
HAPPY READING :)
.
.
.
Aisyah masih terlihat murung atas apa yang dilakukan Zafran kepadanya. Dia sekarang sedang berada di perpustakaan guna untuk meredakan perasaannya. Daripada mikirin lelaki yang cuek ya mending baca-baca buku ya kan. Saat Aisyah lagi fokus dengan bukunya, tiba-tiba ada orang yang mengambil bukunya. Sontak Aisyah kaget dong. Dia merasa kesal saat ada orang yang mengambil bukunya tidak sopan. Dia belum tahu siapa orang itu karena Aisyah masih menunduk. Saat dia menengok keatas untuk mengetahui siapa orang itu, Aisyah kaget melihat seseorang itu.
" Kau." ucap Aisyah sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah orang itu.
" Hm." jawab orang itu sambil tersenyum.
" Hahaha. Bang Aashad. Kau kenapa ada disini? Kapan kau ke Indonesia? Dan sudah berapa lama kau ada di Indonesia?" ucap Aisyah dengan pertanyaan beruntun.
Aashad hanya menggelengkan kepalanya mendengan pertanyaan dari Aisyah. Dia geli melihat Aisyah seperti itu. Betapa lucunya gadis kecilnya ini.
" Bentar dulu. Bisa gak bertanya satu persatu. Aku juga belum duduk sudah disungguhi pertanyaan beruntun seperti itu." omel Aashad.
" Hehehe, maaf. Baiklah sini duduk di sebelah Ais." ucap Aisyah sambil menggeserkan duduknya untuk memberikan tempat untuk Aashad.
" Bagaimana?" ucap Aisyah lagi saat melihat Aashad sudah duduk disampingnya.
" Bagaimana apa?" tanya Aashad bingung.
" Pertanyaan ku tadi Bang. Jawab lah." jawab Aisyah.
" Huft kau ini tidak berubah ya cerewetnya."
" Ish, aku gak cerewet." Aisyah mengerucutkan bibirnya.
" Hahaha, gak usah di ciutkan bibir mu itu. Jelek."
" Hai, aku gak akan pernah jelek Bang." kesal Aisyah.
" Hahaha, iya iya kau selalu cantik."
Aisyah tersipu saat mendengar ucapan itu dari Aashad.
" Hm, Abang di Indonesia sudah dari seminggu yang lalu. Jadi ya Abang sudah seminggu. Dan kenapa disini, ya Abang akan menjadi dosen pembimbing di kampus ini." jelas Aashad.
Aashad Al-Zafar (29), Pria asal keturunan Uzbekistan-Polandia ini adalah teman kecil Aisyah saat berada di Swiss, karena Ayah mereka adalah rekan bisnis yang sangat kuat dengan di dominasi oleh persahabatan. Jadi ya Ayah mereka ini sangat akrab. Alhasil mereka juga sangat dekat. Walau umur Aisyah dan Aashad berbeda cukup jauh, tapi mereka tidak mempermasalahkan itu, karena berteman tidak memandang usia. Ya memang sejatinya dia ini sudah menyukai Aisyah sejak kecil, bahkan dulu dia pernah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menikahi Aisyah jika sudah dewasa. Aashad adalah pria yang bisa dikatakan cerdas, dia sudah banyak meraih prestasi saat sekolah dan kuliah dulu. Bahkan dia mempunyai gelar master yang telah diraihnya saat kuliah di perguruan tinggi Istanbul, Turki. Dia ke Indonesia karena dipanggil oleh Rektor untuk menjadi asisten dosen plus pembimbing di kampus yang digunakan oleh Aisyah ini. Dia ke Indonesia juga sedang mengunjungi nenek nya yang sudah lama tidak bertemu. Ya nenek nya sudah lama tinggal di Indonesia karena suami kedua nenek orang Indonesia, jadi ya nenek mau gak mau harus ikut suaminya ke sini. Dia juga lancar berbahasa Indonesia karena nenek nya ini. Setiap Aashad telefon ke nenek nya, pasti harus selalu memakai bahasa Indonesia jika tidak akan diomelin habis-habisan. Alhasil Aashad harus belajar bahasa Indonesia dengan baik.
*
Aisyah kaget mendengar penjelasan dari Aashad ini. Menjadi asisten dosen dikampusnya apa tidak salah?
__ADS_1
" What? Really bro? Don't joke." ucap Aisyah kaget.
" Yeah really. I'am not kidding." jawab Aashad.
" We'll see each other every day? Yeyyyy." heboh Aisyah.
" Suthh. Are you crazy? Ini perpustakaan bodoh." ucap Aashad memperingati Aisyah yang tiba-tiba teriak.
Aisyah melihat sekeliling nya banyak orang yang melihat kearahnya seakan memperingati agar tidak berisik di perpustakan ini.
" Hehehe sorry, i'm so happy bro." kekeh Aisyah.
Aashad hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aisyah yang begini. Dia tahu persis bagaimana gadis kecilnya ini jika sedang senang. Pasti gadisnya ini akan bertingkah diluar dugaan. Agak aneh emang, tapi itulah aku eh Aisyah maksudnya, wkwkwk.
Mereka berdua saling mengobrol untuk menghabiskan waktu yang sudah lama tidak bersama. Mereka saling bercanda ria tanpa sadar ada dua orang yang memandangi moment ini. Salah satu dari orang dua itu merasa sakit dan kesal melihat ini. Dia memilih pergi dari tempat itu dari pada hatinya tambah terbakar oleh api yang tidak kasat mata.
*****
Shah sedang memandangi tumbuhan yang ada di depannya. Betapa indahnya tumbuhan itu yang dihiasi oleh bunga-bunga yang cantik. Dia membenarkan duduknya agar tegap, saat kepalanya menoleh ke arah samping kanan, tiba-tiba ia melihat sosok wanita yang selama ini cari. Dia pandang dari jarak kejauhan dan memastikan apa itu memang benar wanita yang sangat ia cintai. Di rasa cukup memandangi dan ia yakin bahwa itu wanitanya. Shah beranjak dari duduknya dan langsung berjalan ke arah wanita itu.
Shah berjalan dengan langkah yang cepat agar bisa segera sampai di tempat wanitanya berada. Saat sudah hampir sampai wanitanya malah mau pergi dari sana. Shah makin mempercepat lagi langkahnya. Baru beberapa wanitanya melangkah, Shah langsung menarik tangannya itu dari belakang. Sontak wanita itu kaget dan otomatis badannya juga ikut tergerak ke belakang. Wanita itu lalu membalikan badannya dan betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang telah menarik tangannya. Seseorang yang selama ia cari. Seseorang yang pernah ada di masalalunya. Seseorang yang sangat ia benci dan cintai.
Mereka saling pandang kontak mata. Shah masih memegang tangan wanita itu, takut kalau nanti tiba-tiba wanitanya itu kabur. Lama mereka saling tatap seperti drama korea, wanita itu pun langsung sadar. Dia mencoba melepaskan genggaman Shah pada tangangnya itu.
" Lepas." ucap wanita itu.
" Lepaskan tangan ku." ucap Sarah lagi.
Shah langsung melepaskan genggamannya. Sarah mengusap tangannya yang telah digenggam cukup kuat.
" Maaf, maafkan aku." ucap Shah kepada Sarah.
Sarah hanya diam mendengar ucapan Shah. Dia sedang merasa heran, kenapa tiba-tiba ada orang ini disini.
" Sarah jujur selama ini aku telah mencarimu kemana pun. Aku sangat ingin sekali bertemu dengan mu. Tapi aku tidak tahu keberadaan mu selama ini."
Sarah pun masih diam mendengarkan ucap Shah.
" Aku minta maaf apa yang selama ini telah ku lakukan kepadamu Sar, maaf. Tolong bicaralah." ucap Shah sambil memohon.
Sarah kali ini meneteskan air matanya saat ingat masa kelam itu dan menundukan kepalanya kebawah. Mambayangkan itu tubuh Sarah bergetar seketika. Ia tidak kuat untuk melihat pria yang ada di depannya ini. Sarah memejamkan matanya sekeja dan mengambil nafsanya dalam. Ia memberanikan diri mendongak ke arah Shah.
" Dimana putriku?" tanya Sarah langsung.
Shah terkejut mendengar ucapan Sarah. Dia tidak menduga bahwa wanitanya ini akan langsung bertanya keberadaan putrinya ini.
" Dia ada dikampus sekarang ini." jawab Shah.
" Aku ingin bertemu putriku."
__ADS_1
" Aku akan mempertemukannya dengan mu nanti."
" Benarkah?"
" Ya. Tapi tolong maafkan aku dulu. Aku mohon."
" Kau tahu betapa rasa sakit hatiku ini?" ucap Sarah menatap Shah dalam.
Shah diam mendengar ucapan Sarah. Dia tahu betul apa yang dirasakan Sarah. Tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.
" Kenapa kau diam hah? Kau tidak tahu betapa aku sangat tersiksa dipisahkan oleh putriku. Aku berusaha kuat saat kau memilih meninggalkan ku. Aku hampir putus asa saat itu. Aku berjuang hidup sendiri mengandung putriku, melahirkan tanpa ada seorang pria disisiku. Orangtua ku sendiri membenciku saat itu. Betapa hancurnya aku harus hidup sendiri. Saat putri ku lahir, betapa senangnya diriku ini. Rasa sakitku ini terobati saat mendengar tangisan pertamanya. Melihat dia adalah seperti mengisi kekuatanku. Hari-hari aku lalui untuk merawat putriku sendiri. Tapi seketika kau tiba-tiba datang dan mengambil kekuatanku itu. Apakah kau tidak malu? Kenapa kau tega melakukan semua ini kepadaku? Apa salah ku sampai kau bisa melakukan ini? Dan Dilara, dia juga seorang wanita, tapi kenapa dia bisa tega memisahkan seorang ibu dengan anaknya. Seharusnya dia mempunyai hati untuk merasakan perasaan seorang wanita. Betapa jahat kalian kepada ku. Aku tidak tahu apa unsur kalian melakukan ini. Aku tidak tahu kesalahan apa yang aku perbuat kepada kalian. Kau tahu? Aku sangat menyesal pernah mencintaimu. Cintaku yang besar seketika berubah menjadi benci yang mendalam. 20,8 tahun aku kehilangan sosok putriku. Betapa beratnya aku menahan rasa rinduku. Dan selama itu pun aku merasa bersalah dan tidak bisa menjaga putriku dengan baik. Aku selalu merasa menjadi ibu yang tidak bertanggung jawab atas putriku sendiri. Aku merasa jahat membiarkan putriku dibawa oleh orang yang tidak baik seperti kalian. Setelah semua apa yang kau lakukan semua kepadaku, kau sekarang datang hanya ingin meminta maaf? Apakah maaf mu bisa mengembalikan penderitaan yang aku alami selama ini hah? Kau orang yang sangat jahat Shah. Kau orang yang tidak mempunyai perasaan. Hatimu sangat lah kotor. Aku sangat membencimu Shah." ucap Sarah meluapkan semua isi hatinya penuh amarah walau ada satu yang belum dikatakannya.
Shah diam mendengar itu semua. Dia tahu dirinya salah dan sangat lah jahat. Dia tidak tahu harus berbuat apa kali ini. Seketika tubuhnya tegang dan mulut seakan terkunci tidak bisa mengatakan apapun. Melihat wanitanya seperti itu rasanya ingin dia hilang dari bumi ini. Dia tidak kuat melihat wanita yang dicintai sangat lah membencinya. Hatinya pilu melihat wanitanya menangis. Ingin rasanya dia peluk wanitanya dan mengatakan yang sebenarnya. Tapi apakah wanitanya ini akan mendengarkan penjelasannya? Apakah jika dia sudah mengungkapkan semuanya wanitanya akan percaya? Shah masih diam memikirkan itu.
Sarah yang lemas memilih duduk kembali di bangku tadi dan menangis. Dia menunduk dan menutup mukanya dengan kedua tangannya. Dirinya masih shock melihat Shah sekarang ada dihadapannya. Ingin rasanya dia membunuh pria ini. Tapi Sarah bukan lah orang yang bisa melakukan hal itu. Dia juga bersyukur telah bertemu dengan Shah, setidaknya dia akan bisa bertemu dengan putrinya. Dipastikan setelah ini pasti dirinya akan bertemu dengan putri yang sangat ia rindukan selama ini.
.
.
.
Shah lalu memutuskan duduk di samping Sarah dan...
.
.
.
.
.
Wushhhhhhhhhhh. Pippppppppp.
.
.
.
EA
~"-*-"~
Thank you💞 Bye.
@dinda_mahardhika21
__ADS_1