
HAPPY READING :)
.
.
.
Pagi hari, Aisyah dan yang lain sudah siap akan balik ke Jakarta. Mereka semua memutuskan untuk sarapan dahulu baru berangkat. Aisyah bingung kenapa Sarah memakai pakaian rapi, tidak biasa nya.
" Tante mau kemana?" tanya Aisyah penasaran.
" Ish kau kepo sekali." sahut Zafran.
" Biarin, kan gak biasanya tante memakai pakaian yang rapi kalau dirumah."
" Memangnya tidak boleh memakai pakaian rapi kalo dirumah hah?" tanya Zafran.
Sarah tersenyum geli melihat mereka berdua berdebat layaknya anak kecil. Rea dan Maya pun menggelengkan kepalanya.
" Kau ini, menyebalkan sekali." kesal Aisyah.
" Sudah-sudah kalian ini, masih pagi juga." ucap Sarah menengahi mereka.
" Zafran dulu tuh tante." rajuk Aisyah mengadu.
" He? Kok aku? Kan kau dulu." Zafran mengelak.
" Ya kan tadi aku bertanya kepada tante Sarah. Kenapa kau yang menjawab, menyebalkan."
" Ya emang kau itu sangat kepo."
" Kau ini." geram Aisyah.
" Zafran, sudah jangan usil godain Ais. Sudah ayo makan, keburu siang nanti." tegas Sarah yang sudah duduk di sebelah Aisyah.
" Hehehe, maaf."
Akhirnya mereka semua makan. Selama makan tidak ada suara dari mulut mereka kecuali benturan sendok dan piring.
" Tante akan ikut ke Jakarta." ucap Sarah memecahkan keheningan.
" Uhuk-uhuk." Aisyah terkejut mendengar ucapan Sarah.
Sarah yang melihat Aisyah tersedak langsung menyodorkan minum.
" Kau kenapa? makannya pelan-pelan Nak." kata Sarah.
" Tidak tante. Hanya kaget mendengar tante akan ikut kami ke Jakarta. Ini benera?" jawab Aisyah dan memastikan.
__ADS_1
" Hu'um, tante akan ikut kalian ke Jakarta."
" Umh, senang nya Ais." ucap Aisyah dan langsung memeluk Sarah yang ada disampingnya.
Sarah hanya tersenyum mendapatkan perilaku yang tiba-tiba dari Aisyah.
" Kau kenapa senang sekali mendengar Bunda aka ikut kita?" tanya Zafran heran.
" Ya tidak apa-apa, senang saja, berarti kan aku bisa dekat nanti sama tante." jawab Aisyah enteng.
" Enak saja. Kan Bunda akan tinggal di Apartemen ku dan kau tidak boleh bertemu nanti sama Bunda." Zafran yang lagi-lagi menggoda Aisyah.
" Kau jahat sekali." ucap Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya.
" Hahaha, kau lucu sekali kalau sedang begitu." kekeh Zafran.
" Kau ini Fran selalu saja menggoda Ais. Sudah Ais jangan dengarkan ucapan Zafran." sahut Sarah.
" Kan bercanda Bun."
Rea dan Maya terkekeh geli melihat mereka semua. Rea merasa senang melihat Aisyah bisa sebahagia ini dengan Sarah dan Zafran. Mereka semua melanjutkan makanannya sampai habis.
Setelah makan selesai, mereka memutuskan akan langsung berangkat. Mereka semua memasuki mobil yang sudah siap untuk berkendara. Zafran duduk di bangku pengemudi, mungkin ia akan mengemudi seharian sampai ke Jakarta, karena tidak ada lelaki lagi. Disamping Zafran ditempati oleh Sarah. Lalu jok tengah ditempati oleh Aisyah, Rea, dan Maya.
Zafran menghidupkan mesin mobil dan berlalu dari halaman rumah. Selama perjalanan mereka saling mengobrol dan bercanda. Tidak ada yang namanya diam dari mulut mereka.
" Tante, nanti kalau di sana Ais akan mengajak tante jalan-jalan mengelilingi Ibu Kota." ucap Aisyah girang.
" Fran, kau akan menemani kami kan untuk jalan-jalan." ucap Aisyah kepada Zafran.
" Hum, yang penting jangan belanja." kata Zafran.
" Memangnya kenapa kalau kita belaja?" tanya Aisyah.
" Kalian sangat lama kalau sedang berbelanja. Membosankan sekali kau tahu." sengit Zafran.
Semua wanita yang berada di mobil itu tertawa mendengar ucapan Zafran.
" Kenapa tertawa? Ada yang lucu? Memang benar wanita itu menyebalkan." kesal Zafran.
" Hahaha, ada, itu kau lucu Fran." kekeh Aisyah.
Dert dert dert. Ponsel Rea berdering menyebabkan menghentikan candaan mereka semua.
" Papa mu." ucap Rea kepada Aisyah setelah melihat nama yang tertera di ponselnya.
" Angkat saja." kata Aisyah
" Assalamu'alaikum, hallo Om." ucap Rea setelah mengangkat panggilan.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam, apa kalian sudah berangkat?" tanya Shah di seberang sana.
" Iya Om, ini kami sudah dalam perjalanan." jawab Rea.
" Baiklah. Rea, Om ingin bicara dengan Ais."
" Baik Om, ini Ais." ucap Rea langsung memberikan ponselnya ke Ais.
" Hallo Pah." ucap Aisyah.
" Hallo, kenapa ponselmu tidak aktif?" tanya Shah. Iya tadi sebenarnya dia menelfon ke nomor Aisyah tapi tidak ada jawaban, jadi dia menelfon ke nomor Rea.
" Iya Pah, ponsel Ais mati. Semalam lupa isi battery. "
" Ya sudah, kau hati-hati ya dijalan. Assalamu'alaikum."
" Baik Pah. Wa'alaikumussalam." Aisyah menutup panggilan.
" Makasih ya Re." ucap Aisyah kepada Rea dan mengembalikan ponselnya. Rea hanya mengangguk.
Sarah hanya tersenyum mendengar percakapan Aisyah dan Papa nya. Ia heran kenapa singkat sekali menelfonnya.
Mereka yang lelah bercanda akhirnya mengantuk dan memutuskan untuk tidur sebentar, kecuali Sarah yang masih terjaga untuk menemani Zafran menyetir.
Sarah terdiam melamun menatap jalanan yang semakin siang semakin ramai kendaraan. Ia berharap dengan dirinya ke Jakarta akan bertemu putri nya. Zafran heran melihat Bunda nya melamun.
" Bunda kenapa?" tanya Zafran lirih agar tidak menganggu para wanita yang dibelakang terbangun.
" Bunda sedang berfikir dan berharap jika disana nanti akan menemukan putri Bunda." jawab Sarah.
" Kita akan mencari Aisyah disana. Bunda jangan sedih ya. Jika memang benar mereka ada di Jakarta, kita pasti akan menemukan Aisyah."
Sarah hanya mengangguk mendengar ucapan Zafran.
" Aku harap apa yang di katakan seseorang tempo hari benar ada nya. Kalau Shah sekarang berada di Jakarta." ucap Sarah dalam hati.
Zafran yang melihat Sarah terdiam seperti jadi sedih.
" Aku pasti akan menemukan adikku. Aku tidak akan mengecewakan Bunda. Sudah sepantasnya sekarang aku membalas kebaikan Bunda, walau itu mungkin tidak bisa setara apa yang dilakukan nya kepada ku selama ini." tekad Zafran dalam dalam hati.
*****
Sarah membayangkan bagaimana wajah putrinya saat ini. Pasti sangat cantik. Betapa senang nya jika nanti ia bertemu dengan putrinya.
" Bunda yakin, kalau Bunda akan bertemu dengan mu Nak." ucap Sarah dalam hati.
~"-*-"~
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21