Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
Cacing.


__ADS_3

HAPPY READING :)


.


.


.


Pagi hari Zafran berangkat ke kampus. Dalam perjalan dia terus memikirkan obrolan Bundanya yang semalam. Dia masih tidak percaya Bundanya telah bertemu dengan Papa Aisyah secepat ini. Berarti bisa dibilang sebentar lagi dirinya akan menjaga jarak dengan Aisyah. Maksudnya bukan menjaga jarak antara dirinya dan Aisyah, tetapi menjaga jarak tentang perasaannya selama ini.


" Kenapa aku jadi seperti ini? Ya Allah jika memang Aisyah benar-benar akan menjadi adikku, tolong hapuskan perasaan cinta ini. Walaupun kami masih bisa bersatu tetapi entah mengapa aku merasa akan jauh dari dirinya. Aku merasa akan ada kejadian besar yang bisa membuat kami berdua berpisah sangat jauh. Sesak rasanya saat tiba-tiba merasakan itu. Hufttttt." ucap Zafran lirih.


Zafran yang pusing memikirkan itu semua dan memilih melanjutkan perjalanan nya ke kampus. Dia mengemudi mobil dengan pelan, karena ia sadar kondisinya saat ini yang kacau memikirkan semua masalah yang ada.


Terlihat Aisyah sedang berjalan beriringan dengan Aashad. Ya tadi Aashad meminta agar Aisyah bisa berangkat ke kampus bersama dirinya. Lihat wajah Aashad terlihat sumringah dengan senyum manis di bibirnya. Dia sangat senang karena bisa bersama lagi dengan gadis kecilnya ini. Dia lihat gadisnya dari samping yang terlihat sangat semangat untuk belajar. Saking gemasnya Aashad tanpa sadar mencubit pipi Aisyah.


" Akh." teriak Aisyah lirih sembari melotot ke arah Aashad. Ashad hanya tersenyum melihat reaksi gadisnya ini.


" Kau ini apa-apaan sih Bang? Sakit tahu." protes Aisyah.


" Gemas." singkat Aashad.


" He?"


" Hmmm, kau sangat menggemaskan." ucap Aashad sambil mendekatkan wajahnya ke arah Aisyah. Aisyah langsung menghindar antar kontak wajahnya dengan wajah Aashad. Dirinya tidak enak karena ini ada di area kampus, apalagi kalau nanti ada melihat ini. Bisa berabe urusannya. Ya memang tidak ngapa-ngapain, tapi kan tetap saja kurang enak dilihat.


" Iya tahu aku memang sangat menggemaskan. Tapi jangan dicubit juga kali. Sakit ishh."


" Hihihi, maaf."


Aisyah hanya mendengus melihat Aashad yang menyengir seperti Patrick sahabat Spongebob saat melakukan kebodohan yang absurd.


Zafran sampai di parkiran kampus. Dia keluar dari mobil dan langsung melangkahkan kakinya ke kelas. Saat dia akan memasuki kelas tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat Aisyah dan pria yang tidak dikenalnya sedang bercanda di depan kelas. Dia menarik nafas dengan kasar dan langsung melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kelas dengan lewat begitu saja di depan sepasang pria dan wanita itu. Aisyah yang melihat Zafran lewat pun heran. Kenapa Zafran seperti itu? Dia tidak tersenyum ataupun menyapa kepadanya.

__ADS_1


" Kau kenapa?" tanya Aashad saat melihat Aisyah terlihat bingung dengan sambil melihat keberadaan Zafran.


" Ah tidak apa. Ya sudah Ais masuk dulu. Abang juga ada meeting kan di ruang dosen." jawab Aisyah.


"Oh iya, baiklah. Hampir lupa kalau sekarang ada meeting. Kau belajar yang betul ya." ucap Aashad.


" Dasar pelupa. Ok."


" Lah. Sudah sana lah masuk kelas."


" Hm yaya. Lalu kenapa Abang masih disini?"


" Huft. Baiklah Abang pergi."


Aashad langsung pergi dari sana dengan melangkahkan kaki nya ke aran ruang dosen. Aisyah hanya menggeleng dan tersenyum melihat Aashad yang seperti itu. Dia langsung masuk ke dalam kelas. Dia melihat Zafran yang masih memilih duduk di pojokan dengan menundukkan wajahnya dan memainnya ponsel. Aisyah sangat heran dengan tingkah Zafran belakangan ini. Kenapa dia jadi begini. Memang ada masalah apa yang membuat dia sampai seperti ini?


Aisyah yang penasaran pun ingin bertanya kepada Zafran apa yang terjadi sebenarnya. Saat Aisyah akan menghampiri Zafran langkahnya pun tertahan dengan tangan seseorang yang tiba-tiba menepuk punggung nya dari belakang. Saat dia menengok untuk mengetahui siapa yang menepuknya, ternyata itu sahabatnya si Rea yang datang bersama dengan Maya dan Hasan. Saat Aisyah akan membuka suara Rea langsung menggelengkan kepalanya yang mengartikan agar Aisyah tidak mengganggu Zafran saat ini, biarkan Zafran seperti itu dulu. Aisyah yang maksud pun langsung menurutinya dan memilih duduk di bangkunya.


Hasan melangkang kearah Zafran. Dia langsung duduk di sebelah Zafran. Zafran yang merasa ada seseorang disebelahnya pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat untuk mengetahui orang tersebut. Saat tahu kalau itu sahabatnya si Hasan, dia pun kembali menunduk dengan memainkan ponselnya lagi.


" Mau sampai kapan Lu seperti ini hah?" tanya Hasan lirih kepada Zafran agar tidak didengar oleh siapapun.


Zafran hanya diam mendengar pertanyaan dari Hasan. Dia memilih melanjutkan main di ponselnya itu. Hasan merasa kesal tekah diabaikan oleh Zafran. Dia melihat ke arah ponsel Zafran, sebenarnya sahabatnya itu sedang bermain apa sampai dia mengabaikannya. Ya Allah, Hasan kira si Zafran sedang melalukan hal yang penting di ponselnya, eh ternyata malah sedang main game cacing yang semakin banyak makannya maka akan semakin besar pula cacingnya. Hasan ingin tertawa tapi ia tahan. Bisa-bisanya sahabatnya ini lagi banyak masalah malah main cacing. Ini orang waras apa kagak. Apa saking stres nya dia jadi begini?


" Lu masih waras kan Fran?" tanya Hasan lagi sambil menahan tawa.


Zafran yang mendengar pertanyaan dari Hasan pun terkejut. Kenapa sahabatnya bertanya seperti ini? Aneh.


" Masih lah. Memangnya lu kira gue sudah gila apa?" jawab Zafran.


" Ya lagian lu lagi banyak masalah malah main cacing, wkwk."


" Memang tidak boleh gua mainan cacing? Sesuka hati gua lah. Lagi pula ini seru. Apa lu mau main juga? Ya sudah kau instal dulu aplikasi game nya, nanti kita main bersama."

__ADS_1


" Etdah, ni orang bener-bener sudah gak waras. Gak ah, sayang kuota gua buat download mainan gituan."


" Keh, bilang saja tidak cukup uang buat beli kuota kalau habis nanti."


" Dasar lu kalau ngomong suka bener, hahaha."


" Ahahaha." Zafran pun ikut tertawa tetapi dengan lirih.


" Akh mati kan." ucap Zafran tiba-tiba.


" Ahaha, syukurin dah."


" Saat Zafran akan protes ke Hasan. Hasan dengan cepat langsung menggeplak bahu Zafran untuk memberi tahu jika dosen sudah masuk kelas. Zafran pun mendengus kesal dengan perbuatan sahabatnya ini.


" Haish." kesal Zafran.


Hasan hanya terkekeh melihat Zafran yang seperti itu. Sekarang sahabatnya ini malah terlihat lucu. Hasan merasa kenapa dirinya ini punya sahabat macam ni?


.


.


.


~"-*-"~


Sudah seminggu lebih tidak UP karena badmood yang merajalela di hati. Maafin aku ya guys.


Like like like ya guys, wkwkwk.


Thank You💞


@dinda_mahardhika21

__ADS_1


__ADS_2