
Happy Reading :)
.
.
.
Sarah tidak mau Zafran kenapa-napa. Tapi satu sisi putrinya sedang bermain dengan nyawa.
" Dok, apakah saya bisa bertemu dengan Zafran sebentar saja?" Pinta Sarah.
" Tentu saja bisa Bu. Anda boleh bertemu dengan putra anda. Silahkan,"
Sarah langsung beranjak dari kursinya. Ia langsung menghampiri putranya yang masih berada di ruang ICU. Sarah merasa hatinya ngilu melihat alat medis yang terpasang ditubuh Zafran. Zafran masih memejamkan matanya saat Sarah pelan-pelan memegang tangannya. Sarah mengelus tangan Zafran dengan sangat lembut.
" Maafkan Bunda yang tidak bisa menjaga mu Nak. Bunda telah mengingkari janji pada Ayah mu. Bunda merasa bersalah karena ini semua. Kau sekarang begini karena masalah yang dihadapi Bunda, hiks hiks." Sarah menangis setelah mengatakan itu.
Beberapa detik kemudian, Zafran menggerakkan tangannya. Sarah langsung terkejut melihat tangan Zafran yang bergerak.
" Nak kau sudah sadar?" Tanya Sarah antusias.
Zafran hanya memandang Sarah. Ia ingin tersenyum tetapi terhalang oleh selang oksigen.
" Sebentar ya, Bunda akan panggilkan dokter dulu."
Setelah dokter mengechek kondisi Zafran. Sarah masih diperbolehkan untuk bertemu dengan Zafran.
" Nak, Bunda minta maaf. Gara-gara masalah Bunda kau bisa sampai begini. Bunda sangat sedih melihat mu seperti ini," ucap Sarah sedih.
Zafran tersenyum dan mengangkat tangannya pelan untuk melepaskan oksigen yang menutupi mulut dan hidungnya.
" Apa yang kau lakukan, Nak. Kau tidak boleh melepas ini," kata Sarah panik.
Zafran menahan tangan Sarah yang akan memperbaiki alat nafas tersebut. Zafran lalu tersenyum saat melihat Bundanya penuh kekhawatiran pada dirinya. Sarah hanya pasrah dengan tindakan putranya itu. Lalu Sarah kembali duduk di samping putranya yang berbaring.
" Bagaimana keadaan di Za, Bun?" Tanya Zafran lirih.
" Ais sedang tidak baik-baik saja. Tapi kau jangan khawatir ya, Ais sedang ditangi oleh dokter-dokter hebat," ucap Sarah berusaha tenang agar tidak membuat panik Zafran.
" Aku tahu sekarang ini Za membutuhkan banyak darah. Izin Zafran untuk mendonorkan darah ini untuk si Za ya Bun," pinta Zafran pada Sarah.
Sarah diam tidak tahu harus berkata apa. Ia sangat sedih jika nanti putranya kenapa-napa.
" Bun, kenapa diam?"
" Jika nanti sesuatu terjadi padamu bagaimana? Bunda akan sangat sedih jika itu terjadi. Bunda takut, sangat takut."
Zafran tersenyum mendengar ucapan Sarah.
" Bunda ingin Za selamat?" Tanya Zafran.
Sarah langsung mengangguk mendengar itu.
" Nah, begitupun dengan Zafran. Zafran sangat ingin Za selamat agar bisa terus bersama Bunda. Sudah cukup Bunda merasa rindu yang teramat berat pada Za. Sekarang tidak akan lagi Bun. Bunda akan terus bersama Za, setelah ini. Urusan keselamatan Zafran biar menjadi kehendak-Nya. Jika nantinya Zafran tidak bisa bersama Bunda lagi, Bunda harus ikhlas dengan itu. Akan ada Za yang akan menemani dan menjaga Bunda. Nantinya darah Zafran akan mengalir dalam tubuh Za. Zafran janji juga akan selalu menemani Bunda lewat Za," jelas Zafran.
" Zafran." Sarah langsung memeluk putranya dengan tangisan yang sangat deras. Ia tidak tahu lagi harus berkata apa. Ia takut jika Zafrannya ini akan meninggalkannya.
__ADS_1
Shah melihat Sarah dari balik pintu ruang ICU. Melihat Sarah yang sedih dengan penderitaan Zafran, hatinya ikut merasa tambah sakit ketika melihat Zafran mau mengorbankan nyawanya untuk Aisyah. Dia merasa menjadi orang paling buruk di dunia. Menyakiti hati seorang wanita yang sangat tulus mencintainya, selalu mengabaikan putrinya, menjadi suami yang tidak bisa menuntun istrinya kejalan yang baik, dan sekarang ia sendiri tidak bisa menolong putrinya yang sedang sekarat. Pokoknya dia merasa menjadi manusia yang tidak berguna selama ini.
" Om," panggil Aashad.
" Eh, iya."
" Om ada apa? Dan kenapa tidak masuk saja?" Tanya Aashad pura-pura tidak tahu apa yang sedang dirasakan Shah saat ini. Padahal sejatinya ia tahu apa yang sekarang Shah rasakan.
" Om menunggu mu," jawab Shah lirih sembari tersenyum tipis.
" Baiklah, ayo kita ikut masuk," ajak Aashad.
Shah hanya mengangguk dan melangkah masuk mengikuti Aashad dari belakang.
" Om," panggil Zafran saat melihat Shah yang sudah ada di belakang Sarah.
Sarah menengok untuk melihat orang yang ada dibelakangnya. Lalu kembali menatap Zafran dengan keharuan.
" Zafran, Om minta maaf. Om sangat berterimakasih pada mu, karena mau memberikan darah mu kepada Ais. Om akan selalu berhutang pada mu. Maafkan Om, karena tindakan dari Dilara kau jadi mengalami ini. Tapi sekarang ini Dilara telah mendapatkan hukuman dari Allah. Mungkin memang kematian hukuman yang pantas untuknya," sedih Shah.
" Innalillahi wainnailaihi roji'un. Tante Dilara telah tiada?" lirih Zafran.
Mereka semua mengangguk.
" Ini sudah jalan dari Allah, Om. Om yang sabar ya. Om tidak usah merasa ini adalah hutang, pasalnya ini bukanlah hutang tetapi sudah tugas sesama manusia untuk saling membantu. Za teman saya, sudah sepantasnya saya tolong. Om, bolehkah saya meminta sesuatu dari Om?"
" Ya, katakan saja."
Zafran memegang tangan Shah dan tersenyum penuh arti.
" Om, saya minta tolong jaga Bunda ya. Jangan lagi sakiti hati Bunda. Bunda sudah sangat tersiksa dengan semua ini. Saya harap Om tidak akan lagi menyakiti Bunda. Untuk Za, tolong berikan perhatian lebih untuknya. Saat dulu di kampus Za selalu cerita kepada saya, bahwa ia selalu ingin mendapat perhatian dari Ayahnya, yaitu Om. Ia selalu merasa sedih jika Om selalu sibuk dengan pekerjaan. Za hanya ingin perhatian dari Om walau itu hanya sedikit saja. Saya yakin Om mampu memenuhi permintaan saya ini. Om masih mencintai Bunda? Tolong buktikan itu dengan cara menjaga Bunda dan Za dengan baik. Sekarang Bunda dan Za hanya mempunyai Om," pinta Zafran.
Sarah menangis mendengar pintaan Zafran pada Shah. Tidak tahu kenapa ia merasa sangat takut jika sebentar lagi putranya akan pergi.
" Om akan penuhi permintaan mu. Setelah ini kau harus bangun kembali. Kita akan menjaga Bunda mu dan Ais bersama. Kau sayang kan pada Bunda mu? Jadi kau harus sembuh. Kau adalah lelaki kuat. Kita pasti akan bisa meluluhkan kedua wanita cerewet ini, hm."
Zafran hanya tersenyum mendengar perkataan Shah.
" Bunda. Kenapa bunda menangis?" tanya Zafran saat melihat Sarah sudah banjir air mata.
Sarah yang tidak kuat pun langsung pergi dari hadapan Zafran. Ia lari keluar ruangan untuk menenangakan diri. Shah mengikuti kemana Sarah pergi.
Sekarang di ruangan itu hanya ada Aashad dan Zafran. Zafran tersenyum pada Aashad, dan dibalas oleh senyuman juga dari Aashad. Aashad menghampiri Zafran.
" Bro, kita baru sempat mengobrol hari ini. Aku sangat terharu atas apa yang sudah kau lakukan pada Ais. Terima kasih kau mau menyelamatkan Ais," ucap Aashad pada Zafran.
" Itu sudah tugas sesama manusia. Dan Za akan selamat atas izin dari Allah. Bang, apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?"
" Hm, katakan saja,"
" Begini, aku sangat ingin kau selalu menjaga Za apapun yang terjadi. Aku ingin kau selalu ada untuk Za. Bang, aku tahu kau sangat mencintainya bukan? Aku akan pergi dan ini sangat mempermudah kau untuk mendapatkan Za. Jujur, aku juga sangat mencinta si Za. Tapi aku merasa umurku tidak akan sampai besok. Aku merasa setelah ini aku tidak akan bangun kembali. Aku yakin kau adalah pria yang baik yang akan selalu mendampingi dan menjaga si Za. Bang, jaga dia dengan sebaik mungkin. Jika memang kalian berjodoh, pasti akan selalu ada jalan untuk kalian bersatu. Dan awal jalan itu adalah aku yang akan pergi jauh. Bang, jika kau telah menikahinya, tolong jangan pernah sakiti dia. Dan satu lagi, tolong jaga Bunda dengan baik setelah kau menjadi menantunya nanti, hihi," ucap Zafran.
" Fran, kau pria yang baik. Aku iri kepada mu. Kau mau bertaruh nyawa untuk menyelamatkan Ais. Dan sekarang kau mengorbankan cinta mu untukku. Ya kau benar aku sangat mencintainya, bahkan sudah sejak dulu saat kami masih berada di Swiss. Aku berjanji akan selalu menjaga dia dengan baik. Jika setelah ini kau tidak jadi pergi, kita pasti akan melakukan persaingan untuk mendapatkan Ais. Perihal Bunda mu yang akan menjadi mertuaku, itu sudah pasti aku akan selalu menjaga dia layaknya ibuku sendiri, hahaha. Fran, kau pasti kuat. Kau pasti akan bangun kembali. Kau tidak boleh pergi secepat ini. Ais sangat pantas mendapatkan pria seperti dirimu. Kau tidak boleh pergi atau ia akan sedih. Fran ingat, kau adalah harapannya. Aku pernah mendengar perkataannya saat itu. Dia mengatakan bahwa ia sangat berharap kepadamu untuk menemaninya setiap saat. Selama ini kau telah berada di samping Ais. Aku sangat yakin Ais juga sangat mencintaimu, Fran. Kalian pasti akan bersatu dengan kebahagian. Kau tidak boleh lemah. Kau harus kuat hm," tegas Aashad panjang lebar.
" Jika aku tidak jadi pergi, itu sudah pasti aku tidak akan memberikan Za dengan mudah kepada mu, haha. Bang, sekarang keputusan ada di tangan Allah. Allah yang akan menentukan ini semua."
Aashad menepuk bahu Zafran dengan haru. Ia tidak tahu harus bicara apa lagi.
__ADS_1
Sarah mau kembali lagi ke ruang ICU setelah Shah membujuk dan menenangkan nya. Ia langsung memeluk Zafran.
" Kau tidak boleh pergi, hiks hiks. Kau pasti akan bangun kembali setelah operasi ini. Bunda sangat takut," ucap Sarah sembari terisak.
" Hmm, Bunda tenang dulu. Zafran tidak akan pernah meninggalkan Bunda. Ingat, darah Zafran akan mengalir ditubuh Za. Kami akan bersatu untuk menjadi anak Bunda. Zafran akan selalu ada di hati Bunda. Bunda sekarang bisa mencurahkan semua kasih sayang yang telah Bunda kasih ke Zafran pada si Za. Bun, Zafran sangat berterimakasih pada Bunda. Bunda telah merawat dan membesarkan Zafran dengan baik selayaknya Ibu sendiri. Bunda telah menganggap Zafran sebagai putra Bunda sendiri...
... Bun, Zafran juga ingin minta maaf, jika selama ini Zafran mempunyai salah pada Bunda. Zafran tidak tahu setelah ini akan bangun kembali atau tidak. Bun, Zafran sangat rindu pada Ayah. Zafran ingin bertemu Ayah dan Mama disana. Bunda tahu kan, bahwa Zafran sangat ingin bertemu dengan Mama. Mungkin setelah ini keinginan Zafran akan terpenuhi. Zafran akan bercerita kepada Mama nanti bahwa Zafran mendapatkan Bunda yang sangat baik hati. Zafran akan mengatakan pada Ayah, bahwa selama ini Bunda telah menepati janjinya pada Ayah untuk menjaga Zafran dengan baik. Mereka pasti akan senang setelah Zafran bercerita tentang kebaikan Bunda. Bun, Zafran sangat menyayangi dan mencintai Bunda. Bunda jangan sedih ya, karena ada Za nanti yang akan menemani hari-hari Bunda,"
" Putraku, hiks. Apakah kau tidak ingin melihat Ais dengan senyuman?"
" Zafran akan selalu melihat Za dengan senyuman yang indah. Bunda, apakah Zafran boleh menitipkan sesuatu untuk Za?"
Sarah hanya mengangguk.
" Bun, tolong katakan permintaan maaf dan terimakasih pada Za. Dan ada sebuah kotak dilemari kamar Zafran. Tolong berikan itu pada Za nanti ya, Bun,"
" Hum, Bunda akan menuruti permintaanmu."
***
Dokter dan para tenaga medis lain melakukan transfusi darah dan akan langsung mengoperasi Aisyah. Zafran berbaring berdampingan dengan hospital bed yang membaringkan Aisyah. Aisyah terlihat sangat tidak berdaya saat ini. Zafran menatap dalam Aisyah.
" Jika nanti hembusan nafas ku terhenti.
Jangan lah bersedih.
Lihat, banyak orang yang masih bersamamu.
Kau wanita yang kuat.
Kau wanita yang hebat.
Kau pasti bisa melawati ini.
Maaf jika aku tidak bisa menemani mu seperti harapan mu.
Tapi, kau jangan khawatir. Darahku akan selalu mengalir dalam tubuh mu.
Ada pria lain yang akan bersanding dengan mu.
Dia yang akan menemanimu melewati ini semua.
Berbahagialah dengan nya.
Tapi ingat ini.
Aku akan tetap mencintai mu walau jiwa ku melayang.
Cinta ku akan terus berlabuh sampai dunia ini hancur."
.
.
.
~"-*-"~
__ADS_1
Thank you💞
@dindamahardhika21