Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Candaan Aisyah dan Aashad.


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Aisyah dan Aashad telah tiba di rumah Shah. Mereka berdua masuk bersama dengan berjalan berdampingan. Aisyah mengetuk pintu rumah dan terbukalah pintu itu dengan memunculkan bibi yang sangat setia bekerja di keluarganya.


" Eh Non Ais sudah pulang."


" Iya sudah Bi."


" Itu siapa Non?" tanya Bibi sambil berbisik supaya Aashad tidak tahu kalau Bibi kepo.


" Gak usah bisik-bisik juga kali Bi." jawab Ais.


" Bibi malu, hihihi."


Aashad terkekeh geli melihat si Bi Sum seperti itu.


" Bibi ada-ada saja. Baiklah kenalin, ini Bang Aashad. Teman kecil Ais sewaktu di Swiss."


" Hallo Bi, saya Aashad." ucap Aashad memperkenalkan diri.


" Hai eh iya Den Aashad. Saya pekerja disini."


" Iya Bang, Bibi ini orang yang sangat baik. Dia selalu merawatku penuh cinta dan sayang. Dia juga sudah seperti keluarga sendiri." ucap Aisyah tersenyum sambil merangkul Bi Sum.


Aashad mengangguk dan tersenyum melihat kedekatan antara Aisyah dan Bi Sum.


" Oh, jadi ini Den Aashad yang sering Non ceritakan kepada Bibi dulu? Ganteng juga."


" Suthhh, jangan bilang-bilang dong Bi." bisik Ais.


" Kenapa Non bisik-bisik gitu?" polos Bibi.


" Haishh, Bibi. Ngomongnya jangan keras-keras. Ais malu lah."


" Ekhem." Aashad bedehem mendengar Bi Sum dan Ais berbisik-bisik.


" Eh eh. Ayo masuk dulu Bang." ucap Ais gugup mendengar deheman Aashad. Bi Sum pun sama.


Mereka masuk kedalam rumah. Aisyah izin sebentar guna mengganti pakaiannya dulu. Aisyah berjalan sambil merangkul Bi Sum dan membisikannya dan membiarkan Aashad duduk di ruang tamu. Saat baru beberapa langkah. Mereka menghentikan langkahnya karena ada yang memanggil salah satu dari mereka berdua.


" Bibi." panggil Aashad.


" Eh iya Den. Ada apa?" tanya Bi Sum.


" Apakah benar yang Bibi ucapkan tadi?" ucap Aashad sambil tersenyum menggoda.


" Eh eh, yang mana?" tanya Bibi.


" Yang itu tad..."


" Emmm Bibi, ayo kita bikin kan minum dulu untuk tamunya." ucap Aisyah memotong ucapan Aashad.


Bibi hanya mengangguk bingung dan langsung melangkah ke arah dapur yang di ikuti Aisyah dengan berlari ke kamarnya. Aashad hanya terkekeh melihat itu. Dia sangat merasa lucu melihat tingkah Aisyah dan Bi Sum yang terlihat malu-malu.


*****


Shah masih fokus pada jalanan yang di laju nya. Dia tersenyum mengingat apa yang tadi telah ia dengar. Shah tidak menyangka bahwa akan menemukan wanitanya dan mengetahui pernyataan yang di ucapkan wanitanya.


Seketika senyum itu hilang saat mengingat bahwa besok istrinya akan pulang ke Indonesia. Dia memikirkan bagaimana jika istrinya itu mengetahui ini semua? Bagaimana dia harus menyembunyikan ini semua dari istrinya itu? Dia juga berfikir bagaimana menceritakan ini semua kepada Aisyah? Apalagi dia sudah berjanji kepada Sarah bahwa akan membawa Aisyah menemui dirinya.

__ADS_1


" Huftt. Gimana caranya aku membawa Ais ke Sarah? Belum lagi aku harus menceritakan ini semuanya ke dia? Haduhhh aku sangat pening memikirkan ini." ucap Shah pada diri sendiri.


Shah yang pusing pun melihat ke arah jam tangannya. Terlihat disana jarum jam masih menunjukan pukul 14.00 p.m. yang artinya masih dalam waktu kerja di kantor nya. Tapi dia memutuskan untuk pulang saja kerumah lantaran masih sedikit pening memikirkan hal ini. Dia akan menelfon sekretaris nya untuk menghandle semua pekerjaannya.


" Hallo Lis." ucap Shah menelfon ke sekretaris nya.


" Iya hallo Pak."


" Lisa saya tidak akan kembali ke kantor. Tolong kamu handle semua pekerjaan saya ya."


" Ada apa Pak? Setengah jam lagi ada meeting Pak sama klien dari Australia itu."


" Kepala saya sangat pening. Begini saja, kamu minta si Bram untuk menggantikan saya saat meeting ini. Beritahu dia semua berkas yang kemarin saya kasih ke kamu ya. Jangan lupa menjelaskan isinya ke dia."


" Ya sudah baikah Pak. Saya akan melaksanakannya segera."


" Ok, terimakasih ya."


" Sama-sama Pak."


Shah langsung mematikan ponselnya dan langsung memijit pelipis kepalanya. Dia melajukan mobilnya dengan pelan dan hati-hati karena ingat kondisinya saat ini.


Mobil yang dikendarai Shah mendarat dengan selamat di halaman rumahnya. Ia parkir kan mobil mewah nya di samping mobil yang ia tidak tahu milik siapa. Shah turun dari mobil nya dan memandang punya siapa mobil ini. Tak mau ambil pusing, Shah langsung melangkahkan kakinya ke teras rumah. Saat Shah masuk ke dalam rumah, ia melihat putrinya sedang bercanda ria dengan seorang pria yang masih ia tidak kenali.


" Assalamu'alaikum." ucap Shah.


" Wa'alaikumussalam." jawab Aisyah dan Aashad bersamaan.


" Eh Papa sudah pulang." ucap Aisyah menghampiri Papa nya guna mencium tangan.


" Hum. Siapa dia?"


" Masa Papa tidak mengenalinya."


" Om tidak ingat saya?" tanya Aashad yang juga mulai menghampiri Shah.


" Ishhh, Papa. Coba deh Papa ingat-ingat."


Shah diam mencoba mengingat siapa pria ini.


" Ohhh. Ya Allah Aashad. Benarkan kau Aashad putra dari Hamed?" ucap Shah antusias setelah mengingatnya.


" Iya benar Om saya Aashad."


" Hmmm, sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah ya kau ini. Apa kabar hm?" ucap Shah sambil memeluk Aashad.


" Hehehe. Alhamdulillah baik Om. Om sendiri bagaimana?" kekeh Aashad.


" Ya seperti sekarang yang kau lihat. Ok kita duduk-duduk ngobrol santai dulu." jawab Shah.


Aisyah hanya tersenyum melihat mereka berdua. Dugaannya benar bahwa pasti Papa nya akan senang saat bertemu dengan Aashad kembali.


" Hm, bagaimana kabar Poppy dan Mommy kamu?" tanya Shah.


" Alhamdulillah mereka baik-baik saja Om."


" Syukurlah. Oh iya, ngomong-ngomong kau ke Indonesia mau ngapain? Maksudnya ada apa sampai kau ke Indonesia."


" Ini Om, saya di minta oleh rektor di kampus Aisyah menjadi dosen pembimbing dan asisten dosen. Ya kebetulan Grandma juga ada di Indonesia, jadi ya sekalian mengunjunginya dan tidak lupa sama Om dan keluarga." terang Aashad.


" Wah kok bisa kebetulan begini. Kenapa tidak jadi Dosen saja langsung. Kan kamu katanya sudah mendapat gelar magister, kenapa harus menjadi asisten dosen?"


" Hmmm, sebenarnya saya tidak ada niatan menjadi dosen Om. Ini juga terpaksa saya ambil tawaran dari rektor karena berfikir sekalian mengunjungi Grandma."


" Memangnya kenapa tidak mau menjadi Dosen?"

__ADS_1


" Saya akan meneruskan perusahaan Poppy Om. Om kan tahu sendiri saya anak satu-satunya. Kalau bukan Aashad yang meneruskan siapa lagi?"


" Oh begitu, benar juga kata mu."


Aashad hanya mengangguk dan tersenyum dan Aisyah hanya diam dan mendengarkan obrolan dari dua lelaki ini.


" Ya sudah kalian lanjutkan saja temu kangennya. Om akan istirahat terlebih dahulu ya." ucap Shah tersenyum dan langsung beranjak dari ruang tamu.


Aashad dan Aisyah pun melanjutkan candaan yang sempat terputus karena kedatangan dari Shah.


" Benarkan kan kau sangat merindukan ku?" goda Aashad.


" Ishh, kgak Bang. Siapa juga yang rindu." ucap Aisyah mengelak.


" Lalu kenapa tadi sangat antusias sekali pertama melihatku? Bahkan sampai histeris."


" Kan kaget saja tiba-tiba kau sudah ada depan ku tadi."


" Hm, baiklah percaya. Lalu kenapa sering menceritakan Abang ke Bibi? Hayooo."


" Tidak, Bibi mah suka mengada-ada saja itu." elak Aisyah.


" Oh ya? Masa sih?" goda Aashad lagi dan lagi.


" Au ah." kesal Aisyah.


" Ok ok percaya. Jangan cemberut gitu dong."


" Ya Abang sih godain mulu."


" Ok tidak lagi. Sudah ah jangan kesal-kesal nanti jel..."


" Apa? Jelek?" ucap Aisyah memotong pembicaraan Aashad.


" Sip benar. Cerdas sekali kau ini hm. Hahahaha." tawa Aashad.


" Ihhh Abanggggg." rengek Aisyah teriak sambil memukul-mukul lengan Aashad.


Aashad hanya meringis merasakan apa yang dilakukan gadis kecilnya ini terhadap dirinya. Dia sangat puas bisa bercanda kembali bersama orang yang sangat ia rindukan.


" Aduh aduh sudah dong ah." ucap Aashad yang cape menghadapi Aisyah ini.


" Hmmmmmmm."


" Oh iya, Tante Dilara mana?" tanya Aashad.


" Oh itu. Mama lagi ada acara bisnis di Singapura dan baru akan pulang besok." jawab Aisyah.


" Oh gitu ya gadis jelek yang suka cemberut."


" ishhhh, Abang jangan mulai lagi deh ah." kesal Aisyah.


" Ahahaha, baiklah gadis cerewet." tawa Aashad.


" Huh, sabar-sabar."


" Wkwkwkwkwkwkwk. Kau sangat lucu Ais." pecah ketawa Aashad ketika melihat ekspresi Aisyah yang sangat menggemaskan.


~"\-\*\-"~


Hmmmm, sudah dulu ya guys. Maaf lama Up. Mungkin akan lama juga Up kedepannya. Ada urusan penting di dunia real guys, tolong pahami yups, ok.


Thank you💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2