
Happy Reading :)
.
.
.
Dua bulan telah berlalu. Kini Aisyah sudah bisa berjalan dengan normal dan melakukan aktifitas seperti biasa.
" Nak, ayo sarapan," ucap Sarah pada putrinya.
" Baik Bun,"
Ya sekarang Aisyah tinggal dengan Bundanya di apartemen milik Zafran.
" Bun, siang nanti Za kerumah Papa ya. Sudah lama Za tidak bertemu Papa."
" Boleh. Bunda sekalian ikut ya."
" Ok."
Mereka makan sarapan mereka dengan canda dan obrolan kecil. Mereka sebenarnya masih sangat merasa kehilangan Zafran. Tetapi mereka selalu menyembunyikan satu sama lain. Oh ya jika ada yang bertanya kenapa Aisyah dan Sarah tidak tinggal bersama Shah. Jawabannya adalah Sarah menolak ajakan Shah untuk tinggal bersama. Bukan apa-apa, tapi Sarah tidak mau jika harus tinggal dirumah wanita yang telah menyakitinya. Ya sebenarnya Sarah sudah memaafkan Dilara. Tetapi walau begitu ia masih mengingat apa yang pernah Dilara perbuat padanya. Itu selalu terngiang di benaknya. Jadi lebih baik ia tidak tinggal di rumah peninggalan Dilara.
Aisyah dan Sarah telah berada di rumah Shah. Shah menyambut hangat kedatangan mereka. Shah sangat senang putrinya mau mengunjunginya. Mereka berbincang di ruang keluarga dengan candaan.
" Pah, apa boleh Ais melanjutkan kuliah di Turki setelah lulus S1?" Tanya Aisyah ditengah candaan mereka bertiga.
" Hm, apa kau yakin?" Shah balik bertanya.
Aisyah hanya mengangguk.
" Apakah Bunda setuju?" ucap Shah sembari melirik Sarah. ( lah, ciee panggil Bunda).
Aisyah ikutan melirik ke arah Bundanya.
" Emmm, Bunda setuju saja. Selagi itu baik, Bunda akan dukung," jawab Sarah tersenyum.
Aisyah tersenyum senang dan langsung memeluk Sarah.
__ADS_1
" Terimakasih Bun. Tapi, Za ingin ditemani Bunda selama berada disana."
" He.."
Aisyah hanya mengangguk memohon pada Sarah. Shah hanya tersenyum melihat keduanya. Shah akan selalu setuju apa yang akan dilakukan oleh dua wanita yang sangat ia cintai ini.
" Ayolah Bunda. Mau ya, mau. Za mohon. Za ingin Bunda selalu ada di samping Za," mohon Aisyah pada Sarah.
Sarah melirik kearah Shah. Dan Shah hanya mengangguk setuju.
" Baiklah. Bunda akan menemani putriku ini hm."
" Yeyyyy. Makasih ya Bun," girang Aisyah.
Sarah hanya mengangguk tersenyum. Ia dan Shah senang melihat putrinya bahagia. Orang tua mana sih yang gak senang jika anaknya senang. Semua orang tua pasti akan ikut senang jika anaknya senang.
Aashad sudah kembali ke Swiss satu bulan lalu, setelah mendapat penolakan halus dari Aisyah. Penolakan apa itu? Hayo apa? Etdah.
Sebenarnya Aisyah tidak bermaksud menolak keinginan Aashad untuk menjaganya, seperti apa yang diminta Zafran. Aisyah hanya ingin tidak merepotkannya. Aisyah masih sanggup untuk menjaga dirinya sendiri. Alhasil Aashad tidak bisa memaksa dan memilih kembali ke Swiss. Aashad hanya berharap, semoga tuhan selalu melindungi gadisnya apapun yang terjadi. Ia juga berharap, jika memang mereka jodoh. Cepat atau lambat pasti akan dipertemukan kembali.
2 bulan berlalu. Aisyah telah sah menjadi sarjana strata-1. Yang artinya sebentar lagi ia akan pergi dari Indonesia ke Turki untuk melanjutkan study nya.
Sarah menghampiri putrinya dan memberikan selamat atas kelulusan. Shah yang baru datang pun melakukan hal yang sama seperti Sarah. Mereka bertiga berfoto bersama layaknya keluarga pada umumnya. Terlihat bahagia di raut wajah Aisyah. Ia merasa tidak menyangka bahwa ini semua adalah jalan tuhan untuk membuat dirinya bahagia. Bisa merasakan dan mendapat cinta kasih dari orangtua yang benar-benar selalu memikirkan dirinya. Setelah kejadian itu, Aisyah selalu bersyukur pada tuhan. Karena dengan semua kejadian itu. Ia bisa bersama kembali dengan Bundanya. Walau harus kehilangan orang terkasih yaitu Mama nya dan Zafran.
" Hai, Ais. Selamat ya," ucap Rea.
" Selamat juga untuk mu," jawab Aisyah tersenyum.
" Ayok kita berfoto," sambung Hasan.
" Ayok."
" Tunggu dulu. Kalian jahat tidak mengajakku ya," samber Maya dari arah belakang dengan berlari kecil.
" Lagian lama banget si," sahut Rea.
" Kan sudah ku bilang tadi, tunggu dulu 5 menit. Kau saja yang tidak sabaran," kesal Maya.
" Sudah-sudah. Gak jadi foto nih? Aku tinggal ya," ucap Aisyah melerai dengan becanda.
__ADS_1
" Eh jadi dong," sahut Rea dan Maya bersama.
" Ahahaha," tawa Aisyah dan Hasan.
Akhirnya mereka berempat berfoto tanpa adanya Zafran ditengah mereka. Kintha pun memilih kembali ke Singapura setelah kejadian itu. Ia masih sangat merasa kehilangan orang tercinta.
Shah dan Sarah hanya tersenyum melihat anak-anak bercanda gurau. Walau masih ada kesedihan dengan tidak adanya Zafran.
" Bunda yakin kau disana pasti bahagia melihat ini, Nak," ucap Sarah lirih.
Shah yang masih mendengar ucapan Sarah yang lirih pun paham. Ia langsung mengelus pundak wanitanya untuk menenangkan. Sarah hanya tersenyum pada Shah untuk merespon.
Catat dengan garis bawah ya guys. Mereka tidak balikan. Atau apa sih namanya. Rujuk? Tapi mereka kan belum pernah menikah. Intinya mereka tidak kembali untuk menjadi kekasih atau menikah, apalah itu semacamnya. Aku pun bingung gimana jelasinnya. Tapi, intinya mereka tidak ada hubungan apa-apa, kecuali untuk menjaga Aisyah.
Sebenarnya Shah sudah mencoba mengajak Sarah untuk menikah. Tetapi Sarah langsung menolak dengan halus. Sarah lebih memilih mereka tetap berhubungan baik untuk menjaga silaturahmi dan putri mereka tanpa ada hubungan status yang terikat. Memang Sarah masih sangat mencintai Shah. Tapi untuk kembali menjalin cinta dan pernikahan itu tidak bisa. Shah berusaha menerima keputusan Sarah. Mungkin memang ini balasan dari tuhan untuknya karena sudah menyakiti wanitanya. Dan sekarang prinsip mereka adalah menjaga dan merawat Aisyah bersama walau tidak ada status apapun.
3 minggu sudah. Dengan kecerdasan Aisyah, ia pun telah diterima di Istanbul Technical University. Dan artinya sekarang waktunya Aisyah dan Sarah berangkat ke Turki. Shah mengantar mereka berdua ke bandara. Sebenarnya Shah ingin ikut bersama mereka. Tetapi Ia masih punya tanggung jawab di perusahannya. Jadi, mungkin ia akan sesekali saja menengok para wanitanya di negeri orang tersebut.
" Kalian hati-hati dan selalu jaga diri ya disana," ucap Shah saat pesawat akan take off.
" Siap, Papa juga jaga diri disini," jawab Aisyah sembari mengangkat tangan di depan kepalanya seolah sedang hormat.
" Manis sekali putri Papa ini. Siap, putri Papa yang cantik. Papa akan selalu jaga diri."
" Jaga diri baik-baik. Jangan telat makan dan kurangi bergadang," ucap Sarah pada Shah sebelum pergi menghampiri Aisyah yang sudah jalan duluan.
" Kau juga jaga diri baik-baik. Jaga Ais sebaik mungkin," senyum Shah.
Mereka saling lempar senyum. Dan Sarah pamit pergi pada Shah untuk mengejar Aisyah yang sudah jauh di depan.
.
.
.
~"-*-"~
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21