Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Half-Done!


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Aisyah dan dua sahabatnya sedang mencari keberadaan Zafran. Lama mereka mencari keliling kampus tapi tidak kelihatan batang hidungnya itu bocah. Akhirnya mereka memutuskan untuk balik saja dan mungkin nanti Aisyah akan telefon Zafran saja.


" Cape gua," ucap Maya.


" Hum," sahut Rea.


" Huft, ya sudah ayok kita pulang saja. Biar nanti gua telefon dia saja," ujar Aisyah dan diangguki oleh dua sahabatnya itu.


" Eh tapi kita pulang naik apa?" Tanya Rea.


" Lah iya, lu kan tadi berangkat sama Pak dosen baru dan kita juga nebeng si Hasan," kor Maya.


" Eh iya ya. Hm, ya sudah coba kita ke parkiran saja dulu. Siapa tahu ada tebengan gratis," ujar Aisyah.


" Ahahaha, ada-ada saja lu," tawa Rea dan Maya bersamaan.


" Wkwkwk, ya sudah ayok lah," ajak Aisyah.


" Yok."


Mereka berjalan menuju parkiran kampus. Saat sampai di parkiran, ternyata disana ada Zafran dan Hasan lalu ada satu cewe yang membelakangi mereka bertiga. Aisyah yang melihat ada Zafran disitu langsung mendekati Zafran guna memberitahu bahwa Bundanya dia menelfonnya tadi.


" Fran," panggil Aisyah.


Zafran langsung menoleh ke sumber suara. Cewe yang tadi membelakangi mereka pun ikut menoleh kebelakang guna ingin tahu siapa yang memanggil sahabatnya. Dan cewe itu langsung tersenyum kecut setelah tahu siapa orang itu. Zafran melihat Aisyah dengan tatapan yang dingin.


" Hai Kintha. Sudah lama tidak bertemu," sapa Aisyah tersenyum ramah.


" Hei iya," jawab Kintha tersenyum sinis.


Aisyah yang tahu bahwa Kintha tidak suka pada dirinya ini pun bisa mengerti dengan tersenyum.


" Fran boleh kita bicara sebentar," pinta Aisyah.


Zafran hanya mengangguk setuju. Aisyah lalu mengajak Zafran menjauh sedikit dari teman-temannya.


" Ada apa?" Tanya Zafran dingin.


" Tante Sarah tadi menelfon."


" Memang kenapa?"


" Tante Sarah meminta agar kita berdua setelah ini menyusulnya di Blok-M Square."


" Sekarang?"


Aisyah hanya mengangguk.


" Ya sudah ayok berangkat sekarang," ajak Zafran yang masih terdengar dingin.


Dan lagi-lagi Aisyah hanya mengangguk. Aisyah mengikuti Zafran yang berjalan menuju mobilnya.


" Guys, aku dan Ais pergi dulu ya. Bunda meminta kita untuk menyusulnya," ucap Zafran pada teman-temannya.


Hasan dan lainnya hanya mengangguk tapi tidak untuk Kintha. Kintha terlihat murung saat tahu Zafran dan Aisyah akan pergi berdua. Dan Aisyah merasa miris saat Zafran memanggilnya dengan sebutan Ais bukan Za.

__ADS_1


" Yah aku ditinggal," ucap Kintha.


" Hahaha, nanti kita ketemu lagi ok," kekeh Zafran sambil mencubit pipi Kintha.


Aisyah yang melihat itu sangat lah risih. Tapi dia berusaha terlihat biasa saja. Hasan tersenyum geli saat melihat ekspresi Aisyah yang kikuk saat melihat Zafran mencubit pipi Kintha. Dia tahu pasti Aisyah itu cemburu. Hasan menghampiri Zafran dan berbisik.


" Katakan perasaan mu yang sebenarnya dengan jujur. Aku yakin kalau dia juga mencintaimu Bro."


Zafran hanya mengangguk mendengar bisikan Hasan. Dia langsung mengajak Aisyah untuk masuk ke mobil nya. Sebelum mereka masuk mereka dikagetkan dengan teriakan seorang pria yang memanggil nama Aisyah dari arah samping. Mereka semua yang ada disitu langsung menengok kearah sumber suara. Dan orang itu langsung melangkah mendekati Aisyah.


" Kau mau kemana? Ayok kita pulang." Tanya orang itu dan mengajak pulang Aisyah yang ternyata adalah Aashad.


Zafran hanya diam melihat ini.


" Emmm, maaf Bang. Ais ada urusan sama Zafran," jawab Aisyah.


" Jadi Abang pulang sendiri?"


" Hu'um, maaf ya,"


" Baiklah, kau hati-hati ya,"


" Ais ayok kita berangkat. Kasihan nanti Bunda nunggu kita lama," ajak Zafran.


Aisyah hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil Zafran dan Zafran langsung melajukannya. Aashad hanya terdiam saat melihat mobil Zafran melaju di depannya.


" Em ok, saya dulu ya," ucap Aashad ramah kepada Hasan dan lainnya. Mereka hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Aashad.


" Dia siapa?" Tanya Kintha dengan terus memandang langkah dari Aashad.


" Asdos baru dari Swiss," jawab Rea.


" Hum, ganteng juga."


" Lu sih semua cowo dibilang ganteng," ucap Hasan.


" Emang siapa cowo yang tidak dibilang ganteng sama lu?"


" Elu San. Wkwkwkwk," ejek Kintha sembari tertawa. Rea dan Maya ikut tertawa saat mendengar ejekan Kintha untuk Hasan.


" Yaelah jahat bener lu Kin. Gua ini ganteng, iya gak Re," ucap Zafran sambil menaikan alis ke arah Rea.


" Keh, kalo lu bilang Hasan ganteng berarti mata mu rabun Re, wkwkwkwk," ejek Kintha lagi.


Rea hanya menggeleng dan tersenyum geli melihat Hasan dan Kintha saling bercanda.


" Heuft. Ya sudah ayok kita pulang. Kalian mau disini saja sampai besok?" Ajak Hasan.


" Ok lah ayok. Kita semua nebeng mobil lu ya San," pinta Kintha.


" Nggak buat lu Kin. Lu jalan kaki sono."


" Jahat bener lu. Gua tadi diantar sopir. Dan ini sopir lama kagak jemput-jemput. Gua ikut nebeng ya ya ya," melas Kintha.


" Ya sudah ayok masuk."


Kembali ke Zafran dan Aisyah. Mereka saling diam di dalam mobil. Tidak ada obrolan atau semacam nya. Zafran terlihat canggung karena sudah beberapa hari ini tidak pernah berbicara sama Aisyah. Aisyah yang risih dengan keheningan pun merasa bosan. Ingin kali dia mengomeli Zafran, tapi tidak enak hati. Akhirnya mereka selama perjalanan hanya diam-diaman saja. Sampai lah mereka di daerah Blok-M Square. Zafran bingung di tempat mana mereka akan bertemu Bundanya.


" Ini kemana? Mall atau Taman?" Tanya Zafran pada Aisyah.


" Entah, tadi sih bilangnya di Mall. Tapi coba aku telfon dulu ya," jawab Aisyah. Dan Zafran hanya mengangguk saja.


" Hallo Tante. Tante dimana?" Tanya Aisyah di telfon.

__ADS_1


" ....."


" Oh baiklah, kami kesana."


" ....."


" Ok Tante." Aisyah langsung menutup telfonnya.


" Bagaimana?" Tanya Zafran.


" Di Taman Air Mancur katanya."


" Baiklah."


Mereka langsung menuju ke taman tersebut. Sampai mereka di depan pintu masuk, Aisyah turun duluan dan memilih menunggu disitu, lalu Zafran memarkirkan mobilnya ke parkiran. Zafran yang memarkirkan mobilnya matanya tertuju ke mobil yang tidak asing baginya. Dia diam sejenak untuk berfikir mobil siapa itu.


" Ya Allah, itu mobil Om Shah," kaget Zafran saat ingat kalau itu mobil dari Papa nya Aisyah.


" Apakah Bunda kesini bersama Om Shah? Dan itu artinya..... Astaga tidak, aku harus buru-buru untuk menghentikan si Za," Panik Zafran.


Zafran langsung bergegas keluar dari mobil dan cepat melangkahkan kaki nya untuk menemui Aisyah. Aisyah yang lama menunggu Zafran pun bosan dan memilih untuk meninggalkannya. Dia langsung melangkahkan masuk ke taman tersebut guna mencari keberadaan Sarah. Zafran yang lari dari parkiran pun merasa cape. Dia berhenti dimana tempat Aisyah turun tadi, tapi Aisyah sudah tidak ada disitu.


" Dimana dia? Apakah dia sudah masuk?" Tanya Zafran pada diri sendiri.


Zafran langsung masuk ke taman tersebut sembari matanya ia tajam kan untuk mencari Aisyah. Zafran terhenti saat melihat Aisyah ada di depannya. Tapi di depan Aisyah juga sudah ada dua orang yang sangat tidak asing baginya.


Aisyah melihat Sarah di depan air mancur. Tapi dia juga melihat seseorang yang tidak asing baginya. Kenapa dia ada disini? Aisyah melangkah kearah mereka. Zafran berjalan guna menghentikan Aisyah, tapi ia urungkan. Mungkin ini sudah saat nya kebenaran akan terungkap.


" Tante. Papa," Panggil Aisyah.


Sarah dan Shah pun menengok ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Shah melihat Aisyah ada didepannya saat ini.


" Ais," ucap Shah dan Sarah bersamaan.


" Papa?" Bingung Sarah sembari menunjuk Aisyah dan Shah bergantian.


*****


" Sudah tiga hari Zafran mendiamkan aku. Aku tidak tahu apa alasannya dia begitu. Dia terkesan sangat acuh bahkan seperti selalu menghindari ku. Awalnya aku berfikir mungkin dia begitu karena masalah dari Tante Sarah. Tapi aku heran kenapa dia sampai sebegitunya dengan tiba-tiba diam kepada ku. Dia selalu bercerita kepada ku semua masalah yang dia tahu tentang Tante Sarah, tapi beberapa hari ini tidak sama sekali. Saat aku menanyakan bagaimana informasinya mengenai pencarian putri dari Tante Sarah di situs ilegal, dia pun tidak menjawab itu bahkan dia terlihat sangat menghindari pertanyaan itu. Dia bersikap begitu semenjak pencarian itu. Apakah dia menyembunyikan sesuatu dari ku?


Aku pusing selalu memikirkan tentang Zafran. Tapi aku sangat senang ketika aku sedih tiba-tiba datang seseorang yang sangat aku sayangi. Orang yang dulu selalu buat aku gembira. Teman masa kecil ku sewaktu di Swiss. Ya Bang Aashad. Dialah orang yang selalu membuat ku bahagia dan melindungi ku dari kenakalan bocah-bocah yang ingusan tapi belagu. Dia dulu selalu ada di samping ku apapun itu alasannya. Aku telah menganggapnya seperti Kakak ku sendiri. Kakak yang selalu memberi perhatian lebih kepada adiknya. Aku sangat menyayanginya. Aku sangat ingin memperkenalkan Bang Aashad kepada Zafran. Tapi yah yang kalian tahu, Zafran selalu menghindari ku saat aku dekati. Entah lah apa yang dia sembunyikan dari ku sampai menghindar begitu.


Aku sedang ngobrol-ngobrol dengan Rea dan Maya tiba-tiba getaran telfon ku mengganggu obrolan kita. Aku lihat di layar ponsel siapa yang menelfon, dan ternyata itu adalah Tante Sarah. Tumben sekali dia menelfon ku, memang ada apa? Aku angkat telfon darinya, dan dia berkata menginginkan aku dan Zafran menyusulnya di suatu tempat. Aku pun menyetujuinya, tapi aku bingung bagaimana bilang kepada Zafran lantaran sudah tiga hari ini dia selalu menghindari ku. Aku sangat canggung untuk memintanya. Rea dan Maya yang mengetahui ini pun menawari untuk menemaniku berbicara kepada Zafran dan aku menyetujui tawarannya. Lama aku mencari keberadaan Zafran akhirnya ketemu juga dia di parkiran kampus.


Aku melihat dia bersama dua orang yang ternyata itu adalah Hasan dan Kintha, sahabatnya. Aku tidak tahu jika Kintha sudah pulang dari Singapura. Aku sapa dia dan dibalas dengan senyuman kecut. Aku paham dia begitu, karena memang dari awal dia sudah tidak suka kepada ku jika ada di dekat Zafran. Aku meminta Zafran untuk berbicara berdua dan untung nya Zafran mau untuk di ajak bicara. Aku bilang semua apa yang telah Tante Sarang ucapkan di telfon itu dan Zafran menyetujui itu. Lalu kami bergegas berangkat ke lokasi dimana Tante Sarah berada. Aku dan Zafran berpamitan kepada teman-teman kita. Aku merasa sangat miris ketika Zafran berani mencubit pipi Kintha di depanku. Aku tiba-tiba merasa sedih akan hal itu, tapi aku bisa mengontrol. Saat aku dan Zafran akan menaikin mobil tiba-tiba ada Bang Aashad yang memanggil nama ku dengan berteriak. Aku spontan langsung menoleh kearahnya. Dia mengajakku untuk pulang bersama. Aku lupa kalau tadi berangkat ke kampus juga bersamanya. Aku langsung meminta maaf kepadanya jika aku tidak bisa ikut pulang bersamanya lantaran ada urusan dengan Zafran, untungnya Bang Aashad mau mengerti itu.


Aku dan Zafran melajukan mobil ke arah dimana lokasi yang akan kita tuju. Selama di dalam mobil kami hanya saling diam. Tidak ada obrolan sama sekali. Ingin aku mengomeli dia tapi tidak enak hati. Aku yang merasa bosan pun hanya bisa diam saja. Saat sampai lokasi dimana yang Tante Sarah beritahu. Aku turun dari mobil dulu sesangkan Zafran memarkirkan mobil nya. Niatnya aku ingin menungguinya sampai datang kembali tapi lama aku tunggu dia tidak kelihatan batang hidung nya, entah apa yang dilakukannya diparkiran sampai selama itu. Aku yang bosan pun memilih meninggalkannya. Aku masuk ke area taman dan mencari keberadaan Tante Sarah. Lama aku jalan dan akhirnya aku melihat Tante Sarah ada di depan kolam air mancur. Tapi saat aku lihat dengan intens dia tidak sendiri melainkan ada seorang pria dewasa yang berdiri disampingnya. Saat aku melangkah lebih dekat ternyata pria itu adalah Papa. Kau terkejut melihat Papa ada disitu bersama Tante Sarah. Apakah mereka saling mengenal? Atau hanya kebetulan saja mereka bertemu? Aku yang penasaran pun mendekat kearah mereka dan aku memanggil mereka. Papa sangat terkejut atas kedatanganku dan Tante Sarah senang melihat ku sudah sampai tetapi setelah itu senang nya terlihat bingung saat Aku memanggil pria yang ada disebelahnya dengan sebutan Papa. Ada apa ini sebenarnya? Aku bingung kenapa kejadian ini mirip sekali dengan apa yang aku mimpi kan saat berada di Surabaya. Apa maksud dari ini semua?" SUARA HATI AISYAH berkata.


.


.


.


Finish!!!


~"-*-"~


Hai guys terimakasih banyak yang telah berapresiasi dalam story ku yang amburadul ini.


Cerita ini telah berakhir dimana Aisyah dan Sarah bertemu. Maaf jika ini berakhir dengan gaje. Aku janji akan lanjutkan ini dimana Aisyah akan mengetahui yang sebenarnya. Hubungan antara Shah dan Sarah, tentang Dilara yang sebenarnya, dan kisah cinta dari Aisyah sendiri. Apakah Zafran yang akan menjadi cinta dalam hidup Aisyah sebenarnya atau malah Aashad yang notabene sudah dianggap sebagai Kakaknya sendiri?


Jika kalian berkenan tunggu cerita selanjutnya di season 2 nanti. Akan aku update lagi pada bulan September pertengahan.

__ADS_1


Thank you💞


@dinda_mahardhika21


__ADS_2