
Happy Reading :)
.
.
.
Aashad masih menemani Shah dan Sarah di rumah sakit. Sudah 2 jam mereka menunggu, tetapi dokter belum juga keluar. Aashad inisiatif meminta izin untuk membeli makanan diluar karena pasti mereka semua belum makan dari tadi karena panik. 30 kemudian pintu ICU terbuka. Dokter keluar dengan wajah sedih, karena baru kali ini ia gagal menangani pasien.
" Keluarga korban kecelakaan?" Tanya Dokter setelah menarik nafas dalam.
" Iya, saya suami dan Ayah dari korban. Bagaimana keadaan mereka semua dok?" jawab Shah. Sedangkan Sarah hanya diam saja membiarkan Shah yang bicara.
" Maafkan kami. Kami gagal menyelamatkan istri anda. Istri anda telah meninggal dunia, karena kehilangan banyak darah dan benturan keras dikepalanya yang membuat keretakan dibagian otak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda, tetapi takdir berkata lain. Putri anda juga kehilangan banyak darah dan kaki sebelah kirinya mengalami cidera cukup parah, tapi jangan khawatir, putri anda akan bisa normal kembali. Dan alhamdulillah Allah masih memberinya kekuatan. Kami akan melakukan tranfusi darah dan operasi secepat mungkin untuk putri anda. Jadi, kami membutuhkan donor darah untuk melakukan transfusi itu. Tapi sangat disayangkan, rumah sakit ini telah kehabisan stok darah yang cocok untuk putri kalian," jelas dokter.
" Innalillahi wainnailaihi roji'un," lemas Shah saat mendengar penjelasan dari dokter.
__ADS_1
" La la lalu bagaimana keadaan putra saya dok?" Tanya Sarah bergetar.
" Putra ibu mengalami benturan keras di kepala dan lengan dibagaian kirinya. Putra anda sempat sadar sewaktu sedang ditangani tadi. Dan ada permintaan darinya yang membuat saya dan para tenaga medis disini bingung harus melakukan apa. Dia meminta ingin mendonorkan darahnya kepada putri anda jika cocok nanti. Tapi kami semua tahu betul, jika ia melakukan itu akan ada hal buruk yang akan menimpanya nanti. Memang putra anda masih bisa bertahan, tapi untuk selamat kemungkin hanya 30% saja. Kami sudah melakukan tes darah tersebut, dan hasilnya cocok 99% dengan putri anda. Tapi kami ingin meminta keputusan kalian sebelum bertindak untuk ini."
Sarah dan Shah saling pandang. Sarah tidak mau kehilangan putranya apa lagi putrinya. Dia ingin kedua anaknya selamat. Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa? Sarah akan melakukan tes darah, siapa tahu darahnya cocok dengan putrinya. Shah pun juga akan melakukan hal yang sama. Sarah tidak habis pikir, kenapa Zafran ingin melakukan itu? Shah sangat bangga terhadap Zafran. Dengan keadaan yang sedang tidak baik tapi masih ingin menyelamatkan Aisyah.
" Dok, saya ibu kandung dari Aisyah. Tolong dokter cek darah saya, siapa tahu cocok untuk putri saya," pinta Sarah.
" Cek darah saya juga dok," kor Shah.
" Baiklah, mari ikut saya."
" Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Sarah langsung.
" Begini, darah kalian tidak cocok dengan saudari Aisyah," jawab dokter.
" Loh, bagaimana mungkin? Kami orang tua kandung dari Aisyah dok. Masa tidak ada yang cocok dari kami?" Tanya Shah bingung.
__ADS_1
" Ini sudah biasa terjadi. Golongan darah anak belum tentu akan cocok dengan orang tuanya. Golongan darah anda adalah A dan Ibu B, sedangkan putri kalian adalah O, lebih jelasnya adalah O-. Golongan darah O mungkin akan bisa mendonorkan darahnya kepada golongan darah manapun. Tetapi, orang dengan golongan darah O- hanya bisa menerima darah dari golongan darah yang sama, yaitu O-. Jadi Bapak dan Ibu tidak bisa mendonorkan darah untuk putri kalian. Dan kebetulan darah Zafran sama dengan Aisyah yaitu O-. Jika anda mengijinkan Zafran untuk mendonorkan darahnya kami akan melakukan transfusi darah dan langsung bertindak untuk mengoperasi putri kalian. Tapi yang sudah saya katakan tadi, mungkin setelah melakukan transfusi darah tersebut, kondisi Zafran akan lebih memburuk karena kondisinya yang sekarang. Sebenarnya kami bisa mencari pendonor lain, tapi itu mungkin membutuhkan waktu yang lama. Karena golongan darah O- termasuk sangat sulit untuk dicari, kemungkinan populasinya hanya 1% saja di Asia ini. Dengan itu kami tidak punya waktu lebih untuk bisa melakukan operasi itu, karena mengingat kondisi tulang kaki Aisyah yang semakin memburuk dan akan mengakibatkan seluruh tubuhnya merasa sakit," jelas dokter panjang lebar.
Shah dan Sarah langsung saling pandang. Mereka bingung harus berbuat apa? Sarah tidak mau Zafran kenapa-napa. Tapi satu sisi putrinya sedang bermain dengan nyawa.
" Dok, apakah saya bisa bertemu dengan Zafran sebentar saja?" Pinta Sarah.
" Tentu saja bisa Bu. Anda boleh bertemu dengan putra anda. Silahkan,"
Sarah langsung beranjak dari kursinya. Ia langsung menghampiri putranya yang masih berada di ruang ICU.
.
.
.
~"-*-"~
__ADS_1
Thank you💞
@dinda_mahardhika21