah Bang Aashad. Aku tidak menyangka bahwa kami berdua akan bertemu di Bandara. Yang aku tahu kan dia ada di Swiss. Dan waktu itu ia mengatakan bahwa tidak akan kembali lagi ke Indonesia. Tapi nyatanya ia berada di hadapanku. Bang Aashad pun sama terkejutnya dengan ku. Akhirnya kami berdua dan Bunda, mengobrol sembari bertanya kabar.


Singkat cerita, 2 bulan sudah aku berada di Indonesia. Aku terkejut dengan sudah adanya Bang Aashad di depan pintu rumah. Aku langsung berinisiatif untuk mempersilahkan ia masuk. Aku memanggil Bunda untuk menemani kami berdua. Bang Aashad memulai memberitahu niat yang sebenarnya datang kerumah setelah lama berbasa-basi. Aku dan Bunda terkejut saat Bang Aashad mengatakan bahwa ia ingin menjadikanku istri. Ia bahkan mengungkapkan semua perasaannya padaku, dari saat sewaktu dulu kecil sampai sekarang. Aku waktu itu bingung harus menjawab apa. Seperti yang kalian tahu. Aku sudah menganggapnya seperti Kakak ku sendiri. Kami sudah berteman lama sejak sedari kecil. Dan tiba-tiba ia melamarku. Bagaimana aku tidak terkejut akan hal itu? Aku tidak tahu bahwa ia mencintaiku sudah sedari lama. Ya memang Bang Aashad sudah mengatakan cinta padaku waktu itu. Tapi, aku tidak tahu bahwa perasaan cintanya sudah sejak lama ia rasakan, bahkan dari sewaktu kami masih kecil dulu. Aku jadi merasa tidak enak waktu aku bercerita tentang perasaanku tentang Zafran pada Bang Aashad. Pasti Bang Aashad sangat sakit bukan hatinya. Tapi kan waktu itu aku tidak tahu. Jadi, ya fine fine aja ya kan. Lalu Bang Aashad meminta izin pada Bunda untuk mempersuntingku. Bunda hanya menjawab, " Bunda serahkan semuanya pada Ais. Jika Ais memang mau hidup bersamamu. Bunda akan setuju." Itu yang Bunda katakan saat itu. Bang Aashad langsung menatapku untuk mengetahui jawaban dari ku.


" Aku tidak tahu harus menjawab apa. Abang sudah tahu perasaanku yang sebenarnya bukan? Jujur, sampai sekarang aku masih mempunyai rasa untuk Zafran. Aku takut jika nantinya akan menyakiti Abang. Moga saja Abang mengerti ini," ucapku waktu itu.


" Abang tahu, bahkan sangat tahu perasaanmu. Abang tidak memaksa jika kau harus mencintai Abang. Yang Abang ingin adalah kau menjadi istri Abang. Abang ingin menjagamu setiap waktu. Memang Abang sangat mencintaimu. Tapi, Abang tidak ingin memaksa agar kau membalas cinta Abang, walau ya Abang berharap akan hal itu. Tapi Abang tidak memaksa. Abang tahu bahwa kau menyayangi Abang kan? Tidak apa walau sayang itu hanya bentuk untuk seorang adik kepada Kakaknya. Dan dari sayang itu Abang yakin kau tidak akan pernah menyakiti Abang. Jika kau bersedia menjadi istri Abang. Abang akan langsung berhadapan dengan Om Shah.Jika kau tidak mau, Abang juga tidak akan memaksa," jelas Bang Aashad.


Jujur, aku benar-benar sangat bingung saat itu. Aku masih sangat mencintai Zafran. Tapi Aku juga menyayangi Bang Aashad. Sesaat aku berfikir. Aku tidak mungkin akan hidup sendiri selamanya. Cepat atau lambat, dengan Bang Aashad atau yang lain, aku pasti akan mengalami yang namanya menikah. Dengan mengucap bismillah, aku menerima lamaran dari Bang Aashad.


3 bulan sebelum hari H. Aku di uji kembali, tepatnya untuk hubungan ku dan Bang Aashad. Kintha kembali ke dalam hidupku. Saat itu ia hampir saja menabrakku saat aku sedang berjalan dipinggir jalan. Untungnya ada Maya yang meneriaki ku untuk menjauh dari jalanan. Jadi, alhamdulillah aku selamat. awalnya aku tidak tahu bahwa yang melakukan itu adalah Kintha. Tapi setelah Rea dan Hasan datang, Hasan mengatakan bahwa itu mobil yang akan menabrak ku adalah milik Kintha. Bahkan Hasan sempat memberhentikan mobil Kintha dan mengancam agar ia tidak lagi menganggu ku. Aku yang sudah paham akan maksud Kintha itu, aku hanya berusaha tenang dan menerima.


Aku kira Kintha akan berhenti mengganggu hidupku saat Hasan telah mengancamnya. Tapi, ternyata dugaan ku salah. Dia malah malah melakukan hal gila yang dimana ia berani menggoda Bang Aashad. Setiap hari ia meneror Bang Aashad melalui telefon atau chat. Tapi untungnya Bang Aashad sudah tahu niat Kintha yang sebenarnya. Bang Aashad berusaha untuk mengabaikan Kintha. Tapi, lama-kelamaan Kintha mulai mengancam Bang Aashad. Ia mengancam bahwa, ia akan mencelakai ku jika Bang Aashad tidak mau bersamanya. Ia mengakatan jika dirinya tidak bisa memiliki Bang Aashad, aku juga sama, tidak akan bisa mendapatkan Bang Aashad. Bang Aashad yang mendengar ancaman itu langsung emosi. Bang Aashad langsung melakukan apa yang harus ia lakukan. Bang Aashad melaporkan Kintha ke polisi dengan alasan mengancam seseorang dengan tindakan kriminal. Ternyata laporan itu diterima oleh pihak kepolisian. Dan polisi langsung menyelidikinya. Kintha berhasil ditangkap dan di sidang. Sebelum dijatuhkan hukuman. Ayah dari Kintha mendatangi kami untuk memohon agar Bang Aashad mencabut laporan itu. Awalnya Bang Aashad tidak mau. Aku yang kasihan pun membujuk Bang Aashad agar memenuhi permintaan Ayah Kintha. Bang Aashad waktu itu heran kenapa aku masih berbuat baik saat aku telah disakiti. Aku terus membujuk Abang Aashad untuk mencabut laporan itu dan alhamdulillah Bang Aashad mau melakukan itu. Bang Aashad mencabut laporannya dengan mengancam Kintha. Jika Kintha berani berbuat hal gila lagi, terkhusus padaku. Bang Aashad tidak akan segan-segan membuat hidupnya menderita seumur hidup. Dan akan berimbas pada perusahaan milik Ayah Kintha.


Singkat cerita, setelah semuanya kembali tenang. Akhirnya aku dan Bang Aashad menikah. Awal menikah aku benar-benar belum bisa mencintai Bang Aashad dan belum menunaikan kewajibanku sebagai istri seutuhnya. Aku masih saja selalu memikirkan Zafran. Aku merasa telah jahat pada suamiku sendiri. Aku meminta maaf pada Bang Aashad, dan Bang Aashad yang baik memahami semua keadaanku. Bang Aashad waktu itu berkata. Ia tidak akan menyentuh ku saat cinta belum tumbuh dihatiku untuknya. Sebenarnya aku benar-benar merasa sedih akan hal itu. Aku merasa bahwa aku adalah istri terburuk. Akhirnya aku perlahan berusaha untuk mencintainya. Dan dengan perhatian, kebaikan, serta sikapnya aku mulai jatuh cinta padanya. Empat bulan aku menikah dengannya. Dan dari empat bulan itulah aku mulai mencintainya. Aku mengatakan semua perasaanku padanya. Dan dia sudah tentu sangat bahagia. Aku yang melihatnya sangat bahagia pun terharu. Dan pada saat itu juga aku menyerahkan semua yang ada di seluruh tubuhku untuk Bang Aashad. Piiippppp, aku sensor ya. Gak baik menceritakan soal ibadah, hihihi. Dua bulan setelah itu. Aku mengalami mual-mual yang tidak wajar. Aku kira waktu itu hanya sakit biasa. Tapi saat aku mengingat tanggal bulanan ku. Aku langsung teringat bahwa aku sudah telat haid sebulan. Aku berinisiatif untuk mengechek. Saat dichek yang aku duga ternyata benar. Alat yang berbentuk pipih itu menunjukan 2 garis merah, bukan 2 garis biru ya, kalau itu mah film. Hahaha, canda. Aku langsung terkejut saat tahu bahwa aku mengandung. Aku terharu dan senang saat mengetahui itu. Aku langsung membangunkan Bang Aashad yang saat itu masih tidur. Saat Bang Aashad terbangun, aku langsung menyerahkan barang itu padanya. Ia mengerjapkan matanya tidak percaya saat pertama melihatnya. Dan detik kemudian ia langsung memelukku penuh haru dan bahagia. Kami benar-benar sangat bahagia saat itu. Kami langsung menghubungi Papa yang berada di Indonesia. Papa terdengar sangat bahagia saat mengetahui akan mempunyai cucu. Bahkan sebelum kami menghubungi Papa. Kami sempat memberi tahu Bunda dahulu. Dan Bunda tentu saja sangat senang.


9 bulan berlalu. Aku berhasil melahirkan seorang jagoan kecil yang tampan. Kami semua sangat bahagia saat melihat kelucuan si Kocik. Apakah kalian penasaran dengan nama si Kocik? Sini aku beritahu ya. Nama putraku adalah Alisher Marek Al-Zafar. Sangat unik bukan nama si Kocik. Setelah kalian tahu nama putraku. Apakah kalian ingin tahu artinya? Tapi aku tidak mau kasih tahu artinya hihihi. Jika kalian ingin tahu silahkan searching sendiri yak, wkwkwk. Yang jelas nama Marek itu adalah nama yang diberikan oleh Zafran. Dulu Zafran pernah bilang ke Bang Aashad bahwa Zafran telah menitipkan sebuah nama untuk putra kami jika memang kami berjodoh. Nah kami memang berjodoh dan benar-benar aku melahirkan seorang putra. Jadi, Bang Aashad dengan senang hati menyematkan nama itu pada putra kami.


__ADS_1


Sekarang putra kecilku sudah berumur kurang dari satu tahun. Lihat dia sangat senang sekali jika berada dalam gendongan Papanya. Umh sangat menggemaskan sekali putraku ini.


Putraku selalu mencium Papanya setiap saat ia digendong. Kadang aku suka iri jika melihat mereka. Untung mereka adalah pria yang sangat aku cintai. Jika tidak, akan aku rebut Papanya eh maaf maksudnya si Kocik sang putra tersayang ku.


Mungkin cukup sudah aku menceritakan ini semuanya. Sudah cukup kalian tahu perjalanan hidupku sampai sini. Terimakasih ya yang sudah mengikuti cerita ini. Cinta kalian semua. Ya sudah aku serahkan saja pada yang nulis ya.


" Eh tunggu dulu. Aku ingin mengakatakan sedikit sayang,"


" Apa yang ingin kau katakan?"


" Thank you all for following my wife's story. I love you so much, guys."


" What??? Love? You love someone's other than me?"


" Noo, bukan itu maksud aku sayang. Aku tetap mencintai mu sampai maut memisahkan."


" Hmzt."


" Eh, kalian berdua kenapa?"


" Lihat Bunda. Bang Aashad mencintai orang selain diriku."


" Itu tidak benar Bunda, suer."


" Ya elah Bunda. Baiklah."


" Hihihi. Hai semua. Terimakasih ya yang sudah suport story ini. Aku sayang kalian."


" Kau bicara dengan siapa, Sar?"


" Dengan yang suport story ini Shah."


" Oh harus ya bicara dengan mereka ini?"


" Iya dong. Harus."


" Baiklah. Aku ingin bicara. Ekhem. Terimakasih ya. Semoga kalian yang suport ini, rezekinya dilancarkan Aamiin."


" Aamiin."


" Sudah cukup kalian bicaranya?"


" Sudah."


Kembali ke Aisyah woyyyy.

__ADS_1


"Hargailah hidup. Hargai setiap karunia dan setiap momen dengan tidak membiarkannya terbuang sia-sia. Tidak ada ukuran nyata dari keberhasilan di dunia ini kecuali, kemampuan untuk berbagi dalam hidupmu. Jika kamu tidak menemukan jalan keluar dengan mudah, tidak perlu panik. Bahkan sebuah bencana bisa pulih dengan tiba-tiba. Kamu tidak perlu menerka-nerka segalanya. Jangan pernah melupakan darimana asal kamu dan siapa diri kamu sebenarnya. Inilah yang menjadi petunjuk kemana kamu harus bergerak ketika hidup kamu diterpa perubahan. Sebuah kompas yang tidak akan membuat kamu kehilangan arah meski saat harus menghadapi serangkaian kemalangan maupun keberuntungan. Jalani hidup dengan penuh rasa syukur. InsyaAllah itu akan selalu membuat hidup lebih bahagia. Yang membuat dirimu terus berkembang adalah tujuan-tujuan hidupmu. Jadi, jangan sia-siakan hidupmu dengan hal yang tidak penting. Fokus pada tujuan mu, agar bisa mencapai itu."


" ~SUARA HATI AISYAH!~"


End!!!



~Aisyah Zaara Tasanee~



~ArShah Jamuza~



~Sarah Tasanee~



~ Almh. Dilara Khasima~



~Alm. Zafran Mohammed~



~Aashad Al-Zafar~



~Kocik as Alisher Marek Al-Zafar~


~"-*-"~


Sebenarnya Akhir dalam cerita ini bukan seperti ini. Tapi sungguh aku sangat tidak mampu lagi untuk melakukan kehaluan ini semua. Menulis bukan lah keahlianku. Aku menulis hanya karena ingin tahu seperti apa rasanya berimajinasi untuk menciptakan sebuah karya tulis. Dan itu semua ternyata tidak mudah. Untuk kalian para penulis yang mampir disini dan membaca ini, aku ucapkan KALIAN HEBAT! Teruslah berimajinasi dengan kemampuan yang kalian bisa. Biarkan saja aku menikmati keimajinasian kalian. Sukses untuk kita semua. SPIRIT!


Terimakasih semua yang telah suport dalam story yang tidak jelas ini. Maaf jika banyak salah kata. Aku tidak bisa berkata lebih banyak lagi. Intinya aku sangat berterimakasih.


Salam Cinta dariku:


DindaM❤


Thank You💞

__ADS_1


__ADS_2