Suara Hati Aisyah!

Suara Hati Aisyah!
S2- Akhirnya 2!


__ADS_3

Masih Flashback ya guys!


-


-


-


HAPPY READING :)


.


.


.


" Putriku," ucap Sarah dengan meneteskan air matanya dan mendekap wajah Aisyah dengan menatap intens.


Deg! Aisyah langsung terkejut bukan main setelah Sarah mengatakan satu kata itu. Shah dan Zafran pun ikut terkejut. Tidak terbayangkan jika Sarah akan mengatakan itu langsung.


" Putriku?" Tanya Aisyah shock sambil menengok ke arah Shah dan Zafran dengan bingung, dan kembali menatap Sarah yang ada di depannya yang masih mendekap wajahnya.


Sarah hanya menganggukan kepalanya, seolah mengatakan iya benar kau adalah putriku. Aisyah langsung melepaskan tangan Sarah dari wajahnya itu dengan pelan.


" Apa maksudnya ini? Katakan dengan jelas!" Tanya Aisyah sedikit tegas dengan kembali menatap satu-persatu orang yang ada di ruangan itu.


" Ya, kau adalah anak kami," jawab Shah.


" Kami?" Lirih Aisyah.


" Ya, kau adalah anak Bunda dan Om Shah," sambung Zafran.


Aisyah langsung menatap Sarah, dan Sarah menganggukan kepalanya. Aisyah menunduk dan memejamkan matanya dengan sedih, ia langsung mengingat cerita dari Sarah beberapa hari lalu saat berada di Surabaya. Tak terasa air matanya jatuh dan lama-kelamaan itu semakin deras. Ia tidak menyangka begitu buruk kah Mamanya itu? Dia yang sudah tahu ceritanya walau hanya dari Sarah sangat kecewa sekali pada Papa dan Mamanya. Kenapa mereka sangat jahat pada dirinya dan Sarah?


Aisyah mengangkat kepalanya dan menatap intens mata Sarah. Dan detik kemudian ia langsung memeluk erat dengan menangis sesenggukan. Ternyata orang yang selama ini ia inginkan menjadi ibunya, adalah memang ibu kandungnya sendiri. Ia sangat bahagia bahwa Tante Sarah telah bertemu dengan putrinya dan itu adalah dirinya sendiri.


" Bunda hiks hiks," ucap Aisyah dalam pelukan Sarah dengar terisak.


Sarah hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan tersenyum haru dengan selalu meneteskan airmatanya. Shah dan Zafran yang melihat itu pun sama tersenyum haru dengan sesekali menghapus airmata.


Lama mereka saling merengkuh, akhirnya Aisyah melepas pelukannya dan langsung menengok ke arah Shah dengan menatapnya intens. Dia ingin mendengar alasan mengapa bisa Papanya ini sangat jahat dan tega melakukan semua ini. Shah yang ditatap serius pun merasa ini saatnya dia menjelaskan dan siap untuk di benci oleh putrinya.

__ADS_1


" Jelaskan kenapa Papa melakukan semua ini! Kenapa Papa sangat jahat pada Bunda? Kenapa Papa dan Mama sangat tega memisahkan kami berdua? Kalian sangat tidak pantas disebut sebagai orang yang baik. Kalian sangat jahat! Kalian jahat! hiks hiks hiks," ucap Aisyah dengan penuh amarah.


Shah merasa tersudut mendengar ucapan putrinya itu. Ia sangat menyesali perbuatan buruk terbesarnya itu.


" Shhh, jaga ucapan mu Nak, dia Papa mu. Tidak boleh bicara keras seperti itu," kata Sarah untuk menenangkan putrinya.


" Tapi Bun. Dia telah menyakiti Bunda. Mereka jahat pada Bunda. Mereka jahat pada kita Bun. Mereka telah membohongi Ais selama ini, huhuhu."


Sarah langsung memeluk putrinya yang menangis seru. Shah merasa hatinya sakit saat Aisyah mengatakan bahwa selama ini ia telah membohongi putrinya ini.


" Tenang ya. Dengarkan dulu penjelasan dari Papa. Dengarkan baik-baik kenapa Papa dan Mama mu melakukan ini semua hm. Ayo duduk yang benar."


Aisyah langsung membenarkan duduknya setelah mendengar perintah dari Bundanya. Ia menatap dalam Papanya dengan seolah mengatakan " Ayo jelaskan semuanya."


Shah menarik nafasnya dalam dan mengerjapkan matanya sekejap. Dia pelan-pelan menjelaskan semua yang terjadi. Ceritanya hampir sama dengan Bundanya saat beberapa hari lalu. Tapi dia sangat tidak menduga bahwa Mamanya adalah wanita yang menurutnya paling jahat di dunia. Shah menceritakan semuanya pada Aisyah sama persis saat ia menceritakan juga pada Sarah tempo lalu. Aisyah benar-benar sangat kecewa pada Dilara itu. Bagaimana bisa ada wanita yang sungguh tega menyakiti hati wanita lain.


" Tapi mengapa nama lengkap ku kalian ubah?" Tanya Aisyah.


" Karena Dilara tidak ingin Sarah bisa menemukan mu. Maka dari itu kami mengubah nama mu dan membawa mu pergi dari Indonesia ke Swiss. Tetapi sebenarnya nama mu masih sama seperti awal Bunda mu memberikan nama untuk mu. Aisyah Zaara Tasanee."


Aisyah dan Sarah terkejut mendengar itu. Masih sama? Tetapi kenapa surat kelahirannya bernama Aisyah Mumtaza?


" Tidak usah membuat karangan lagi. Masih sama apanya? Jelas-jelas Akte kelahiran ku bernama Aisyah Mumtaza," protes Aisyah.


" Ya, nama mu masih sama seperti awal Bunda memberikan nama untuk mu. Maaf jika selama ini aku sudah menutupi ini semua. Aku hanya ingin Om Shah yang akan memberitahu semua ini. Bahkan Aku tidak langsung memberitahu Bunda bahwa saat malam itu aku sudah tahu siapa putri Bunda yang sebenarnya. Aku baru memberi tahu Bunda malam tadi. Dan ini adalah alasan mengapa aku menghindari dan mendiamkan kamu saat beberapa hari lalu," jelas Zafran pada Aisyah.


Aisyah benar-benar tidak menyangka bahwa Zafran bisa menutupi ini semua darinya. Tapi setidaknya ia sekarang tahu yang sebenarnya.


" Tapi akte itu?"


" Itu palsu. Papa tidak tega mengubah nama asli mu. Papa membuat akte palsu itu untuk mengelabuhi Dilara. Papa tidak berdaya saat berada di samping Dilara. Papa tidak tahu harus berbuat apa saat itu. Jadi Papa membohongi Mama dengan membuat akte palsu agar ia senang," jelas Shah.


" Tapi ijazah sekolah, KTP, SIM, KK, dan identitas aku lainnya?" Tanya Aisyah kembali. (ngakak aku woi ahahaha).


Shah langsung mengeluarkan amplop map dari balik jasnya. Dia langsung memberikan itu kepada Aisyah. Aisyah pun langsung menerima dan membuka map itu. Betapa terkejutnya dia dan Sarah saat melihat isi map nya itu.


" Itu adalah identitas asli kamu semua. Dari Akte, KK, KTP, dan lainnya," ucap Shah saat melihat respon dua wanitanya.


" Bagaimana Papa bisa melakukan ini?"


" Papa selalu bekerja sama dengan kepala sekolah dan petugas-petugas itu semua untuk membuatkan 2 nama. Dengan imbalan Papa membayar mereka semua."

__ADS_1


" Oh my God." Pusing Sarah mendengar penjelasan dari Shah.


Zafran yang melihat ini semua pun tidak percaya bahwa Shah mampu melakukan ini. 21 tahun Shah sudah melakukan suap pada pegawai negri. Wow, sangat tidak terbayangkan. ( Keren lah woi ).


Aisyah mengerjap setelah mendengar semua perkataan dari Papanya. Dia tidak habis pikir Papanya akan melakukan hal ini. Berarti Papanya masih sangat peduli pada Bunda? Tapi kenapa Papanya selalu memilih Mamanya yang sudah benar-benar tidak baik? Apapun semua ini, Aisyah masih tetap merasa kecewa pada Papanya. Aisyah tidak berkomentar apapun setelah mendengar penjelasan Shah. Dia hanya diam sembari berfikir sedih bahwa nyataannya dirinya adalah anak hasil dari hubungan yang terlarang/zina. Tapi setidak sekarang dia tahu bahwa ibu kandungnya adalah orang yang selama ini ia inginkan yaitu Sarah.


" Ais, Papa minta maaf atas semua ini. Papa sebelumnya juga sudah meminta maaf kepada Bunda mu atas kesalahan Papa selama ini. Papa sangat menyesal dengan semua ini. Maaf juga karena selama ini Papa telah menyembunyikan identitas asli mu dalam artian sudah membohongi mu dengan semua ini. Papa sungguh sangat tidak berdaya jika telah berhadapan dengan Mama. Papa sangat pengecut jika ada dihadapan dia. Papa akan menerima semua yang akan kamu katakan kepada Papa nanti. Sebenarnya Papa benar-benar sangat takut jika kamu membenci Papa. Tapi tidak apa-apa jika kamu akan membenci Papa, karena Papa tahu ini murni dari kesalahan Papa sebagai pria yang b*j*ng*n. Jadi Papa akan menanggung konsekuensinya dari dirimu," tutur Shah memelas.


Tidak terasa air mata Aisyah menetes, begitupun juga dengan Sarah yang mendengar penuturan Shah yang terdengar tulus.


" Bunda sudah memaafkan Papa walau Papa begitu kejam padanya. Disini Bunda yang sangat tersakiti. Jadi dengan Bunda memaafkan Papa, Ais juga sudah memaafkan Papa. Tapi aku masih sangat kecewa pada Papa karena telah menjauhi ku dengan ibu kandungku sendiri. Kalau boleh jujur sebenarnya Ais tidak membenci Papa atas apa yang telah Papa lakukan pada Ais. Tapi bolehkan seorang anak membenci pria yang telah menyakiti hati ibunya? Jujur aku sangat sakit hati setelah tahu ini semua. Aku sangat tidak menyangka bahwa kau yang telah melakukan ini semua pada Bunda. Kau adalah pria yang jahat. Pria yang tidak tahu tentang perasaan wanita. Sekarang aku tidak tahu harus berbuat dan bersikap seperti apa pada mu Pah," ucap Aisyah dengan dingin untuk menahan tangis.


Shah diam mendengar ucapan putrinya. Putrinya benar bahwa dirinya adalah pria yang jahat mungkin sangat. Hatinya terasa tertusuk saat putrinya mengatakan bahwa ia membencinya atas nama Bundanya. Sungguh itu rasanya lebih sakit dibanding jika putrinya sendiri lah yang membencinya tanpa atas nama Sarah.


Sarah tertegun dengan ucapan Aisyah. Ia tidak mengira bahwa putrinya berani mengatakan itu semua dihadapan Papanya. Ia sangat senang bahwa putrinya mau menerima dirinya sebagai Bundanya.


Zafran hanya tersenyum haru. Dia bangga pada Aisyah yang berani mengungkapkan itu semua. Dia merasa tenang jika suatu saat nanti dirinya akan pergi untuk meninggalkan. Zafran yakin bahwa Aisyah mampu untuk menjaga Bunda tanpa dia.


" Papa menerima semua ucapan mu, Nak. Memang benarnya seperti itu. Baiklah Papa akan membebaskan kamu untuk tinggal bersama dengan Bunda mu. Biar Papa nanti akan bicara pada Mama."


" Aku pasti akan tinggal bersama Bunda. Tapi tidak sekarang ini."


" Loh kenapa?" Tanya Shah.


Sarah dan Zafran pun bertanya-tanya.


" Aku akan menemui Mama terlebih dahulu dan ingin bicara padanya," jawab Aisyah.


" Baiklah."


Sarah hanya menganggukan kepalanya mengerti. Dia harus bisa sabar menunggu hari-hari dimana putrinya bisa selalu ada di dekatnya.


.


.


.


~"-*-"~


Intinya flashbacknya belum kelar.

__ADS_1


Thank you💞


@dinda_mahardhika21


__ADS_2