Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
S2- Akhirnya!


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


4 hari kemudian.


Kring kring kring


" Siapa sih pagi-pagi begini sudah telefon? Menganggu saja!" Gerutu seorang pemuda dewasa.


" Iya halo, siapa ini?" tanyanya dalam telefon.


"..."


" What? Ok Om, Aashad akan ke sana sekarang," ucap kaget pemuda dewasa itu yang ternyata adalah Aashad.


Aashad langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Setelah siap dia lari menuju mobil dan langsung menancapkan gas mobilnya menuju lokasi yang telah diberitahu oleh Shah di telfon tadi. Ya tadi yang menelfon adalah Shah.


Setelah lama menyetir akhirnya dia sampai di tempat tujuan. Bangunan gedung yang bertuliskan RSUP NASIONAL DR. CIPTO MANGUNKUSUMO. Dia langsung lari menuju ruangan ICU. Waktu dia sampai di depan ICU, ia sudah melihat Shah dan seorang wanita yang belum dikenal sedang duduk dengan perasaan sangat khawatir.


" Om." Panggil Aashad.


Shah langsung berdiri saat melihat siapa yang telah memanggilnya.


" Ada apa Om? Apa yang telah terjadi?" Tanya Aashad lagi.


" Ceritanya panjang. Om bingung harus menjelaskan ini apa kepada mu," jawab Shah lirih.


Sarah terus menangis memikirkan semua yang telah terjadi. Dia tidak sanggup mendengar apa kata dokter nanti jika terjadi sesuatu.


" Coba Om tenang dulu."

__ADS_1


" Om tidak bisa tenang. Om takut jika terjadi apa-apa dengan Dilara dan terutama Ais dan Zafran."


" Sebenarnya ada apa? Zafran? Oh teman Ais itu?" Tanya Aashad.


" Om tidak tahu harus apa sekarang ini. Iya Zafran teman dekat Ais."


" Coba Om tenang dan ceritakan pelan-pelan," pinta Aashad.


Shah menarik nafasnya panjang dan mulai bercerita. Aashad sangat shock setelah mendengar kebenaran dari Shah. Jadi selama ini Aisyah bukan anak dari Dilara? Dan wanita yang sedang duduk merenung sedih itu adalah Ibu. Aisyah yang sesungguhnya?


Aashad sempat sangat tidak percaya jika Dilara berani melakukan hal yang sangat tercela ini. Ia fikir selama ini Dilara adalah ibu yang baik. Ia tahu bahwa Dilara adalah wanita yang sangat berpendidikan tinggi, tetapi perbuatannya ini mencerminkan seperti orang yang tidak punya pendidikan sama sekali. Tega sekali seorang wanita menyakiti hati wanita lain dan menjauhkan anak dari ibunya sendiri.


" Lalu bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi Om?"


" Dilara yang saat itu murka langsung membawa paksa Ais pergi dengannya dengan menggunakan mobil Om. Entah mau dibawa kemana Ais itu. Zafran langsung menyusul mereka dengan mobilnya. Dan kami berdua (Shah dan Sarah) juga menyusul dengan taxi, itu pun sudah jauh dari jejak mereka. Dan setengah jam kita mencari mobil mereka. Tiba-tiba taxi yang ditumpangi kami berhenti karena terhalang oleh kerumunan orang ramai. Kami berdua yang berfikiran negatif pun langsung turun dari taxi dan langsung menyusup ke dalam kerumunan itu. Betapa terkejutnya kami saat melihat mobil mereka ancur dan mereka sudah tidak sadarkan diri didalam mobil. Om tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi? Karena memang kami sudah tertinggal jauh dari mereka," jelas Shah.


Aashad yang mendengar itu pun sedih. Aashad langsung merangkul Shah untuk menenangkannya. Dirasa sudah cukup tenang, Aashad langsung menghampiri Sarah.


" Tante yang sabar ya. Ini semua adalah cobaan. Ais dan Zafran tidak akan kenapa-kenapa," ucap Aashad saat sudah duduk di samping Sarah.


" Tidak akan ada hal buruk. Percayalah, Ais dan Zafran akan baik-baik saja. Tante tenang dan terus berdo'a untuk keselamatan mereka ya," tutur Aashad.


Sarah hanya mengangguk mendengar penuturan Aashad.


~"Flashback on!"~


Dua hari lalu, Shah dan Ais berencana ke suatu tempat untuk menemui Sarah dan Zafran. Saat sudah mau pergi Dilara menghentikan mereka.


" Mau kemana Papa sama Ais?" Tanya Dilara.


" Mau ke..." Jawab Aisyah terpotong.


" Em kita mau menemui teman Papa. Kebetulan Ais ini kan mau skripsi, jadi sekalian Papa mau kenalkan dengannya. Siapa tahu dapat tempat untuk observasi bahan skripsi," samber Shah.


" Oh gitu. Ya sudah sana hati-hati."

__ADS_1


Shah langsung menarik tangan Aisyah dengan cepat menuju mobil. Aisyah bingung kenapa Papanya seperti ini? Berbohong lagi sama Mamanya.


" Papa ini kenapa sih? Tarik-tarik segala. Dan kenapa Papa berbohong sama Mama?" Ucap Aisyah saat sudah di dalam mobil.


" Maaf, sakit yah? Ada sesuatu. Nanti Papa akan jelaskan saat kita sudah sampai di apartemen Zafran," jawab Shah dan langsung menancapkan gas mobilnya menuju tempat tinggal Zafran dan Sarah.


Aisyah makin tidak mengerti apa yang dikatakan Papanya. Tapi dia hiraukan, nanti juga dia bakal tahu setelah Papanya menjelaskan. Setelah mereka sampai di basement apartemen. Mereka langsung menuju lift dan masuk kedalam lift yang sudah terbuka untuk mendatangi unit Zafran. Shah memencet tombol nomor 15, karena itu lantai dimana unit apartemen Zafran berada. Ting, pintu lift terbuka, Shah memegang tangan Aisyah dan langsung menariknya agak sedikit cepat untuk menuju unit Zafran. Aisyah terlihat sangat kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Papanya ini? Dari tadi aneh sekali.


Setelah sampai di depan pintu unit apartemen Zafran. Shah langsung memencet bel yang telah tersedia di atas samping pintu. Terbukalah pintu dengan memunculkan Sarah dari balik pintu.


Shah tersenyum melihat Sarah. Sarah pun melakukan hal yang sama dan langsung menyuruh Shah dan Aisyah masuk. Setelah mereka bertiga duduk di sofa, Sarah yang memang ada di samping Aisyah pun langsung memeluknya. Aisyah bingung kenapa Sarah bertindak tiba-tiba begini.


Zafran yang tahu ada tamu langsung menuju ruang tamu. Dia tersenyum haru saat melihat Bundanya dan Aisyah berpelukan. Ia langsung duduk di depan Shah yang sebelumnya sudah menyapa dan menyalami Shah.


Sarah menangis haru dalam pelukannya. Aisyah semakin bingung dengan semua ini. Ia langsung melepaskan pelukannya dan menatap dalam Sarah.


" Ada apa ini? Kenapa Tante seperti ini?" Tanya Aisyah bingung.


" Putriku," kata Sarah dengan meneteskan air matanya.


.


.


.


~"-*-"~


Flashback belum usai ya guys.


Sorry jarang Up. Karena memang aku malas weh.


Ok lah gitu saja.


Thank You💞

__ADS_1


@dinda_mahardhika21


__ADS_2