Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Ngambek.


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


~.Kampus.~


Aisyah masih kesal kepada Zafran yang lupa ada kelas bimbingan dan menjemputnya, ditambah lagi saat sudah sampai depan kelas mereka berdua terlambat dan tidak diperbolehkan masuk oleh dosen. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kantin.


Zafran terlihat sedang berusaha membujuk Aisyah agar tidak kesal lagi. Dia bersi keras untuk meminta maaf kepada Aisyah.


" Za sudah dong jangan ngambek."


" Bagaimana tidak ngambek. Gara-gara kamu aku tidak bisa ikut bimbingan, hiks hiks." kesal Aisyah sembari menangis.


" Eh eh, jangan nangis dong Za, malu dilihat orang. Nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu lagi. Sudah ya nangisnya, aku minta maaf."


" Nanti kalau skripsi ku jelek gimana? Apa kamu mau tanggung jawab? Huhuhu." tanya Aisyah sedikit teriak dan masih nangis tergugu.


Aisyah memang orang yang sangat pintar. Dia selalu tidak pernah tidak ikut bimbingan, les, atau apalah itu yang bersangkutan dengan pelajaran atau ilmu. Dan kalau sampai ia tidak ikut, ya begini jadinya ngambek tidak tahu tempat.


Zafran disitu tambah panik lantaran tangis Aisyah semakin keras. Dia bingung bagaimana cara nya menenangkan Aisyah.


" Ya Allah Za. Skripsi mu tidak akan jelek, aku yakin itu. Kau kan anak pintar jadi tidak mungkin jelek. Sudah dong nangisnya, jangan buat aku tambah panik."


" Semua salah kamu." ucap Aisyah sambil melempar sedotan kearah Zafran.


Zafran kaget mendapat lemparan sedotan es teh dari Aisyah yang terkena bajunya. Zafran pun pasrah mendapat amukan dari Aisyah. Untung yang dilempar sedotan bukan gelas.


" Iya iya ini salah aku. Sudah dong nangis nya. Itu ingusnya keluar. Nanti gak cantik lagi."


Aisyah yang mendengar kalau ingus nya keluar langsung panik dan mencoba meraba hidungnya, ternyata tidak ada ingus yang keluar.


" Ihhhh, tidak ada ingus, menyebalkan. Kau kira aku bocah apa? Walau ada ingus keluar aku akan tetap cantik, huh." kesal Aisyah.


" Hahaha, lagian kamu nangis mulu. Kata siapa akan tetap cantik? Tadi saja sewaktu menangis jelek."


" Kan gegara kamu juga. Tidak jelek ish."


" Lah, kan aku yang lihat kamu menangis. Aku yang lihat kamu jelek."

__ADS_1


" Sudah ih jangan goda, atau aku nangis lagi nih."


" Eh ok ok, jangan nangis lagi ya." takut Zafran.


Aisyah terkekeh melihat Zafran panik kalau dirinya menangis. Oh iya Aisyah belum bertanya kenapa Zafran bisa lupa menjemput dirinya. Memang ada apa sampai Zafran bisa lupa.


" Kenapa kamu bisa lupa seperti ini?" tanya Aisyah.


" Hm, jadi begini sudah satu minggu ini aku mencari keberadaan adikku dan belum juga menemukannya. Nah tadi Bunda terlihat sangat sedih. Apa lagi dia merasa kalau dirinya ibu yang gagal menjaga anaknya. aku tidak tega melihatnya seperti itu, jadi aku bujuk Bunda agar tidak sedih lagi. Dan aku lupa deh dengan janji ini." jelas Zafran.


" Ya Allah kasihan sekali tante Sarah. Kenapa kamu tidak bilang dari tadi sih, kan jadi aku tidak mungkin bersikap begini."


" Bagaimana mau bilang. Kamu nya saja yang tidak mau mendengarkan aku dulu, nangis dari tadi buat aku panik."


" Hehehe, maaf ya." kekeh Aisyah.


" Hm. Oh iya tadi Bunda menitipkan salam untuk mu."


" Ok, Wa'alaikumussalam. Lalu bagaimana keadaan tante Sarah sekarang?"


" Sudah tidak apa-apa. Tapi aku yakin Bunda selalu sedih."


" Kenapa kamu tidak mencarinya lewat identitasnya. Dengan cara yang sama saat kamu mencari teman mu itu?"


" Aku sudah melakukan itu, bahkan berulang kali. Tapi hasilnya tetap nihil. Padahal aku juga sudah cari di jaringan internasional."


" Entahlah, aku pun bingung harus mencari bagaimana lagi."


" Kita minta bantuan saja kepada Hasan. Dia kan pintar kalau untuk masalah beginian." saran Aisyah.


" Aku juga berfikiran seperti itu. Tapi apa mau dia membantu kita?"


" Pasti lah mau. Dia kan sahabat kamu. Masa sahabatnya lagi susah tidak mau membantu."


" Yasudah ayo kita cari dulu itu bocah."


" Ok."


Mereka pergi dari kantin untuk mencari keberadaan si Hasan tanpa lupa membayar minuman dahulu.


*****


Terlihat Sarah sangat sibuk dengan laptop nya. Ia sedang mencari nama perusahaan yang di pimpin oleh Shah. Seingat dia, nama perusahaan itu adalah Jazaground tapi Sarah bingung disini. Ada 4 perusahaan yang memakai nama ini, sepertinya yang 3 adalah cabang. Tapi mana perusahaan yang dipegang oleh Shah sendiri.

__ADS_1


Sarah mencari lebih detail lagi. Satu persatu perusahaan itu ia chek. Dan saat ia mengechek perusahaan yang ketiga iya menemukan ada nama Shah di beranda. Disana tertulis, Perusahaan Jazground Pusat di Pimpin Oleh ArShah Jamuza. Sarah terlihat senang saat membaca itu. Ia langsung mencari alamat perusahaan itu.


Setelah mendapat kan alamatnya, dia pahami baik-baik. Ternyata alamat itu sangat dekat dengan apartemen yang sekarang ia tempati. Hanya berjarak beberapa KM saja dari apartemen. Kenapa dirinya tidak sadar kalau ada perusahaan besar di dekat nya selama ini.


" Aku harus segera menemui nya." tekad Sarah.


" Tapi bagaimana kalau aku bertemu dengan Dilara? Pasti akan sangat sulit berhadapan dengannya." ucap nya lagi.


" Apa aku harus bicara dengan Shah dahulu melalui telefon? Tapi aku tidak tahu nomornya."


Sarah bingung dalam situasi ini. Bukan ia takut berhadapan dengan Dilara, hanya saja akan lebih sulit. Karena ia tahu sifat licik dari Dilara. Dilara pasti tidak akan pernah mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan Aisyah.


*****


Di lain sisi, Shah terlihat sangat kacau. Ia sangat frustasi memikirkan dimana keberadaan Sarah saat ini. Dirinya sangat takut kalau sampai Sarah menemukan Aisyah dan mengatakan semuanya. Belum lagi kalau nanti Dilara tahu tentang keberadaan Sarah.


Shah melamun membayangkan kalau suatu saat nanti tiba-tiba Aisyah akan membencinya. Apa yang harus ia lakukan.


" Pah, Papa." panggil Dilara sambil menggoyangkan bahu Shah agar sadar dari lamunannya.


" He, iya." kaget Shah dan langsung mengusap wajahnya.


" Papa kenapa melamun begitu? Dari tadi dipanggil tidak menyahut."


" Tidak apa. Papa hanya pusing memikirkan meeting besok."


" Sampai melamun segitunya?"


" Iya, sudah lah lupakan. Ada Mama kesini? Ada yang penting?"


" Tidak, hanya saja mau memberitahu kalau besok Mama akan pergi ke Singapore sekitar 3 hari untuk menghadiri acara di kantor cabang. Apa Papa mau ikut?"


" Oh, yasudah pergilah. Tidak, kan Papa besok ada meeting sama klien dari Dubai. Kalau Papa tidak hadir nanti bisa rugi perusahaan kita tidak dapat saham dari mereka."


" Ya sudah kalau begitu, Mama mau pulang cepat hari ini untuk packing."


" Hm, hati-hati."


Dilara pergi dari ruangan Shah. Shah disitu merasa lega karena beberapa hari kedepan Dilara tidak ada disini. Waktunya berkesempatan baik untuk mencari keberadaan Sarah.


~"-*-"~


Thank's for reading💞

__ADS_1


Love :


@dinda_mahardhika21


__ADS_2