Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Jakarta.


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Perjalan yang panjang membuat mereka semua lelah. Mobil yang mereka tumpangi sekarang telah memasuki area Ibu Kota. Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 a.m. Tapi masih saja banyak kendaraan yang lalu lalang. Tidak heran jika seperti itu karena Jakarta adalah kota yang banyak di duduki oleh masyarakat Indonesia. Kota pusatnya bisnis yang kuat.


Sarah kasihan melihat Zafran menyetir seharian, pasti putranya itu sangat lelah. Sejatinya ia sangat lah mengantuk tetapi demi menemani putranya ini dia rela ikut bergadang. Sarah selalu saja mengajak ngobrol Zafran agar putranya itu tidak mengantuk. Kalau mengantuk kan bahaya, iya gak? Pasti lah iya.


" Bunda tidak mengantuk?" tanya Zafran heran karena sejak tadi Bunda nya itu tidak tidur.


" Tidak, Bunda ingin menemani mu. Pasti kau sangat lelah hm?" jawab Sarah sambil bertanya juga.


" Bunda bohong, mana mungkin Bunda tidak mengantuk. Bunda tidurlah. Hm Zafran lelah tapi tak apa."


" Hehehe, Bunda takut jika tidur, nanti kau malah juga ikutan mengantuk, kan bahaya. Sebentar lagi juga sampai kan."


" Hm, ya sudah lah."


Sebenarnya Zafran kasihan melihat Sarah menahan kantuknya. Dan sejatinya Zafran tidak apa-apa jika ia menyetir tanpa ditemani gadang yang penting ada cemilan untuk menemaninya.


Aisyah bangun dari tidur nya, ia menggeliat kearah jendela yang ternyata sudah larut malam. Betapa lamanya ia tertidur sampai tidak tahu berapa lama ia tidur. Aisyah membenarkan duduk nya pelan agar tidak mengganggu sahabat nya tidur lalu ia melihat kearah Zafran dan Sarah yang saling mengobrol.


" Tante." panggil nya.


" Eh, kau sudah bangun Nak."


" Hm, maaf ya tante. Ais malah tertidur lama." ucap Aisyah merasa bersalah.


" Tidak apa-apa."


" Huh tidur mulu, dasar kebo." sahut Zafran.


" Ish kau ini, aku bukan kebo." sengit Aisyah.


" Zafran!" Sarah memperingatkan agar tidak menggoda Aisyah tapi ngeyel.


" Kalau bukan kebo apa? Panda?"

__ADS_1


" Ihhh, kamu mah." ucap Aisyah sambil mencoba mencubit lengan Zafran dari belakang.


" Hahaha, lagian tidur lama banget." tawa Zafran.


" Kan aku sudah meminta maaf. Tadi aku ngatuk berat." ucap Aisyah mengerucutkan bibir nya.


" Tidak meminta maaf pada ku. Kau hanya meminta maaf pada Bunda saja tadi."


" Hufftt, ya sudah deh aku minta maaf ya tuan Zafran."


" Hahaha, baiklah tidak apa."


Sarah hanya tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya melihat Zafran sama Aisyah begitu. Mereka akhirnya memilih mengobrol sambil Zafran mengarahkan mobilnya ke rumah Aisyah.


" Rea dan Maya akan di rumah mu terlebih dahulu atau langsung diantar pulang nih?" tanya Zafran kepada Aisyah.


" Tidak tahu ini, coba aku bangun kan mereka dulu." jawab Aisyah.


" Hei bangun. Kita sudah sampai Jakarta ini." ucap Aisyah membangunkan mereka dengan menepuk-nepuk bahu dua sahabatnya itu.


Rea dan Maya pun bangun, mendengar suara Aisyah. Mereka langsung membenarkan posisi duduknya.


" Tidak apa. Kalian mau di rumah ku terlebih dahulu atau mau langsung pulang?" tanya Aisyah.


" Di rumah loe saja lah. Kasihan Zafran dan Tante Sarah jika harus mengantar kami dahulu. Pasti mereka lelah." jawab Rea.


" Ya sudah, dirumah gue dulu."


" Nah bagus kalian sadar, jadi tidak merepotkan gue yang cape." sahut Zafran.


" Huh, loe ini Fran." kesal Maya.


" Hahahha." tawa Zafran.


Mereka melanjutkan ngobrol dan diselingi oleh candaan Zafran yang membuat Maya selalu kesal. Tidak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Aisyah. Satpam yang menjaga rumah Aisyah pun membukakan gerbang setelah mendengar klakson mobil yang akan masuk. Aisyah dan dua sahabatnya itu bersiap untuk turun. Setelah mobil benar-benar berhenti mereka bertiga turun dan diikuti Zafran yang akan membantu menurunkan barang-barang di bagasi belakang.


" Terimakasih ya, sudah mengatar kami." ucap Aisyah tersenyum kepada Zafran.


" Sama-sama." jawab Zafran dengan membalas senyum Aisyah.


" Makasih ya Fran." ucap Rea dan Maya bersamaan. Zafran hanya mengangguk.

__ADS_1


Sarah keluar dari mobil dan menghampiri Aisyah.


" Sudah semua barangnya?" tanya Sarah.


" Sudah tante." ucap mereka bersamaan.


" Tante terimakasih banyak dan maaf, Ais selalu merepotkan tante." ucap Aisyah.


" Sama-sama, kau ini ngomong apa. Kau sama sekali tidak merepotkan tante." Sarah tersenyum.


Aisyah langsung memeluk Sarah sambil mengucapkan terimakasih lagi. Sarah membalas pelukan Aisyah dan mengangguk mendengar ucapnya. Aisyah melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepada Sarah.


" Kau ini lucu sekali." ucap Sarah sambil mencubit kecil pipi Aisyah.


" Ekhm, ini anak nya disini Bun." ucap Zafran yang iri melihat kedekatan mereka.


" Hahahha." tawa mereka semua.


" Tante tidak mampir dulu?" tawar Aisyah.


" Emm, tidak lain kali saja. Lihat Zafran sudah sangat lelah, lebih baik kami langsung pulang saja ke apartemen Zafran." jawab Sarah.


" Ya sudah lah."


" Baiklah kami pergi dulu ya." ucap Zafran.


" Hm, hati-hati ya." ucap Aisyah dan dua sahabatnya.


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumussalam."


Sarah dan Zafran mengangguk dan langsung memasuki mobil. Lalu Zafran menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Aisyah. Mereka bertiga masih melihat mobil Zafran sampai tidak terlihat. Setelah itu mereka langsung memasuki rumah Aisyah yang super mewah itu.


~"-*-"~


Hai guys. Maaf ya baru muncul lagi, karena kemaren tiga hari badmood banget jadi males nulis apalagi mikir ini, hehehe.


Thank you💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2