
HAPPY READING :)
.
.
.
Malam hari dimana Aisyah telah terbaring di ranjangnya dengan memikirkan kejadian sore tadi saat dia mengobrol dengan Sarah. Dan dia sedang berfikir apa yang baru saja Sarah katakan saat sebelum dia ke kamar. " Sebenci apapun kau dengan orangtua mu dan seburuk apapun orangtua mu terhadap mu, mereka tetap lah orangtuamu. Ingat mereka lah yang membuat kamu seperti sekarang. Kau bisa kuliah tanpa beban biaya yang memberatkan. Walaupun mereka bersikap acuh kepada mu tapi tante yakin kalau mereka sayang kepadamu. Mereka berkerja keras begitu juga hanya untuk mu. Mereka tidak ingin anaknya merasakan kesusahan. Jadi kamu sekarang harus bisa mengerti itu. Kamu sudah dewasa, kau tahu bagaiman bersikap kepada orangtua hm." Itu yang dikatakan Sarah kepada Aisyah. Karena Aisyah tadi sempat berbagi cerita nya kepada Sarah. Aisyah hanya mengangguk saat Sarah mengatakan itu semua.
Dia masih heran kenapa putri Sarah itu bernama Aisyah. Sebenarnya itu hal yang sangat wajar dengan nama sama bahkan ada banyak orang yang bernama Aisyah di dunia ini. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menjanggal di hatinya. Dia merasa ini sangat lah aneh, disaat Sarah mengatakan kalau putrinya bernama Aisyah, hatinya langsung tertohok dalam seperti ada yang mencengkram.
" Ais ada banyak nama Aisyah di dunia ini, bukan hanya kamu ok, sekarang ayo tidur." ucap Aisyah pada dirinya sendiri. Lalu dia memejamkan mata nya guna untuk tidur.
Beberapa menit kemudian saat Aisyah terlelap. Aisyah tampak gusar dengan tidurnya. Entah apa yang sedang ia rasakan.
" Tante Sarah, Papa." teriak Aisyah terbangun dari tidurnya.
" Huh huh, astaghfirullah, ternyata hanya mimpi." Aisyah langsung sadar kalau ini hanyalah mimpi. Memangnya apa yang dia mimpikan?
" Papa." ucap Aisyah tiba-tiba. Dan dia langsung mengambil ponselnya guna menelfon Papa nya.
" Hallo Nak. Assalamu'alaikum." ucap Papa nya di seberang sana.
" Hallo Pah. Wa'alaikumussalam."
" Ada apa Nak, malam-malam begini?" tanya Shah heran, tumben banget putrinya telfon, malam-malam pula.
__ADS_1
" Tidak ada Pah, Papa sekarang ada dimana?"
" Papa sedang ada di Kalimantan, lagi ada bisnis disini, memang nya kenapa?"
" Oh, ya sudah kalau begitu, Papa baik-baik ya disana."
" Hum, Papa akan baik-baik disini, oh iya bagaimana liburan kamu di sana? Kamu juga harus baik-baik disitu."
" Ais sangat senang Pah, disini Ais bertemu seseorang yang sangat baik. Iya Pah Ais baik-baik disini." riang Aisyah.
" Bagus lah kalau kamu senang, Papa juga ikut senang."
" Pah." panggil Aisyah.
" Ya ada apa?"
" Aisyah merasa tidak enak pada Mama. Apakah Mama baik-baik saja sekarang?"
" Tapi Mama terlihat sangat marah saat Papa mengizin kan Ais lebih lama disini."
Ya tempo lalu saat Aisyah izin kepada Shah untuk tinggal lama di Surabaya Mama nya sangat menentang itu. Tapi Shah tetap mengizinkan Aisyah untuk tinggal lama di Surabaya. Jadi alhasil Dilara terpaksa menyetujui keputusan dari suaminya itu.
" Tidak apa, jangan hiraukan Mama, kamu senang-senang saja disitu."
" Terima kasih Pah. Emm Pah, Ais rindu Papa. Ais sayang sama Papa." ucap Aisyah lirih.
Deg! Seketika Shah diam mendengar ucapan Aisyah. Dia tiba-tiba meneteskan air matanya. Dengan cepat dia menghapus air matanya dan langsung tersenyum senang.
__ADS_1
" Papa juga sangat rindu Ais dan Papa sangat sayang dengan mu Nak." riang Shah dengan kekehan.
Aisyah yang mendengar itu langsung tersenyum, dia tahu pasti Papa nya terharu mendengar ucapannya barusan lantaran dia tidak pernah mengungkapkan hal itu kepada Papa nya.
" Maafkan Papa ya Nak, selama ini tidak pernah memperhatikan mu." sesal Shah.
" Hum, Ais mengerti ini semua Pah. Ya sudah Ais mau lanjut tidur lagi, Papa juga tidur ya ini sudah malam."
" Hm ya sudah kau tidur saja. Baik Papa akan tidur, selamat malam Nak."
" Selamat malam Papa." ucap Aisyah dan langsung mematikan ponselnya. Dan Aisyah langsung melanjutkan tidurnya, sebelum itu dia mengusap wajahnya dan berdo'a terlebih dahulu.
Terlihat di ujung sana Shah tersenyum tidak ada habis nya saat ingat ucapan putri nya yang begitu manis membuat hatinya bahagia tidak karuan.
Ternyata ada sepasang mata yang melihat Aisyah di balik pintu luar kamar dan itu adalah Sarah. Ya tadi Sarah kaget saat mendengar teriakan Aisyah. Saat dia sudah berada di depan pintu kamar Aisyah dia mendengar Aisyah sedang mengobrol dengan seseorang di telefon. Dia tersenyum saat Aisyah mengungkapkan hal manis kepada Papa nya. Menurutnya itu sudah lebih baik dari apa yang tadi Sarah dengarkan beberapa jam lalu saat Aisyah bercerita.
*****
Tampak seorang pria dewasa yang sedang merenung di pinggir jendela sambil memancarkan pandangannya ke arah langit yang sudah penuh dengan bintang.
" Sampai kapan aku merahasiakan ini dari putri ku. Papa akan memberitahukan mu saat Papa temukan "DIA". Maafkan Papa Nak telah melakukan ini. Papa sayang kamu." ucap Pria itu.
Pria itu masih sangat lah mencintai wanita yang ada di masa lalunya yaitu ibu dari putri nya. Ia menyesal telah melakukan hal yang tidak wajar kepada wanita nya itu. Dia terpaksa melakukan ini demi karir nya yang sempat hancur. Jadi ia rela meninggalkan wanitanya demi menikahi wanita lain dan melakukan hal gila kepada wanitanya dengan mengambil paksa putrinya karena istrinya yang tidak bisa mengandung. Dia memang sangat tidak suka wanita itu di ungkit lagi di hadapannya apa lagi diungkit oleh istrinya sendiri, tetapi selama ini dia diam-diam mencari keadaan wanita itu tanpa sepengetahuan istrinya.
" Dimana kau sekarang Sarah? Aku masih sangat mencintaimu." gumam Pria itu.
~"-*-"~
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21