
HAPPY READING :)
.
.
.
Mereka saling diam dan saling menatap depan melihat tanaman bunga sakura jawa yang indah.
" Ekhm. Sar apakah boleh aku bertanya?" ucap Shah tiba-tiba.
" Tanyakan saja."
" Emmm, apakah kau masih mencintaiku?" tanya Shah ragu.
Deg! Sarah kaget bukan main mendengar pertanyaan dari Shah. Dia bingung harus menjawab apa.
" Eh, emm. A a aku.. Kenapa tanya begitu?" gugup Sarah.
" Tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja."
" Apakah penting?" tanya Sarah.
" Tidak juga. Ya sudah lupakan saja."
Sarah menghela nafasnya lega. Entah kenapa tiba-tiba dirinya gugup. Sudah seperti anak muda saja.
Mereka berdua memutuskan meninggalkan tempat itu untuk pulang sendiri-sendiri. Saat mereka sudah sampai di depan mobil Shah, Shah melihat di sekelilingnya tidak ada kendaraan selain mobilnya. Lalu wanitanya ini naik apa kesini?
" Kau kesini naik apa tadi?" tanya Shah.
" Taksi." singkat Sarah.
" Lalu sekarang mau naik taksi juga?"
" Hu'um, memangnya mau naik apa lagi?"
" Ayo masuk, aku akan mengantarmu." ajak Shah.
" Emm, tidak usah takut merepotkan. Aku bisa sendiri kok."
" Tidak usah membantah. Cepat masuk." ucap Shah seakan memaksa.
" Baiklah." Sarah menyetujui ajakan Shah.
Mereka memasuki mobil dengan duduk bersebelahan. Mereka merasa canggung lantaran hanya berduaan saja di dalam mobil. Ya memang ada Transmisi (gigi mobil) yang menjadi jarak diantara mereka. Tapi mereka masih tetap merasa tidak enak karena sudah lama sekali tidak bertemu.
Shah melajukan mobilnya menuju apartemen yang ditunjukan oleh Sarah. Mereka masih tetap diam satu sama lain. Hanya berbicara tentang jalanan yang harus dilewati. Saat telah sampai di depan apartemen. Sarah akan turun dari mobil tapi di tahan oleh Shah. Sarah menengok kembali ke arah Shah guna bertanya ada apa?
" Aku sangat sangat bersyukur karena sudah menemui mu Sarah. Terimakasih." ucap Shah memandang mata Sarah.
Sarah hanya tersenyum mendengar itu dari Shah. Sebenarnya dirinya juga sangat bersyukur, tapi ia tidak berani mengatakannya.
" Aku juga berterimakasih karena kau sudah mengantar ku." kata Sarah.
__ADS_1
Shah mengangguk untuk merespon Sarah. Sarah turun dari mobil dan sebelum melangkahkan kakinya. Sarah menatap Shah kembali dan mengatakan.
" Sejatinya aku juga masih mencintaimu Shah. Tapi aku masih sangat kecewa kepada mu dan membencimu." ucap Sarah kepada Shah dan langsung pergi dari hadapannya.
Shah bengong mendengarnya. Ia mencerna perkataan dari wanitanya itu. Betapa senang dirinya mengetahui kenyataan bahwa wanitanya masih mencintainya. Tapi ia juga sedikit sedih lantaran wanitanya masih kecewa terhadapnya. Tapi ia sadar kalau itu memang sudah menjadi konsekuensinya. Tapi tak apalah, yang penting masih ada rasa cinta diri wanitanya itu.
*****
Aisyah dan Aashad berjalan beriringan melewati koridor kampus. Mereka akan pergi ke rumah Aisyah.
" Pasti Papa kaget melihat mu ada disini Bang." ucap Aisyah.
" Sok tahu kamu."
" Ishh, bukan sok tahu. Tapi sudah dipastikan seperti itu. Papa kan selalu senang jika melihatmu."
" Hm, baiklah. Ya sudah ayo jalan cepat." ajak Aashad.
" Ok."
Ada sepasang mata yang memandangi mereka berdua dari belakang. Ingin sekali dirinya mengejar tapi ingat perbuatannya beberapa jam lalu.
" Hai, lu ngapain disini?" tanya Hasan.
Orang itu yang ternyata Zafran hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu.
" Kenapa kagak dikejar?" tanya Hasan lagi.
" Gue malu." jawab Zafran.
" Gue kagak cemburu." bantah Zafran.
" Oh ya? Lalu apa kalau bukan cemburu?" goda Hasan.
" Cukup dan diam. Gue gak cemburu titik." kesal Zafran langsung pergi dari hadapan sahabatnya itu.
" Hahaha, dasar pecundang." kekeh Hasan melihat sahabatnya pergi.
Zafran berjalan cepat kearah mobilnya. Ia akan pulang sekarang. Ia sedang memikirkan siapa pria yang bersama Aisyah tadi. Kenapa mereka terlihat akrab sekali. Zafran memasuki mobil dan langsung bersandar ke arah jok.
" Siapa pria itu? Za sebelumnya tidak pernah bercerita tentang pria asing. Apakah mereka mempunyai hubungan khusus? Ah tapi tidak mungkin. Tapi tidak mungkin juga si Za bisa sangat dekat jika ia tidak kenal. Apakah benar mereka ada hubungan? Tapi sepertinya tidak mungkin juga, secara pria itu terlihat tua dari aku apalagi si Za, mana mau si Za sama dia. Akhh gak tau lah." ucap Zafran pada dirinya sendiri.
Zafran yang pusing memikirkan itu memilih pergi. Ia melajukan mobilnya menuju arah apartemennya. Setelah sampai di tempat parkir, Zafran menghembuskan nafasnya kasar guna mempersiapkan diri untuk menghadap ke Sarah.
" Bismillahirrahmanirrahim, huh." lirih Zafran dan langsung menuju unit apartemennya.
Saat sudah sampai didepan pintu lagi-lagi Zafran menghembuskan nafas tangannya tergerak untuk membuka pin pintu. Pintu terbuka, Zafran melangkahkan kakinya ke dalam unit. Dia melihat ke seluruh ruangan mencari keberadaan Sarah, tapi nihil dan suasana sunyi tidak ada suara apapun yang terdengar ditelinganya. Zafran bingung kemana Bundanya ini berada? Kenapa tidak memberitahunya jika pergi. Zafran menuju kamarnya dan tidak terlalu memikirkan keberadaan Sarah, dia hanya berfikir mungkin Bundanya sedang keluar membeli kebutuhan masak.
*****
Di dalam mobil Aisyah terus mengajak bicara Aashad. Dirinya sangat senang karena teman masa kecilnya ada didekatnya sekarang. Aashad hanya tersenyum dan sesekali menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Aisyah yang tidak ada hentinya. Dirinya tahu bahwa gadis kecilnya ini sangat lah suka berbicara dan parahnya kalau tidak didengarkan atau jika diabaikan dia akan marah dan diam dalam waktu yang lama.
" Bang bagaimana hari-hari mu di Swiss?" tanya Aisyah.
" Hari ku membosankan setelah kau pergi meninggalkan ku."
__ADS_1
" Hahaha, benarkah? Abang kan punya banyak teman, mana mungkin karena ditinggal aku hari mu jadi membosankan."
" Hm, memang teman ku banyak. Tapi tidak asik."
" Emangnya aku asik?"
" Iya kau asik. Enak untuk digodain, hahaha." tawa Aashad.
" Ish kau ini Bang, ngeselin. Tinggal godain saja teman cewek mu yang cantik itu. Bule-bule lagi."
" Tapi tidak asik untuk digodain. Kok kamu tahu Abang punya teman bule cewek?"
" Emang bule gak asik yah? Ya tahu lah, kan lihat di akun sosmed Abang."
" Iya gak asik. Cie kepoin akun Abang, haha."
" Berarti Abang gak asik dong? Hish kan gak sengaja lihat."
" Kok jadi Abang? Ah masa?"
" Iya kan Abang bule, wkwkwk. Au ah."
" Lah, emang Abang bule yah?"
" Gak sadar nih kalau diri Abang bule."
" Abang gak merasa."
" Ah gak tahu lah." ucap Aisyah yang tiba-tiba kesal.
" Lah, kok kesal sih?" tanya Aashad.
" Ya Abang kenapa gak mau ngakuin kalo bule."
" Ahahaha, ampun dah. Gitu aja kok kesal. Sudah ah jangan kesal nanti jelek itu muka." kekeh Aashad.
" Ishhh."
" Ahahaha. Ini kearah mana?" tanya Aashad.
" Belok kanan lurus terus." jawab Aisyah dengan nada yang masih kesal.
Aashad hanya terkekeh mendengar jawaban Aisyah. Dia pun mendiamkan Aisyah lalu fokus pada jalanan yang melajukan mobil mereka.
.
.
.
~"-*-"~
Selamat hari raya potong sapi kambing gaes. Jangan lupa bertakbir ok. Dan jangan lupa juga bikin sate yang enak. Aku dibagi ya satenya, wkwk.
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21