
HAPPY READING :)
.
.
.
Malam hari yang cerah memperlihatkan bintang berkelap-kelip. Terlihat Zafran sedang menunggu hasil dari Hasan yang lagi mencari keberadaan adiknya yang bernama Aisyah itu. Hasan terlihat sangat fokus mencari nama Aisyah bahkan semua identitasnya ia lacak.
Ting tong, ting tong. Suara bel rumah Hasan bunyi.
" Gua aja San yang buka. Loe lanjut aja." ucap Zafran saat Hasan hendak beranjak dari duduk.
" Ok."
Zafran melangkah menuju ruang tamu untuk membukan pintu rumah Hasan.
" Assalamu'alaikum." ucap tamu.
" Wa'alaikumussalam. Lah loe ngapain malam-malam gini kesini?" kata Zafran setelah melihat siapa yang datang.
" Suka-suka gue dong. Emang kgak boleh gue kesini?"
" Ya boleh. Tapi kenapa malam-malam gini? Loe kan cewe Re." kata Zafran kepada tamu yang ternyata adalah Rea.
" Hmmmm. Tadi Hasan nyuruh gue kesini buat bantu dia untuk masuk ke akun fake nya." jelas Rea.
Ya tadi memang Hasan menyuruh Rea untuk datang kerumahnya, karena dia bingung untuk masuk ke aku fake. Sebenarnya Hasan bisa melakukan itu sendiri, tetapi entah kenapa dari tadi kena blokir mulu. Ya alhasih minta bantuan Rea yang memang dia juga bisa dalam hal beginian.
" Oh gitu. Ya sudah ayo masuk."
Rea mengangguk mendengar perintah Zafran dan langsung masuk ke dalam rumah Hasan yang diikuti Zafran dibelakangnya.
" Hai." sapa Rea kepada Hasan.
" Yaaa. Sini dong bantu gue. Pusing nih gue dari tadi problem mulu dah ini gak ngerti gue."
" Bentar dong baru aja nyampe. Gue santai dulu aja ya. Cape nih, tadi jalanan macet."
" Ok lah."
Hasan beranjak dari depan laptop dan melangkahkan kakinya ke arah dapur guna untuk mengambilkan minuman untuk Rea.
" Eh Re loe sendirian aja." ucap Zafran.
" Hu'um. Emang napa?"
" Kagak apa-apa sih. Kok loe gak ngajak si Za."
" Hm sudah kuduga loe bakal tanyain si Ais."
" Hehehe." tawa Zafran nyengir.
" Tadi gue ajakin dia kesini dan dia mau ikut. Tapi malah katanya dia mau nemenin Papa nya dirumah sendiri."
" Oh, memangnya tante Dilara dimana?"
" Katanya sih di Singapura lagi menghadiri acara disana."
" Oh gitu."
" Kalian ngomongin apaan?" kor Hasan dari belakang sambil membawakan nampan yang berisi minuman dan cemilan diatasnya.
__ADS_1
" Kepo loe dah San." ucap Zafran.
" Yeee, biarin."
Glek glek glek. Suara tenggukan dari Rea yang sedang minum. Zafran dan Hasan pun saling pandang melihat Rea yang sedang minum dengan nafsu, seperti kuli bangunan yang kehausan di terik matahari.
" Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Rea melirik dan melanjutkan menenggukan air minumnya.
" Ahh tidak apa-apa. Loe haus kebangetan yah?" ucap Zafran. Hasan masih melongo melihat Rea seperti itu.
" Hehehe, iya. Habisnya tadi dijalan macet dan gak sempat beli air minum di mini market."
" Loe kaya orang kesetanan minuman dah." kata Hasan.
" Hehe, maaf ya." kekeh Rea.
" Ya sudah, ayo kalian berdua lanjutkan cari adik gue." ucap Zafran.
" Haish, ok ok tuan Mohammed yang terhormat." kor Hasan dan Rea bersamaan.
" Hahhahaha." kekeh Zafran.
Rea mengambil alih leptop milik Hasan untuk masuk ke akun fake. Hasan yang disamping Rea pun melihat bagaimana cara untuk membuat akun fake yang tidak akan bisa di blokir dari server. Zafran hanya melihat Hasan dan Rea berkutik di leptop dengan berharap mereka berdua bisa menemukan identitas keberadaan Aisyah adiknya.
" Siapa nama lengkap adikmu itu Fran?" tanya Hasan kepada Zafran.
" Aisyah Zaara Tasanee."
" Hm, bagus juga nama nya." gumam Hasan sambil mengetikan nama Aisyah.
" Tempat, tanggal lahir?"
" Surabaya, 01 Agustus 1999."
" Nama Ayah?" tanya Hasan.
" Gak tahu gue nama Ayah nya." jawab Zafran.
" Lah, masa loe kagak tahu dah." ucap Rea.
" Iya aneh." lanjut Hasan.
" Iya beneran gue emang kagak tahu. Coba nanti tunggu sebentar ya, gue mau telfon Bunda dulu untuk tanya."
" Ok."
Zafran mencoba menghubungi nomor Sarah. Awalnya tidak ada jawaban tapi setelah panggilan ketiga akhirnya Sarah menjawab telfon Zafran.
" Hallo Bun." ucap Zafran di telfon.
" Iya hallo nak ada apa?" tanya Sarah di dalam telfon.
" Bunda dari mana saja? Dari tadi Zafran telfon gak diangkat. Ini Bun nama Ayah Zaara siapa?" tanya Zafran.
" Aduh maaf ya Nak. Bunda habis dari dapur jadi gak tahu ada telfon tadi. Untuk apa Nak kamu menanyakan itu?"
" Iya tak apa Bun. Ini Zafran sedang mencari keberadaan Zaara lewat identitas pribadinya, dan disini ada keterangan untuk memasukan nama Ayah nya." jelas Zafran.
" Oh gitu. Ok nanti Bunda kirim via WhatsApp saja ya."
" Ok Bun." Zafran mengakhiri panggilan itu.
" Bagaimana?" tanya Hasan kepada Zafran.
__ADS_1
" Nanti tunggu Bunda kirim WhatsApp."
" Ok lah."
Sambil menunggu pesan dari Sarah. Mereka bertiga memutuskan untuk bercanda.
" Oh iya. Kalian ini beneran pacaran?" tanya Zafran tiba-tiba disela candaan.
" Loe bahasnya itu mulu dah." jawab Hasan.
" Tau nih." sambung Rea.
" Ya elah kalian berdua, jujur aja napa. Sama gue inih, bukan orang lain." ucap Zafran.
" Hm gimana yah..?" ucap Hasan bingung sendiri sambil melirik kearah Rea. Rea hanya senyum-senyum gak jelas.
" Etdah ngapain loe kelihatan bingung gitu sih. Tinggal jawab iya apa kgak kan." ucap Zafran gemas melihat sijoli.
" Kita sebenernya ya gak ada hubungan apa-apa." kata Hasan.
" Lalu?"
" Ya kita cuma dekat aja." jawab Rea.
" Tapi kalian saling suka?" tanya Zafran.
Hasan dan Rea mengangguk bersamaan sambil menundukkan kepalanya. mereka berdua salting oyyyyy, wkwkkwk.
" Hahahha. Kenapa kalian gak pacaran aja sih?" tawa Zafran pecah saat melihat mereka berdua saling malu.
" Kagak usah ketawa loe." ucap Hasan sambil melemparkan kacang kulit kearah Zafran.
" Hahaha, ok maaf. Habis nya kalian lucu sih. Kalau Za disini, dia pasti akan ngakak juga melihat kalian begini nih."
" Ishhh, sudah jangan goda kami. Kagak ada pacaran. Kagak baik." ucap Rea.
" Nah iya itu kagak baik pacaran." sambung Hasan.
" Kenapa gak nikah aja kalian berdua. Hahaha."
" Haish, kami belum siap lah untuk menikah." ucap Hasan dan diangguki oleh Rea.
" Oh begitu. Aduh perut gue ngilu nih."
" ******. Suruh siapa ketawa mulu." kata Rea.
" Iya, dasar emang loe Fran." sambung Hasan.
" Hahahahaha." tawa Zafran makin ngakak.
Dert dert dert. Handphone Zafran bergetar mengganggu. Zafran melihat handphone nya dan ada kiriman pesan masuk dari Sarah. Zafran membuka pesan itu. Ia tiba-tiba langsung terkejut saat membaca isi pesannya.
" Gak mungkin." ucap Zafran setelah membaca pesan itu.
Hasan dan Rea saling pandang melihat raut muka Zafran yang berubah. Memang nya ada apa di pesan itu?
~"-*-"~
Hoyyy guys. Kembali lagi sama aku, yeeyyy.
Apaan dah aku ishh. Garing ya? Ok maaf ya.
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21