
HAPPY READING :)
.
.
.
" Kenapa kau ubah namanya?" Tanya Sarah dengan datar yang masih menatap intens ke arah Shah.
Shah hanya diam mendengar pertanyaan Sarah. Dia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Sarah.
" Katakan Shah! Kenapa kau diam? Jelaskan sekarang atau aku akan menyusul Aisyah dan mengatakan yang sebenarnya!" geram Sarah.
" Baiklah aku akan jelaskan semua tentang nama Aisyah. Kita bicarakan ini dengan tenang dan pelan ya."
Shah menarik nafasnya kasar dan dengan pelan dia akan menjelaskan kepada Sarah. Sarah masih menunggu penjelasan dari mulut Shah.
Shah melihat wajah Sarah dan menjelaskan semua yang terjadi saat ia menggantikan nama lengkap dari Aisyah. Sarah menangis saat mendengar penjelasan itu. Bagaimana bisa ada manusia setega itu terhadap dirinya ini? Apa yang salah dari dirinya ini? Sampai ada orang yang tega berbuat begitu terhadapnya.
*****
Aisyah masih berjalan dengan cepat dengan kondisi yang masih kesal. Dia masih berfikir kenapa Papanya dan Tante Sarah bersikap aneh di hadapannya. Ada hubungan apa mereka ini sebenarnya?
" Zaaaaa!" Teriak Zafran dari belakang yang masih mengejar Aisyah dengan jarak yang masih lumayan jauh.
Aisyah mengacuhkan panggilan itu dengan masih tetap berjalan cepat. Pokoknya sekarang ini dia kesal dan tidak mau berbicara dengan siapapun titik!
" Za, jalannya pelan-pelan woy. Cape ini, huh huh huh," ucap Zafran dengan nafas yang tersenggal.
Aisyah yang mendengar itu pun merasa kasihan pada Zafran yang kecapaian seperti itu karena hanya untuk mengejar nya saja. Yang tadi nya ia tidak mau berbicara dengan siapapun pun mengurungkan niatnya itu. Aisyah berhenti lalu menoleh kearah Zafran yang sedang mengatur nafasnya karena cape.
Zafran yang melihat Aisyah berhenti berjalan pun tersenyum senang. Ia langsung jalan cepat menuju Aisyah berdiri.
" Huft," Zafran membuang nafas lega.
__ADS_1
" Kenapa kamu seperti itu?" Tanya Aisyah pura-pura ****.
" Kau bertanya seperti ini? Tidak bisa menyaka aku ini," Jawab Zafran menggeleng.
" Ya kenapa kau terlihat sangat lelah?"
" Kau tidak sadar dari tadi aku mengejarmu dan selalu meneriaki nama mu?" Kesal Zafran.
" Ya kenapa kau mengejar ku. Aku tidak meminta kau untuk mengejar ku. Membuang waktu saja kau ini," ucap Aisyah dengan enteng.
" What? Apa kau sudah kehilangan akal?"
" Sudah lah Fran. Tidak usah bertingkah seolah kau peduli dengan ku."
" Memangnya kenapa? Aku teman mu."
" Oh ya? Hah. Ya kau teman ku. Teman yang sudah mendiamkan aku tanpa alasan. Yang sudah membuat temannya bingung dengan alasan yang tidak masuk akal."
Zafran menarik nafasnya kasar mendengar ucapan Aisyah. Bagaimana bisa dia berfikir sampai kesitu?
" Tapi kau bisa kan bilang seperti itu dari awal? Tidak dengan kau tiba-tiba diam dan acuh kepada ku," sahut Aisyah yang masih kesal.
" Iya iya. Aku minta maaf telah mendiamkan kamu selama ini. Tapi jangan lagi buat aku mengejar kamu seperti ini, cape bufft."
" Empt ahahahaha. Kau terlihat konyol," tawa Aisyah tiba-tiba.
" Ahahahaha. Tunggu, kau memaafkan ku kan?" Tanya Zafran.
" Hm. Belikan aku es krim dulu."
" Huft Baiklah."
Aisyah hanya terkekeh melihat Zafran dengan raut wajah yang lucu. Dan ia langsung panik saat Zafran melepas jaketnya dengan kaos yang akan ikut tertarik di depannya.
" Eh eh eh. Kau mau apa?" Panik Aisyah.
__ADS_1
" Why? Hanya melepas jaket," bingung Zafran karena melihat Aisyah yang panik.
" Tidak disini juga bodoh. Tidak tahu malu. Itu kaosnya dibenarkan dulu."
" Wkwkwk, siapa peduli. Aku ganteng kan jika begini?" kekeh Zafran sembari membenarkan kaos hitam polosnya.
Aisyah hanya memutarkan bola matanya. Malas dia jika Zafran sedang muji dirinya sendiri. Padahal paling ganteng kan Ayah Aziz ku, wkwkwkwk.
" Sudah memuji diri sendiri nya? Cepat lah ayo kita pergi dari sini. Dan ingat belikan aku es krim dulu."
" Sebenarnya belum sih. Huft tapi ya sudah lah, dari pada gadisku ini marah lagi, mending kita langsung ke Alpaapril saja ayo," ucap Zafran sembari menarik tangan Aisyah.
" Eh tunggu. Apa itu Alpaapril?" Tanya Aisyah bingung.
" Alpa. Setelah Maret adalah April. Tidak boleh sebut merk. Kita tidak di endorse."
" Ahahahaha, you're crazy," tawa Aisyah.
" Wkwkwkwk. Ya sudah ayo kita jalan."
Aisyah hanya mengangguk dan berjalan di samping Zafran menuju mobil. Dia masih tertawa mengingat kekonyolan Zafran beberapa detik lalu.
Zafran melihat Aisyah dengan haru. Sesimple ini kah menghibur gadisnya. Ia sangat bersyukur bisa melihat Aisyah tertawa kembali.
" Semoga kau selalu diselimuti oleh kebahagian, walau tanpa ada aku disamping mu nanti," ucap Zafran dalam hati.
.
.
.
~"-*-"~
Thank you💞
__ADS_1
@dinda_mahardhika21