
HAPPY READING :)
.
.
.
Zafran melihat handphone nya dan ada kiriman pesan masuk dari Sarah. Zafran membuka pesan itu.
" Gak mungkin." ucap Zafran setelah membaca pesan itu.
Hasan dan Rea saling pandang melihat raut muka Zafran yang berubah. Memang nya ada apa di pesan itu?
Zafran terdiam lama sambil terus melihat handphone nya yang tertuju pada pesan Sarah. Berfikir keras apa benar ini nama Ayah dari adiknya itu? Rasa nya tidak percaya kalau memang benar nama ini adalah nama Ayah Aisyah.
Hasan dan Rea masih terpaku melihat Zafran yang tiba-tiba diam setelah menerima pesan. Ia berusaha menyadarkan Zafran, tapi dia diam saja saat dipanggil nama nya.
" Fran, Zafran." panggil Hasan.
Zafran masih diam, seolah tidak mendengar panggilan itu.
" ZAFRAN." teriak Hasan, dan kali ini sambil menggoyang kan bahu Zafran.
Setelah goyangan itu, Zafran langsung kaget mendengar teriakan Hasan memanggil nama nya.
" Loe kenapa?" tanya Hasan.
" Ini gak mungkin." jawab Zafran melirik Hasan dan menggelengkan kepalanya.
Rea makin bingung dengan sikap Zafran sekarang. Hasan pun langsung menenangkan Zafran dahulu.
" Tenang dulu ya, ceritakan ada apa? Kenapa loe tiba-tiba begini?" ucap Hasan.
Zafran tidak mempedulikan pertanyaan dari Hasan. Dia langsung beranjak dari duduk nya dan mengambil laptop yang dipergunakan untuk mencari informasi adiknya itu.
Zafran mengetikan nama Ayah Aisyah itu. Rea melihat Zafran dari belakang dan langsung menatap layar laptop. Rea terkejut melihat Zafran mengetikan nama yang tidak asing lagi baginya. Bahkan nama itu adalah nama yang sering ia jumpai di berbagai media industri dan selalu ada di data identitas sahabatnya. Rea heran kenapa Zafran menuliskan nama itu di sana.
Untuk Hasan juga kaget setelah melihat layar laptop. Dia memang tidak begitu dekat dengan wanita terdekat sahabatnya itu. Tapi dia sangat tahu persis siapa nama orang tua dari wanita itu.
" Fran kenapa loe menuliskan nama itu?" tanya Rea penasaran.
Zafran tidak menggubris pertanyaan dari Rea. Dia tetap fokus mencari kebenaran yang sesungguhnya.
Setelah mengisi semua data identitas dari Aisyah, sekarang mereka menunggu hasilnya. Loading yang lama membuat mereka semakin penasaran dengan itu. Mereka semua sudah tidak sabar menunggu angka persen yang tercantum. Angka itu terus berjalan dari yang tadinya 1% sekarang telan berubah menjadi 85%. Dan artinya mereka tinggal hanya menunggu 15% lagi untuk mengetahui hasilnya.
Detik demi detik angka itu terus berjalan. Mereka semua tegang saat angka itu sudah menunjukan 99%, hanya dengan 1% lagi untuk mereka menunggu. Krik krik krik mereka semua semakin gundah saat angka itu telah menunjukan 100% dan layar laptop menjadi putih semua.
Saat mereka semua fokus pada layar laptop, perlahan dari layar atas memunculkan tulisan kata demi kata. Zafran terus memandang tidak berpaling sedikit pun. Begitu juga dengan Hasan dan Rea.
Mereka semua tercengang melihat apa yang terpampang di layar. Suasa disitu serasa menjadi memcengkam, hening tidak ada suara apapun.
__ADS_1
Zafran terlihat sangat tidak percaya apa yang dia lihat. Hatinya merasa ngilu mengetahui kebenaran ini. Rea yang juga terkejut membungkam mulutnya sendiri. Hasan hanya diam membisu melihat sahabatnya begitu lemas.
" Ais." lirih Rea.
" Tapi bagaimana bisa?" sambung Rea lagi.
" Jadi selama ini yang kita cari adalah orang yang dekat dengan kita." ucap Hasan.
Zafran hanya diam mendengar ucapan dari kedua temannya. Dia masih tidak percaya ini. Zafran meremas rambutnya kasar. Dia tidak tahu harus berkata apa nanti di hadapan Sarah yang notabene adalah Ibunya.
" Tidak bisa dipercaya. Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Zafran lirih.
" Itu bukan nama si Za." sambung Zafran lagi
" Hahaha, Aisyah Zaara Tasanee bukanlah Aisyah Mumtaza." ucap Zafran yang tiba-tiba tertawa.
Hasan langsung menenangkan Zafran yang tiba-tiba aneh. Rea merasa miris melihat Zafran seperti itu.
" Fran tenang. Kita pikirkan ini baik-baik ya." ucap Hasan.
" San katakan padaku kalau dia bukanlah si Za. Apakah aku sedang bermimpi? Katakan yang sebenarnya San, apakah ini nyata?" ucap Zafran sedikit teriak.
" Tenang Fran tenang. Aku juga gak tahu ini benar Ais kita atau bukan. Tapi yang jelas ini adalah nyata. Kita melihat ini semua." jelas Hasan.
" Dia adikku San. Za adalah adikku." lirih Zafran dengan meringkukkan badannya.
Hasan dan Rea hanya bisa diam melihat Zafran begitu. Mereka berdua juga tidak tahu harus melakukan apa.
" Bagaimana caranya aku menjelaskan ini semua kepada Bunda? Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepadanya." ucap Zafran lagi.
~ POV ZAFRAN ~
Aku kaget saat melihat pesan dari Bunda. Isi pesan itu adalah nama orang yang tidak asing bagi nya. ArShah Jamuza, seorang pembisnis sukses dan terkenal yang notabene adalah Ayah dari Za. Aku tidak percaya nama itu adalah nama Ayah dari adikku juga. Aku terdiam menenangkan pikiranku lantaran tidak percaya membaca pesan dari Bunda.
Aku langsung mengambil laptop yang digunakan untuk mencari adikku itu. Aku mengetikan nama seorang pengusaha itu. Setelah semua aku isi data identitas adikku itu, lalu aku menunggu hasilnya.
Setelah lama menunggu, akhirnya munculah data lengkap identitas adikku itu. Aku sangat terkejut melihat apa yang ada di depanku itu. Aku tercengang, hatiku sangat ngilu, rasanya tidak percaya dengan ini semua.
Aku tidak tahu harus berbuat apa setelah ini. Aku bingung jika nanti berhadapan dengan Bunda. Aku tidak tahu harus berkata dan bagaimana menjelaskan ini semua kepada Bunda. Bunda pasti akan sangat terkejut saat mengetahui ini. Intinya sekarang aku sangat tidak kuat untuk berhadapan dengan Bunda.
Aku tidak tahu apakah aku harus senang lantaran aku bisa menemukan adikku itu? atau malah sedih karena orang yang aku cari selama ini adalah orang yang bisa membuat hatiku berdegup kencang.
Aku buka pintu apartemen milikku berharap jika Bunda sudah tertidur. Aku sengaja pulang larut agar tidak bertemu dengan Bunda. Aku masuk kedalam apartemen yang sudah gelap tidak ada cahaya yang terpancar. Aku berjalan menuju kamarku. Saat akan membuka pintu kamar tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama ku. Aku lemas mendengar suara itu tidak tahu harus mengatakan apa setelah ini.
" Kau sudah pulang Nak?" tanya Bunda setelah aku membalikan badan ku kearahnya dengam menunduk. Jujur aku sangat tidak berani menatapnya saat ini. Aku harap Bunda tidak akan menanyakan hasil dari pencariaannya.
" Hu'um Bunda." jawabku lirih.
" Apakah kau sudah makan?" Bunda bertanya lagi.
" Sudah." jawabku singkat.
__ADS_1
" Kau kenapa? Apa kau sakit? Kenapa menundukan kepalamu hm?" tanya Bunda dengan berderet.
Aku heran kenapa Bunda selalu bertanya dengan banyak pertanyaan. Bunda adalah wanita yang sangat cerewet. Tapi walau begitu dia adalah wanita yang berhati lembut dan baik.
" Aku tidak apa-apa Bun. Hanya saja sedikit pening." jawab ku berbohong.
" Hm, ya sudah kau istirahat gih." ucap Bunda menyuruhku.
Aku hanya mengangguk untuk merespon ucapannya. Baru saja aku akan membalikan badan ku dan akan melangkan. Tiba-tiba bunda menghentikkannya lagi.
" Apakah Bunda boleh bertanya sedikit Nak?" tanyanya.
Aku tiba-tiba menengang saat mendengar pertanyaan dari Bunda. Aku harap Bunda tidak akan menanyakan itu.
" Emmm, bo bo boleh Bun." jawabku gugup.
" Hm, bagaimana hasilnya?" tanya Bunda.
" Ha.. Ha.. Hasil apa Bun?" ucapku pura-pura tidak tahu.
" Hasil dari pencariannmu mencari Zaara." kalimat Bunda yang membuatku ingin cepat beranjak dari hadapannya.
" Emmmmm maaf Bun. Tapi Zafran tidak berhasil menemukan Zaara." ucap ku berbohong lagi.
" Hm, ya sudah lah tak apa. Ok sekarang kamu istirahat saja. Apakah kau ingin dibuatkan teh hangat?" kata Bunda.
" Baiklah Bun. Tidak usah Bun. Zafran ingin langsung tidur saja." jawabku.
" Ya sudah. Selamat malam Nak." ucap Bunda.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Bunda. Aku langsung beranjak dari hadapannya melangkah ke arah kamarku dan langsung masuk. Dan tidak lupa untuk menguncinya.
Aku merebahkan tubuhku dikasur. Aku merasa sangat bersalah karena telah membohongi Bunda. Tapi apa daya, aku sangatlah tidak berani menjelaskan ini semua. Aku tidak kuat untuk mengatakan jika orang yang kami cari selama ini adalah orang yang sangat dekat dengan kami. Biarkan saat ini aku rahasiakan. Mungkin nanti aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada Bunda.
Aku membuka ponselku, mengarahkan jariku untuk membuka galeri foto. Aku pencet salah satu foto gadis yang sangat aku cintai. Dan aku pandang foto itu secara intens.
Aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Kau tahu? Aku sangat terkejut setelah melihat kebenaran ini. Aku tidak tahu ini benar nyata atau tidak. Awalnya sangat tidak percaya dengan ini semua bahkan aku menolak kebenaran ini. Tapi saat aku mengingat kau sewaktu bersama Bunda, aku yakin kalau ini adalah kebenaran yang nyata. Kalian bisa langsung sangat akrab saat awal bertemu. Kepribadian mu sangatlah mirip dengan Bunda. Kehangatan diantara kalian saat sedang bersama. Rasa nyaman yang kau rasakan saat dekat dengan Bunda. Bunda yang terlihat sangat senang bersama mu. Kebahagian yang nyata kau rasakan saat bersama Bunda. Itu semua yang membuatku yakin 100% kalau kau adalah benar anak Bunda.
Aku tidak pernah melihat kau sebahagia ini saat bersama Bunda. Kau bisa tertawa bebas saat bersamanya. Senang rasanya aku bisa mengetahui ini semua. Aku telah menemukan putri Bunda yang cantik dan selalu ia rindu kan selama ini.
Setelah puas aku memandang foto Za. Aku keluar dari galeri dan menutup ponsel ku.
Aku masih bingung dan heran. Kenapa bisa Om Shah melakukan ini semua kepada kalian? Kenapa dia sangat tega memisahkan putri dari Ibunya? Aku tidak tahu apa alasan Om Shah melakukan ini. Yang sekarang aku tahu dia adalah orang yang sudah menyakiti hati Bunda. Orang yang telah mengkhianati Bunda.
Hati ku sakit jika mengingat kau adalah adikku Za. Orang yang selama ini aku kagumi dan cintai adalah adikku. Miris rasanya mengetahui kebenaran ini.
Aisyah Zaara Tasanee adikku dan Aisyah Mumtaza gadis yang aku cintai adalah orang yang sama. Za sampai kapan pun aku akan mencintaimu walau kau adalah adikku.
~"-*-"~
Heuh, rekor terbaru aku bisa ngetik sampai 1,5 ribu kata. Ini adalah sebuah penghargaan untuk ku guys, wkwkkwk. Alay? yo ben lah wek, haha. Dah lah aku ngantuk. Muach, I Love You❤
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21