
Happy Reading :)
.
.
.
Pagi ini Aisyah siap-siap berangkat ke kampus untuk mengambil beberapa peralatan yang akan dibawa untuk penelitian. Dia keluar dari kamar menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan disana terlihat sudah ada kedua orangtuanya yang sudah menunggunya dengan tatapan haru. Aisyah heran tumben sekali kedua orangtuanya menatap serius biasanya juga cuek dengan selalu memainkan HP mereka masing-masing.
"Pagi Pah Mah." sapa Aisyah.
"Pagi Nak." jawab Shah sedangkan Dilara hanya diam menunduk dengan memainkan sendok makan yang dipegangnya.
"Kalian kenapa? Tidak biasanya kalian seperti ini." tanya Aisyah dengan heran.
"Ini semua karena kamu! hiks.'' jawab Dilara dengan sedikit teriak sambil terisak.
Shah mengelus punggung belakang istrinya untuk mencoba menenangkan nya.
"Apa maksud Mama karena aku?" bingung Aisyah.
"Sudah kamu sarapan saja, lalu berangkat ke kampus." kata Shah kepada Aisyah.
Aisyah manut apa yang di katakan Papa nya. Dia menghabiskan sarapannya lalu pamit dengan kedua orangtuanya.
Di depan rumah sudah ada yang menunggu Aisyah, siapa lagi kalau bukan Zafran. Zafran tersenyum saat Aisyah keluar dari rumahnya dan dibalas dengan senyuman juga dari Aisyah.
"Sudah siap?" tanya Zafran.
"Sudah, ayok berangkat."
__ADS_1
Zafran membukaan pintu mobilnya untuk Aisyah tumpangi. Aisyah tersenyum malu saat Zafran melakukan itu.
Di dalam mobil hening tidak ada suara dari mereka berdua. Terlihat Aisyah sedang melamun memikirkan apa yang dibicarakan Mama nya tadi. Zafran menyengit melihat Aisyah yang diam tanpa kata.
"Za kau kenapa?" tanya Zafran untuk menyadarkan Aisyah dari lamunannya.
"Eh, tidak apa-apa kok, hanya saja memikirkan apa yang akan di bawa besok." jawab Aisyah dengan berbohong.
"Oh ya sudah jangan dipikirkan masalah itu. Jangan melamun karena kamu jelek kalau sedang memikir berat." gurau Zafran.
"Ish apaan sih kamu, aku cantik dan tidak akan pernah jelek." sebal Aisyah.
"Hahaha, iya memang kamu cantik Za, bahkan cantik sekali." Sponta Zafran.
Aisyah menengok ke arah Zafran yang ada disebelahnya dengan memincingkan matanya setelah mendengar apa yang dikatakan Zafran.
Zafran yang ditatap begitu jadi salah tingkah dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Dia juga gak tahu kenapa tiba-tiba bisa nyeplos kalimat itu.
Aisyah hanya tersenyum melihat Zafran seperti itu. sejatinya dia malu saat Zafran mengatakan itu, tapi saat melihat Zafran salah tingkah dengan kalimatnya sendiri dia jadi geli alhasil hanya tersenyum saja, toh memang dirinya cantik jadi ya wajar.
Di lain sisi Shah dan Dilara masih berada di meja makan, keduanya diam memikirkan bagaimana jika Aisyah jadi pergi ke Surabaya.
"Pah bagaimana ini? Apakah Ais akan tetap pergi walaupun kita melarangnya keras?" tanya Dilara kepada suaminya.
"Papa juga tidak tahu Mah. Ais pasti sudah jelas akan memberontak kita, jadi biarkan saja dia pergi." jawab Shah.
"Tapi Pah kalau Ais kesana Mama takut kalau nanti dia bertemu dengan wanita itu." takut Dilara.
"Mah dengarkan Papa, Surabaya adalah kota yang besar, dan disana banyak orang tidak hanya wanita itu saja. Lagi pula Ais tidak tahu wanita itu dan sebaliknya. Jadi kita izinkan saja Ais pergi ya, Papa yakin tidak ada apa-apa yang terjadi pada Ais disana." kata Shah meyakinkan istrinya.
"Baiklah kalau menurut Papa seperti itu Mama akan setuju saja." Dilara menanggapi apa yang dikatakan suaminya, ada sedikit janggal di hatinya tapi ya sudah lah abaikan.
"Ya sudah ayo kita berangkat ke kantor, ini sudah siang nanti kita terlambat." ajak Shah kepada istri.
__ADS_1
Dilara hanya mengangguk untuk menjawab suaminya, lalu keduanya beranjak dari kursi meja makan dan pergi untuk berangkat ke kantor.
******************
Di kampus Aisyah terlihat sedang membereskan peralatan yang sudah ia siapkan untuk dibawa ke Surabaya. Dia menengok kebelakang saat ada yang memanggil namanya.
"Za! ehh heehhh huhhh, sudah siap semua?" tidak lain adalah Zafran, dia tanya dengan nafas yang tersenggal.
"Sudah, kau kenapa terperogoh seperti itu?" tanya Aisyah heran.
"Hehehe, tidak apa-apa aku hanya takut kamu kenapa-napa disini sendiri, jadi aku lari dari gedung kampus lantai 4 menuju sini." kata Zafran sedikit absurd.
"Dasar gila kau ini. Aku gak apa-apa lah, cape?" ucap Aisyah sedikit geli apa yang dilakukan Zafran.
"hahaha, cape lah, ya sudah ayo kita pergi dari sini." ajak Zafran untuk meninggalkan gudang peralatan.
"Lagian kamu kenapa pake lari segala. Ok ayo kita pergi, tolong bawakan barangnya ya hehehe."
"hahaha, baiklah sini aku bawakan."
Mereka berdua meninggalkan tempat itu, lalu menuju pembina yang akan mengarahkan apa saja yang akan mereka lalukan saat pada penelitian tersebut. Di sana sudah banyak teman-temannya yang lain untuk mendapatkan pengarahan tersebut.
Setelah selesai mendapatkan pengarahan mereka semua terkhusus Zafran dan Aisyah berlalu untuk pulang. Ada sosok sepasang mata yang melihat mereka berdua dengan tatapan sengit.
"Aku tidak akan membiarkan Zafran jatuh pada mu Aisyah." geram gadis itu dengan mengepal telapak tangannya.
###################
Hadeh ok guys, maaf ya baru Update, pasti kalian tahu lah, aku itu susah untuk menemukan kata-kata yang pas untuk merangkai sebuah kalimat yang enak untuk dibaca jadi ya lama, aku tu selama ini mencari kata-kata itu di sela-sela syaraf otak ku, dirongga rongga kasur, bahkan di setiap sudut rumah,. Jadi wajar saja ya kalau lama, tahu lah otak ku ini dangkal kalau untuk beginian jadi harap MAKLUM!
Hayo siapa yang tidak suka dengan hubungan antara Zafran dan Aisyah???
Lalu bagaimana saat Aisyah mengetahui seseorang yang tidak suka pada dirinya itu? apakah dia akan mundur dari Zafran atau dia akan tetap membuat Zafran dekat dengan nya?
__ADS_1
Thank You❤
@dinda_mahardhika21