Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Siapa?


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Seharian Shah mencoba mencari keberadaan Sarah. Seluruh kota Jakarta Pusat ia kelilingi, tapi hasilnya nihil. Setelah lelah ia mencari Sarah, akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantor nya. Saat ia memasuki kantor tiba-tiba.


" Pak ArShah." Panggil resepsionis menghentikan langkah Shah.


" Ya ada apa?"


" Maaf Pak, tadi ada seseorang yang mencari Bapak."


" Siapa?"


" Aduh Pak masalahnya itu, saya lupa namanya."


" Kamu gimana sih. Seharusnya kamu mengingatnya, kalau perlu catat nama nya. Kamu kan yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini masa bisa kamu lalai dengan nama tamu."


" Maafkan saya Pak. Saya tadi buru-buru ingin ke toilet jadi lupa mau menuliskan nama nya."


Shah hanya mendengus mendengarkan nya.


" Tapi dia sangat menginginkan segera bertemu dengan Bapak. Sepertinya ada hal penting yang akan ia sampaikan."


" Hm. Dia Lelaki atau Wanita?"


" Wanita Pak, kira-kira usianya seperti Ibu Dilara."


Shah bengong saat mendengar ucapan karyawannya.


" Pak, Bapak." Panggilnya.


" Eh iya." kaget Shah.


" Bapak kenapa? Sudah tahu siapa orangnya Pak? Apakah bapak mengenal ciri tersebut?"


" Ah tidak apa. Tidak, mana saya tahu orang itu, kamu juga tidak memberi tahu namanya. Lain kali jangan diulang lagi."


" Hehehe, Baiklah Pak. Maafkan Saya."


" Hm."


Saat Shah akan pergi dari situ, ia kembali berbalik menghadap karyawannya itu.


" Em, jangan beritahu tamu yang datang tadi kepada istri saya ya."


" Memangnya kenapa Pak?"


" Pokoknya jangan beri tahu Dilara tentang ini." tegas Shah.


" Ba.. Baik Pak."


Shah melangkah kearah ruang kerjanya sambil berfikir siapa wanita yang datang mencarinya.


" Apa mungkin itu Sarah?" ucap nya dalam hati.


" Tapi gak mungkin dia mencari ku." ucapnya lagi.


" Aku yakin dia pasti sangat benci kepada ku. Untuk apa dia mencari ku?"


" Tau ah, kenapa aku jadi ngomong sendiri ya. Lupakan." ucap nya sendiri.


Selama menuju ruangannya dia selalu bicara sendiri. Sampai-sampai karyawan yang berpapasan dengan nya heran. Kesambet apa bos nya ini.


*****


Kampus!


Aisyah dan Zafran masih mencari keberadaan Hasan. Entah dimana bocah itu berada.


" Huh dimana sih tuh bocah. Dicari keliling kampus kagak ada. Ditelfon dari tadi juga kgak diangkat." ucap Zafran ngomel.


" Iya, cape nih aku." kata Aisyah lelah.


" Ya sudah kita duduk dulu disini."


" Hmm."

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk duduk di bawah tangga kampus yang menghadap ke sebuah taman yang lumayan indah. Saat Aisyah akan menyenderkan tubuhnya ke tembok, ia melihat dua orang, lelaki dan wanita sedang duduk di taman itu.


" Fran fran." panggil Aisyah ke Zafran.


" Hm, napa? Aku lelah."


" Itu lihat ke depan."


" Ada apa sih? Nanti saja, aku ingin begini dulu sebentar." ucap Zafran sambil memejamkan matanya.


" Ish itu lihat dulu, sepertinya itu Hasan."


" Hah mana?" spontan Zafran.


" Itu lihat." kata Aisyah sambil menunjuk kearah orang itu.


" Oh iya. Eh tapi itu sama siapa dia disana? Kintha kan belum balik dari Singapura."


" Iya ya. Ayo lah kita ampiri saja." ajak Aisyah.


" Ok ayo."


Zafran dan Aisyah berjalan menuju tempat dimana Hasan duduk.


" Settthhhh." bisik Aisyah menghentikan langkahnya dan Zafran.


" Ada apa sih?" tanya Zafran heran.


" Itu kan Rea. Benar kagak sih?"


Zafran langsung melihat orang yang ada di samping Hasan.


" Eh iya itu Rea. Ngapain ya mereka berdua disini?"


" Apa mereka jangan-jangan." ucap Aisyah dan Zafran bersamaan dan saling pandang.


" Ya sudah ayo kita kaget kan mereka berdua." ajak Zafran.


" Hm ok."


Saat sudah hampir sampai, mereka berdua berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh Hasan dan Rea. Dan...


" Anjrit." umpat Hasan terkejut.


Rea pun sama terkejutnya dengan Hasan. Hanya saja ia bisa mengontrol omongan.


" Hahahaha." tawa Aisyah dan Zafran.


" Kalian gila." ucap Rea kesal.


" Iya nih, kalian apa-apaan sih." sambung Hasan.


" Hahaha, aduh perutku sakit." tawa Zafran yang masih ngakak.


" Aduh sudah-sudah jangan ketawa mulu." ucap Aisyah.


" Emang beneran gila ini bocah." kata Hasan.


" Hustt sembarang kalau ngomong." ucap Zafran.


" Ya loe sih, kaya gitu, kenapa emangnya?"


" Dari tadi gue sama Za tuh cariin loe kemana-mana kgak ketemu. Eh malah loe disini sama Rea." jelas Zafran.


" Hu'um, cape kita tuh cariin loe San. Kok tiba-tiba loe sama Rea sih? Hayo kalian ini ada apa?" sambung Aisyah.


" Ish apaan sih loe Ais. Ki.. kita kgak ada apa-apa kok." jawab Rea salting.


" Iii iya, kita gak ada apa-apa." kor Hasan.


" Ada apa-apa juga gak papa." goda Zafran.


" Hahaha." Aisyah tertawa.


" Ish, iya kita gak ada apa-apa. Apaan dah loe Fran. Sudah lah lupakan. Ada apa kalian mencari ku? Tumben banget." heran Hasan.


" Ekhm, jadi gini." Zafran menjelaskan semuanya.


Aisyah hanya mengangguk mendengar penjelasan Zafran ke Hasan.


" Hm gitu. Tapi mungkin agak sulit sih kalau mencari tanpa ada identitas lain selain nama dan tanggal lahir." ucap Hasan setelah mendengar penjelasan dari Zafran.

__ADS_1


" Nah itu yang gue bingung San. Gimana lagi gue harus cari tahu keberadaan adik gue itu."


" Ya sudah gini saja. Gue akan usahain mencari keberadaannya lewat web khusus , mungkin itu juga web nya ilegal."


" Gila loe, mau cari pake web ilegal. Apa tidak ada cara lain?" kaget Zafran.


" Ini jalan satu-satunya Fran. Loe sudah cari di berbagai jaringan kan, tapi tetap saja tidak ketemu. Ya kita harus pakai cara ini tidak ada yang lain lagi. Bagaimana?"


" Hm bagaimana ya? Apakah bisa aman itu?"


" Aman jika kita pake akun fake."


" Ya sudah ikutin saja saran Hasan Fran." ucap Aisyah.


" Iya, mungkin bisa berhasil." kor Rea.


" Ok lah, gue setuju."


" Baiklah, Fran loe nanti malam ke rumah gue ya." ucap Hasan.


" Ok siap."


Mereka semua terutama Zafran berharap kini akan berhasil menemukan identitas keberadaan adiknya itu. Ia tidak sabar mengumumkan berita bahagia ini kepada Sarah jika nanti benar-benar sudah ketemu keberadaan adiknya.


" Ok kita santai saja dulu disini. Enak silir nih." ucap Hasan.


" Hm Ok." jawab Aisyah dan Zafran bersamaan. Rea hanya tersenyum.


" Eh gimana ini lanjutannya?" tanya Aisyah.


" Lanjutan apa?" jawab mereka semua.


" Itu Re, loe sama Hasan. Hahaha." ucap Aisyah tertawa.


" Eh iya nih. Kalian pacaran?" sambung Zafran.


" Weh apaan sih kalian berdua. Sudah dibilang kita tidak ada apa-apa." kesal Hasan.


" Alah, jujur saja kenapa? Iya gak Re" Goda Aisyah sambil mencolek dagu Rea.


" Apaan dah loe ais." malu Rea.


" Iya tinggal jujur kali." ucap Zafran.


" Astaga, dibilangin kagak percaya dah kalian." geram Hasan.


" Lalu ngapain kalian disini berduaan, hah?" tanya Aisyah seakan menginterogasi Hasan dan Rea.


" Lah emang nya kgak boleh kami disini?" jawab Hasan.


" Iya, lagian kan ini tempat umum." sambung Rea.


" Iya tahu tempat umum. Tapi kenapa kalian hanya berduaan saja. Setahu gue kalian tidak saling akrab. Kok tiba-tiba dekat gini sih." ucap Aisyah.


" Iya loe San. Jadian kagak cerita sama gue kalo loe pacaran sama Rea." kata Hasan.


" Apaan dah ah kalian. Males ah bahas ini." kesal Rea.


" Iya kgak penting banget tahu." sambung Hasan.


" Hm ya sudah lah kalau kalian tidak mau mengaku tidak apa-apa." ucap Aisyah dengan nada acuh.


" Kalau memang kalian benar pacaran, hati-hati Re sama Hasan. Dia bisa makan loe nanti. Hahaha." Goda Zafran.


" Apaan sih loe Fran." kesal Hasan sambil melemparkan botol minuman yang ada ditangannya. Tapi Zafran menghindar dan lari dari sana lalu langsung dikejar oleh Hasan.


Rea yang malu-malu salting melihat itu semua langsung memeluk Aisyah dari samping dan menyembunyikan wajahnya di bahu Aisyah.


" Hahahahaha." tawa Aisyah pecah.


~"-*-"~


Hai Guys. Aku kembali lagi😅


Sorry karena lama kagak muncul. Eh kalian mah bodoamat ya mau gua muncul atau kgak, wkwkwk.


Ok lah guys.


Thank you💞


@dinda_ mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2